Sejarah masa berburu dan meramu tingkat lanjut

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 10 September 2014 ∙ 2 menit membaca

Sejarah masa berburu dan meramu tingkat lanjut – Masa berburu dan meramu tingkat lanjut berlangsung setelah zaman pleistosen. Corak kehidupan masyarakat berburu dan meramu tingkat lanjut terpengaruh pada masa sebelumnya.

Kehidupan mereka masih bergantung pada alam. Mereka hidup dengan cara berburu binatang di dalam hutan, menangkap ikan, dan dengan mengumpulkan makanan seperti umbi-umbian, buah-buahan, biji-bijian, dan daun-daunan.

Alat-alat kehidupan yang digunakan pada masa itu misalnya kapak genggam, flake, dan alat-alat dari tulang. Pada masa tersebut juga dikenal gerabah yang berfungsi sebagai wadah.

Kelompok Masyarakat berburu dan meramu

Masyarakat berburu dan meramu tingkat lanjut hidup dalam kelompok yang terdiri dari beberapa keluarga. Di antara kelompok-kelompok tersebut ada yang hidup di daerah pesisir. Mereka hidup dengan mencari kerang dan ikan laut.

Bekas tempat tinggal mereka ditemukan tumpukan kulit kerang dan alat-alat yang mereka gunakan, seperti kapak genggam, mata panah, mata tombak, mata kail dan lain-lain.

Pola bermukim mereka mulai berubah dari nomaden menjadi semesedenter. Ketika masyarakat berburu dan meramu tingkat lanjut telah mampu mengumpulkan makanan dalam jumlah yang cukup banyak, mereka mulai lebih lama mendiami suatu tempat.

Kemudian pengetahuan mereka berkembang untuk menyimpan dan mengawetkan makanan. Daging binatang buruan diawetkan dengan cara dijemur setelah terlebih dahulu diberi ramuan.

Mereka bertempat tinggal di gua-gua (abris sous roche). Mereka memilih gua yang letaknya cukup tinggi di lereng-lereng bukit untuk melindungi diri dari iklim dan binatang buas.

Masyarakat berburu dan meramu tingkat lanjut juga telah mengenal pembagian kerja. Kegiatan berburu banyak dilakukan oleh kaum laki-laki. Kaum wanita tidak banyak yang terlibat dalam kegiatan perburuan, mereka lebih banyak berada di sekitar gua tempat tinggal mereka.

Karena perhatian wanita ditujukan kepada lingkungan yang terbatas, maka mereka mampu memperluas pengetahuannya tentang seluk-beluk tumbuh-tumbuhan yang dapat dibudidayakan.

Secara alami masyarakat ini telah mengenal bercocok tanam, meskipun masih dalam taraf yang sangat sederhana dan dilakukan secara berpindah-pindah.

Mereka membuka lahan dengan cara menebang hutan, membakar dan membersihkannya. Setelah tidak subur lagi tanah tersebut mereka tinggalkan untuk mencari lahan baru yang subur.

Kehidupan semi sedenter memberikan banyak waktu luang bagi manusia pendukung masa ini. Waktu luang tersebut mereka gunakan untuk membuat alat-alat dari batu dan tulang serta membuat lukisan pada dinding-dinding gua.

Lukisan-lukisan mereka berwujud seperti cap telapak tangan, babi, kadal, perahu, menggambarkan kegiatan berburu yang berhubungan dengan kepercayaan, yaitu penghormatan terhadap nenek moyang, upacara kesuburan, dan keperluan perdukunan.

Baca juga: Kehidupan dan kegiatan berburu dan meramu tingkat awal

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Teknik Sipil
Teknik Sipil Daftar Harga Pintu Kaca Tempered Glass, Yuk Cek!

Ingin pakai pintu kaca untuk membuat rumah tampak mewah? Pintu kaca memang dapat membuat kesan mewa

Berita Pinhome
Berita Pinhome 4 Manfaat Penting Business Process Outsourcing (BPO) bagi Perusahaan

Untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi biaya dalam waktu panjang, sejumlah pemilik bisnis

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 12 Interior Kantor Estetik Namun Tetap Nyaman & Produktif

Interior kantor yang estetik akan menambah semangat kerja karyawannya. Selain itu dapat menarik per

Ruang Tamu
Ruang Tamu Trik Akali Ruang Tamu Apartemen Kecil Agar Lebih Lapang

Lahan untuk tempat tinggal semakin terbatas. Jika luas rumah tidak terlalu besar maka harus pintar

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain Kenali Ragam Tata Ruang Kantor & Plus Minusnya

Tata ruang kantor harus memperhatikan ergonomis dan kenyamanan karyawan. Saat bekerja karyawan meng

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia