Latar belakang perang dingin

Diperbarui oleh Eka Mandala ∙ December 27, 2021 ∙ 3 menit membaca

Perang dingin terjadi sebagai akibat dari konflik ideologi antara Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Blok Timur yang dipimpin Uni Soviet. Kemunculan dua blok ini semakin diakui eksistensinya yang ditandai dengan persaingan kepentingan yang tajam.

Pertentangan antara US dan AS inilah yang kemudian dikenal dengan istilah Perang Dingin. Perang Dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan dari konflik-konflik kepentingan, supremasi, perbedaan ideologi dan lain-lain.

Perang Dingin adalah ketegangan atau pertentangan antara dua blok untuk menyebarkan ideologi. Adapun tujuan menyebarkan ideologi adalah untuk mendapatkan dukungan dari negara lain.

Amerika dan Soviet yang berperan besar dalam mengakhiri Perang Dunia 2 sama-sama ingin berkompetisi untuk memperluas pengaruhnya ke seluruh dunia.

Seorang kolumnis bernama Walter Lipman memopulerkan pertentangan antara kedua blok tersebut dengan istilah cold war (Perang Dingin) dalam bukunya berjudul cold war.

Perang ini ditandai dengan adanya sikap ketidakpercayaan, kecuriagaan dan kesalahpahaman antara blok barat dan timur. Amerika dituduh menjalankan politik imperialisme untuk mempengaruhi dunia, sementara Soviet dianggap telah melakukan perluasan hegemoni atas negara-negara demokrasi melalui ideologi komunis.

Selama tahun 1945-1946 Soviet tidak bersinggungan lagi dengan sekutunya dari barat dan sibuk mengonsolodasi kekuasaannya. Uni Soviet berusaha agar negara-negara yang didudukinya “steril” dari demokrasi kapitalis.

Semua sektor perekonomian dikuasai negara dengan tujuan menyejahterakan rakyat. Hal tersebut dapat dilihat dalam rencana lima tahun yang dijalankan secara tertutup, sehingga timbul julukan “Negara di balik tirai besi”.

Tirai besi diciptakan oleh Perdana Menteri Inggris Winston Churchill pada tahun 1946 untuk memberikan label kepada negara-negara komunis yang serba tertutup dan tidak dapat ditembus oleh pengaruh kapitalisme barat.

Pengaruh Uni Soviet dalam mengembangkan hegemoninya di Eropa telah berkembang dengan cepat. Dengan keadaan tersebut Amerika Serikat merasa berkewajiban mencegah berkembangnya gerakan komunis. AS menyusun strategi politik global yang dikenal dengan containment policy.

Tujuan containment policy adalah untuk mencegah berkembangnya pengaruh suatu negara atau suatu sitem politik dari pihak lawan. Sistem politik yang menjadi lawan Amerika adalah komunisme. Oleh karena itu containment policy dikenal pula sebagai containment of communism.

Latar belakang perang dingin

Strategi politik containment of communism

Berikut strategi politik containment of communism yang dikembangkan melalui pemberian bantuan ekonomi dan militer:

Truman Doctrine

Yaitu bantuan ekonomi dan militer pada tahun 1947 kepada Turki dan Yunani. Tujuannya untuk mempertahankan kedua negara tersebut dari pengaruh komunis, serta untuk menghambat jalur Uni Soviet menuju ke selatan yang dapat mengancam negara-negara barat.

Truman Doctrine adalah sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh presiden Harry S. Truman pada tanggal 12 Maret 1947. Truman Doctrine dicanangkan berdasarkan pertimbangan teori domino, yaitu jika salah satu negara jatuh ke dalam paham komunisme, maka negara tetangganya juga akan jatuh ke dalam paham tersebut.

Marshall Plan

Yaitu bantuan ekonomi dan militer untuk pembangunan kembali Eropa yang rusak akibat Perang Dunia II. Amerika menyadari bahwa rapuhnya ekonomi negara-negara Eropa merupakan jalan mudah bagi komunisme untuk mengembangkan hegemoninya.

Untuk menyaingi Truman Doctrine dan Marshall Plan, Uni Soviet membuat Molotov Plan dengan tujuan untuk menata kembali perekonomian negara-negara Eropa Timur dan badan kerja sama Ekonomi Comicon (Comintere Economic).

Adapun penyebab utama Perang Dingin baca selengkapnya di 3 penyebab utama Perang Dingin

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Apa itu Rarity Tools NFT? Begini Cara Cek Kelangkaan NFT!

Sama dengan mata uang crypto atau cryptocurrency, nilai NFT secara garis besar terpengaruh oleh rar

Gadget
Gadget 8 Cara Cek IMEI HP Xiaomi, Mudah Tanpa Ribet!

Walaupun jarang dilirik, namun IMEI merupakan salah satu komponen penting pada smartphone android.

Finansial
Finansial Simple! Begini Cara Membuat Trading Plan untuk Pemula

Tidak berbeda dengan kehidupan, investasi juga memerlukan perencanaan yang matang, sehingga kamu bi

Finansial
Finansial Apa itu White Paper di Cryptocurrency?

Apa itu white paper, termasuk dalam hal ini white paper crypto adalah suatu dokumen yang memiliki p

Finansial
Finansial Apa itu ETF? Pengertian, Keuntungan dan Kerugiannya

Produk investasi memiliki jenis yang sangat beragam. Tentunya, agar tidak salah memilih, kamu harus

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia