Masuknya Islam di kepulauan Indonesia

Diperbarui oleh Eka Mandala ∙ October 31, 2022 ∙ 3 menit membaca

Masuknya Islam di kepulauan Indonesia– Hubungan pelayaran dan perdagangan yang dilakukan oleh muslim melalui Selat Malaka semakin lama semakin ramai, sehingga pada awal abad ke-13 terbentuklah perkampungan masyarakat muslim di pesisir Samudera, kurang lebih 15 km dari Lhokseumawe.

Penemuan batu nisan Sultan Malik Al-Saleh yang meninggal pada tahun 696 H/1297 M, membuktikan bahwa di daerah tersebut sudah terbentuk suatu pemerintahan yang bercorak Islam. Munculnya Kerajaan Samudera Pasai dapat dihubungkan dengan lemahnya kekuasaan Sriwijaya sekitar abad itu.

Keadaan itu dipergunakan oleh orang-orang muslim untuk membentuk pemerintahan sendiri dengan mengangkat Marah Silu, kepala suku Gampong Samudera menjadi raja dengan gelar Sultan Malik Al-Saleh.

Di Pulau Jawa, agama Islam diperkirakan mulai berkembang pada abad ke-11. Bukti yang memperkuat dugaan tersebut adalah ditemukannya batu nisan Fatimah binti Maimun yang terdapat di Leran, Gresik, Jawa Timur, yang bertuliskan tahun 1082 Masehi.

Di Maluku, agama Islam mulai berkembang pada abad ke-14. Berkembangnya agama Islam di Maluku terkait erat dengan jalan perdagangan yang terbentang antara pusat lalu lintas internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku.

Malomatiya (1350 – 1357) adalah Raja Ternate ke-12, bersahabat dengan para pedagang Arab dalam pembuatan kapal-kapal yang baik. Persahabatan ini menjadi suatu keuntungan bagi pertumbuhan agama Islam di kawasan Maluku. Sultan Ternate yang pertama kali memeluk agama Islam ialah Zainal Abidin (1465 – 1468).

Zainal Abidin memperoleh ajaran Islam dari Madrasah atau pesantren Prabu Giri Satmaka di Gresik, Jawa Timur yang didirikan oleh Sunan Giri atau Raden Paku. Timbulnya hubungan yang baik antara Ternate, Hilu, dan Giri di Jawa telah membuat sebagian besar masyarakat masuk dan memeluk Islam.

Di Kalimantan, kedatangan Islam terjadi sekitar abad ke-16. Banyak penduduk Kalimantan Selatan yang masuk Islam setelah Raden Samudera memegang tahta Kerajaan Banjar.

Adapun masyarakat daerah Kalimantan Timur yang sebelumnya menganut kepercayaan animisme, dinamisme dan agama Hindu, banyak yang berpindah agama Islam setelah dua orang mubaligh dari Sumatra Barat menyebarkan Islam ke daerah ini, terutama ke Kutai. Mereka adalah Dato\\\\\\\’ri Bandang dan Tuan Tunggang Parangan.

Daerah Sulawesi, terutama bagian selatan telah didatangi pedagang muslim sekitar abad ke-15. Para pedagang tiba di Sulawesi melalui Malaka, Sumatra, dan Jawa. Tokoh-tokoh dari Sumatra Barat yang berperan menyebarkan agama Islam di Sulawesi Selatan adalah Dato\\\\\\\’ri Bandang, Dato\\\\\\\’ri Sulaeman, dan Dato\\\\\\\’ri Tiro.

Sejak kedatangan tokoh-tokoh ini, banyak masyarakat di Sulawesi Selatan yang menganut agama Islam. Demikian juga raja Kerajaan Gowa Tallo masuk Islam secara resmi pada tahun 1605.

Referensi lain mengenai masuknya Islam di berbagai pulau di Indonesia, silahkan baca: Masuknya Islam ke Sumatra, Jawa, Kalimantan, Maluku dan Sulawesi

Mengapa Islam mudah berkembang di Indonesia?

Sekitar abad ke-16 sampai 17, dapat dikatakan bahwa hampir sebagian besar masyarakat Indonesia telah menganut agama Islam. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab mudah berkembangnya agama Islam di Indonesia, yaitu sebagai berikut:  

  1. Ajaran Islam disebarluaskan dengan cara damai.
  2. Ajaran Islam sederhana dan mudah dimengerti.
  3. Islam tidak mengenal kasta, sehingga lebih menarik masyarakat.
  4. Upacara-upacara keagamaan sangat sederhana.
  5. Syarat seseorang masuk Islam mudah, hanya membaca dua kalimah syahadat.
  6. Penyebaran Islam menyesuaikan dengan kondisi sosial budaya yang telah ada sebelumnya.
  7. Runtuhnya Majapahit dan kemunduran Sriwijaya membuat agama Islam semakin mudah berkembang.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Edukasi
Edukasi Apa Fungsi Aplikasi Idebku? Berikut Cara Menggunakannya

Belum lama, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi merilis aplikasi untuk mengecek status BI checking s

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 12 Model Teras Rumah Pedesaan yang Sederhana

Siapa yang tidak rindu dengan suasana hunian khas pedesaan? Jauh dari hiruk pikuk kota, suasananya

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 8 Inspirasi Taman Air Terjun Dinding Minimalis untuk Outdoor dan Indoor

Taman air terjun dinding minimalis bukan hanya mempercantik dekorasi rumah, tetapi juga memberikan

Lifestyle
Lifestyle 12 Rekomendasi Aplikasi Pencari Kost

Pins sedang kebingungan mencari tempat kost terbaik? Mau survey keliling tapi tidak punya waktu? At

Lifestyle
Lifestyle 14 Aplikasi Catatan Keuangan Terbaik

Rekomendasi aplikasi catatan keuangan terbaik ini cocok untuk Pins yang ingin mengelola keuangannya

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia