Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Macam Macam Hukum Nikah Dalam Islam. Wajib Tidak?

Macam Macam Hukum Nikah Dalam Islam. Wajib Tidak?

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 27 October 2021 ∙ 5 menit membaca

Sebagai masyarakat di Indonesia menganggap bahwa pernikahan merupakan satu hal yang wajib dilakukan. Khususnya untuk seorang muslim. Konon pernikahan ini dapat mendekatkan seseorang kepada keberkahan dan ridho Allah SWT. Namun apakah benar demikian? 

Pinhome – Sebetulnya dalam Islam terdapat macam-macam hukum nikah. Oleh karena itu, pernikahan bisa dikatakan sebagai suatu hal wajib atau justru haram. Sayangnya dewasa ini masih banyak yang keliru mengartikan hukum nikah tersebut. Maka tak heran jika masih ada yang mempertanyakan apakah menikah itu wajib atau tidak. Jika Pins juga merupakan salah satunya, simak ulasan berikut untuk mengetahui uraian mengenai hukum nikah. 

Baca Juga: Sebelum Menikah, Simak Dulu Pituah Minang Tentang Pernikahan Ini

Dasar hukum menikah dalam Islam

(Pexels)

Terdapat beberapa dasar mengenai hukum menikah dalam Al-quran dan hadis. Dalam surah An-Nisa ayat 1, Allah SWT berfirman: 

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

Artinya: “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan, bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya, Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Lalu, dalam potongan surah An-Nur ayat 31 Allah SWT berfirman yang artinya sebagaimana berikut: 

“Dan, kawinkanlah orang-orang yang sendiria di antara kamu, orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahaya yang lelaki dan hamba-hamba sahaya yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan, Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”

Sementara itu, dalam sebuah riwayat Nabi Muhammad SAW menyebut bahwa seorang muslim yang menikah berarti telah menyempurnakan agama. Rasulullah SAW bersabda yang artinya: 

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah kepada Allah pada separuh lainnya.”

Rasulullah SAW juga mencintai umat-Nya yang senantiasa mengikuti sunahnya. Begitu pula sebalikya. Lantas, dalam hadis lainnya, Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Tetapi aku salat, tidur, berpuasa, berbuka, dan mengawini perempuan. Barang siapa membenci sunnahku, ia tidak termasuk umatku.” – HR Bukhari dan Muslim. 

Dalam hadis lainnya Rasulullah SAW juga menyarankan kaum laki-laki untuk menikahi seorang wanita yang taat agama. Nabi Muhammad SAW bersabda: 

“Wanita dinikahi karena empat perkara, yaitu karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya. Maka, dapatkanlah wanita yang taat beragama niscaya kamu akan beruntung.” – HR Bukhari dan Muslim.

Macam-macam hukum nikah 

(Pexels)

Baca Juga: Apa Arti Mimpi Menikah? Ini Dia Penjelasannya

Menikah merupakan salah satu ibadah yang disukai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW. Namun demikian, menikah tidak selalu wajib. Islam memiliki macam-macam hukum nikah yang bisa dijadikan sebagai pedoman. Berikut uraian penjelasannya. 

Wajib

Salah satu hukum nikah adalah wajib. Menikah dapat dikatakan sebagai kewajiban jika seorang muslim telah mampu membangun rumah tangga, baik secara fisik, mental, maupun finansial. Sementara itu, bagi perempuan sendiri menikah adalah wajib. Hukum tersebut dapat menjadi demikian apabila perempuan tidak mampu mencari nafkah bagi dirinya sendiri, sedangkan menikah adalah satu-satunya cara.

Sunnah

Hukum menikah juga bisa menjadi sunnah. Hukum ini berlaku bagi seorang muslim yang sudah mampu menikah tapi tidak dapat menafkahi istri secara finansial. Dalam kondisi demikian, seorang tersebut dianjurkan untuk meminta petunjuk kepada Allah SWT dengan berdoa, berikhtiar, berpuasa, dan beribadah. Dalam doa yang dipanjat, Pins akan meminta kepada Allah SWT agar diberi kemampuan untuk menafkahi secara finansial. 

Meski demikian, Islam selalu menganjurkan umatnya untuk menikah, jika memang mampu. Pasalnya, tindakah ini meroakan salah ibadah yang diskukai Allah SWT. 

Makruh 

Menikah juga dapat menjadi makruh bila seorang muslim berencana menikah tapi tidak berniat memiliki anak. Khususnya jika tersebut bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti watak, keinginan, ataupun penyakit. 

Tak hanya itu saja, menikah juga bisa menjadi makruh jika seorang muslim tak dapat menafkahi istri dan keluarga. Yang mana bila dipaksakan, maka dikhawatirkan ia tak bisa memenuhi hak dan kewajibannya dalam menjalankan rumah tangga. 

Imam Nawawi dalam Minhaj al-Thalibin menjelaskan seperti berikut:

“Jika Jika ia termasuk orang yang tidak membutuhkan jima’ (bersenggama), dan ia tidak punya biaya, maka pernikahan tersebut hukumnya makruh. Kalau ia punya kecukupan, tapi punya penyakit seperti ketuaan, atau cacat permanen, atau juga impoten, maka dimakruhkan menikah.”

Mubah

Hukum nikah adalah mubah atau diperbolehkan. Artinya, seorang boleh melakukannya atau boleh pula ditinggalkan. Hukum ini berlaku jika tak ada suatu hal yang menuntut seseorang untuk menikah. Baik dari segi finansial, biologi, maupun usia. 

Haram

Sementara itu, hukum nikah pun bisa menjadi haram. Hukum ini berlaku jika seseorang tidak memiliki kemampuan finansial untuk menafkahi istri, baik secara lahir maupun batin. 

Tak hanya itu, hukum nikah adalah haram jika seorang muslim menikah hanya untuk menyakiti, menganiaya, menelantarkan, atau balas dendam kepada pasangannya. Beberapa ulama juga menyebut bahwa menikah bisa menjadi haram jika syarat sah dan kewajibannya tidak terpenuhi ataupun dilanggar. 

Nah demikian jawaban dari pertanyaan apakah menikah itu wajib atau tidak. Jika melihat dari uraian di atas, maka pernikahan tak selalu menjadi kewajiban. Namun demikian Islam menyarankan kepada umat yang mampu untuk melaksanakan pernikahan sesuai syariat Allah SWT. Jadi, sudah siapkah kamu menikah? 


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Lea

Editor: Iko

Tags :

Bagikan Artikel