Pinhome

7+ Contoh Kerajinan Bahan Keras Nusantara

Dipublikasikan oleh Nur Afika Cahya ∙ 19 June 2021 ∙ 13 menit membaca

Kerajinan bahan keras – Dinusantara banyak ditemukan pengrajin-pengrajin mulai dari pengrajin bahan keras hingga pengrajin yang berbahan dasar lunak.

Bahan keras merupakan salah satu kerajinan yang mampu mendatangkan pundi-pundi pendapatan.

Tidak sedikit banyak pengusaha kerajinan yang datang ke luar negeri dengan tujuan untuk menjual hasil dari kerajinan tangan yang berbahan keras.

Sedangkan untuk kerajinan lunak juga tidak kalah dengan kerajinan yang berbahan keras, karena kerajinan lunak juga memiliki nilai jual yang juga cukup tinggi.

Nah, pada kesempatan ini, saya akan mengulas mengenai produk kerajinan bahan keras dimulai dari pengertian, teknik, cara membuat hingga contoh hasil produk kerajinan bahan keras alami dan bahan keras buatan.

Adapun penjelasanya adalah sebagai berikut ini.

Apa Itu Kerajinan Bahan Keras?

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa kerajinan keras merupakan suatu hasil produk kerajinan yang bahanya berasal dari bahan-bahan keras.

Contoh bahan keras seperti kayu, bambu, besi, logan, dan lainya. Yang semua itu dapat dimanfaatkan untuk berbagai kerajinan.

Lantas apa saja jenis-jenis kerajinan keras itu?

Jenis Kerajinan Bahan Keras

Setelah kalian faham apa yang dimaksud dengan kerajinan bahan keras, maka berikut saya akan menjelaskan sedikit tentang jenis-jenis kerajinan bahan keras.
Berdasarkan jenisnya bahwa kerajinan keras terbagi menjadi dua macam yakni bahan keras alami dan bahan keras buatan.
Lalu apa yang dimaksud dengan bahan keras alami, maka barikut saya akan menjelaskan sedikit.
  • Bahan Keras Alami

Bahan keras alami merupakan bahan untuk pembuatan kerajinan yang pembuatannya menggunakan bahan baku alam.

Dalam hal ini untuk menciptakan sebuah hasil kerajinan maka bahan-bahan alam tersebut harus mengalami beberapa proses.

Yang tujuanya untuk menciptakan hasil suatu karya maksimum. Adapun untuk contoh-contoh bahan keras adalah sebagai berikut ini.

  • Contoh Kerajinan Bahan Keras Alami

Setelah kalian faham dengan apa yang dimaksud dengan bahan keras alami, maka berikut contoh bahan keras alami tersebut yang kalian perlu tahu.

  1. Kayu
  2. Biji-bijian
  3. Bambu
  4. Batu
  5. Kerang
  6. Tulang
  7. Rotan
  8. Pasir

“Ingat ya, bahwa kerajinan bahan keras terbagi menjadi dua macam, setelah kalian sudah faham dengan baha keras alami.

Maka berikutnya adalah contoh bahan keras buatan, adapun penjelasanya kalian bisa menyimaknya seperti dibawah ini”

  • Bahan Keras Buatan

Selanjutnya adalah bahan keras buatan merupakan bahan yang sengaja dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Untuk pembuatanya yakni harus melalui beberapa proses hingga menjadi kerajinan dengan bahan keras buatan contoh bahan keras buatan seperti besi, logam, emas dan masih banyak lagi.

Untuk rincianya kalian dapat melihatnya dibawah ini.

  • Contoh Kerajinan Bahan Keras Buatan

Setelah kalian faham dengan apa yang dimaksut dengan kerajinan bahan alam dan buatan, maka berikut contoh dari bahan buatan.

Adapun bahan keras buatan yang dipakai untuk kerajinan adalah sebagai berikut ini.

  1. Kaca
  2. Kaleng
  3. Logam
  4. Semen
  5. Kawat
  6. Timah
  7. Besi

“Nah, itulah yang merupakan jenis dan contoh-contoh dari kerajinan bahan keras alami dan buatan yang biasa dipakai untuk salah satu kerajinan dalam memenuhi sektor pasar”

Baca =>> Contoh Kerajinan Bahan Lunak

Tips Membuat Kerajinan Bahan Keras

Untuk membuat kerajinan bahan keras memanglah tidak dapat asal-asalan apalagi hasil dari kerajinan tersebut nantinya akan di dijual lagi.

Nah, bagi kalian yang ingin membuat kerajinan dari bahan keras. Saya berikan tips agar hasil kalian dapat maksimum dan bisa memiliki harga yang tinggi.

  1. Membuat Rancangan

Langkah pertama dalam pembuatan kerajinan bahan keras adalah awal dengan membuat rancangan objek atau karya yang akan buat sesuai dengan keinginan.

Rancangan yang bagus dan detail tentunya akan mampu menghasilkan karya yang lebih bagus lagi. Rancangan atau sketsa umunya digambar di sebuah kertas dengan sedetail-detail mungkin.

  1. Menyiapkan Alat dan Bahan

Selanjutnya adalah mempersiapkan semua peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan. Persiapakam alat dan bahan yang kualitas agar hasil yang didapat bisa maksimal.

  1. Membuat Kerajinan Sesuai Rancangan

Setelah semuanya siap, selanjutnya kita mulai membuat karya. Pertama buatlah sebuah bagian dasar terlebih dahulu dari suatu kerajinan sehingga nantinya akan mudah untuk dibentuk selain itu juga dapat mempercepat proses pembuatan.

  1. Tahap Penyelesaian

Tahap finishing atau tahap guna merapikan hasil karajinan, yakni dengan menghaluskan atau memberi hiasan dan beberapa tambahan lain sehingga meningkatkan kualitas kerajinan tersebut.

Teknik Membuat Kerajinan Bahan Keras

Dalam hal ini, terdapat beberapa teknik yang digunakan untuk membuat kerajinan bahan keras, diantaranya adalah :

  • Teknik Cor (Cetak Tuang)

Di Indonesia mulai mengenal teknik pengolahan perunggu ketika dimasa kebudayaaan perunggu mulai masuk ke Indonesia, tentunya termasuk teknik cor ini.

Dalam ini ada beberapa produk kerajinan dari bahan perunggu dimasa itu contoh sepertii gendering, perunggu, kapak, bejana, dan perhiasan-perhiasan.

Dalam teknik cor terbagi menjadi dua macam yang digunakanya diantaranya seperti :

  • Teknik Tuang Berulang (Bivalve)

Teknik yang digunakan untuk ini yaitu dengan menuang berulang kali yaitu dengan memanfaatkan dari dua buah keping cetakan yang terbuat dari batu, selain itu dapat digunakan berkali-kali sesuai dengan kebutuhan kita.

Cetakan yang dibuat dengan teknik tuang ini, dapat kita gunakan kembali meskipun sudah pernah digunakanya.

Pada teknik Bivalve seperti pada kegunaanya yakni digunakan untuk mencetak benda yang lebih sederhana saja, baik dari bentuk ataupun pada hiasannya contoh seperti wadah dan barang-barang lainya.

  • Teknik Tuang Sekali Pakai (A Cire Perdue)

Alat tuang sekali pakai merupakan teknik yang hanya dapat di lakukan sekali saja atau tidak dapat lebih, selain itu alat ini hanya khusus untuk perunggu saja, dan pada hal ini bentuk dan hiasannya lebih rumit diabanding yang lain.

Contoh benda ini seperti arca dan patung perunggu. Untuk menggunakan teknik ini, pertama kita harus membuat model yang berasal dari tanah dulu.

Kemudian model tersebut dilapisi dengan menggunkan lilin, dan ditutup lagi dengan menggunakan tanah liat, terakhir dibakar guna untuk mengeluarkan lilin tersebut sehingga nantinya akan menjadi rongga.

Selanjutnya tuangkan perunggu ke dalam rongga tersebut.

Terakhir cetakan tanah liat dapat dipecah jika sudah dingin sehingga nantinya akan terciptalah benda perunggu yang sesuai dengan keinganan kita atau sesuai pada cetakan yang kita buat.

Teknik sekali pakai ini hanya berguna untuk sekali saja.

  • Teknik Etsa

Kata Etsa yang berarti memakan, atau berkorosi, atau berkarat. Pada teknik etsa yang berarti merendam bahan-bahan logam dengan larutan etsa atau yang dikenalnya dengan bahan larutan asam.

Larutan asam terdiri dari larutan asam organik, asam mineral anorganik dan laruran campuran dari keduanya.  Pada sebagian larutan asam ini memiliki daya kikis yang baik terutama untuk benda-benda jenis logam.

Sedangkan pada beberapa asam lainnya hanya sedikit, bahkan terkadang tidak ada pengaruhnya sama sekali.

Berhasil atau tidaknya dalam mengetsa itu tergantung pada pengaturan, pengawasan dan ketelitian pada daya ketahanan larutan asam pengetsa. Contoh seperti :

  1. Penerapan bahan penolak asam pada sebuah benda logam.
  2. Cara dan ketrampilan dalam membuat desain, tujuan agar tetap terbuka melalui penggunaan resist atau (bahan pelindung).
  3. Dalam pengawasan membutuhkan perhitungan waktu, pengukuran dan pengikisan asam, tujuan dari hal ini agar gambar etsa dapat muncul di permukaan logam seusai dengan derajat keteraturan dan kedalaman yang sesuai keinginan kita.

Teknik Ukir

Teknik Ukir

Teknik ini merupakan teknik dalam tahap penggunaan yang melalui tahap proses pencukilan sehingga dengan demikian mampu membentuk cekungan atau cembungan sesuai dengan polanya.

Teknik ukir yang sudah dikenal sejak pada zaman Batu Muda, di Indonesia.

Dimasa itu sudah banyak peralatan-peralatan yang dibuat dari batu, contoh seperti perkakas-perkakas rumah tangga dan benda-benda seperti jenis gerabah.

Seperti pada umumnya benda-benda tersebut biasanya diberi ukiran geometris, seperti tumpal, lingkaran, garis, swastika, ziq zaq, segitiga dan masih lagi. Selain bermanfaat untuk hiasan, ukiran juga mengandung simbolis dan religius.

Berdasarkan dari jenisnya, teknik ukir terbagi menjadi beberapa jenis dinataranya adalah : ukiran tembus, ukiran rendah, ukiran tinggi, dan ukuran utuh.

  • Teknik Ukir Tekan

Teknik ukir tekan merupakan sebuah teknik dalam proses pembuatan hiasan di atas permukaan plat logam tipis dengan ketebalan 0,2 mm.

Sedangkan untuk logam plat kuningan ketebalan hingga mencapai 0,4 mm untuk plat logam tembaga.

Alat untuk teknik ukir tekan ini, berasal dari tanduk sapi dan kerbau, yang sudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan ukir tekan. Selain itu kita juga dapat menggunakan bambu ataupun kayu sebagai bahan ukir tekan.

Cara menggunkan alat ukir tekan, kita hanya cukup menekan pada permukaan benda tersebut dengan mengikuti bentuk sesuai motif dari gambar yang telah kita ditentukan itu saja.

  • Teknik Bubut

Teknik bubut merupakan teknik yang membutuhakan alat pahat atau bubut yang berfungsi untuk mengiris, menggaruk dan membentuk benda-benda sesuaui dengan keinginan yang sudah ditentukanya.

Kelebihan teknik bubut ini mampu menghasilkan karya kerajinan yang simetris, bulat dan rapi sehingga banyak yang menyukainya.

Berikut adalah contoh karya kerajinan dengan teknik bubut seperti asbak kayu, vas bunga dari kayu, dan benda-benda mainan lainya.

  • Teknik Anyam

Teknik anyam merupakan sebuah teknik kerajinan yang biasa dilakukan dengan cara menumpang tindihkan atau yang dikenalnya dengan teknik menyilang-nyilangkan bahan-bahan.

Sehingga menjadi suatu karya anyaman yang indah dan rapi. Teknik anyaman ini menggunakan bahan yang bersifat keras seperti : bambu, rotan, plastic dan lainya.

Contoh Kerajinan Bahan Keras

Contoh aneka ragam produk yang dihasilkan dari kerajinan bahan keras. Berikut adalah beberapa contohnya diantaranya:

1. Kerajinan Logam

Logam yang memiliki sifat keras, sehingga dengan demikian pengolahannya pun membutuhkan teknik yang mungkin sedikit rumit, karena dalam teknik ini juga memerlukan proses tahap pembakaran atau pemanasan.

  • Contoh Bahan logam

Seperti besi, perunggu, emas, perak dan lain sebagainya.

  • Teknik Kerajinan Bahan Keras

Dengan menggunakan sistem cor, ukir, dan tempa yakni teknik yang sesuai dengan bentuk yang sudah ditentukanya.

  • Fungsi kerajinan

Kerajinan logam biasanya seringa digunakan untuk bahan pembuatan perhiasan dan aksesoris lainya, yang kemudian berkembang menjadi benda hias dan fungsional seperti:

Gelas, wadah, bahkan hingga simbol kejuaraan-kejuaraan tertentu.

2. Kerajinan Bahan Keras dari Kayu

Hutan yang yang ada di Indonesia tentunya menjadikan negara kita sebagai ladang bahan kayu terbesar.

Dan begitu pula dengan karya kerajinan ukir yang banyak menggunakan bahan utama dari kayu-kayu yang ada di hutan kita indonesia.

  • Bahan Kayu

Kayu yang biasa digunakanya adalah seperti kayu jati, kayu mahoni, waru, sawo, nangka dan masih banyak lagi.

  • Teknik Bahan Keras

Teknik ini hanya menggunakan teknik tatah ukir saja.

  • Fungsi kerajinan

Kerajinan berbahan kayu selain menjadi benda yang memiliki kegunaan lain, juga dapat digunakan sebagai benda-benda hias seperti mainan dan pernak-pernik lainya.

3. Kerajinan Bambu

Di Indonesia, sudah menggunakan bambu untuk berbagai kebutuhan sejak zaman dahulu, dimulai dari yang sederhana hingga yang rumit-rumit sekaligus.

Berbagai hasil produk kerajinan yang bernilai seni dan ekonomi yang tinggi banyak sekali kerajinan tanagan yanag berasal dari bahan bambu.

Contoh saja produk anyaman dari Indonesia yang sudah digemari oleh mata dunia dengan berbagai motif dan bentuk yang unik dan menarik.

  • Teknik Kerajinan Bahan Keras

Teknik dalam pembuatan kerajinan bahan alami yakni dengan teknik anyaman dan teknik temple saja.

  • Fungsi kerajinan

Biasanya aneka produk dari bambu lebih sering dibuat sebagai peralatan rumah tangga dan sebagai benda hias lainya.

Baca =>> Cara Membuat Bingkai Foto dari Kardus 

4. Kerajinan Rotan

Rotan merupakan salah satu hasil darai kekayaan alam di Indonesia, terutama pada sebuah Pulau Kalimantan yang paling banyak menghasilkan rotan.

  • Teknik Kerajinan Bahan Keras

Tumbuhan rotan yang kuat dan lentur, sehingga menjadikannya bahan tersebut sangat cocok untuk benda kerajinan tangan. Untuk teknik yang digunakanya adalah teknik menganyam atau anyaman.

  • Fungsi Kerajinan

Produk kerajinan tangan dari rotan biasanya lebih sering digunakan pada kebutuhan rumah tangga contoh seperti, meja kursi, lemari, tempat makanan, dan lain sebagainya.

5. Kerajinan dari Batu

Selain kayu dan rotan di indonesia juga terdapat sumber alam yakni yang berupa bebatuan.

Dari berbagai jenis batu yang ada di daerah kita, ternyata Pulau Kalimantan merupakan pulau yang mampu menghasilkan bebatuan warna yang unik.

Batu hitam yang keras dan batu padas yang berwarna putih dan coklat serna memiliki sifat yang lunak, yang dapat kita manfaatkan sebagai salah satu bahan produk kerajinan.

  • Teknik Kerajinan

Dalam teknik pengolahan bebatuan seperti pada umumnya teknik yang digunakanya yakani dengan teknik pahat dan teknik ukir.

  • Fungsi kerajinan Bahan Keras

Kerajinan batu juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu jenis bahan hiasan interior dan eksterior. Selain itu produk kerajinan dapat dibuat untuk perlengkapan aksesoris busana atau penghias benda lainya.

6. Kerajinan Kaca Serat (Fiberglass)

Kaca serat atau fiberglass merupakan sebuah serat gelas yang berupa kaca cair yang sudah di olah menjadi bentuk serat-serat tipis.

Serat ini pada dasarnya diolah untuk menjadi benang atau bahan tenun selanjutnya menjadi kain yang siap menhadi bahan pakaian kita.

Kemudian, diolah lagi sehingga dapat menjadi bahan yang lebih kuat dan mampu bertahan terutama terhadap korosi. Dalam proses pembuatan kerajinan fiberglass juga memerlukan beberapa campuran laiya, contoh seperti :

  • Cairan Resin atau minyak jenis resin yang bahan dasarnya dari minyak bumi dan residu
  • Katalis, met, serat fiber, polish atau sabun krim silicon kegunanya sebagai bahan pembuatan cetakan
  • Talk untuk memekatkan warna.

Dalam hal ini cara membuatnya harus dengan perbandingan supaya nantinya dapat memperoleh hasil yang maksimum dan lenih baik lagi.

Jika pada zar cair atau resin dan katalis dicampur, maka dengan demikian akan dapat berekasi dari cair berubah menjadi padat dan keras dan berwarna bening serta mengkilap.

7. Kerajinan Bahan Keras dari Bambu

Ada banyak cara dalam membuat kerajinan dari bambu yang dapat kita manfaatkan sebagai ide pokok dalam menciptakan sebuah kreatifitas kerajinan yang unik.

Pada dasarnya bahan bambu adalah bahan yang mudah untuk diutak-atik kerana sifatnya yang memang kuat dan lentur.

8. Kerajinan Bahan Keras Dari Kaleng

Salah satu upaya yang dapat menangani pencemaran lingkungan adalah dengan cara melakukan pendaur ulangan pada suatu barang bekas atau barang yang terbuang dan tidak terpakai.

Kita dapat melakukan hal tersebut terutama untuk mengubah barang bekas kaleng menjadi barang kerajinan.

Mungkin tanpa kita sadari bahwa barang bekas kaleng dapat disulap menjadi beberapa kerajinan yang unik dan menarik berikut adalah beberapa hasil kerajinan bahan keras dari kaleng.

  1. Tempat lilin dari bahan kaleng
  2. Tempat alat lukis dari bahan kaleng
  3. Panggangan mini dari kaleng bekas
  4. Ornamen lampu lilin dari kaleng bekas
  5. Lonceng angin dari kaleng bekas
  6. Tempat sendok dan garpu dari kaleng bekas
  7. Kompor mini dari kaleng bekas
  8. Jam klasik dari kaleng
  9. Kap lampu dinding
  10. Pot bunga gantung dari kaleng bekas

Lihat juga bagaimana kardus bekas diubah menjadi bingkai foto yang unik dan berbagai Produk Unik Kerajinan dari Bambu.

Baca =>> Ide Kreatif Bingkai Foto dari Stik Es Krim

Prinsip Kerajinan Bahan Keras

Salah satu prinsip hasil dari kerajinan bahan keras salah satunya yakni untuk menciptakan suatu kerya kerajinan yang bermanfaatkan.

Baik bermanfaat dalam kebutuhan pasar, ekonomi, maupun dalam sektor perhiasan. Sehingga prinsip dari para pengarajin dari baha keras yakni membuat karya kerajinan semaksimal mungkin.

Adapun prinsip dari kerajinan bahan keras adalah sebagai berikut ini.

  • Menciptakan Keunikan Kerajinan
  • Minciptakan Kaulitas Kerajinan
  • Hingga Memiliki Nilai Produk Kerajinan

Aspek Rancangan dalam Produk Kerajinan

Hasil kerajinan tentu memiliki banyak faktor dan pertimbangan sehingga seorang pengrajin mampu menciptakan banyak kerajinan.

Adapaun fakor dan pertimbanganya adalah sebagai berikut ini.

Faktor Teknis

  • Metode produksi yang dikuasai
  • Penerapan mesin dan manual
  • Tingkat ketrampilan para SDM

Faktor Ekonomis

  • Pemasaran yang bersaing
  • System distribusi

Faktor Ergonomis

  • Kenyamanan
  • Keamanan
  • Kesesuaian

Faktor Sains & TeknologI

  • Unsur kebaruan
  • Mengikuti perkembangan

Faktor Estetika

  • Penampilan keindahan
  • Daya pikat

Faktor Llingkungan

  • Nilai kebudayaan
  • Kondisi lingkungan

Fungsi Kerajinan Bahan Keras

Fungsi produk kerajinan dari bahan keras diantara adalah :

  • Benda Pakai

Sebuah hasil produk kerajinan diciptakan untuk memprioritaskan fungsi dan kegunaan. Dalam unsur keindahaan pada produk ini hanya sebagai pendukung dari hasil kerajinan.

  • Benda Hias

Untuk hasil produk kerajinan hanya dapat digunakan untuk benda hiasan atau pajangan. Jenis produk ini lebih menonjolkan dari sisi keindahan daripada aspek kegunaan atau segi fungsinya.

Akhir Kata

Setiap kerajinan entah itu apa jenisnya, baik kerajinan bahan keras ataupun bahan lunak tentu memiliki nilai tersendiri.

Sehingga jangan heran jika kita sering menemukan sebuah hasil kerajinan dengan harga bandrol yang tinggi.

Nah, cukup sekian pembahasan kali ini dengan tema contoh kerajinan bahan keras. Semoga apa yang sudah kita ketahui ini dapat bermanfaat, demikian Terima Kasih.

Tags :

Bagikan Artikel