7 Pakaian Adat Yogyakarta Lengkap dengan Gambar

Diperbarui oleh Pandu Pamungkas ∙ October 27, 2022 ∙ 8 menit membaca

Kota Yogyakarta merupakan ibu kota dan pusatnya pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Yogyakarta juga memiliki potensi yang memang kuat dari aspek budaya, baik budaya yang sifatnya fisik atupunpun non fisik. Potensi budaya fisik yang dimaksudkan yakni seperti tempat wisata, kawasan cagar budaya, dan benda cagar budaya.

Sedangkan untuk potensi budaya non-fisik yakni merupakan sebuah sistem nilai norma, karya seni, sistem sosial atau perilaku sosial yang ada pada masyarakat jogja. Perlu kita ketahui bahwa Yogyakarta merupakan salah satu kota yang sangat kental dengan pakaian adat, Karena di di Jogja memiliki keraton Yogyakarta yang lengkap dengan pertunjukan adat yang diadakan pada setiap harinya.

Keunikan dan Jenis Pakaian Adat Yogyakarta

Keunikan pakaian adat Jogja salah satunya terdapat pada bahan yang di gunakanya yakni bahan yang memang memiliki tekstur berbeda dari pada pakaian adat yang lainya. Selain itu pakaian adat Jogja tersebut dibuat dengan menggunakan bahan dari beludru hitam, yang bergaris kuning tua dengan pelisir atau pita dari benang yang memiliki warna kuning keemasan. Lalu ada sisir gunungan, mentul sebuah, dan rambut ukel terlepas.

Sebagai kota wisata, Yogyakarta juga mempunyai banyak budaya warisan salah satunya yakni pakaian adat Jogja yang biasa dipakai dalam acara-acara tertentu. Ada beberapa macam pakaian adat yang banyak dipakai oleh masyarakat Yogyakarta. Umumnya, pakaian adat Jogja akan digunakan ketika ada hari-hari besar atau upacara adat. Berikut adalah istilah atau nama pakaian adat khas Yogyakarta.

Busana Laki-Laki Dewasa

Nama pakaian adat Yogyakarta khusus untuk laki-laki dewasa pada umumnya dikenal dengan nama Surjan. Baju surjan ini dilengkapi dengan jarik atau kain batik sebagai busana bawahannya.

Selain berupa baju surjan dan jarik, pakaian tradisi Jogja ini juga dilengkapi dengan blankon yang digunakan sebagai penutup kepala. Sebagai aksesoris, laki-laki dewasa di sana juga menggunakan selop atau sendal sebagai alas kaki.

Busana Surjan

Pakaian Adat Yogyakarta
(GoodnewsfromIndonesia)

Pakaian adat Yogyakarta untuk pria dewasa atau yang biasa disebutnya dengan busana surjan ini sebagai atasan dan bawahannya biasanya menggunakan kain batik atau disebut juga dengan jarik. Lalu padukan dengan menggunakan atasan kepala yang biasa disebutnya dengan blankon serta alas kaki (sandal). Surjan di Yogyakarta disebut juga sebagai Pakaian Takwa.

Perlu kita ketahui, bahwa pakaian ini juga mempunyai filosofi tersendiri terutama bagian leher yang memiliki 6 buah kancing yang bermakana rukun imam. Sedangakan pada 2 buah kancing baju yang ada di dada kiri dan kanan yakni menyimbolkan 2 kalimat syahadat.

Selain itu busana Surjan ini dulunya memiliki mitos, yang apabila jika menggunakan busana Surjan ini dengan baik, benar, dan lengkap dengan tamabahan kain batik, tali, stagen, dan ikat pinggang. Maka dengan begitu berat badan akan menjadi stabil.

Busana Wanita Dewasa

Nama pakaian adat Yogyakarta khususnya untuk perempuan dewasa pada umumnya disebut dengan nama Kebaya. Baju kebaya ini dibuat dari bahan-bahan khusus seperti sutera, brokat, dan beludru.

Untuk busana bawahannya, pakaian tradisional Yogyakarta ini menggunakan kain jarik atau batik. Kain ini biasanya terbuat dari bahan sutera, katun, nilon, lurik, sunduri dan bahan estetis. Sedangkan teknik pembuatan kain batik ini menggunakan cara tenun, rajut, celup, dan batik.

Sebagai aksesoris atau pelengkap sekaligus ciri khasnya yang unik, para wanita dewasa Yogyakarta ini mengenakan tatanan ramput yang telah disanggul atau disebut dengan nama konde.

Busana Kebaya

Pakaian Adat Yogyakarta wanita dewas
(JB Budaya)

Pada umumnya pakaian Kebaya memang ikon dari pakaian adat pulau Jawa termasuk salah satunya Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun kebaya Yogyakarta mempunyai bentuk motif yang perbedaan dengan kebaya-kebaya lainnya. Bahan dasar pakaian adat kebaya ini tidak dibuat dengan menggunakan kain yang berkualitas rendah atau standar.

Namun harus dibuat dari kain dengan kualitas tinggi, dan untuk pada tatanan rambutnya yang khas dengan menggunakan konde. Busana kebaya adat Yogyakarta ini memang memiliki filosofi salah satunya yakni busana kebaya yang menggambarkan sebuah kehalusan, tindak tanduk wanita yang harus lemah lembut.

Sedangkan untuk aksesoris yang biasa digunakanya yakni memiliki arti simbolis, seperti halnya dengan kalung yang bersusun dan melambangkan 3 tingkatan kehidupan manusia yakni dari lahir, menikah dan kematian. Dalam arti lain, yang dihubungkan dengan konsep Jawa mengenai alam baka, alam tengah, dan alam fana. Gelang tersebut melingkar tanpa ujung pangkal yang memiliki makna sebagai keabadian.

Sedangkan bentuk gunung pada sisir yakni melambangkan sebagai keagungan Tuhan dan harapan terciptanya sebuah kebahagiaan. Sedangkan untuk hiasan sanggul yang biasa digunakan pada wanita dewasa memiliki warna merah, hijau, dan kuning yang melambangkan “Trimurti” atau yang dikenalnya dengan 3 dewa kehidupan.

Baca juga: Pakaian Adat Kalimantan Selatan

Busana anak Laki-Laki

Pakaian Adat Yogyakarta
(Shopee)

Nama Pakaian tradisional Yogyakarta khususnya untuk anak laki-laki umumnya dikenal dengan nama Kencongan. Kencongan yang dikenakan sebagai pakaian sehari-hari atau untuk bermain terdiri dari kain batik yang mempunyai wiru tengah, baju surjan.

Sebagai aksesoris, anak-anak ini juga memakai lonthong tritik, timang, kamus songketan, dan juga mengenakan dhestar sebagai penutup kepala.

Bila anak laki-laki ini ikut kegiatan pada acara-acara resmi, pada umumnya akan mengenakan busana adat Yogyakarta khusus dengan beberapa tambahan. Misalnya lonthong tritik, baju surjan, ikat pinggang seperti kamus songketan khusus yang mempunyai cathok dari suawa atau emas.

Pakaian adat Jogja anak laki-laki atau yang yang dikenal dengan pakaian adat tradisional kencongan yang dilengkapi dengan aksesoris tambahan seperti sabuk, selendang, dan ikat pinggang.

Baca juga: Pakaian adat Jawa Barat

Busana Anak Perempuan

Pakaian Adat Yogyakarta Anak Perempuan
(Yuksina.id)

Sebutan pakaian tradisional yogyakarta khususnya untuk anak perempuan biasanya dinamakan sabuk wala padintenan. Baju adat ini mempunyai bentuk jarik atau kain batik bermotif parang, gringsing atau ceplok.

Terdiri dari ikat pinggang kamus yang diberi hiasan bermotif fauna atau flora. Tidak lupa juga busana dari kain katun, lonthong tritik, dan juga mengenakan cathok yang dibuat dari perak dengan bentuk merak, burung garuda arau kupu-kupu.

Sebagai perhiasannya, Pakaian tradisional Yogjakarta ini mengenakan kalung emas yang dihiasi liontin berbentuk mata uang atau dinar. Tidak lupa juga gelang dengan bentuk ular atau juga model sigar penjalin sebagai pelengkap.

Sedangkan untuk anak wanita yang berambut panjang, rambutnya akan disanggul atau dibuat bermodel kone.

Baca juga: Pakaian adat Jawa Timur

Busana Pengantin

Pakaian Adat Yogyakarta Pengantin
(Woolipop.Detik)

Di samping ke-4 pakaian tradisional di atas, DIY juga memiliki pakaian tradisional Yogyakarta khusus untuk pengantin.

Di bawah ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis pakaian adat tradisional Jogja.

Baca juga: Pakaian Adat Gorontalo

Pakaian Adat Jogja Modern

Pakaian adat Yogyakarta
(Lazada)

Baju adat Jogja modern merupakan baju yang biasa di pakai ketika ada acara-acara tertentu seperti halnya ketika ada acara festival-festival resmi atau pameran-pameran dan masih banyak lagi. Sedangkan untuk motif dan bentuk dari baju adat Jogja modrn ini juga tidak ada bedanya dengan baju yang biasa dipakai oleh masyarakat tradisional Jogja.

Pakaian Adat Kerajaan Yogyakarta

Keraton Yogyakarta salah satu yang berperan aktif dalam melestarikan budaya Yogyakarta. Ada perbedaan pakaian pada abdi dalem, putri raja hingga raja itu sendiri dalam mengenakan pakaian adat. Berikut ini pakaian adat kerjaan Yogyakara.

Pakaian Adat Yogyakarta Untuk Putri Raja

Pakaian Adat Yogyakarta Samekanan
(GPWisata.info)

Pakaian adat Jogja keraton putri raja atau yang disebutnya dengan pakaian samekanan. Pakaian adat samekanan merupakan pakaian yang biasa menggunakan kain penutup dada yang panjang dan lebar. Selain itu, pakaian samekanan biasanya akan dipadukan seperti kain batik, kebaya katun, dan samekanan tritik.

Sedangkan untuk aksesoris yang biasa digunakanya yakni seperti perhiasan subang, gelang, dan cincin. Lalu untuk rambut yang disanggul biasanya tanpa ada hiasan apapun. Selain itu setiap aksesoris yang digunakan mempunyai arti dan simbolis yang sama dengan pakaian adat Yogyakarta untuk wanita dewasa atau yang di sebutnya dengan Baju Kebaya.

Baca juga: Pakaian Adat Jawa Timur dan Fakta Uniknya

Pakaian Adat Yogyakarta Untuk Abdi Dalem

Pakaian Adat Yogyakarta
(Nasdem Jogja)

Pakaian adat abdi dalem merupakan pakaia adat Yogyakarta atau yang disebutnya dengan peranakan dan Atela. Pakaian adat Peranakan ini mempunyai arti dan tujuan dari kata “Peranakan” yang maksutnya sendiri adalah agar dapat menjalin sebuah persaudaraan layaknya seperti saudara kandung.

Selain itu pakaian peranakan ini memiliki 6 buah kancing yang ada pada leher yang melambangkan rukun imam. Sedangkan untuk 5 buah kancing yang ada pada ujung lengan yakni melambangkan rukun islam.

Lalu untuk pakaian Atela sendiri memiliki warna putih yang biasa digunakan oleh Abdi Dalem lalu pada pakaian ini biasanya hanya akan digunakan seperti ada upacara-upacara besar. Sedangkan untuk atela yang bewarna hitam biasanya hanya akan dipakai ketika ada acara-acara tertentu di Yogyakarta.

Baca juga: Pakaian Adat Jawa Timur dan Fakta Uniknya

Pakaian Puteri Raja yang Sudah Menikah

Pakaian Adat Yogyakarta Raja yang Sudah Menikah
(Bayu Dardias Kurniadi)

Dalam keraton Yogyakarta tentunya memilii aturan sendiri terutama untuk puteri raja dalam menggunakan pakaian sehari-harinya. Untuk puteri raja yang sudah menikah memang ada perbedaan dengan puteri raja yang belum menikah.

Untuk pakaian yang digunakan oleh putri raja yang sudah menikah yakani berupa pakaian “semekan tritik” yang lengkap dengan tengahan seperti baju kebaya, kain batik atau jarik, sanggul polos dan berbagai macam perhiasan lainya, mulai dari subang, cincin dan sapu tangan yang berwarna merah.

Pakaian Untuk Upacara Ageng

Pakaian Adat Yogyakarta Upacara ageng
(Kraton Jogja)

Pakaian ini merupakan salah satu pakaian yang biasa digunakan oleh sultan ketika ada acara upacara ageng, pakaian ini disebut dengan pakaian “Keprabon”. Jenis pakaian keprabon dibedakan menjadi 3 jenis, diantaranya seperti pakaian dodotan, pakaian kanigaran, pakaian kaprajuritan.

Pakaian dodotan umumnya hanya akan digunakan ketika ada acara upacara seperti “garebeg, jumengeng dalem atau penobatan raja, dan acara upacara pernikahan atau yang dikenalnya dengan pisowana”.

Selain itu pakaian ageng ini terdiri atas kuluk biru yang berhias dari mundri, lalu ada kampuh konca setunggal, timang atau kretep, moga renda yang mempunyai warna kuning, rante, pethat jeruk sak ajar, dana chinde gubeg, karset serta keris branggah.

Baca juga: Pakaian Adat Kalimantan Utara dan Fakta yang Harus Kamu Ketahui

Itulah beberapa jenis pakaian adat Yogyakarta. Semoga bermanfaat untuk Pins.

Baca juga: Pakaian Adat Banten


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Apa itu Crypto Wallet? Pengertian dan Cara Memakainya

Pada era modern ini, berkembangnya teknologi sudah banyak sekali memberikan manfaat kepada hidup ma

Finansial
Finansial BI Rate Naik? Cari Tahu Dulu Kebenarannya! (Edisi YoY Oktober & November)

#WaktunyaBeliRumah - Apakah Pins sadar, biaya yang dikeluarkan untuk transaksi bisnis properti tida

Gadget
Gadget 12 Rekomendasi HP 6 Jutaan, Harga Mid-Range Berasa Flagship!

Jika Pins menginginkan HP mid-range dengan kualitas flagship, maka rekomendasi HP 6 jutaan adalah j

Finansial
Finansial 15 NFT Game yang Tak Hanya Seru, Tapi Juga Menghasilkan Cuan!

Sebagai bentuk investasi aset digital yang menjanjikan, banyak orang yang mencoba untuk mempelajari

Finansial
Finansial Apa itu Copy Trade? Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

Ada banyak sekali istilah dalam dunia trading yang mungkin terdengar asing untuk kamu yang masih pe

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia