Menjelang berakhirnya Perang Pasifik

Diperbarui oleh Eka Mandala ∙ December 27, 2021 ∙ 3 menit membaca

Menjelang berakhirnya Perang Pasifik – Jepang secara perlahan tapi pasti harus mengakui keunggulan Amerika Serikat di setiap medan pertempuran. Pada bulan Pebruari 1944, pasukan Amerika Serikat berhasil mengusir tentara Jepang dari Kwayalein di Kepulauan Mashall. Pasukan Sekutu terus bergerak menuju ke Jepang sebagai pusat kekuatannya.

Pada bulan Juni 1944 pasukan pengebom B-29 AS mulai berhasil melumpuhkan pasukan Jepang di beberapa daerah strategis. Bahkan Angkatan Laut Jepang berhasil dilumpuhkan oleh pasukan Sekutu di Laut Filipina.

Pada bulan Juli 1944, Jepang harus kehilangan pangkalan Angkatan Laut di Saipan (kepulauan Mariana). Ketika pasukan Jepang kewalahan menghadapi pasukan sekutu, Jepang kemudian berusaha mendapatkan dukungan dan bantuan daerah jajahan untuk keperluan perang.

Oleh karena itu Jepang kemudian mengadakan mobilisasi politik dan ekonomi wilayah jajahan, termasuk wilayah jajahan Indonesia.

Mobilisasi politik dilakukan dengan cara membentuk organisasi militer dan semi militer. Organisasi militer dan semi militer itu antara lain Heiho, Pembela Tanah Air (PETA), Jawa Hokokai, Gerakan Tiga A dan Pusat Tenaga Rakyat (Putera).

Semua organisasi itu dibentuk oleh Jepang dengan harapan dapat mendukung Jepang dalam perangnya melawan pasukan sekutu. Di samping itu, untuk semakin menarik simpati rakyat Indonesia agar mendukung Jepang dalam Perang Asia Timur Raya, Jepang memberikan “janji kemerdekaan di kemudian hari”. Indonesia pun dijanjikan akan diberikan kemerdekaan di kemudian hari.

Untuk itu Jepang kemudian membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). Dalam bahasa Jepang BPUPKI disebut Dokuritsu Junbi Cosakai.

Untuk melanjutkan tugas-tugas persiapan kemerdekaan Indonesia BPUPKI kemudian diganti dengan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Dalam bahasa Jepang PPKI disebut dengan Dokuritsu Junbi Inkai.

Untuk semakin meyakinkan rakyat Indonesia, Komando Tentara Jepang wilayah selatan menyepakati bahwa Indonesia akan diberikan kemerdekaan pada tanggal 7 September 1945. Bahkan beberapa pemimpin Indonesia diantaranya Ir. Soekarno, diundang pemerintah Jepang untuk menerima informasi tersebut.

Sedangkan mobilisasi ekonomi dilakukan dengan memaksa penduduk untuk menyerahkan kekayaannya guna kepentingan perang. demi kemakmuran bersama.

Setiap penduduk diwajibkan menyerahkan kekayaannya kepada pemerintah Jepang. Rakyat harus menyerahkan barang-barang berharga seperti emas, dan berlian, hewan, bahan makanan kepada pemerintah Jepang.

Untuk memperlancar usaha-usahanya Jepang membentuk Jawa Hokokai (Kebaktian Rakyat Jawa) dan Nogyo Kumiai (Koperasi Pertanian). Mobilisasi politik dan ekonomi yang dilakukan Jepang cukup berhasil, tetapi tidak cukup untuk menghadapi serangan pasukan Sekutu.

Pasukan Jepang pun akhirnya mengakui keunggulan pasukan Sekutu. Apalagi setelah kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat. Kota Hiroshima dibom pada tanggal 6 Agustus 1945, dan Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945.

Baca juga: Runtuhnya kekuasaan jepang di Indonesia

Sebelum sempat memberikan kemerdekaan kepada Indonesia, Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu pada tanggal 14 Agustus 1945. Sementara perang yang terjadi di daratan Eropa sudah lebih dahulu berakhir dengan menyerahnya Jerman kepada Sekutu pada tanggal 7 Mei 1945.

Lalu bagaimana bangsa tokoh-tokoh Indonesia mempersiapkan kemerdekaan? Baca selengkapnya di artikel Persiapan sekitar Proklamasi kemerdekaan Indonesia

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial CAPM adalah Sebuah Indikator dalam Investasi, Ini Manfaatnya!

Penanaman modal atau aset dengan tujuan memperoleh keuntungan, atau yang kita kenal dengan nama inv

Finansial
Finansial Apa itu Rarity Tools NFT? Begini Cara Cek Kelangkaan NFT!

Sama dengan mata uang crypto atau cryptocurrency, nilai NFT secara garis besar terpengaruh oleh rar

Gadget
Gadget 8 Cara Cek IMEI HP Xiaomi, Mudah Tanpa Ribet!

Walaupun jarang dilirik, namun IMEI merupakan salah satu komponen penting pada smartphone android.

Finansial
Finansial Simple! Begini Cara Membuat Trading Plan untuk Pemula

Tidak berbeda dengan kehidupan, investasi juga memerlukan perencanaan yang matang, sehingga kamu bi

Finansial
Finansial Apa itu White Paper di Cryptocurrency?

Apa itu white paper, termasuk dalam hal ini white paper crypto adalah suatu dokumen yang memiliki p

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia