Mengapa Mataram pecah menjadi 4?

Diperbarui oleh ∙ December 27, 2021 ∙ 3 menit membaca

Pendiri Kerajaan Mataram Islam

Pendiri Kerajaan Mataram adalah Sutawijaya, yang memerintah dari tahun 1575 – 1601 Masehi. Penguasa selanjutnya adalah Masjolang atau Penembahan Sedo Krapyak, yang memerintah dari tahun 1601 -1613 Masehi. Ia terus melakukan penaklukan daerah-daerah pantai dan sekitarnya. Ia gugur dalam usaha menyatukan Kerajaan Mataram dan dimakamkan di daerah Krapyak Yogyakarta.

Raja Mataram Islam berikutnya adalah Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang memerintah dari tahun 1613 – 1645 M. Ia adalah raja terbesar Kerajaan Mataram yang mempunyai cita-cita menyatukan Pulau Jawa.

Akan tetapi, semangat bahari mulai melemah, sehingga pelayaran dan perdagangan menjadi mundur. Pada tahun 1628 – 1629, Sultan Agung berusaha menguasai Batavia, ia menginginkan pasukan yang dipimpin oleh Baurekso dan Adipati Ukur serta Suro Agul-Agul, namun gagal. Sultan Agung wafat pada tahun 1645 M dan di makamkan di Imogiri.

Belanda Mengusik Mataram

Sultan Agung digantikan putranya yang bergelar Amangkurat I. Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Mataram menjalin hubungan dengan Belanda dan mengizinkan pendirian benteng di kerajaan Mataram.

Pendirian benteng dan tindakan sewenang-wenang Belanda menyulutkan rasa tidak puas di kalangan semua pihak, diantaranya Pangeran Trunojoyo dari Madura, dibantu oleh bupati di daerah pesisir pantai melakukan pemberontakan.

Dalam peperangan Amangkurat I terluka dan di larikan ke Tegal Wangi yang kemudian meninggal di sana. Pemberontakan berhasil dipadamkan Belanda.

Selengkapnya tentang perlawanan Trunojoyo silahkan baca di Perlawanan Trunojoyo terhadap VOC

Perjanjian Giyanti

Pengganti Amangkurat I adalah Amangkurat II, yang memerintah tahun 1677 – 1703 M. Belanda semakin memperluas kekuasaannya, Amangkurat II pun menyingkir dan melarikan diri ke Ibu Kota Kerajaan di desa Wonokerto yang diberi nama Kartasura.

Amangkura II meninggal pada tahun 1703 M. Sepeninggal Amangkurat II, berdasarkan Perjanjian Giyanti maka kerajaan Mataram dibagi menjadi dua, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.

Selengkapnya mengenai isi Perjanjian Giyanti silahkan baca di artikel sejarah Kerajaan Mataram Islam

Kesultanan Yogyakarta diperintah oleh Raja Mangkubumi yang diberi gelar Hamengkubuwono I, sedangkan Kasuhunan Surakarta diperintah oleh Susuhunan Pakubuwono II.

Perjanjian Salatiga

Pada tahun 1757, berdasarkan Perjanjian Salatiga, Kerajaan Mataram dibagi menjadi tiga, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta dan Mangkunegaran. Daerah Mangkunegaran diperintah oleh Mas Said yang diberi gelar Pangeran Adipati Arya Mangkunegaran.

Pada tahun 1813 Kesultanan Yogyakarta dibagi menjadi dua kerajaan, yaitu kesultanan Yogyakarta dan Kerajaan Pakualaman, yang diperintah oleh Paku Alam yang semula adalah Adipati Kesultanan Yogyakarta.

Dengan demikian Kerajaan Mataram dibagi menjadi empat kerajaan kecil, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Kerajaan Mangkunegaran dan Kerajaan Pakualaman.

Kebudayaan kejawen tumbuh, yang merupakan akulturasi kebudayaan asli Hindu, Buddha dan Islam. Misalnya upacara Grebeg, yaitu pemujaan roh nenek moyang berupa kenduri gunungan yang merupakan tradisi zaman Majapahit. Perayaan ini biasanya jatuh pada hari besar Islam sehingga dikenal Grebeg Syawal dan Maulid.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial 9 Bank dengan Penawaran KPR Terbaik

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR menjadi solusi terbaik untuk kamu yang ingin memiliki rumah idaman

Finansial
Finansial Cicilan DP Rumah Sebaiknya ke Developer atau Bank Ya?

Sekarang, bank bukan lagi menjadi satu-satunya tempat yang menawarkan uang muka tanpa bunga atau ci

Finansial
Finansial Cara Mengajukan Permohonan Keringanan Cicilan untuk KPR BTN

Membeli rumah dengan KPR, misalnya di Bank BTN membuat kamu wajib melakukan pembayaran cicilan seti

Gadget
Gadget 9 Cara Membuat PowerPoint di HP, Lengkap dan Mudah

Membuat presentasi dadakan akan sangat mudah jika dilakukan lewat HP. Hal ini dapat dilakukan tanpa

Finansial
Finansial Apakah Ada Cara KPR Rumah Bekas Tanpa DP? Ini Jawabannya

Cara KPR rumah bekas tanpa DP kini jadi incaran karena bisa jadi pilihan tepat untuk mereka yang in

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia