Pinhome

  • Blog
  • Tips Properti
  • Mau Bangun atau Renovasi? Ikuti Dulu Langkah Mengurus Izin Mendirikan Bangunan ini!

Tips Properti

Mau Bangun atau Renovasi? Ikuti Dulu Langkah Mengurus Izin Mendirikan Bangunan ini!

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 21 April 2020 ∙ 6 menit membaca

Dana sudah tersedia, tenaga ahli sudah menyanggupi, sketsa desain menawan pun sudah dikantongi. Tapi, semua ini tak sah kalau Pins belum mengantungi Izin Mendirikan Bangunan alias IMB. Jadi, sebelum memulai kegiatan membangun atau merenovasi, yuk kita coba cari tahu apa dan bagaimana cara mengurus IMB!

Pinhome – Menurut Undang-Undang Republik Indonesia no. 34 Tahun 2001 Tentang Pajak dan Retribusi Daerah, setiap pemilik bangunan diwajibkan untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan sebelum membangun atau merenovasi bangunan tertentu. Sebelum kita bahas lebih lanjut cara mengurus IMB, Anda perlu tahu definisi IMB. IMB adalah izin untuk mendirikan, memperbaiki, merenovasi ataupun mengubah suatu bangunan.

Cara mengurus IMB
(https://www.pengadaan.web.id/)

Fungsi dan Tujuan IMB

Tujuan dari IMB sendiri sangat baik, Pins. Izin Mendirikan Bangunan kedepannya akan menciptakan tata letak bangunan yang teratur, nyaman dan sesuai peruntukan tanah. Terutama di kota besar seperti Jakarta yang sudah lumayan penuh oleh bangunan. Bisa kita bayangkan bersama bagaimana jadinya tata letak ibu kota Negara ini jika pendirian bangunannya tidak diatur secara tegas. Akan semakin semerawut dan tentunya akan merugikan banyak pihak dikedepannya. IMB juga diharapkan akan menciptakan ekosistem yang seimbang dan serasi antara lingkungan dan bangunan. Didalam Izin Mendirikan Bangunan, juga ada izin kelayakan dalam membangun bangunan yang nantinya dikeluarkan oleh masing-masing Pemerintah Daerah. Nah, kalo Pins berencana untuk membangun ataupun mengubah bentuk suatu bangunan, pastikan Pins sudah mengantongi IMB.

Pins juga perlu tahu cara dan syarat Izin Mendirikan Bangunan karena akan diperlukan jika Pins berniat melakukan pembelian properti atau memakai fasilitas KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Bisa dibilang, mengurus IMB dengan baik dan benar akan semakin memperlancar proses pengajuan kredit ke bank yang Pins inginkan.

Sayangnya, meskipun wajib dan penting, sebagian dari kita masih enggan untuk mengurus Izin Mendirian Bangunan. Alasannya banyak, takut pada prosedur birokrasi pengurusan Izin Mendirikan Bangunan yang terkesan berbelit-belit, persyaratan yang rumit hingga waktu yang ditakutkan jauh lebih lama dari perkiraan. Tapi, Pins. Percayalah, kenyataannya tidak sesulit itu.

Syarat Izin Mendirikan Bangunan

Sebagai contoh, untuk mengurus Izin Mendirikan Bangunan untuk rumah bangunan baru, Pins harus menyiapkan syarat Izin Mendirikan Bangunan berikut :

– Formulir permohonan Izin IA untuk peruntukan Izin Mendirikan Bangunan Rumah Tinggal yang sudah Pins isi dan tanda tangani lengkap dengan materi Rp 6.000.
– Fotokopi bukti kepemilikan tanah (jika perlu, bisa dilampirkan juga surat pernyataan yang menerangkan bahwa tanah yang dimiliki tidak berada dalam status sengketa)
– Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dari pemilik rumah
– Persetujuan tetangga (hanya untuk bangunan yang berhimpit dengan batas persil)
– Gambar konstruksi bangunan minimal sebanyak 7 set yang mencakup denak, tampak muka, tampak samping, tampak belakang dan rencana utilitas yang diperlukan)
– Bukti telah melunasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terakhir
– Formulir yang telah dilegalisir oleh kelurahan maupun kecamatan tempat bangunan akan didirikan nantinya
– Surat perjanjian penggunaan lahan, khusus tanah yang dimiliki bukan atas nama pemohon IMB
– Surat Perintah Kerja atau SPK jika pembangunan yang akan dikerjakan secara massal

Kalau rumah yang akan dibangun ukurannya masih dibawah 500 meter persegi, proses pengurusan IMB bisa Pins langsung lakukan ke kecamatan. Langsung saja ke loket PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), kemudian isi formulir pengajuan pengukuran tanah. Hasil dari pengukuran tanah nanti akan berupa gambar denah yang nantinya akan dijadikan sebagai blueprint.

Jika semua persyaratan ini telah terkumpul, bawa dokumen ini ke Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BTSP). Nantinya akan dikirimkan petugas khusus yang mensurvey bangunan Pins secara langsung. Data hasil survey inilah yang akan digunakan sebagai pelengkap bagi pengajuan Izin Mendirikan Bangunan.

Tapi, perlu Pins ingat, berhubung keadaan setiap kota berbeda-beda. Tentunya akan ada perbedaan kebijakan, biaya dan cara mengurus izin mendirikan bangunan pada setiap kabupaten, kota dan daerah. Semisal, untuk ibu kota Jakarta, pembuatan IMB bisa terbilang mahal karena kota Jakarta sendiri sudah sangat penuh dengan bangunan disana sini sehingga tentunya akan semakin sulit mendapatkan tanah kosong.

Biaya Pengurusan IMB

Untuk biaya yang akan Pins keluarkan saat mengurus IMB, biasanya ditentukan oleh beberapa poin, di antaranya: luas bangunan, Indeks konstruksi dari bangunan yang akan dibangun, Indeks fungsi bangunan yang digunakan untuk membedakan fungsi hunian, usaha ataupun keagamaan, Indeks lokasi dan juga tarif dasar yang sudah ditentukan sebelumnya. Rumus yang digunakan: tarif dasar masing -masing daerah x indeks fungsi x indeks lokasi x indeks konstruksi x luas bangunan. Untuk saat ini, tarif dasar pembuatan Izin Mendirikan Bangunan berkisar di angka Rp 2.500 per meter persegi dan nantinya akan dihitung berdasarkan luas rumah.

Cara Mengurus IMB

Okay, setelah Pins mengerti bagaimana cara mengurus IMB rumah baru. Kini saatnya Pins untuk tahu prosedur pengurusan yang biasanya harus kita lalui. Tahap inilah yang biasanya memberi momok tertentu, kesan birokrasi yang bertele-tele hingga ketakutan akan membengkaknya waktu dan biaya dikeluarkan menjadi faktor penahan kenapa kebanyakan orang malas mengurus Izin Mendirikan Bangunan.

Padahal, setelah Pins memenuhi syarat Izin Mendirikan Bangunan, Pins sudah bisa langsung mengajukan permohonan IMB kepada pemerintah daerah setempat. Pins hanya perlu mengisi formulir permohonan IMB dan membayar biaya pengukuran. Nah, besarannya inilah yang tentu akan berbeda – beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Pins juga bisa melakukan negosiasi biaya pengukuran kepada petugas yang datang. Sekedar informasi, menurut data 2014, biaya untuk bangunan dengan luas 60 meter persegi adalah sekitar Rp 1.5 juta.

Jika seluruh proses pembayaran telah selesai dilakukan, Pins akan mendapatkan Izin Pembangunan (IP) yang tandanya Pins sudah diperbolehkan membangun sambil menunggu terbitnya IMB. Perlu diingat, IP tidak sama dengan IMB ya Pins kekuatannya di mata hukum. Kenapa? Karena Izin Mendirikan Bangunan adalah pernyataan legalitas bahwa pemohon sudah diizinkan untuk mendirikan bangunan langsung dari pemerintah setempat. Di dalamnya juga ada informasi lengkap pemohon, alamat, luas bangunan, batas – batas bangunan dan juga status tanah yang dijadikan objek IMB.

Rumah atau bangunan yang sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan pastinya memiliki kelebihan. Selain daya jualnya yang jauh lebih tinggi, bangunan terkait pasti sangat mudah untuk mendapatkan jaminan kredit bank, status tanahnya meningkat dan terdapat informasi kejelasan peruntukan dan rencana jalannya.


Saat suatu bangunan tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan, ke depannya, pemilik bangunan akan kerepotan. Karena bisa saja, tanpa sepengetahuan pemilik, jalan depan rumah mengalami pelebaran sedangkan rumah yang dibangun sudah hampir jadi. Alhasil, pemilik bangunan tidak memiliki argumen data yang jelas, pun lemah di mata hukum. Mau tak mau, dalam kasus ini, pemilik bangunan harus rela merenovasi ulang bangunan yang pastinya tidak hanya merugikan secara finansial tapi juga waktu dan tenaga.


Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel