Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Niat Sholat Maghrib Lengkap, Mulai dari Sholat Sendiri Hingga Berjamaah

Lifestyle

Niat Sholat Maghrib Lengkap, Mulai dari Sholat Sendiri Hingga Berjamaah

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 24 September 2021 ∙ 9 menit membaca

Ibadah sholat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dikerjakan oleh setiap umat Islam. Tingginya kedudukan sholat ini bagi kaum Muslimin sampai diibaratkan bahwa sholat merupakan tiang agama.

Pinhome “Dari Mu’adz bin Jabal, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Inti (pokok) segala perkara adalah Islam dan tiangnya (penumpangnya) adalah shalat.” (HR. Tirmidzi).

Umat Islam diperintahkan untuk melaksanakan sholat wajib yang berada di lima waktu, salah satunya adalah di waktu maghrib. Sholat maghrib ini dilakukan saat matahari tenggelam dengan tiga rakaat.

Baca Juga: Bacaan Doa Setelah Hajat Yang Mustajab

Dalam pelaksanaan sholat maghrib, sudah ada rukun dan tata caranya sendiri, sehingga kita tidak bisa mengerjakannya secara asal. Salah satu tata cara dalam sholat maghrib adalah mengawalinya dengan membaca niat.

Dalam artikel ini, kami akan menyampaikan bagaimana bacaan niat sholat maghrib beserta tata cara sholat maghrib itu sendiri.

Bacaan Niat Sholat Maghrib Lengkap 

(Arrahmah)

Baca Juga: Lengkap! Doa Sholat Dhuha Arab Dan Latin Beserta Artinya

Sholat Maghrib adalah sholat yang bisa dikerjakan pada saat terbenamnya matahari sampai menghilangnya awan syaraq (awan senja). Cara mengerjakan sholat magrib sama seperti mengerjakan sholat dzuhur atau ashar, hanya saja bilangan sholat maghrib tiga rakaat. Maka setelah tahiyat/tasyahud awal, lalu bangkit berdiri mengerjakan rakaat yang ketiga, dan setelah sampai pada sujud yang kedua, kemudian duduk tahiyat/tasyahud akhir, lalu mengucapkan salam sambil memalingkan muka ke kanan dan kekiri. adapun untuk bacaan niat sholat maghrib adalah sebagai berikut.

Niat Sholat Maghrib Munfarid 

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol maghribi tsalaata raka’aatim mustaqbilal qiblati ada’an lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Maghrib Sebagai Imam

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an imaaman lillahi ta’ala

Artinya: “Aku berniat shalat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala”

Niat Sholat Maghrib Sebagai Makmum

اُصَلِّى فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli fardhol maghribi tsalaatsa raka’aatim mustaqbilal qiblati adaa-an ma’muuman lillaahi ta’aala

Artinya: “Aku berniat sholat fardhu Maghrib tiga rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala”

Tata Cara Melakukan Sholat Maghrib (dengan Rukun dan Sunnah)

(Umma)

Niat sholat maghrib

Niat pada hakikatnya adalah diyakini dalam hati, diucapkan secara lisan, dan diamalkan dengan perbuatan. 

Takbiratul ikhram.

Takbiratul ikhram yakni mengangkat kedua tangan ke atas sembari mengucap “Allahu Akbar” yang artinya “Allah Maha Besar”.

Posisi yang benar dalam melakukan tabiratul ikhram adalah mengangkat kedua tangan dengan ujung jari sejajar dengan pundakatau telinga lalu rapatkan jari-jari menghadap kedepan.

Membaca doa iftitah.

Bacaan doa iftitah 1:

“Allaahu Akbaru kabiiraw walhamdu lillaahi katsiiran, wa subhaanallaahi bukrataw wa’ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil ‘aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anaa minal muslimiina.”

Artinya : “Allah Maha Besar dengan sebesar-besarnya. Segala puji yang sebanyak-banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan segenap kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Tuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim).”

Bacaan doa iftitah 2:

“Allaahumma baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib. allaahumma naqqinii minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubul abyadlu minad danas. allaahummaghsil khathaayaaya bil maa-i wats tsalji wal barad.”

Artinya: “Ya Allah, jauhkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku sebagaimana engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari kesalahan dan dosa-dosaku sebagaimana bersihnya pakaian putih dari kotoran. Ya Allah cucilah aku dari dosa-dosaku dengan air, salju dan embun.”

Membaca surah Al Fatihah

“Alhamdu lillahi rabbil ‘alamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.”

Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

Membaca surah atau ayat-ayat dari Al Quran

Misalkan saja membaca surat Al Ikhlas, bacaannya sebagai berikut:

“Bismillahir rahmanir rahim, Qul Huwallahu ahad. Allahus samad, lam yalid wa lam yulad, wa lam yakul lahu kufuwan ahad.”

Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

Melakukan rukuk

Posisi ruku adalah badan membunguk, kedua tangan menggenggam lutut, dengan pandangan mata kearah tempat sujud. Pastikan bagian punggung dan kepala sejajar dan rata.

Bacaan doa saat ruku’ sebagai berikut:

“Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih.” Dibaca 3 kali.

Artinya:

“Mahasuci Tuhanku yang Maha Agung dan segala puji bagi-Nya.”

Iktidal

Selanjutnya iktidal yaitu bangun dari ruku dengan posisi berdiri tegak, mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga, lalu mengucapkan bacaan doa saat iktidal:

“Sami’allaahu liman hamidah. Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati ea mi’ul ardhi wa mil umaasyi’ta min syai’in ba’du.”

Artinya:

“Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Sujud

Dalam posisi sujud, harus ada tujuh anggota badan yang menempel, yakni kedua telapak tangan, kedua jari kaki, kedua lutut, lalu dahi dan hidung.

Bacaan doa saat sujud sebagai berikut:

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih”. Dibaca 3 kali

Artinya:

“Mahasuci Tuhanku yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya.”

Duduk di antara dua sujud

Setelah sujud pertama, maka lakukan duduk diantara dua sujud. Bacaannya sebagai berikut:

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Sujud kedua

Bacaannya sama dengan sujud pertama. Kemudian, berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua

Duduk tasyahud awal

Posisi duduk tasyahud awal adalah duduk diatas kaki kiri, sedangkan kaki kanan dalam posisi tegak. Tangan kiri diletakkan pada paha kiri dengan posisi mengembang.

Bacaan duduk tasyahud awal sebagai berikut:

“At tahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assa’aamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh. Allahumma sholli ‘ala Muhammad.”

Nah, ketika membaca bagian “Ashadu an laa ilaaha illallah”, tegakkan jari telunjuk. Lanjutkan dengan rakaat ketiga.

Duduk tasyahud akhir/tahiyyat

Posisi duduk tasyahud akhir/tahiyyat adalah duduk pada pangka paha dengan kaki kiri keluar dibagian bawah. Sementara telapak kaki kanan dalam posisi tegak.

Bacaaan doa untuk duduk tasyahud akhir sebagai berikut:

“At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah. Allaahumma shalli’alaa muhammad, wa’alaa aali muhammad. Kamaa shallaita alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim. Wabaarik’alaa muhammad wa alaa aali muhammad. Kamaa baarakta alaa ibraahiim wa alaa aali ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.”

Artinya: “Segala kehormatan, dan keberkahan, kebahagiaan dan kebaikan itu punya Allah. Keselamatan atas Nabi Muhammad, juga rahmat dan berkahnya. Keselamatan dicurahkan kepada kami dan atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.Seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia diseluruh alam.”

Doa sebelum salam

“Allahumma inni a’udzu bika min ‘adzabil qobri, wa ‘adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal.”

Artinya: “Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Al Masih Ad Dajjal.”

Akhiri dengan mengucapkan salam

Ucapkan salam, “Assalamualaikum wa rahmatullahi wabarakaatuh” dengan menengokkan wajah ke kanan untuk salam pertama dan menengokkan wajah ke kiri untuk salam kedua.

Amalan yang Bisa Dilakukan Di Kala Menjelang Maghrib 

(Fakta Bandung Raya)

Setiap waktu harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Tentunya dengan memanfaatkannya pada hal-hal yang positif. Di mana Allah SWT meridhai apa yang kita lakukan. Sekali pun, yang kita lakukan adalah perkara duniawi, maka niatkanlah untuk beribadah pada Allah SWT. Dengan begitu, nilai manfaat dapat kita rasakan.

Salah satu waktu yang selalu kita lalui ialah maghrib. Waktu itu dapat kita alami ketika matahari mulai tenggelam dan malam akan segera datang. Nah, di waktu ini pun kita harus bisa memanfaatkannya dengan baik. Dan ada hal-hal baik, yang disunnahkan untuk dilakukan. Apa sajakah itu?

Mengamalkan Sholat Sunnah Sebelum Maghrib 

(Sibernas)

Hal ini berdasarkan Rasulullah SAW yang bersabda, “Shalatlah sebelum shalat Maghrib” tiga kali dan pada yang ketiga, beliau katakan, “Bagi yang mau” karena tidak suka kalau umatnya menjadikan hal itu sebagai suatu kebiasaan.”

Juga berdasarkan sabda Rasulullah SAW lainnya, yaitu:  “Kami pernah tinggal di Madinah. Saat muadzin beradzan untuk shalat Maghrib, mereka (para sahabat senior) saling berlomba mencari tiang-tiang lalu mereka shalat dua rakaat sampai ada orang asing yang masuk masjid untuk shalat mengira bahwa shalat Maghrib sudah ditunaikan karena saking banyaknya yang melaksanakan shalat sunnah sebelum Maghrib,” 

(HR. Muslim)

Berdzikir

Di dalam kitabnya yang lain yang berjudul Nashaih al-Diniyyah wa al-Washaya al-Imaniyah, Imam Al-Haddad menjelaskan bahwa amal yang bisa dilakukan pada waktu ini adalah dzikir.

Di antara amal-amal yang sangat disunnahkan ialah menghidup-hidupkan waktu antara salat maghrib dan Isya dengan salat — dan ini yang paling utama –, dengan membaca Quran dan zikir pada Allah – entah itu tasbih, tahlil dan semacamnya.”

Menghindari Tidur di Antara Waktu Maghrib dan Isya

Rasulullah SAW bersabda, “ Nabi ﷺ suka untuk mengakhirkan waktu Isya’, membenci tidur sebelumnya, dan membenci bincang-bincang setelah Isya’,” (HR. Al-Bukhari no. 599 dan Muslim)

Alasan mengapa Allah membenci kita tidur waktu Maghrib dan sebelum Isya’ adalah karena tidur pada saat itu dapat menyebabkan luputnya melaksanakan shalat Isya’.

Demikianlah mengenai bacaan niat sholat fardhu beserta artinya semoga bisa bermanfaat.


Temukan beragam pilihan rumah, tanah dijual atau apartemen seperti Apartemen Grand Madison di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel