Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • 7 Pelajaran Penting dari Pendiri Apple Steve Jobs

7 Pelajaran Penting dari Pendiri Apple Steve Jobs

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 17 November 2021 ∙ 6 menit membaca

Merk elektronik Apple sudah sangat akrab di telinga masyarakat luas. Berbagai produknya menjadi sebuah inovasi dan terobosan baru di bidang teknologi. Di balik kesuksesan itu, ada nama Steve Jobs, yang merupakan pendiri sekaligus penyelamat perusahaan Apple.

Pinhome – Jobs mulai membangun perusahaan Apple dari garasi orang tuanya di tahun 1976. Di situ, ia membangun perusahaan elektronik miliknya. Namun, di tahun 1985 ia dipecat dari perusahaan miliknya itu dan kemudian membangun perusahaan lain yaitu Pixar yang bergerak di bidang animasi film. Lalu, di tahun 1997 Jobs kembali ke Apple tepat ketika perusahaan tersebut berada di ambang kebangkrutan.

Selama karirnya, Steve Jobs telah berhasil mengubah dunia teknologi dan elektronik. Ia mentransformasi 7 industri di dunia ini mulai dari komputer personal, film animasi, musik, ponsel, tablet, toko retail, dan publikasi digital. Melalui inovasinya tersebut, ia kemudian masuk dalam jajaran inovator hebat Amerika bersama dengan inovator lainnya seperti Henry Ford dan Walt Disney.

Baca Juga: 12 Ide Bisnis Di Masa Pandemi Yang Menjanjikan Dan Untung Besar

Melihat kisah sukses dari Jobs ini, ada beberapa hal yang dapat dipelajari dan diterapkan dalam kehidupan terutama jika Pins ingin berkecimpung di dunia bisnis. Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Jangan Kehilangan Fokus

(Inc. Magazine)

Pada tahun 1997, Apple sedang dilanda kesulitan dan hampir bangkrut. Selama Jobs absen dari perusahaan miliknya itu, Apple memproduksi berbagai jenis komputer. Kemudian, saat ia kembali ke perusahaan tersebut, Jobs menghentikan hal tersebut dan meminta timnya untuk fokus pada beberapa hal saja.

Apple dan Jobs kemudian memangkas berbagai produk yang dinilai ‘tidak penting’ dan hanya fokus pada 4 komputer saja. Melalui pilihan tersebut, perusahaan yang hampir bangkrut itu terselamatkan.

Fokus yang diterapkan oleh Jobs yaitu memangkas hal-hal yang tidak penting dan hanya menyisakan beberapa saja yang pantas untuk dikembangkan. Bagi Jobs, menghapus hal-hal yang tidak perlu juga sama pentingnya dengan memutuskan tindakan yang harus dilakukan.

Simpel: Butuh Pemahaman Lebih Dalam

(Bordeaux Business)

Baca Juga: Pelajari Tips Ini Sebelum Memulai Bisnis Properti

Simplicity merupakan salah satu inti dari produk-produk buatan Apple. Hal ini tidak hanya terlihat dari desain luarnya saja tapi juga pada tampilan perangkat lunaknya. Selama mengembangkan produk-produk tersebut, Steve Jobs ingin membuat sesuatu yang lebih simpel seperti langkah-langkah mengakses aplikasi, jumlah tombol, hingga desainnya.

Keinginan Jobs untuk membuat berbagai halnya menjadi lebih simpel, bukanlah sebuah hal yang mudah. Supaya bisa membuat sebuah perangkat yang kecil dan bisa memutar banyak lagu seperti iPod, tim dari Apple harus bekerja ekstra untuk bisa mewujudkannya. Jika ingin membuat sesuatu menjadi lebih simpel, seorang pengembang harus mengerti hal terpenting dan esensi dari produk tersebut.

Membangun Sebuah Integrasi

(Softpedia News)

Apple juga membuat sebuah terobosan berupa integrasi berbagai perangkatnya. Ketika seseorang memiliki iPhone dan MacBook, ia bisa mengakses berbagai hal secara lebih mudah melalui kedua perangkat tersebut seperti misalnya iMessage yang bisa dijalankan di komputer personal.

Ekosistem integrasi yang dibangun oleh Apple ini memungkinkan pengguna untuk lebih mudah menggunakan perangkatnya. Selain itu, pengguna juga lebih bebas dan bisa menghemat waktu karena tidak perlu bersusah-susah menyambungkan berbagai perangkat yang ia miliki.

Ambil Langkah Besar

(B&H)

Salah satu produk yang mendongkrak kepopuleran dan kesuksesan dari Apple yaitu iPod. Perangkat pemutar musik tersebut berhasil membuat penggunanya bisa merasakan pengalaman baru ketika memutar musik. Pengguna iPod bisa dengan mudah membeli lagu melalui iTunes Store lalu mendengarkannya kapan pun.

Seiring dengan perkembangan teknologi, Jobs sadar bahwa keistimewaan dari iPod akan segera terganti ketika para pengembang telepon seluler menambahkan fitur pemutar musik di perangkatnya. Berangkat dari hal itu, ia kemudian mengambil sebuah keputusan besar yaitu mengorbankan iPod dan menggantinya dengan iPhone.

Keputusan untuk meluncurkan iPhone tentunya bukanlah hal yang mudah mengingat kesuksesan iPod. Namun, Jobs mengerti apabila ia tidak ‘mematikan’ iPod sendiri, maka orang lain akan melakukannya.

Dahulukan Produk dari Profit

(Epale)

Ketika Apple hampir bangkrut, perusahaan tersebut dipimpin oleh John Sculley yang merupakan Eksekutif Pemasaran dan Penjualan dari Pepsi. Berdasarkan latar belakangnya itu, Sculley lebih berfokus pada memaksimalkan keuntungan dibandingkan dengan pengembangan produk. Akibatnya, penjualan dari Apple semakin turun.

Ketika Jobs kembali ke Apple, ia kemudian mengganti tujuan dari perusahaan miliknya itu. Ia kembali berfokus pada menghasilkan produk-produk inovatif dan berkualitas meskipun harus membayar biaya yang mahal di pengembangannya. Melalui keputusan tersebut, perusahaan Apple pun bisa selamat dari kebangkrutan.

Selain itu, dengan lebih berfokus pada produk, Apple juga bisa melihat berbagai kekurangan dari produknya. Ia bisa mendapatkan ‘kesempurnaan’ dari produk-produknya baik itu untuk tampilan luar maupun dalamnya. Fokus ke produk memberi Jobs lebih banyak waktu untuk menghasilkan produk yang inovatif.

Jangan Takut untuk Mendobrak Realitas

(Pukeva)

Steve Jobs juga dikenal sebagai orang yang tidak mengenal kata impossible atau tidak mungkin. Ia akan mendorong tim serta orang-orang di sekitarnya untuk melebihi batas-batas yang ada. 

Salah satu contohnya yaitu ketika Jobs meminta Larry Kenyon, teknisi sistem operasi Macintosh, untuk mempersingkat waktu booting Mac menjadi 10 detik lebih cepat. Jobs membuat perbandingan dan mengakumulasikan waktu yang digunakan seluruh pengguna Mac apabila Kenyon bisa mempercepat waktu booting. Beberapa minggu kemudian, Kenyon berhasil memangkas booting Mac sebanyak 28 detik.

Hal yang sama juga terjadi ketika Jobs ingin perangkat elektronik miliknya memiliki layar yang lebih baik daripada plastik. Ia kemudian menghubungi perusahaan Corning yang memproduksi layar berbahan kaca yang dikenal dengan “Gorilla Glass”. Ia meminta pengiriman dalam jumlah besar dalam waktu 6 bulan. Awalnya, perusahaan tersebut ragu-ragu, namun Jobs berhasil meyakinkannya. Akhirnya, Corning bisa menyelesaikan pesanan kurang dari 6 bulan.

Bertukar Pikiran dengan Model Tatap Muka

(Worker’s Resort)

Jobs selalu memiliki keyakinan bahwa berbagai ide dan inovasi bisa muncul apabila kita bertemu dengan orang lain secara spontan dan acak. Hal ini kemudian ia realisasikan melalui pembangunan gedung Pixar yang Jobs desain supaya para pekerjanya bisa saling tidak sengaja bertemu di atrium tengah.

Trik dan teori dari Jobs ini kemudian memungkinkan terjadinya kolaborasi yang tidak direncanakan. Orang-orang bisa bertemu dengan kolega lainnya dan di dalam ketidaksengajaan itu, banyak terjadi pertukaran ide yang memungkinkan kreativitas selalu berkembang.

Ada banyak ilmu dan pelajaran yang bisa Pins peroleh dari kisah sukses Steve Jobs. Yuk, terapkan berbagai poin di atas supaya kita juga termotivasi untuk bisa sesukses pendiri Apple ini!


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Safina

Editor: Iko

Tags :

Bagikan Artikel