Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Nilai Appraisal Rendah? Teliti Dulu Penyebabnya!

Finansial

Nilai Appraisal Rendah? Teliti Dulu Penyebabnya!

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 3 menit membaca

Proses appraisal adalah penaksiran nilai properti yang dilakukan oleh bank untuk menentukan jumlah pinjaman KPR yang bisa diberikan. Tapi kok bisa properti kita mendapat hasil appraisal rendah, ya?

Pinhome — Pins, sudah pada tahu belum, kalau dalam KPR, bank tidak akan memberikan pinjaman 100% dari harga yang diajukan? Jadi, misalnya Pins mengajukan KPR untuk properti seharga 1 milyar, bank hanya akan menyediakan pembiayaan sebesar 700 juta saja, atau 70% dari total harga properti. Jadi, selisih 30% itu harus kita usahakan sendiri dananya. Dari sononya sudah begitu.

Nah, yang perlu diperhatikan adalah jika Pins ingin membeli rumah seken dan harus melalui proses appraisal. Sebenarnya mungkin saja proses appraisal ini menguntungkan jika properti yang Pins incar ternyata ditaksir dengan nilai tinggi. Tapi jika sebaliknya?

Misalnya dengan contoh di atas, Pins sudah sepakat membeli rumah dengan harga 1 milyar. Anggapannya, bank akan memberikan KPR sebesar 700 juta. Tapi, ternyata hasil appraisal rendah, hanya 600 juta. Berarti jumlah KPR Pins yang disetujui hanya 420 juta saja. Selisihnya jauh, kan? Biar gak kejadian demikian, Pins wajib baca artikel ini biar tahu penyebab nilai appraisal rendah. Lanjut scroll ke bawah, ya!

1. Properti berada di lokasi yang dianggap rawan

Preferensi dan prioritas orang dalam mencari rumah memang berbeda-beda. Jika Pins dari dulu pengin punya rumah deket pantai, hati-hati nilai appraisal rendah, lho! Yes, Pins, properti yang berada di daerah yang dianggap rawan oleh bank nilainya bisa jadi di bawah harapan. “Daerah rawan” yang dimaksud adalah:

  • Daerah yang sering banjir
  • Berada di sekitar bibir pantai atau sungai
  • Memiliki tingkat kriminal yang tinggi
  • Tercatat sebagai lingkungan persawahan, rawa, atau empang oleh dinas tata kota

Dengan kata lain, Pins, kita harus teliti sebelum membeli, ya!

2. Lokasi properti dinilai kurang strategis

Ya udah kalau gitu cari rumah di tengah kota aja! Hey, tunggu dulu, Pins. Belum tentu properti di tengah kota otomatis nilai appraisal tinggi. Bank juga menilai beberapa faktor, yaitu:

  • Tidak memiliki akses jalan selebar minimal 3 meter (akses jalan masuk mudah)
  • Berada persis di samping bangunan instalasi listrik
  • Properti terbuat dari kayu atau bambu
  • Berada dekat dengan pemakaman umum atau tempat pembuangan sampah
  • Properti merupakan sarana aktivitas sosial/ibadah atau pun vila
  • Bentuk tanah menyempit ke dalam atau topografi tidak teratur
  • Berada di kawasan yang masih dalam tahap pengembangan (land development)

Jadi, walaupun properti yang Pins inginkan berada di tengah kota sekali pun, kalau misal aksesnya hanya bisa dilalui pejalan kaki, pasti akan mendapat nilai appraisal rendah.

Baca juga: 5 Cara Jitu Meningkatkan Nilai Appraisal Rumah

Kalo ditarik benang merahnya nih, Pins, sebenarnya bank hanya menghitung resiko-resiko yang bisa terjadi di properti kita. Semakin banyak resiko, tentu semakin rendah nilai appraisal-nya. Lalu gimana, dong? Tenang, Pinhome udah ngumpulin beberapa tips yang bisa dilakukan supaya nilai appraisal properti kita naik.

Biar gak bingung urusan cari properti yang lokasinya strategis, cari propertinya di Pinhome aja! Pins bakal ditemani oleh konsultan yang terlatih dan terpercaya, mulai dari proses pilih-pilih properti, dibantuin kontak dengan bank, notaris, dan sebagainya, sampai didampingi waktu proses tanda tangan akad. Baik banget, kan? Makanya langsung kunjungi Pinhome sekarang juga, ya!

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di Rekan Pinhome sebagai Agen dan Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Bagikan Artikel