Pinhome

  • Blog
  • Kesehatan
  • Apa Benar Ovarium Adalah Tempat Terjadinya Pembuahan? Baca untuk Tahu Jawabannya!

Kesehatan

Apa Benar Ovarium Adalah Tempat Terjadinya Pembuahan? Baca untuk Tahu Jawabannya!

Dipublikasikan oleh Annisa Hapsari ∙ 16 September 2021 ∙ 5 menit membaca

Pinhome – Ovarium adalah tempat terjadinya pembentukan sel telur. Pembentukan sel telur sering disebut dengan oogenesis. Lebih lanjut, ovarium juga termasuk organ reproduksi bagian dalam pada perempuan. Bagi Pins yang sedang berencana melakukan program kehamilan, ada baiknya mengetahui beberapa fakta terkait ovarium.

Apa itu ovarium?

Sejak di bangku sekolah, mungkin Pins sudah tidak asing lagi dengan istilah ovarium. Ovarium menghasilkan sel telur  dan hormon. Oleh karena itu ovarium juga sering disebut dengan indung telur.

Umumnya, seorang perempuan memiliki dua pasang ovarium. Mungkin masih banyak yang penasaran di mana letak ovarium. Sebagai organ reproduksi bagian dalam, ovarium terletak pada bagian sisi kanan dan sisi kiri rahim.

Tak hanya memproduksi sel telur dan hormon, indung telur juga memiliki kemungkinan untuk berubah ukuran, Pins. Bukan tanpa alasan, perubahan ukuran tersebut terjadi bergantung pada kondisi saat menstruasi hingga faktor usia.

Wajib diketahui jika ovarium memiliki ukuran normal berkisar antara 3-5 cm. Perubahan ukuran pada indung telur ini dibarengi dengan produksi sel telur.

Dinamika perubahan ovarium yang membesar dan mengecil ini akan berhenti ketika Pins sudah memasuki masa menopause. Fakta lain yang tak banyak orang tahu adalah indung telur sangat mungkin mengalami stres.

Seperti misalnya, ada perubahan pola makan, perubahan lingkungan tempat tinggal atau keadaan yang memengaruhi psikis akan merembet berdampak pada kondisi ovarium.

Selain psikis yang fluktuatif, ketika Pins sedang mengalami stres maka kecil kemungkinan ovarium akan memproduksi sel telur secara optimal. Kondisi ini juga akan menyebabkan munculnya jerawat karena hormon yang tidak seimbang.

Gambar ovarium 

(Freepik)

Setiap perempuan memiliki dua indung telur, di bagian kiri dan kanan rahim, Pins. Ukuran ovarium sangat kecil, setidaknya indung telur berukuran sebesar biji kenari.

Risiko penyakit pada ovarium 

Karena ovarium jadi salah satu organ reproduksi yang penting bagi perempuan, ada baiknya Pins tidak meremehkan risiko penyakit yang berpeluang besar menyerang indung telur. Berikut beberapa risiko penyakit yang dapat menyerang ovarium yang sudah dirangkum oleh GudangMama:

PCOS (Polycystic ovary syndrome)

PCOS merupakan sindrom ovarium polikistik atau gangguan hormonal yang dapat menyerang perempuan yang memasuki usia produktif. Nah, PCOS dapat ditandai dengan periode menstruasi yang tidak teratur.

Selain itu, adanya hormon androgen yang berlebih juga dapat menyebabkan PCOS. Ovarium Polikistik menyebabkan ovarium gagal berfungsi secara teratur. PCOS juga dapat disertai dengan munculnya keluhan lain seperti jerawat hingga infertilitas.

Tumor Indung Telur

Risiko penyakit berikutnya yaitu tumor indung telur, Pins. Tumor atau kanker jinak ini merupakan pertumbuhan abnormal pada ovarium. Kanker jinak ini disebabkan karena adanya mutasi genetik yang terjadi pada sel-sel di dalam indung telur. Tumor pada indung telur juga sangat berpeluang menyebabkan komplikasi seperti infertilitas, Pins.

Endometriosis

Endometriosis atau kista yang disebabkan karena jaringan yang menebal kemudian rusak tiap kali memasuki siklus menstruasi. Namun, jaringan yang menebal tersebut tidak bisa keluar sehingga menyebabkan iritasi sehingga menyebabkan jaringan parut lengket.

Tentu endometriosis ini menimbulkan sensasi perih dan nyeri pada panggul. Gejala yang paling umum terjadi yaitu tidak nyaman ketika berhubungan, nyeri ketika buang air besar, infertilitas, hingga dismenore.

Kista Indung Telur

Kista indung telur atau kista ovarium bisa terjadi di indung telur bagian kiri atau bagian kanan bahkan dua-duanya, Pins. Nah, Kista indung telur berpeluang besar terjadi di saat perempuan memasuki masa subur.

Di awal muncul, kista mungkin berukuran kecil tapi sangat mungkin ukurannya membesar seiring berjalannya waktu apabila tidak ditangani dengan serius.

Baca Juga: Tanda-Tanda Kehamilan Yang Patut Kamu Ketahui

Cara menjaga organ reproduksi

Menjaga organ reproduksi tentu jadi hal yang sangat krusial. Menjaga organ reproduksi tentu dapat mengurangi risiko terkena penyakit pada ovarium.

Tidak perlu kebingungan mulai dari mana untuk mencegah risiko penyakit yang menyerang indung telur. Ini dia beberapa langkah atau cara terbaik untuk menjaga kesehatan organ reproduksi:

Hindari kebiasaan merokok

Tidak hanya demi menjaga kesehatan organ reproduksi. Tidak membiasakan merokok juga dapat menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan. Sudah tidak asing tentunya ya Pins jika rokok mengandung segudang racun berbahaya yang dapat memicu kanker, termasuk pada indung telur.

Menjaga pola makan sehat

Pola makan sehat dapat diawali dengan mengonsumsi asupan makanan yang mengandung kalsium dan magnesium. Makanan yang kaya akan kandungan magnesium dapat meredakan sakit kepala, menjaga gula darah tetap stabil, mengurangi risiko depresi, hingga mencegah nyeri saat datang bulan.

Sejumlah makanan yang mengandung dua mineral penting tersebut yaitu biji-bijian, sayuran hijau, cokelat, tahu, hingga alpukat.

(Kompas)

Pastikan selalu berhubungan seks dengan pengaman

Tidak dipungkiri bahwa beragam penyakit seks sangat berisiko menyerang siapa saja yang tidak melakukan hubungan seks dengan cara yang aman. HIV hingga penyakit kelamin lain bisa terjadi. Pastikan untuk bergonta-ganti pasangan dan selalu menggunakan alat kontrasepsi, Pins.

Orgasme yang teratur ternyata juga penting

Kondisi ini sendiri merupakan pelepasan hormon sehat yang disertai dengan kontraksi pada rahim. Orgasme yang teratur berpeluang mendetoksifikasi tubuh, jadi membuat sistem reproduksi akan tetap sehat dan dalam kondisi yang prima.

Orgasme juga akan meningkatkan kualitas tidur, Pins. Tidur cukup tentunya akan membuat organ reproduksi dan organ tubuh lainnya beristirahat dengan maksimal.

Sangat dianjurkan untuk melakukan olahraga ringan

Tak perlu memaksa diri melakukan olahraga berat. Sekadar peregangan di pagi hari faktanya dapat membantu menjaga kesehatan organ tubuh dan organ reproduksi. Pins dapat menjajal yoga, squats, atau jalan kaki. Apabila dilakukan secara rutin, maka hasil terbaik akan Pins dapatkan.

Usahakan selalu melakukan pemeriksaan secara rutin

Jika sudah menjaga pola hidup sehat, yang terakhir dan yang paling penting yaitu melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara berkala.

Pap smear jadi salah satu alternatif pemeriksaan kesehatan organ reproduksi yang dapat Pins lakukan. Dengan pemeriksaan ini Pins akan terbantu mendeteksi kondisi kesehatan pada organ reproduksi.

Pengetahuan mengenai ovarium sudah sangat jelas ya, Pins? Selain mengetahui apa itu ovarium, Pins juga wajib mengenal risiko gangguannya dan cara menjaga kesehatan indung telur.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel