Pinhome

Lifestyle

Nama dan Keunikan Rumah Adat Bali

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 4 menit membaca

Pinhome – Indonesia terdiri dari Sabang sampai Merauke sehingga mempunyai keberagaman bangsa. Setiap bangsa memiliki ciri khasnya masing-masing, mulai dari bahasa daerah, lagu daerah, tarian adat, pakaian adat hingga rumah adat. Tak perlu terburu-buru untuk mengenal berbagai keberagaman tersebut. Mulailah satu per satu daerah secara perlahan. Mari mengenal lebih dalam mengenai ciri khas daerah Bali. Salah satu yang menjadi ikon Bali adalah rumah adatnya. Kupas tuntas mengenai apa nama rumah adat bali. Lalu pasti Pin penasaran kan dengan detail dan keunikan rumah adat Bali?

Apa Nama Rumah Adat Bali?

(PegiPegi)

Rumah adat Bali dibangun dengan prinsip filosofi yang tinggi. Filosofi yang dianut disebut dengan Tri Hita Karana yaitu Parahyangan, Palemahan dan Pawongan. Tiga aspek ini memiliki arti hubungan dengan Tuhan (Parahyangan), hubungan dengan alam / lingkungan (Palemahan) dan hubungan antar sesama manusia (Pawongan). Maka dari itu, setiap rumah adat Bali pasti mempunyai beberapa bangunan yang berguna untuk sembahyang, looks natural dan juga tempat bercengkrama dengan sesama. Nama rumah adat Bali dibagi berdasarkan bangunan dalam rumah tersebut diantaranya angkul-angkul, aling-aling, pura keluarga, bale manten, bale dauh, bale sekapat, bale dangin / gede, pawaragen / paon dan lumbung.

Detail dan Keunikan dari Rumah Adat Bali

Mengenal lebih jauh tentang keunikan rumah adat Bali yang penuh dengan nilai adat dan agama. Ini dia detail dan nama rumah adat Bali:

Angkul-Angkul

(Berbol)

Bagian rumah yang satu ini pasti tidak asing untuk Pins. Ya, pintu masuk rumah adat Bali yang khas disebut dengan angkul-angkul. Pintu yang disebut punya kemiripan dengan Gapura Candi Bentar ini berfungsi untuk menandakan bahwa ada rumah penduduk di dalamnya.

Aling-Aling

(MyBaliTrips)

Setelah melewati pintu masuk angkul-angkul biasanya terdapat aling-aling. Aling-aling adalah bangunan yang berfungsi sebagai pembatas antara angkul-angkul dan pekarangan (tempat suci). Bangunan ini dipercaya oleh penghuni rumah dapat membawa aura positif. Di sebuah aling-aling akan diletakkan patung. Patung yang umumnya terdapat pada aling-aling adalah patung Ganesha.

Pura Kelurga

(Arsitag)

Sesuai filosofi yaitu Parahyangan hubungan dengan Tuhan, setiap rumah adat Bali memiliki pura keluarga yang berfungsi untuk beribadah. Bangunan ini merupakan bangunan wajib pada rumah. Pura keluarga juga punya nama lain yaitu Sanggah atau Pamerajaan. Sanggah umumnya dibangun pada bagian ujung timur laut rumah.

Bale Manten

(Aminama)

Bale manten merupakan bangunan yang menyimbolkan perhatian terhadap anak perempuan. Bangunan ini memang hanya boleh ditempati oleh kepala keluarga dan anak perempuannya, selain itu tidak diperkenankan masuk. Bale manten berbentuk persegi panjang, yang bagiannya dibagi menjadi dua yaitu bale kiri dan bale kanan. Bangunan ini terdapat bagian utara rumah.

Bale Tiang Saga / Bale Dauh

(Badan Penghubung Provinsi Bali)

Bale tiang saga atau yang lebih dikenal dengan bale dauh mempunyai fungsi sebagai tempat menjamu tamu. Selain, itu bale dauh juga digunakan untuk tempat tidur anak laki-laki. Tinggi dari bale dauh tidak boleh melebihi tinggi dari bale manten. Ciri khas bale ini adalah terdapat tiang penyangga di sisi-sisinya. Umumnya, bale dauh dibangun pada bagian barat rumah.

Bale Sekapat

(thegorbalsla)

Bale sekapat merupakan bangunan dalam bentuk gazebo yang mempunyai empat tiang. Bangunan ini berfungsi layaknya ruang keluarga pada rumah modern. Penghuni rumah biasanya berkumpul di bale sekapat agar hubungan diantara mereka tetap harmonis dan hangat.

Bale Dangin / Gede

(Bali Semara)

Bentuk dari bangunan bale dangin atau bale gede ini persegi panjang, sama seperti bale manten dan bale dauh. Hal yang membedakannya adalah bangunan ini lebih luas dan lebih tinggi. Bale dilengkapi dengan 12 tiang penyangga. Fungsi bale dangin adalah untuk acara upacara adat, tempat berkumpul saat menyajikan makanan khas Bali dan juga tempat membakar sesaji.

Pawaragen / Paon

(MyBaliTrips)

Pawaragen atau Paon adalah dapur. Jika di Jawa ada pawon, di Bali ada paon. Dapur dalam rumah adat Bali terletak di barat laut atau selatan rumah. Paon dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian luar dan dalam. Bagian luar berguna saat hendak masak menggunakan kayu bakar, sedangkan bagian dalam berguna untuk menyimpan alat dapur dan alat makan lainnya.

Lumbung

(PintatNesia)

Lumbung di bali mempunyai nama lain yakni jineng atau klumpu. Lumbung seperti pada umumnya berfungsi untuk menyimpan makanan seperti beras, padi, jagung ataupun makanan lain yang telah dijemur. Sedangkan, bagian bawahnya dimanfaatkan untuk menyimpan gabah yang belum sempat dijemur.

Bali tidak hanya menarik untuk dinikmati kawasan wisatanya. Namun, juga menarik diketahui seluk-beluk arti dari bagian bangunannya. Jadi, Pins telah tahu dong apa nama rumah adat Bali berdasarkan bagian dalam rumahnya? Semoga informasi yang diberikan bermanfaat ya!

Baca Juga: Tips Memilih Bangunan Kayu


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel