Pelaksanaan 7 Ketentuan Pokok Tanam Paksa VOC

Diperbarui oleh ∙ December 28, 2021 ∙ 3 menit membaca

Pelaksanaan 7 Ketentuan pokok tanam paksa VOC – Jika dilihat dari peraturannya, 7 Ketentuan pokok tanam paksa (Cultuurstelsel) tidaklah terlalu membebani rakyat. Namun, pelaksanaannya jauh menyimpang dari ketentuan pokok tersebut.

Hal itu erat hubungannya dengan kebijakan pemerintah kolonial yang memanfaatkan kekuasaan para bupati dan kepala desa untuk memaksa rakyat agar menyerahkan tanah dan menanam tanaman sebanyak-banyaknya.

Cultuurprocenten

Agar para pegawai Belanda maupun bupati dan kepala desa menunaikan tugas dengan baik, pemerintah kolonial memberikan perangsang finansial yang terkenal dengan nama cultuurprocenten. Perangsang ini diberikan di luar pendapatan yang biasanya mereka terima.

Akibat dari sistem tanam paksa ini rakyat menderita lahir batin. Waktu yang diperlukan untuk memelihara tanaman dagangan ekspor lebih lama dibandingkan dengan waktu untuk memelihara tanaman bahan makanan.

Apabila dianggap lalai, mereka dihukum dengan hukuman cambuk. Selisih harga tidak pernah diserahkan kembali kepada petani, tetapi dikorupsi oleh petugas pengumpul.

Selain itu, rakyat masih diharuskan melakukan kerja rodi sehingga waktu untuk menanam tanaman pangan sangat kurang. Akibatnya, terjadilah bahaya kelaparan.

Sementara itu, paham liberal berkembang di seluruh Eropa Barat, termasuk di Negeri Belanda. Para penganut liberalisme menghendaki agar kegiatan ekonomi diserahkan kepada usaha swasta tanpa campur tangan pemerintah.

Pelaksanaan tanam paksa
Pelaksanaan tanam paksa

Tanam Paksa di Kecam Dunia

Kecaman terhadap pelaksanaan tanam paksa mulai terdengar. Tokoh Belanda yang menentang sistem ono dan menganjurkan pembukaan Indonesia untuk usaha swasta antara lain Baron van Hoevell dan Vitalis.

Pada tahun 1860, kaum liberal Belanda mendapat angin karena adanya 2 penerbitan yang secara jelas mengungkapkan penderitaan penduduk di Jawa akibat penyelewengan dan penyalahgunaan kekuasaan di bawah sistem tanam paksa.

Kedua tulisan tersebut adalah Max Havelaar yang ditulis oleh Douwes Dekker dengan nama samaran Multatuli. Tulisan lainnya sebuah pamflet yang berjudul Suiker Contracten (Kontrak-kontrak Gula) yang ditulis oleh seorang pemilik perkebunan besar bernama Frans van de Putte.

Kedua tulisan tersebut merupakan senjata bagi kaum liberal untuk mendesak pemerintah Belanda agar membuka Indonesia bagi modal swasta Belanda. Setelah perjuangan cukup lama sejak tahun 1870 modal swasta Belanda mulai masuk ke Indonesia.

Tanam Paksa di Hapus

Tanam paksa untuk tanaman dagangan tertentu mulai dihapuskan setelah tahun 1860. Misalnya tanaman nila dan teh dihapuskan tahun 1865. Namun, untuk beberapa jenis tanaman lain khususnya kopi, penanaman paksa masih dipertahankan sampai akhir abad ke-19, bahkan di beberapa daerah sampai awal abad ke-20.

Misalnya penanaman kopi secara paksa di daerah Parahyangan yang sebenarnya telah berlangsung sejak zaman VOC baru dihapus secara resmi pada tahun 1917.

Baca juga: Dampak positif dan negatif

Hasil sistem tanam paksa adalah meningkatnya penerimaan pemerintah Belanda sehingga berhasil menutupi defisit dan menaikkan tingkat kemakmuran masyarakat Belanda sendiri. Di lain pihak, sistem ini menimbulkan penderitaan dan kesengsaraan yang besar bagi rakyat Indonesia.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial 9 Bank dengan Penawaran KPR Terbaik

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR menjadi solusi terbaik untuk kamu yang ingin memiliki rumah idaman

Finansial
Finansial Cicilan DP Rumah Sebaiknya ke Developer atau Bank Ya?

Sekarang, bank bukan lagi menjadi satu-satunya tempat yang menawarkan uang muka tanpa bunga atau ci

Finansial
Finansial Cara Mengajukan Permohonan Keringanan Cicilan untuk KPR BTN

Membeli rumah dengan KPR, misalnya di Bank BTN membuat kamu wajib melakukan pembayaran cicilan seti

Gadget
Gadget 9 Cara Membuat PowerPoint di HP, Lengkap dan Mudah

Membuat presentasi dadakan akan sangat mudah jika dilakukan lewat HP. Hal ini dapat dilakukan tanpa

Finansial
Finansial Apakah Ada Cara KPR Rumah Bekas Tanpa DP? Ini Jawabannya

Cara KPR rumah bekas tanpa DP kini jadi incaran karena bisa jadi pilihan tepat untuk mereka yang in

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia