Pinhome

Mubtada Muakhor Dan Khabar Muqaddam : Pengertian, Syarat, Contoh

Dipublikasikan oleh Hermanto Wicaksana ∙ 22 December 2021 ∙ 6 menit membaca

jumanto.com – Mubtada Muakhor dan Khabar Muqaddam. Secara bahasa, mubtada artinya permulaan atau yang awal, dan muakhkhar artinya yang diakhirkan. Sedangkan khabar dalam Bahasa Indonesia diserap menjadi kata kabar, dan muqaddam berarti yang didahulukan.

Pengertian mubtada muakhor dan khabar muqaddam selengkapnya akan kita bahas di bawah nanti.

Sebelum itu, saya ingin membahas ulang mengenai apa itu mubtada dan apa itu khobar?

Tujuannya, biar makin jelas sebelum sampai ke materi mubtada muakhkhar dan khabar muqoddam.

Penjelasan tentang Mubtada dan Khabar

Mubtada adalah isim sharih / isim ma’rifat, marfu’, yang terbebas dari ‘amil lafdzi dan terletak di awal kalimat.

Itulah kenapa dinamakan mubtada’ yang artinya permulaan. Mubtada’ muawwal.

Sedangkan khabar adalah mutimmul faidah, penjelas atau penyempurna makna faidah dari mubtada.

Mubtada tidak akan memiliki faidah kalau tidak ada khobar.

Contohnya: Dia.

Dia siapa, apa atau bagaimana, gak jelas.

Tapi kalau dikasih khobar: adalah seorang guru.

Menjadi Dia adalah seorang guru, sekarang jadi berfaidah.

Nah, sampai sini mudah-mudahan sudah paham ya tentang konsep mubtada dan khobar, yang menjadi komponen dari jumlah mufidah berupa jumlah ismiyah.

Baca juga: syarat mubtada.

Pengertian Mubtada Muakhor Dan Khabar Muqaddam

Setelah mengetahui apa itu mubtada dan apa itu khobar, kita lanjutkan ke pengertian mubtada muakhar dan khobar muqoddam.

Apa yang dimaksud dengan mubtada muakhor?

Kata muakhkhor (مُؤَخّر) berasal dari اَخَّرَ – يُاَخِّرُ.

مُؤَخّر adalah isim maf’ul dari اَخَّرَ yang artinya diakhirkan.

Apanya yang diakhirkan?

Mubtada’nya.

Dari sini, bisa kita ambil kesimpulan, pengertian mubtada muakhor adalah mubtada’ yang diakhirkan, posisinya diletakkan setelah khobarnya.

Padahal, kondisi normalnya, mubtada itu harusnya di awal, sebelum khobar.’

Tapi nanti ada kondisi di mana mubtada justru wajib ditaruh di belakang khobarnya.

Akan saya jelaskan di bawah.

Contohnya:

وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ

السَّلَامُ adalah mubtada’ muakhor, dia diletakkan setelah khobar عَلَيْكُمْ.

Baca juga: mubtada dan khabar beserta contohnya.

Apa itu khabar muqaddam?

Khabar muqaddam adalah kebalikan dari mubtada muakhor, yaitu khobar yang didahulukan dari mubtada’nya.

Kata muqoddam (مُقَدَّمٌ) merupakan isim maf’ul dari kata dasar قَدَّمَ – يُقَدِّمُ yang berarti “yang didahulukan“.

Khobar yang letaknya didahulukan dari mubtada, dinamakan khobar muqoddam.

Kebalikannya adalah khobar muakhor.

Contohnya:

وَعَلَيْكُمُ السَّلَامُ

عَلَيْكُمُ adalah khobar yang diletakkan sebelum mubtada السَّلَامُ.

Kurang lebih, itulah penjelasan tentang definisi khobar muqaddam dan mubtada muakhor, mudah-mudahan bisa dipahami.

Baca juga: Isim Mufrad.

Syarat Mubtada Muakhor dan Khabar Muqaddam

Di dalam Bahasa Arab, ada beberapa kondisi di mana mendahulukan khobar dan mengakhirkan mubtada justru menjadi wajib.

Berikut ini syarat khabar muqaddam dan mubtada muakhkhor selengkapnya:

1. Jika mubtada berupa isim nakirah ghairu mufidah dan khobarnya berupa dhorof atau jar majrur

Nakirah ghairu mufidah adalah isim nakirah yang tidak memiliki faedah secara sempurna, misalkan isim nakirah yang tidak di-idhofahkan, tidak diberi sifat / na’at, dan sebagainya.

Contohnya:

  • رَجُلٌ => nakirah ghairu mufidah.
  • رَجُلٌ كَرِيْمٌ => nakirah mufidah karena diberi na’at / sifat كَرِيْمٌ.

Wajib mengakhirkan mubtada

Jika mubtada’ berupa isim nakiroh ghoiru mufidah, sedangkan khobar berupa susunan dhorof atau jar majrur, maka wajib mengakhirkan mubtada dan mendahulukan khobar.

Contohnya:

فِي الْمَسْجِدِ رَجُلٌ

Seorang lelaki ada di dalam Masjid.

  • فِي الْمَسْجِدِ adalah susunan jar majrur, dengan huruf jar fii, yang merupakan khobar muqoddam.
  • رَجُلٌ adalah isim nakirah ghairu mufidah, yang merupakan mubtada muakhkhor.

Contohnya di dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 7:

وَعَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ

Selubung/tutup pada penglihatan mereka.

  • عَلٰٓى اَبْصَارِهِمْ adalah susunan jer majrur, sebagai khabar muqoddam.
  • غِشَاوَةٌ adalah isim nakiroh ghoiru mufidah, sebagai mubtada muakhar.

Tidak wajib mengakhirkan mubtada

Sebaliknya, jika mubtada berupa isim nakirah mufidah, maka tidak wajib untuk mendahulukan khobar dan mengakhirkan mubtada.

Contohnya di dalam ayat Al Quran surat Al An’am ayat 2:

وَاَجَلٌ مُّسَمًّى عِنْدَهٗ

Dan batas waktu tertentu yang hanya diketahui oleh-Nya.

  • اَجَلٌ adalah isim nakirah mufidah yang disifati oleh مُّسَمًّى , yang merupakan mubtada muawwal.
  • عِنْدَهٗ adalah susunan dhorof yang merupakan khobar ghairu mufrad.

Mudah-mudahan bisa dipahami ya penjelasannya.

Baca juga: Isim Tafdhil.

2. Jika khobar berupa istifham atau diidhofahkan kepada isim istifham

Apa itu isim istifham?

Baca lengkapnya di sini: adawatul istifham.

Di situ sudah saya tulis lengkap apa saja kata tanya dalam Bahasa Arab.

Jika khobarnya berupa kata tanya, atau diidhofahkan kepada kata tanya tersebut, maka wajib mendahulukan khobar dan mengakhirkan mubtada.

Contohnya:

Khobar isim istifham

كَيْفَ حَالُكَ؟

Bagaimana kabarmu?

  • كَيْفَ adalah isim istifham, merupakan khobar muqoddam.
  • حَالُكَ adalah mubtada muakhar.

Khobar idhofah kepada isim istifham

ابْنُ مَنْ اَنْتَ؟

Kamu anak laki-laki siapa?

  • ابْنُ adalah idhofah kepada isim istifham مَنْ , merupakan khobar muqoddam.
  • اَنْتَ adalah mubtada muakhar.

Baca juga: Kitab Alfiyah Ibnu Malik.

3. Jika pada mubtada ada dhomir yang kembali kepada sesuatu yang menjadi bagian dari khobar

Contohnya sebagai berikut:

فِي الدَّارِ صَاحِبُهَا

Di dalam rumah, pemiliknya.

  • فِي الدَّارِ adalah tarkib jer majrur yang merupakan khobar muqoddam.
  • صَاحِبُهَا adalah mubtada muakhkhor yang terdapat dhomir muttashil هَا yang marji’ud dhamirnya adalah الدَّارِ.

Contoh lainnya di dalam Al Quran:

اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا (Surat Muhammad ayat 24).

Atau apakah pada hati mereka, gembok-gembok/kunci-kunci? (terjemahan Kemenag: ataukah hati mereka sudah terkunci?)

  • عَلٰى قُلُوْبٍ adalah tarkib jer majrur yang menjadi khobar muqoddam.
  • اَقْفَالُهَا adalah mubtada muakhkhor dengan dhamir muttashil هَا yang kembali kepada قُلُوْب.

Baca juga: isim mudzakkar.

4. Jika cakupan khobar dibatasi oleh mubtada

Mubtada yang membatasi cakupan khabar ada dua:

Dengan lafadz illa

Contohnya:

مَاخَالِقٌ اِلَّا اللهُ

Tidak ada Pencipta kecuali/selain Allah.

  • مَاخَالِقٌ adalah khobar muqoddam.
  • اِلَّا اللهُ adalah mubtada muakkhor, wajib diakhirkan karena lafdzul jalalah اللهُ  membatasi cakupan مَاخَالِقٌ.

Dengan makna illa

Contohnya:

اِنَّمَا مَحْمُوْدٌ مَنْ يَجْتَهِدُ

Dengan makna:

مَا مَحْمُوْدٌ اِلَّا مَنْ يَجْتَهِدُ

Tidak ada yang terpuji kecuali orang yang bersungguh-sungguh / bekerja keras.

  • اِنَّمَا مَحْمُوْدٌ adalah khobar muqoddam.
  • مَنْ adalah mubtada muakhor.

Itulah 4 syarat mubtada muakhor dan khabar muqaddam.

Baca juga: Isim Maushul.

Penjelasan Lanjutan Khabar Muqaddam dan Mubtada Muakhor

Catatan lain terkait materi mubtada muakhor dan khobar muqoddam:

  • Yang bisa menjadi khabar muqaddam adalah susunan jar majrur dan dhorof, bukan jumlah fi’liyah atau ismiyah.
  • Khabar mufrod bisa menjadi khobar muqoddam.
  • Mubtada muakhor adalah isim nakirah ghairu mufidah.
  • Khobar muqoddam bisa dibentuk dari jawaban atas pertanyaan مَاذَا, contohnya: مَاذَا فِى الْبَيْتِ , apa yang ada di rumah, jawabannya: فِى الْبَيْتِ غُرَفٌ. Di dalam rumah ada kamar.

Baca juga: Isim Isyarah.

Contoh Khabar Muqaddam dan Mubtada Muakhor

Berikut ini beberapa contoh kalimat dalam bentuk khabar muqaddam dan mubtada muakhkhor.

Contoh khabar muqaddam dalam Al Quran:

  1. سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ, lafadz سَلٰمٌ adalah khobar muqoddam dan ۛهِيَ adalah mubtada muakhor (sumber: kitab an-nahwu at-tathbiqiyy).
  2. اَفَسِحْرٌ هٰذَآ (surat At Tur ayat 15), سِحْرٌ adalah khobar muqoddam, dan  هٰذَآ adalah mubtada muakhar.
  3. وَفَوْقَ كُلِّ ذِيْ عِلْمٍ عَلِيْمٌ (surat Yusuf ayat 76), فَوْقَ كُلِّ ذِيْ عِلْمٍ adalah khobar muqoddam dan عَلِيْمٌ adalah mubtada muakhor.

Contoh al mubtada wal khabar lainnya insya Allah akan kita tuliskan di artikel lainnya.

Baca juga: Isim Tasniyah.

Kesimpulan

Dengan mempelajari materi ini, kita akan tahu apa yang dimaksud dengan khabar muqaddam dan mubtada muakhor.

Khabar muqaddam biasanya berupa jar majrur atau dhorof.

Mubtada muakhor biasanya adalah isim nakirah ghairu mufidah.

Demikian materi Pengertian, Syarat dan Contoh Mubtada Muakhor Dan Khabar Muqaddam. Baca juga: materi nahwu shorof lengkap.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Kamar Tidur
Kamar Tidur Keunggulan dan Ide Desain Ranjang Besi Minimalis

Ranjang besi minimalis bisa jadi pilihan alternatif untuk tempat tidur kayu. Rangka besinya kuat da

Kecantikan
Kecantikan 16 Model Rambut Pria French Crop

Model rambut pria french crop merupakan salah satu jenis potongan rambut pendek pria yang menekanka

Uncategorized
Edukasi
Edukasi Surat Kepemilikan Tanah yang Resmi & Sah

Surat kepemilikan tanah (SKT) adalah berkas yang wajib dimiliki jika kamu memiliki niat untuk membe

Edukasi
Edukasi Format dan Contoh Surat Lamaran Kerja di Toko

contoh surat lamaran kerja di toko tulis tangan contoh surat lamaran pekerjaan di toko cont

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia