Pinhome

  • Blog
  • KPR / KPA
  • Bingung Mau Mengambil KPR Konvensional atau Syariah? Simak Perbedannya

KPR / KPA

Bingung Mau Mengambil KPR Konvensional atau Syariah? Simak Perbedannya

Dipublikasikan oleh Jay ∙ 24 June 2020 ∙ 7 menit membaca

Saat ingin memutuskan mengambil KPR, apakah Pins mengalami kebingungan soal jenis KPR apa yang akan diambil? Pasalnya, kini lembaga atau bank peminjaman kredit memiliki 2 jenis KPR, yaitu KPR konvensional dan juga syariah. Padahal, antara KPR konvensional atau syariah memiliki perbedaan yang signifikan dalam banyak hal.

Pinhome – Mengetahui perbedaan antara KPR konvensional dan juga syariah ini sangat penting, Pins! Beragam informasi yang Pins dapatkan tentunya akan menghasilkan keputusan yang tepat dalam mengambil KPR, apakah mengambil KPR konvensional atau syariah. Jika ingin mengetahui perbedaan di antara keduanya, simak ulasan di bawah ini:

Baca Juga: Membangun Rumah Dengan KPR

Bingung Mau Mengambil KPR Konvensional atau Syariah? Simak Perbedannya
(TrenAsia)

Mengenal KPR Konvensional

Jika ingin dibandingkan dengan KPR Syariah, KPR Konvensional memiliki perbedaan signifikan dalam hal transaksi. Pasalnya, segala syarat maupun ketentuan pinjaman akan ditentukan oleh bank sebagai pihak pemberi pinjaman. Misalnya, beberapa hal yang ditentukan yaitu harga rumah, bunga pinjaman, dan juga besaran biaya yang harus dilunasi.

Baca Juga: KPR Adalah Solusi Untuk Mendapatkan Rumah Dengan Mudah

Kemudian, untuk bunga cicilan pada KPR konvensional akan menyesuaikan dengan suku bunga saat itu. Namun, ada kalanya bunga cicilan disesuaikan berdasarkan kebijakan bank sebagai pihak peminjam. Jadi, jika Pins bingung soal ingin mengambil KPR konvensional atau Syariah, bisa mempertimbangkan besaran suku bunga yang berlaku saat itu.

Kelebihan dan Kekurangan KPR Konvensional

Jika Pins tertarik untuk mengambil KPR konvensional, tetap ketahui beragam kelebihan dan kekurangannya. Pasalnya, dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan KPR konvensional, Pins akan lebih mudah memutuskan apakah ingin mengambil KPR konvensional atau Syariah. Berikut ini adalah ulasan tentang kelebihan dan kekurangan KPR konvensional yang bisa dijadikan bahan pertimbangan:

1. Kelebihan KPR konvensional

Memutuskan untuk mengambil KPR konvensional atau Syariah memang menyulitkan. Namun, jika Pins tertarik untuk mengambil KPR konvensional, cobalah melihat apa saja kelebihannya. Kelebihan pertama jika Pins mengambil KPR konvensional yaitu bunga awal lebih ringan.

Pasalnya, banyak bank yang menawarkan adanya promo bunga tetap di tahun-tahun pertama yang nilai cicilannya lebih ringan dibandingkan dengan KPR Syariah. Jadi, jangan bingung lagi ketika memutuskan untuk mengambil KPR konvensional atau Syariah. Pasalnya, jika ingin mendapat bunga awal lebih ringan, Pins bisa mempertimbangkan untuk mengambil KPR konvensional.

Karena KPR konvensional mengenal sistem bunga dan suku bunga tersebut disesuaikan dengan BI rate, maka ada kecenderungan bunga turun. Ketika suku bunga turun, maka Pins akan lebih murah membayar cicilan bulanan. Ini adalah hal yang bisa dijadikan pertimbangkan ketika Pins ingin memutuskan apakah ingin mengambil KPR konvensional atau Syariah.

Kemudian, dibandingkan dengan KPR Syariah, denda keterlambatan pada KPR konvensional lebih kecil. Denda keterlambatan dalam membayar cicilan bulanan pada KPR konvensional hanya sekitar 1% saja. Oleh karena itu, dalam memutuskan pilihan antara KPR konvensional atau Syariah, ketahui juga denda keterlambatan yang dikenakan.

2. Kekurangan KPR konvensional

Meskipun KPR Konvensional memiliki kelebihan, KPR Konvensional juga memiliki kekurangan. Hal ini penting diketahui bagi Pins yang sedang gamang dalam memutuskan apakah ingin mengambil KPR Konvensional atau Syariah. Kekurangan pertama jika Pins mengambil KPR Konvensional adalah Pins tidak akan mendapat kepastian cicilan KPR bulanan.

Ini tentu akan menyulitkan Pins ketika menganggarkan cash flow bulanan. Terlebih lagi jika bunga naik dan cicilan meningkat maka akan membebankan keuangan. Kemudian, kekurangan KPR Konvensional yaitu adanya penalti jika Pins membayar lunas cicilan sebelum selesai masa tenor kredit.

Besaran penalti akan berbeda-beda tergantung kebijakan bank sebagai peminjam kredit. Oleh karena itu, sebelum memutuskan ingin memilih mengambil KPR Konvensional atau Syariah, lakukan perhitungan yang matang dan sesuaikan dengan kondisi keuangan.

Mengenal KPR Syariah

Berbeda dengan KPR konvensional, KPR syariah mengadaptasi prinsip syariah yaitu bebas riba. Jika Pins masih bingung mau mengambil KPR konvensional atau syariah, patut perhatikan proses transaksinya. Pasalnya, proses transaksi KPR syariah mengalami perbedaan di antara KPR konvensional.

Pada KPR konvensional, transaksi yang dilakukan adalah transaksi uang sedangkan pada KPR syariah, transaksi yang dilakukan adalah transaksi barang. Ada beragam akad yang umum digunakan dalam KPR syariah, yaitu akad murabahah (akad jual beli), akad kerja sama (musyarakah mutanaqisah), akad istishna, dan ijarah muntahiyyah bit tamlik.

Misalnya, apabila Pins mengambil akad murabahah, maka Pins harus membayarkan cicilan perbulannya. Untuk besaran cicilannya bersifat tetap dan tidak bergantung pada suku bunga yang berlaku di Bank Indonesia. Sedangkan tenor kredit peminjaman pada KPR syariah yaitu antara 5 sampai dengan 15 tahun saja.

Adanya beragam akad tersebut menjadi perbedaan yang paling mencolok antara KPR konvensional dengan syariah, Jadi, saat Pins bingung memilih ingin mengambil KPR konvensional atau syariah, pilihlah akad yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Baca juga: Macam-Macam Jenis KPR Syariah Dan Cara Pengajuannya

Kelebihan dan Kekurangan KPR Syariah

Pins kini sudah mengetahui lebih tentang KPR syariah. Namun, untuk bisa memutuskan ingin mengambil KPR konvensional atau syariah ketahui kelebihan dan kekurangannya dahulu. Di bawah ini adalah ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan dari KPR Syariah yang sebaiknya Pins ketahui:

1. Kelebihan KPR Syariah

Ketika Pins ingin mengambil KPR pertimbangkan dahulu ingin mengambil KPR konvensional atau syariah. Jika Pins tertarik untuk mengambil KPR Syariah, tentu saja Pins akan mendapatkan keuntungan, misalnya yaitu cicilan per bulannya bersifat tetap. Jadi, Pins akan lebih mudah dalam melakukan perencanaan keuangan karena setiap bulan Pins akan membayar cicilan yang sama.

Berbeda dengan KPR konvensional, jika Pins ingin melunasi pinjaman lebih awal, Pins tidak akan dikenakan denda. KPR syariah tidak mengenal adanya penalty jika Pins mampu melunasi pinjaman sebelum tenor kredit yang ditentukan. Jadi, ketika bingung menentukan apakah ingin mengambil KPR konvensional atau syariah, coba bandingkan soal denda atau penalty masing-masing KPR.

Pilihan antara KPR konvensional atau syariah kadang memang butuh dipikirkan lebih dalam. Namun, jika Pins ingin memiliki rumah menggunakan KPR dengan DP atau uang muka yang lebih ringan, bisa mengambil KPR syariah. Pasalnya, Pins bisa hanya menyediakan DP 10% saja jika mengambil KPR syariah, berbeda dengan KPR konvensional.

Proses permohonan KPR Syariah juga mudah dan cepat asalkan Pins memenuhi beberapa persayaratan yang telah ditentukan. Selain itu, sistem yang digunakan dalam KPR Syariah berdasar pada prinsip Syariah yang tidak mengenal bunga. Inilah kelebihan dari KPR Syariah yang bisa dijadikan pertimbangan jika Pins masing bingung memilih KPR konvensional atau syariah.

2. Kekurangan KPR Syariah

Disamping memiliki kelebihan, ternyata KPR syariah juga mengalami kekurangan. Tentu saja ini penting untuk Pins ketahui sehingga bisa menimbang KPR mana yang akan dipilih, apakah KPR konvensional atau Syariah. Kekurangan KPR syariah yang pertama yaitu tidak adanya kesempatan bunga turun.

Pada dasarnya hal tersebut bisa saja menguntungkan karena Pins bisa membayarkan cicilan pinjaman dengan besaran yang sama tiap bulannya. Namun, saat suku bunga turun, Pins yang mengambil KPR konvensional akan jauh lebih untung karena akan cicilan bulanan KPR akan menjadi lebih murah.

Hal ini pernah terjadi pada tahun 2011 sampai dengan 2013 yaitu adanya penurunan suku bunga Bank Indonesia sehingga KPR juga mengalami penurunan. Jadi, ketika mempertimbangkan ingin mengambil KPR konvensional atau syariah, perhatikan pula besaran suku bunga pada saat itu.

Kekurangan berikutnya ketika Pins mengambil KPR Syariah yaitu tenor kredit lebih pendek. Pasalnya, tenor kredit yang singkat akan memperbesar selisih antara margin yang bisa dinikmati dengan kenaikan nilai rumah yang dibeli.

Bagi Pins yang masih bingung memutuskan apakah ingin mengambil KPR Konvensional atau Syariah tentunya sudah tercerahkan setelah membaca artikel ini. Pasalnya, kini Pins sudah tahu bahwa diantara keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Maka, sebaiknya Pins mulai menyesuaikan kelebihan atau kekurangan kedua jenis KPR tersebut dengan profil risiko yang dimiliki.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Kamu Agen properti independen atau Agen kantor properti. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Kamu kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel