Pinhome

  • Blog
  • Finansial
  • Milenial Mau Beli Rumah? Wajib Mengetahui Biaya-Biaya Setelah Akad Kredit Ini, Ya!

Finansial

Milenial Mau Beli Rumah? Wajib Mengetahui Biaya-Biaya Setelah Akad Kredit Ini, Ya!

Dipublikasikan oleh Puri ∙ 20 May 2020 ∙ 6 menit membaca

Milenial, saat ini sudah banyak yang sadar akan investasi di bidang properti itu menguntungkan. Keuntungan jangka panjang yang didapat dari property sangat cocok bagi anak muda yang ingin merencanakan masa depan. Tapi, sebelum membeli rumah, ada baiknya mengetahui biaya-biaya setelah akad kredit.

Pinhome – Mengetahui biaya-biaya setelah akad kredit penting bagi milenial yang akan membeli rumah supaya bisa mempersiapkan budgetnya. Artikel kali ini akan membahas apa saja biaya yang timbul setelah akad kredit dan bagaimana tips merencanakan kepemilikan rumah bagi Pins milenial.

Ini Biaya-Biaya yang Timbul Setelah Akad Kredit

Pins milenial jangan kaget jika setelah akad kredit atau pembayaran DP muncul biaya lain yang harus dibayar. Walaupun sekarang banyak developer yang mengatakan biaya lain-lain gratis, tapi sebenarnya biaya itu sudah dimasukkan ke harga jual.

Jadi, mengetahui biaya-biaya setelah akad kredit cukup penting. Berikut ini biaya-biaya yang sering timbul:

Biaya Notaris

Jika ingin mengetahui biaya-biaya setelah akad kredit, maka Pins harus tahu tentang biaya notaris. Umumnya, notaris sudah disediakan oleh bank sebagai pemberi KPR namun biaya yang timbul dari segala produk notaris ini dibayar oleh pembeli. Biasanya, pengembang juga bisa saja menyediakan notaris.

Notaris ini bertugas mengurus semua dokumen legalitas kepemilikan rumah mulai dari AJB dan akta kredit. Nominal yang harus dibayarkan tergantung pada lokasi dan fee notaris itu sendiri. Biasanya, notaris yang ada di Jakarta lebih mahal daripada kota lainnya. Jadi, mengetahui biaya-biaya setelah akad kredit yang mencakup biaya notaris menjadi penting.

Biaya Pajak Penjualan dan Pembelian

Pins juga harus mengetahui biaya-biaya setelah akad kredit yang didalamnya termasuk pajak. Pajak yang harus dibayar oleh pembeli rumah adalah pajak pembelian dan penjualan. Walaupun sebagai pembeli, namun pajak penjualan juga ditanggung oleh pembeli.

biaya akad kredit

Agar lebih jelas mengetahui biaya-biaya setelah akad kredit, pajak penjualan biasa juga disebut PPH atau pajak penghasilan sebesar 5% dari harga jual. Sedangkan pajak pembelian biasa juga disebut BPHTB atau Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Besaran BPHTB adalah 5% dihitung dari harga jual dikurangi NJOP.

Provisi KPR

Kemudian, perlu juga mengetahui pembayaran setelah akad kredit yaitu provisi KPR. Provisi KPR merupakan biaya yang harus dibayar pembeli kepada bank pemberi KPR sebesar 1%. Biaya ini adalah untuk biaya administrasi KPR. Umumnya, langsung dibayarkan sebelum berlangsungnya akad kredit.

Namun, beberapa bank juga mengenakan biaya provisi setelah akad kredit dengan cara langsung memotong jumlah kredit yang diterima. Biaya provisi ini penting bagi milenial yang ingin mengetahui pembayaran setelah akad kredit. Biaya ini hanya dibayarkan sekali saja ketika proses KPR.

Asuransi Jiwa

Pins yang ingin mengetahui pembayaran setelah akad kredit perlu tahu bahwa ada biaya asuransi jiwa. Asuransi jiwa yang dibayarkan ini adalah sebagai proteksi pemilik kredit. Proteksi ini dibutuhkan jika di tengah periode kredit, terjadi sesuatu hal pada pemilik rumah sedangkan cicilan masih berjalan.

Resiko pembayaran sisa cicilan bisa dialihkan kepada pihak asuransi dan bank tidak akan menagih kepada ahli waris. Inilah pentingnya milenial mengetahui pembayaran setelah akad kredit agar tahu juga ada proteksi yang harus dibayar. Besaran premi tergantung dari kondisi pemohon KPR.

Asuransi Rumah

Ada lagi tambahan biaya yang harus diketahui ketika Pins ingin mengetahui pembayaran setelah akad kredit. Yaitu, biaya asuransi rumah. Bukan hanya jiwa yang harus diproteksi, namun rumah yang akan dicicil itu juga harus diasuransikan. kisaran harganya lebih kecil dari asuransi jiwa.

Tujuan biaya asuransi dibebankan pada pembeli adalah untuk melindungi rumah dari bencana alam, kebakaran, dan juga kerusuhan. Hal-hal tadi merupakan musibah yang bisa menimpa sebuah rumah dimana kerugiannya bisa dialihkan kepada pihak asuransi.

Baca juga: KPR Adalah Jawaban Bagi Yang Ingin Membeli Rumah Tapi Masih Terhalang Dana!

Tips Merencanakan Kepemilikan Rumah Bagi Milenial

Mengetahui pembayaran setelah akad kredit memiliki tujuan untuk mempersiapkan biaya itu sendiri. Milenial sering beranggapan bahwa memiliki rumah terbatas pada membayar DP dan cicilan saja. Padahal, proses KPR bisa panjang dan melelahkan sekaligus memerlukan biaya tambahan.

Nah, setelah mengetahui biaya-biaya setelah akad kredit maka berikut ini ada tips-tips bagi milennial dalam hal perencanaan kepemilikan rumah:

Persiapkan Kalkulasi yang Matang

Kalkulasi ini tidak kalah penting untuk diketahui selain mengetahui biaya-biaya setelah akad kredit. Kalkulasi bertujuan untuk menghitung berapa kemampuan membayar cicilan per bulannya. Seperti diketahui bahwa milenial yang baru bekerja belum tentu memiliki banyak tabungan.

biaya akad kredit

Selain itu, gaji yang diterima biasanya masih terhitung kecil. Jadi, sangat penting mengkalkulasi berapa yang bisa disisihkan untuk membayar cicilan nantinya. Kalkulasi ini juga penting jika dikaitkan dengan mengetahui pembayaran setelah akad kredit karena ada biaya lain yang timbul dalam proses KPR selain DP.

Disiplin Menabung untuk DP

Bukan rahasia lagi jika biaya untuk DP cukup besar sehingga banyak milenial yang urung memiliki rumah karena masalah DP ini. Namun, bukan tidak mungkin hal ini dilakukan. Setelah mengetahui pembayaran setelah akad kredit yang dibahas sebelumnya, maka niat untuk menabung harus semakin kuat.

biaya akad kredit

Untuk lebih disiplin, gunakan sistem autodebet ketika tanggal gajian. Autodebet tadi akan mengarahkan uang tabungan DP ke tabungan berjangka yang hanya bisa diambil pada jangka waktu tertentu. Dengan begini, maka dana untuk DP bisa disisihkan tanpa diganggu gugat.

Ubah Gaya Hidup

Sungguh sia-sia jika sudah mengetahui pembayaran setelah akad kredit saja cukup besar tapi tidak juga berbenah gaya hidup. Bagaimana bisa Pins menyisihkan tabungan untuk DP jika masih menghabiskan uang untuk nongkrong di café setiap hari.

Bukan berarti tidak bisa sama sekali untuk menikmati kopi favorit di warung kopi. Namun, minimalkan jumlahnya. Jika misalnya dibeli setiap hari, maka minimalkan jadi seminggu sekali saja. Selain itu, bawa makan siang sendiri daripada membeli dengan harga mahal.

Hal-hal seperti ini bisa dilakukan demi terwujudnya mimpi memiliki rumah di usia muda. Bayangkan berapa banyak uang yang bisa dihemat dari pengeluaran ngopi, belanja baju yang sebenarnya sudah menumpuk di lemari, atau juga biaya travelling.

Memilih Lokasi Hunian yang Tepat

Sepenting mengetahui pembayaran setelah akad kredit, memilih lokasi hunian yang tepat juga sangat penting. Tepat artinya efektif dan efisien. Contohnya dekat ke fasilitas umum seperti rumah sakit, sekolah, pusat perbelanjaan, tol dan juga tempat kerja.

Akses menuju rumah juga harus dipertimbangkan. Misalnya, akses dari jalan raya langsung atau harus melewati perkampungan dulu. Kemudian, apakah lebar jalan bisa memuat dua mobil yang berpapasan. Selagi masih muda, maka Pins punya banyak waktu untuk melakukan survey ke banyak tempat.

Milenial yang mengetahui pembayaran setelah akad kredit diharapkan lebih siap dalam menyisihkan uangnya untuk kepemilikan rumah. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya salah paham dengan pihak bank atau developer yang seringkali tidak menginformasikan biaya-biaya ini di depan.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Agen kantor properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel