Pinhome

Kerajinan dari Kulit buaya

Dipublikasikan oleh Nur Afika Cahya ∙ 18 September 2021 ∙ 11 menit membaca

Kerajinan dari Kulit buayaIndonesia sudah sejak lama dikenal dengan segala keragamannya. Hal ini tidak hanya soal agama, suku, dan rasnya saja.

Di Indonesia pun terkenal dengan beraneka ragam kerajinan tangan. Baik itu kerajinan tangan yang sederhana hingga kerajinan kelas atas.

Salah satu contoh kerajinan kelas atas adalah pembuatan produk atau aksesoris dari kulit buaya.

Tentunya kamu sudah tahu bahwa kulit buaya merupakan bahan yang bagus dan mahal untuk dijadikan sebagai pembuatan kerajinan tangan.

Apa Itu Kerajinan dari Kulit Buaya?

Kerajinan kulit buaya merupakan suatu hasil karya kerajinan dengan bahan dasar dari kulit buaya, mungkin sudah banyak kita ketahui tentang sekilas buaya.

Buaya memang kategori hewan pemakan daging termasuk hewan yang sangat berbahaya dikarenakan hewan ini dapat memakan segalanya.

Namun, meski demikian hewan ini juga memiliki manfaat lain yakni kulitnya yang dapat dijadikan sebagai bahan untuk pembuatan kerajinan.

Adapaun kerajinan-kerajinan yang di dapat seperti jaket kulit, sepatu kulit, dompet, tas, dan masih banyak lagi.

Pengertian Dasar Kerajinan dari Kulit Buaya

Sesuai dengan namanya, kerajinan dari kulit buaya merupakan sejenis kegiatan seni untuk menghasilkan produk dengan bahan kulit buaya. Benda seni yang bisa diproduksi dengan kulit buaya ini ada beragam.

Di Indonesia sendiri, wilayah yang dikenal memiliki produksi kulit buaya terbesar adalah Merauke. Bahan kulit buaya sendiri dijual dengan harga yang cukup tinggi. pada tiap incinya.

Tidak heran jika produk jadi yang dibuat dengan bahan kulit buaya ini lantas dijual dengan harga yang tinggi pula.

Tidak hanya kualitas kulitnya, proses pengolahan kulit buaya asli hingga menjadi bahan siap pakai juga membutuhkan waktu yang cukup lama.

Hal ini berbeda dengan proses pengolahan kulit hewan seperti kambing dan sapi, mengingat buaya adalah jenis hewan basah.

Keberadaan kulit buaya ini juga termasuk sedikit langka. Hal ini karena buaya bukanlah konsumsi hewani yang rutin diminati masyarakat.

Sehingga pemburu harus menunggu adanya buaya yang memang sudah mati, lantas baru bisa diambil kulitnya.

Meskipun begitu, produk yang dihasilkan dari kulit buaya tidak pernah mengecewakan. Terbukti dengan banyaknya pesanan yang masuk dari dalam dan luar negeri.

Kulit buaya yang dijadikan sebagai kerajinan ini memiliki dua jenis, yakni kulit buaya dari air tawar dan dari air asin.

Jenis kulit buaya yang biasa dipakai menjadi bahan pembuatan tas dan dompet premium adalah yang berasal dari air asin. Kulit buaya dari air asin memiliki struktur yang lebih unik dan juga tegas.

Motifnya sangat bagus untuk diolah sebagai kerajinan tangan.

Sedangkan kulit buaya air tawar sering dipakai untuk produk sederhana karena strukturnya yang tidak menonjol dan ukurannya yang lebih pendek.

Manfaat Kulit Buaya Sebagai Kerajinan

Manfaat Kulit Buaya Sebagai Kerajinan

Seperti yang kamu tahu, kulit buaya sudah menjadi bahan kerajinan yang paling diminati di dunia fashion. Pasalnya, kulit buaya ini memiliki manfaat yang jauh lebih bervariasi dibandingkan bahan kulit lainnya.

Tidak hanya itu, manfaat kulit buaya sebagai kerajinan bagi kehidupan pun cukup banyak. Untuk kamu yang sudah penasaran dengan manfaatnya, yuk simak penjelasan poin-poinnya berikut ini:

1. Multifungsi Seluruh Bagian Badan

Maksud dari manfaat yang pertama ini adalah setiap bagian kulit buaya memiliki manfaat dalam dunia kerajinan. Mulai dari bagian kepala hingga bagian ekornya, semua memiliki fungsi masing-masing sebagai bahan kerajinan.

2. Menjadi Sumber Kekayaan

Karena kelangkaan kulit buaya dibandingkan dengan kulit hewan ternak, maka tidak heran jika bahan ini dijual dengan harga yang sangat tinggi. Bahkan satu inci dari kulitnya pun bisa dihargai hingga ratusan ribu rupiah.

Meskipun mahal, banyak sekali orang yang tertarik dengan produk kerajinan yang dibuat dengan bahan kulit buaya.

Motifnya yang sangat unik dan ketahanannya yang sangat baik ini, membuat banyak orang tergiur meski harus mengeluarkan uang yang banyak.

Karenanya, kulit buaya ini dipercaya dapat menghasilkan sumber kekayaan saat dijual. Baik itu dalam bentuk kulit asli mentah, maupun sudah dalam bentuk kerajinan.

3. Sebagai Alternatif Bahan Pembuatan Koper

Bagi sebagian besar orang yang suka travelling, pemilihan koper menjadi hal yang penting diperhatikan. Ada beberapa negara yang mengharuskan para pengunjungnya untuk menyaring koper-koper berbahan kulit palsu.

Nah, untuk menyiasatinya kamu bisa memanfaatkan produk koper dari kulit buaya ini. dengan begitu kamu bisa lolos dari penyaringan imigrasi.

Namun juga harus tahu aturan dari negara yang ingin kamu kunjungi. Pasalnya, ada negara yang masih melindungi satwa buaya.

Untuk mendapatkan koper dengan bahan kulit buaya ini juga harus kamu lakukan dengan sangat hati-hati, apalagi harga koper kulit buaya memang sangat mahal. Jadi jangan sampai tertipu ya.

4. Bahan Pembuatan Tas Golf

Olahraga golf memang sejak lama dikenal sebagai olahraga berkelas atas. Bahkan, kerap kali pemainnya juga memakai aksesoris dan kebutuhan olahraga yang berkualitas tinggi. salah satunya adalah tas golf.

Kulit buaya seringkali dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan tas golf. Selain harganya yang mahal, tas golf yang dibuat dengan bahan kulit buaya juga punya ketahanan yang bagus.

5. Menjadi Bahan Sepatu Kulit

Selain tas, kulit hewani juga kerap kali menjadi bahan untuk pembuatan sepatu. Pada dasarnya selain kulit buaya, kulit hewan lain juga bagus digunakan sebagai bahan dasar sepatu.

Namun akhir-akhir ini, minat sepatu dengan bahan kulit buaya ini menjadi trend.

Motif kulit buaya yang cukup unik ini, menjadikan banyak orang akhirnya menaruh minat untuk membuat sepatu khusus dengan bahan kulit buaya.

Tentu hal ini akan sangat menguntungkan bagi kamu yang tengah memiliki usaha pembuatan produk sepatu kulit buaya.

6. Bentuk Pelestarian Budaya Lokal

Beberapa waktu lalu, penggunaan atau penjualan kulit buaya sudah mendapatkan izin legal untuk dioperasikan.

Hal ini menjadi jalan bagi sebagian besar masyarakat untuk memasarkan budaya berkerajinan tangan menggunakan bahan kulit buaya.

Mengingat banyaknya minat warga mancanegara akan produk berbahan kulit buaya, kini masyarakat juga bisa sekaligus mengenalkan kegiatan yang sudah menjadi budaya tersendiri ini.

7. Membuka Jejaring Komunitas Bisnis

Semakin banyak minat masyarakat akan kerajinan berbahan kulit buaya, maka semakin banyak pula masyarakat lokal yang juga mulai menjalankan usaha kerajinannya dengan bahan kulit buaya ini.

Dengan banyaknya pengrajin kulit buaya, maka hal ini juga dapat dimanfaatkan untuk membuka jaringan pebisnis kulit buaya.

Adanya jaringan komunitas pengrajin kulit buaya ini dapat menghasilkan pribadi-pribadi yang lebih berbakat dalam berkreasi membuat berbagai kerajinan tangan kulit buaya.

Pengrajin satu dengan lainnya juga dapat saling bertukar ide dan bekerja sama dalam membangun usaha yang lebih besar menggunakan bahan kulit buaya.

8. Mendayagunakan Limbah Bangkai Buaya

Meskipun perburuan kulit buaya sudah dilegalkan, namun tentu hal ini tidak bisa dilakukan secara semena-mena. Buaya sendiri memiliki batasan umur untuk bertahan hidup.

Ketika buaya sudah mencapai batas hidupnya, kamu bisa memanfaatkan limbah mayatnya untuk diambil kulitnya.

9. Mengembangkan Wawasan Terkait Kulit Buaya

Ketertarikan masyarakat akan kulit buaya, tidak hanya terkait harga dan kualitas kerajinan kulit buaya. Banyak juga masyarakat yang ingin belajar wawasan terkait penggunaan kulit buaya ini.

Dengan adanya komunitas pendayagunaan kulit buaya, maka kamu bisa sekaligus belajar terkait pembuatan dan keunggulan kulit buaya sebagai bahan dasar berbagai aksesoris kerajinan tangan.

10. Meningkatkan Pendapatan Negara

Manfaat yang satu ini sudah tentu terkait erat dengan kegiatan ekspor impor. Sekilas telah dijelaskan di atas bahwa tidak hanya masyarakat lokal yang berminat pada kerajinan berbahan kulit buaya ini.

Banyak dari mancanegara juga yang memesan kerajinan kulit buaya.

Dari banyaknya penjualan produk kerajinan dari kulit buaya ini, maka secara otomatis pendapatan negara juga akan meningkat karena kegiatan ekspor kerajinan tersebut.

Contoh Produk Kerajinan dari Kulit Buaya

Pada umumnya, ada banyak sekali contoh penggunaan produk yang memakai bahan dasar kulit buaya. Beberapa contohnya juga hampir sama dengan penggunaan kulit hewan lain seperti kambing, sapi, macan, dan lainnya.

Untuk kamu yang ingin lebih tahu apa saja contoh produk yang dibuat dengan kulit buaya ini, maka berikut di bawah ini beberapa poin yang bisa kamu simak dengan baik:

1. Gantungan Kunci Kulit Buaya

Gantungan Kunci Kulit Buaya

Ternyata kulit buaya juga dapat digunakan untuk membuat gantungan kunci lho. Tak ayal gantungan kunci dari kulit buaya ini tentu akan menjadi benda yang unik dan menarik yang bisa kamu miliki.

Jika kamu ingin mengoleksi benda dari kulit buaya, maka gantungan kunci ini bisa jadi pilihan yang tepat.

Gantungan kunci ini tentu harganya akan lebih terjangkau dibandingkan harga tas atau sepatu yang juga dibuat dengan kulit buaya.

2. Jaket Kulit Buaya

Jaket Kulit Buaya

Selain dijadikan sebagai gantungan kunci, kulit buaya juga memiliki pamor yang sangat baik untuk digunakan sebagai bahan jaket kulit.

Pemakaiannya mungkin tidak akan sehangat jaket dari kulit domba, namun untuk menjadi busana yang trend kamu bisa memilih jaket dengan bahan kulit buaya ini.

Meskipun begitu, kamu tetap bisa menemukan jaket kulit buaya dengan desain yang lebih hangat.

Biasanya, pembuatan jaket kulit buaya ini menyesuaikan dengan kebutuhan para pemesan.

Untuk membuat jaket kulit buaya, kamu akan membutuhkan bahan kain lain sebagai penunjang.

3. Sepatu Kulit Buaya

Kerajinan dari Kulit buaya

Bagi kamu yang hobi mengoleksi sepatu, kamu bisa mencoba membeli sepatu kulit buaya ini.

Umumnya, sepatu dari kulit buaya ini dibuat dengan bahan pendukung yang berkualitas tinggi.

Sehingga ketahanannya juga akan terjaga dengan baik, begitu pula dengan warnanya.

4. Tas Wanita dan Pria Kulit Buaya

Kerajinan Kulit Tas Tangan

Tidak hanya tas wanita, kulit buaya juga kerap dijadikan bahan pembuatannya tas pria. Dengan motifnya yang sangat unik, tas dari kulit buaya dianggap sebagai tas paling keren dan mahal.

Untuk pembuatannya, hampir sama dengan metode pembuatan tas kulit lainnya.

5. Dompet Kulit Buaya

Tas Wanita dan Pria Kulit Buaya

Untuk dompet ini, bahan kulit buayanya ada beragam. Ada yang menggunakan bahan kulit buaya air tawar, ada pula yang menggunakan kulit buaya air asin.

Jika kamu mendapati dompet dengan motif buaya yang tidak begitu menonjol, artinya jenis yang dipakai adalah kulir air tawar.

Teknik Pengolahan Kulit Buaya Menjadi Beragam Kerajinan

Teknik Pengolahan Kulit Buaya Menjadi Beragam Kerajinan

Pada beberapa contoh di atas, tidak dijelaskan terkait cara pembuatannya. Hal ini karena secara umum semua proses pengolahan kulit buaya menjadi produk adalah sama.

Jadi di bawah ini bisa kamu simak dan catat dengan baik beberapa tahapan teknik yang digunakan dalam memproses kulit buaya.

Untuk mengolah kulit buaya menjadi kerajinan memang membutuhkan waktu yang cukup lama, di bawah ini beberapa tahapannya:

1. Pengulitan

Proses pertama ini adalah proses untuk mendapatkan bahan kulit buaya itu sendiri.

Biasanya proses ini dilakukan oleh para penjual kulit, bukan pengrajin. Namun ada juga pengrajin yang sekaligus mengumpulkan kulit buaya sendiri.

2. Penyamakan

Setelah kulit sudah terlepas secara keseluruhan dari daging buayanya, maka selanjutnya perlu dilakukan penyamakan.

Maksud dari penyamakan adalah pembersihan kulit dari sisa-sisa daging dan lendir yang masih menempel pada kulit.

Untuk melakukan penyamakan, pengrajin bisa memilih untuk menggunakan mesin modern atau bisa juga dilakukan secara manual. Proses yang dilakukan secara manual akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama.

Meskipun begitu, banyak dari para pengrajin yang lebih memilih cara manual. Hal ini karena saat kulit disamak secara manual, maka kebersihan kualitas kulit akan lebih terjamin. Hasil kulit yang siap diolah juga jadi lebih halus.

Dalam hal ini, jika ukuran kulit buaya yang didapat cukup lebar dan memanjang, maka proses penyamakan yang diperlukan juga semakin lama.

Proses ini sangat penting untuk menghasilkan kualitas kulit yang bagus dan halus, karenanya harus dilakukan dengan sangat teliti.

3. Pengeringan dan Pemberian Warna

Mengingat kulit buaya yang dominan basah dan berlendir, maka perlu dilakukan proses pengeringan. Proses pengeringan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Perlu dilakukan hingga berhari-hari sampai kulit benar-benar dirasa bisa diolah jadi kerajinan.

Setelah kulit dirasa kering dengan sempurna, maka selanjutnya adalah proses pewarnaan. Zat warna yang dipakai tentunya adalah pewarna dengan kualitas tinggi dan tahan lama.

Proses pewarnaan hingga pengeringan cat warna ini juga butuh waktu hingga berhari-hari.

4. Pembuatan Pola

Setelah pewarnaan pada kulit sempurna, maka harus dibuat suatu pola untuk membuat target benda. Kamu bisa sesuaikan gambar pola dengan ukuran yang sesuai dengan target kerajinan yang akan dibuat.

Jika kamu belum mahir dalam menggambar, kamu bisa menggunakan bantuan bahan kertas karton terlebih dulu untuk menghasilkan pola gambar.

Pastikan kamu menggunakan pensil, untuk memudahkan penghapusan saat terjadi kesalahan.

Setelah pola tergambar pada kertas, maka kamu bisa aplikasikan gambar pola pada kulit buaya dengan metode penjiplakan.

5. Pembuatan Produk

Saat pola usai digambar dan dijiplak pada permukkan kulit, maka kulit harus dipotong dengan menyesuaikan bentuk pola yang telah ada.

Proses pun berlanjut hingga proses penjahitan, benang dan jarum yang digunakan untuk menjahit kulit ini juga harus disesuaikan dengan kulit itu sendiri.

Kemudian, benda bisa difinishing dengan mengelap dan membersihkan agar nampak lebih baru. Kamu juga bisa menambahkan beberapa pernak-pernik untuk tas atau dompet. Hal ini hanya untuk menambah kesan indah.

Jika dibutuhkan, kamu bisa menggunakan lem perekat juga saat proses pembuatan kerajinan. Lem perekat yang digunakan adalah lem kulit khusus yang sudah banyak dijual di pasaran.

6. Kerajinan Siap Jual

Umumnya, produk atau kerajinan dari bahan kulit buaya ini dijual dengan harga yang cukup tinggi. Namuan kisaran harganya ini bergantung pada tingkat kesulitan dan kualitas benda yang dibuat tersebut.

Untuk kulit buaya yang dibuat menjadi koper, tentu harganya akan lebih tinggi dibandingkan dengan gantungan kunci.

Dari beberapa proses teknik pembuatan kerajinan kulit buaya di atas, dapat diambil sebuah pelajaran bahwa proses memproduksi kerajinan tersebut butuh waktu yang lebih lama.

Hal ini tentu berbeda dengan bahan kulit hewan seperti domba dan sapi, yang mana prosesnya akan lebih cepat.

Kebanyakan bentuk kerajinan yang bisa dihasilkan dengan kulit buaya adalah produk kerajinan terapan. Artinya, kesan estetikanya muncul secara tersirat dari kerajinan yang dibuat tersebut.

Meskipun buaya terkesan menjadi hewan yang menakutkan, namun kulitnya bisa sangat bermanfaat bagi kehidupan, termasuk sebagai sumber mata pencaharian masyarakat lokal.

Boleh Copas, Wajib Terakan Sumber !!!

Tags :

Bagikan Artikel