Pinhome

Klasifikasi Tanah

Dipublikasikan oleh Ramadhanti ∙ 15 August 2021 ∙ 6 menit membaca

Klasifikasi Tanah – Mungkin bagi sebagian orang cukup asing dengan klasifikasi tanah ini, tapi bagi mereka yang menggeluti keilmuan pertanahan tentu bukan hal yang aneh. Sama halnya dengan batuan, tanah juga diklasifikasikan ke dalam beberapa bagian.

Nah pada artikel ini kita akan membahas klasifikasi tanah secara lengkap. Mulai dari klasifikasi tanah itu sendiri, tujuan hingga sistem pengembangannya. Berikut pembahasan lengkapnya.

Apa Itu Klasifikasi Tanah?

(Unsplash)

Secara umum, tanah dapat diklasifikasikan dalam dua bagian, yaitu klasifikasi yang didasarkan pada teknis dan alami.

Klasifikasi teknis disini artinya tanah dikelompokan berdasarkan kegunaannya secara khusus. Sedangkan klasifikasi tanah secara alami berdasarkan sifat tanah tanpa dikaitkan dengan penggunaannya sama sekali.

Klasifikasi tanah memiliki berbagai macam pengembangan, baik yang dikembangkan oleh pakar atau ilmuan maupun oleh lembaga berkaitan.

Contoh klasifikasi tanah yang dikembangkan oleh para ilmuan, diantaranya adalah klasifikasi tanah yang dikembangkan oleh Rayes (2007), Hardjowigeno (2002), survey staff (2003) dan masih banyak contoh lainnya.

Sedangkan untuk peng-klasifikasian tanah di Indonesia sendiri dikembangkan oleh USDA (United States Department of Agriculture),FAO/UNESCO dan  Pusat Penelitian Tanah (PPT) Bogor.

Baca Juga: Nama Nama Planet

Tujuan Klasifikasi Tanah

Berikut yang menjadi tujuan dari klasifikasi tanah, setidaknya terdapat 4 (empat) tujuan;

  • Mengelompokan, mengorganisasi serta menata tanah.
  • Mengetahui secara mendalam mengenai hubungan individu tanah.
  • Memberikan kemudahan dalam mengingat sifat-sifat tanah.
  • DImanfaatkan untuk menaksir sifat, melakukan penelitian serta untuk mengetahui lahan yang baik.

Macam Macam Klasifikasi Tanah

(Unsplash)

Sistem klasifikasi tanah dianggap baik apabila memenuhi hal-hal berikut ini;

  • Isogenus, artinya suatu tanah memiliki genesis yang sama.
  • Isomorf, artinya tanah yang memiliki kenampakan yang sama.
  • Isofungsi, artinya tanah yang memiliki fungsi sama dalam suatu lingkup.
  • Isotropik, artinya tanah yang memiliki lokasi sama.

Sedangkan sistem yang sangat umum sekali digunakan terdapat tiga. Hal ini juga kiranya yang akan menjadi fokus pembahasan kita pada tulisan ini.

Klasifikasi Tanah USDA

klasifikasi tanah usda

USDA merupakan kependekan dari United States Department of Agriculture, yaitu sebuah lembaga atau departemen pertanian Amerika Serikat. USDA menembangkan pengklasifikasian tanah yang dikenal dengan soil taxnomy. Dimana sistem ini menggunakan 6 (enam) kategori dalam pengelompokannya;

  • Ordo tanah (Order).
  • Sub-ordo tanah (Sub-order).
  • Kelompok tanah (Great group).
  • Sub-kelompok tanah (Sub-group).
  • Famili tanah.
  • Seri tanah.

#1. Ordo Tanah

Ordo tanah dapat dibedakan atas dasar ada atau tidaknya horison penanda serta jenis dari penanda horison itu sendiri.

Contoh yang menunjukan ordo tanah, sebuah tanah dengan horison argilik serta memiliki atau berkejunahan basa > 35% termasuk kategori ordo alfisol.

Kemudian ordo tanah dengan horison argilik serta memiliki atau berkejuhan bahasa < 35% termasuk ke dalam kategori ordo ultisol.

Ultisol sendiri merupakan ordo tanah dengan horison argilik serta berkejunahan basa < 35%. Kemudian untuk penamaan sub-ordonya biasanya menggunakan “ult” saja, yang menandakan kependekan dari ultisol.

#2. Sub-ordo Tanah

Apabila ordo tanah dilihat berdasarkan ada tidaknya horison, sedangkan untuk sub-ordo ini yang menjadi alat ukur atau penanda ialah genetik tanah.

Sebagai contoh ialah ada tidaknya sifat-sifat tanah yang berhubungan dengan pengaruh vegetasi, air, batuan induk serta kelembabannya.

Sedangkan untuk pembeda sub-ordo untuk tanah ordo histosol atau tanah liat dilihat dari tingkat pelapukannya.

Pelapukan yang seperti apa?

Pelapukan dari bahan organik pembentuknya, seperti febris, hemis dan safaris.

Sebagai contoh sub-ordo dari tanah ultisol yang senantiasa lembab, atau dalam artian tidak pernah kering, maka dinamakan udus.

Sub-ordo dari ultisol yang senantisa lembab sendiri ialah “udult” yang merupakan gabungan dari “ult” dan “ud”. Seperti yang kita ketahui “ult” adalah sub-ordo dari ultisol, sedangkan “ud” merupakan penanda atau ciri dari tanah yang selalu lembab, fragipant dan lain sebagainya.

#3. Kelompok Tanah

Kelompok tanah atau dalam bahasa Inggrisnya Great Group ditentukan berdasarkan tingkat perkembangan tanah, regim suhu, susunan horison, jenis tanah, kelembaban, kejenuhan basa serta ciri lainnya.

Contoh dari sebuah nama pengelompokan tanah adalah “Fragiudult”, yang merupakan sebuah lapisan tanah yang rapuh.

#4. Sub-kelompok Tanah

Sub-kelompok tanah sangat berkaitan erat sekali dengan kelompok tanah, dimana sub-kelompok ini diambil dari inti kelompok tanah, sifat-sifat tanah dalam peralihan kelompok lain, ordo lain, sub-ordo lain dan bukan tanah.

Contoh nama dari sub-kelompok tanah salah satunya ialah Aquic Fragiudult. Mengapa diberi nama demikian? Sebab Aquic berasal dari Aqualt dimana merupakan tanah yang senantiasa dipenuhi air, atau selalu berair.

#5. Famili Tanah

Famili tanah berkaitan erat dengan sifat-sifat tanah itu sendiri, pertanian, susunan mineral, sebaran besar butir, serta suhu pada kedalamannya sebagai pembedanya. Contoh penamaan Famili yaitu Aquic Fragiudult, kaolinitik, isohipertermik, berliat halus.

#6. Seri Tanah

Sub-ordo satu ini dibedakan berdasarkan beberapa jenis. Diantaranya susunan tekstur, struktur, warna, rekahan pada tiap horison, sifat mineral pada tiap horison, serta sifat kimia pada tanah.

Seri tanah sendiri ditetapkan pada mulanya dengan menggunakan nama lokasi sebagai ciri serit tanah tersebut. Sebagai contoh Aquic Fragiudult.

Klasifikasi Tanah FAO/UNESCO

Tanah menurut FAO/UNESCO di kelompokan ke dalam beberapa bagian, setidaknya terdapat 23 (dua puluh tiga) kelompok tanah sebagai berikut.

  1. Tanah fluvisol merupakan sebuah tanah hasil dari endapan baru, bahan organik menurun serta tidak teratur.
  2. Gleysol adalah tanah dengan sifat hidromorfik artinya tanahnya dipengaruhi oleh air sehingga berwarna kelabu.
  3. Regosol adalah tanah yang hanya memiliki epipedon ochrik, serta memiliki sifat mengembang dan mengerut.
  4. Litosol adalah kategori tanah dengan ketebalan hanya 10 cm atau bahkan kurang.
  5. Arenosol adalah tanah yang memiliki tekstur kasar yang terdiri dari bahan albk.
  6. Renzina adalah suatu tanah yang terdapat di atas batuan kapur.
  7. Ranker merupakan tanah dengan epipedon ubrik serta memiliki tebal yang kurang dari 25 cm.
  8. Andosol adalah tanah dengan epipedon mollik atau umbrik.
  9. Vertisol adalah tanah yang memiliki kandungan liat setidaknya 30 %.
  10. Solonet adalah tanah yang memiliki horison natrik.
  11. Yermosol merupakan tanah yang ada di tempat dengan iklim sangat kering.
  12. Xerolsol adalah tanah yang mirip dengan yermosol, namun lebih sedikit berkembang.
  13. Kastanozem adalah tanah dengan epipedon mollik, memiliki warna coklat serta tebbal 15 cm atau lebih.
  14. Chernozem, tanah dengan ketebalan 15 centi meter serta epipedon mollik warna hitam.
  15. Phaeozem, tanah yang tidak memiliki horison dengan kandungan kapur halus.
  16. Greyzem, tanah yang memiliki ketebalan 15 cm dengan epipedon mollik warna hitam.
  17. Cambisol, tanah yang memiliki ketebalan 25 cm serta horison kambik.
  18. Luvisol, tanah dengan horison argillik dan mempunyai KB 50 % atau lebih.
  19. Podzoluvisol, tanah dengan horison agrilik.
  20. Podsol, tanah dengan horison spordik.
  21. Planosol, tanah dengan horison albik.
  22. Acrisol, tanah dengan horison argilik.
  23. Nitosol, tanah yang memiliki kandungan liat tidak kurang dari 20%.
  24. Ferrasol, tanah dengan horison oksik.
  25. Histosol. tanah dengan ketebalan 40 centimeter lebih. Selain itu tanah ini berjenis epipedon histik.

Klasifikasi Tanah PPT Bogor

Sistem klasifikasi tanah yang digunakan oleh pusat penelitian tanah Bogor ialah sistem yang dikembangkan oleh Dudal Soepraptohardjo (1957). Sistem tersebut pada dasarnya memiliki kesamaan dengan sistem-sistem yang dikembangkan di Amerika Serikat.

Demikian pembahasan mengenai sistem klasifikasi tanah, semoga tulisan ini berguna serta bermanfaat. Jangan lewatkan tulisan sebelumnya mengenai manfaat tanah.


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Editor: Nurchalimah

Source Feature Image: Unsplash

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Uncategorized
Edukasi
Edukasi Surat Kepemilikan Tanah yang Resmi & Sah

Surat kepemilikan tanah (SKT) adalah berkas yang wajib dimiliki jika kamu memiliki niat untuk membe

Edukasi
Edukasi Format dan Contoh Surat Lamaran Kerja di Toko

contoh surat lamaran kerja di toko tulis tangan contoh surat lamaran pekerjaan di toko cont

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Niaga, Lengkap Beserta Penjelasannya!

Dalam dunia bisnis, surat niaga sangat umum digunakan untuk kebutuhan bisnis sehari-hari. Biasanya

Uncategorized
Uncategorized Bosan dengan dinding yang polos di bagian depan rumah? Keramik dinding teras rumah minimalis bisa jadi alternatif menarik.

Memasang keramik di dinding teras akan memberi wajah baru pada desain rumahmu. Alhasil, rumah minim

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia