Pinhome

Tips Properti

Manfaat Sertifikat Rumah untuk Mendapatkan Pinjaman

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 2 menit membaca

Pada zaman ini kebutuhan setiap orang semakin tinggi. Hal ini dapat dilihat dari semakin tingginya harga kebutuhan pokok. Masalahnya, kebutuhan yang meningkat tidak diimbangi dengan penghasilan yang cukup. Karena itu hal tersebut membuat kebutuhan ekonomo kelas kebawah sering mengandalkan pinjaman dana tunai guna menutupi kekurangan. Mengajukan kredit atau pinjaman dana tunai biasanya bank akan meminta jaminan sertifikat rumah atau tanah. Penggunaan jaminan sertifikat ini ternyata memiliki beberapa keuntungan dibandingkan dengan jaminan BPKB motor atau mobil. Meski demikian jaminan sertifikat ini juga mengandung resiko yang bisa saja terjadi, namun ada pula keuntungan yang bisa didapat pada sertifikat rumah sebagai jaminan kredit.

Perlu diketahui jika kita mengajukan kredit di bank saat menggunakan agunan biasanya nilai di taksir di bawah dari harga pasar. Apabila nilai pasar dari motor sebagai jaminan misalnya 9 juta maka pihak bank biasanya memberikan taksiran nilai dibawah harga motor bisa jadi hanya 7 juta saja. Jadi besarnya nominal yang diterima dari bank dibawah 9 juta atau bsekisar 7 juta saja tidak boleh lebih.

sertifikat rumah di gadaikan
sertifikat rumah di gadaikan

Tapi jika menggunakan sertifikat rumah sebagai jaminan tentu berbeda. Sertifikat rumah yang digunakan sebagai jaminan kredit, membuat pemilik jadi bisa lebih leluasa atau bebas ketiak mengajukan pemrohonan kredit. Hal itu karena nilai dari rumah atau tanah termasuk dalam kategori tinggi. Namun bank juga akan melakukan penaksiran terhadap aset yang dimiliki selama proses dengan menyesuakainnya. Pengajuan kredit dengan jaminan sertifikat rumah atau tanah biasanya dananya bisa didapat dengan mudah karena melihat nilai tinggi dari jaminan tersebut.  Namun perlu diperhatikan bahwa pihak bank juga tidak mau rugi sehingga bank tidak akan memberikan sembarangan kredit kepada nasabah. Pihak bank sebelumnya juga akan memeriksa san memverifikasi rumah atau tanah yang digunakan sebagai jaminan. Bank akan mencari informasi terkait harga tanah di daerah tersebut, lalu kemudian mempertimbangkan apakah berpotensi ditingkatkan atau tidak nilainya. Selain harga, mereka juga mempertimbangkan lokasi dari rumah tersebut, untuk mengira-ngira apakah lokasinya strategis atau tidak, mudah diakses atau tidak dan lain-lain.

Pertimbangan yang dilakukan bank tersebut tentunya hanya untuk menentukan besaran nominal kredit yang sesuai diberikan bank kepada peminjam. Selain itu, jangan lupa untuk melihat kemampuan finansial yang dimiliki. Sebaiknya pastikan terlebih dahulu apakah mampu melakukan pembayaran angsuran tiap bulan atau tidak. Karena akan menambah beban jika memang tidak mampu. Pastikan bahwa pinjaman tersebut balik modal sehingga bisa membayar cicilan bank setiap bulannya. Jika memang tidak mampu, tidak perlu memaksakan diri meskipun memiliki aset yang nilai besar seperti sertifikat rumah untuk barang jaminan.

Tags :

Bagikan Artikel