Pemerintahan Komisaris Jenderal Belanda 1814-1904

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ January 18, 2023 ∙ 2 menit membaca

Pemerintahan Raffles di indonesia hanya berlangsung lama 5 tahun. Perubahan politik yang terjadi di Eropa mengakhiri kekuasaannya di negeri ini. Pada tahun 1816, Napoleon Bonaparte menyerah kepada Inggris dan sekutunya.

Menurut Perjanjian London tahun 1814, status Indonesia kembali pada masa sebelum perang, yakni di bawah kekuasaan Belanda.

Penyerahan Kekuasaan Inggris Kepada Belanda

Berlangsungnya penyerahan kekuasaan atas Indonesia dari Inggris kepada Belanda berlangsung pada tanggal 19 Agustus 1816. Pihak Inggris diwakili oleh John Fendali sedangkan pihak Belanda diwakili oleh Komisaris Jenderal yang terdiri dari Elout, Van der Capellen, dan Buyskes. Sejak saat itu Indonesia di bawah kekuasaan pemerintah Hindia Belanda.

Setelah menerima penyerahan kekuasaan, pemerintah Hindia Belanda menghadapi persoalan kebijakan politik seperti berbagai kebijakan yang terjadi di daerah jajahannya. Kebijakan politik apa pun yang dipilih harus dapat memberikan keuntungan sebesar-besarnya bagi Belanda sebagai negara induk.

Perdebatan Kebijakan Politik di Belanda

Di Belanda sendiri terjadi perdebatan mengenai kebijakan politik yang tepat untuk Indonesia. Perdebatan terjadi antara dua kubu, yakni kaum liberal dan konservatif.

Kaum liberal berkeyakinan bahwa tanah jajahan akan memberikan keuntungan kepada negeri induk apabila urusan ekonomi diserahkan kepada pihak swasta.

Sedangkan kaum konservatif berkeyakinan bahwa tanah jajahan akan memberikan keuntungan kepada negeri induk jika urusan ekonomi ditangani oleh pemerintah.

Menghadapi perdebatan antara kaum liberal dan konservatif, komisaris jenderal yang memegang pimpinan pemerintah kolonial di Indonesia mengambil jalan tengah.

Disatu pihak pemerintah tetap berusaha menangani penggalian kekayaan tanah jajahan bagi keuntungan negeri induk, di lain pihak berusaha mencari jalan untuk melaksanakan dasar-dasar kebebasan. Kebijakan politik itu tetap berlaku setelah tugas komisaris jenderal berakhir pada tahun 1819.

Setelah itu, Gubernur Jenderal Van der Capellen (mantan anggota komisaris jenderal) tetap menjalankan kebijakan politik yang mencampur sistem politik konservatif dan liberal.

Faktor Perubahan Kebijakan Politik Belanda ke Arah Konservatif

Kebijakan politik pemerintah kolonial mulai bergeser ke arah konservatif pada sekitar tahun 1830-an. Sedangkan kebijakan liberal lama-kelamaan ditinggalkan. Hal tersebut dikarenakan beberapa hal diantaranya sebagai berikut:

  1. Kebijakan politik liberal banyak mengalami hambatan, karena tidak sesuai dengan sistem feodal yang berlaku di Indonesia.
  2. Pemerintah sulit berhubungan langsung dan bebas dengan rakyat, pemerintah harus melalui perantara para anggota setempat.
  3. Hasil perdagangan dari sektor ekspor belum memuaskan karena kalah bersaing dengan Inggris.
  4. Pemerintah mengalami defisit keuangan yang semakin besar akibat Perang Diponegoro.
  5. Kesulitan ekonomi itu bertambah besar dengan terjadinya pemisahan Belgia dari Belanda pada tahun 1830, yang berakibat Belanda kehilangan daerah industri.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Lifestyle
Lifestyle 13 Rekomendasi Aplikasi Belanja Online Terbaik

Seiring berkembangnya teknologi, belanja kebutuhan sehari-hari menjadi sangat mudah. Saat ini banya

Finansial
Finansial Mau Tahu Perbandingan Bunga KPR di 10 Bank Ternama Ini?

Per Januari 2023, banyak bank yang menawarkan suku bunga KPR yang rendah. Setidaknya, terdapat 10 b

Finansial
Finansial Masa Berlaku BI Checking Hanya 5 Tahun? Apa Benar?

BI checking adalah salah satu hal yang dipertimbangkan lembaga keuangan bank pada saat nasabah meng

Gadget
Gadget 12 Rekomendasi HP Xiaomi 3 Jutaan Terbaik di Kelasnya

Menyiapkan anggaran Rp3 jutaan untuk membeli handphone merupakan budget yang cukup. Paling tidak, P

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 5 Desain Rumah Kayu Ulin yang Mewah

Memiliki rumah dengan nuansa alami yang sejuk dan segar sepertinya terlihat sangat menyenangkan, ya

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia