Pinhome

Kerajaan Mamluk di bawah pemerintahan Bani Bibarisiah

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 29 March 2018 ∙ 3 menit membaca

Kerajaan Mamluk di bawah pemerintahan Bani Bibarisiah – Pusat kekhalifahan Islam akhirnya berada di Kairo setelah Baghdad hancur total oleh tentara Mongol. Setelah Qutuz digulingkan oleh Baybars, Kerajaan Mamluk bertambah kuat. Bahkan, Baybars mampu berkuasa selama tujuh belas tahun dari tahun 657 H/1260 M sampai 676 H/1277 M, karena mendapat dukungan militer dan tidak ada mamluk yang senior lagi selain Baybars.

Kejayaan yang diraih pada masa Baybars adalah memporak-porandakan tentara Salib di sepanjang Laut Tengah, Assain di Pegunungan Siria, Cyrenia (tempat berkuasanya orang-orang Armenia dan kapal-kapal Mongol di Anatolia.

Terlebih lagi Baybars adalah menghidupkan kembali kekhalifahan Abbasiyah di Mesir setelah Baghdad  dihancurkan oleh pasukan Mongol di bawah Hulagu Khan pada tahun 1258.

Pemerintahan Mamluk selanjutnya dipimpin oleh Bani Bibarisiah. Diawali oleh Azh-Zhahir Bibaris mengundang Ahmad, anak Khalifah Bani Abbasiyah Al-Zhahir ke Kairo.

Sebelumnya, Ahmad melarikan diri dari Baghdad setelah dihancurleburkan oleh orang-orang Mongolia, kemudian dia dibaiat sebagai khalifah dan diberi gelar Al-Mustanshir pada tahun 659 H/1260 M.

Tujuan dilakukannya hal itu oleh Babiris adalah untuk menguatkan pusat kekuasaan di Kairo dan menarik dukungan negeri-negeri Islam yang lain serta melindungi kursi kekuasaan Mamluk dengan legalitas syariah. Setelah itu, Bani Abbasiyah secara berturut-turut berkuasa dengan jumlah khalifah sebanyak 18 orang antara tahun 659-923 H/1260-1517 M.

Tidak begitu banyak yang berarti Kerajaan Mamluk di bawah pimpinan Bani Bibarisiah adalah Sultan Al-Mansur Qalawun (678 H/1280 M – 689 H/1290 M), yang telah menyumbangkan jasanya dalam pengembangan administrasi pemerintah, perluasan hubungan luar negeri untuk memperkuat posisi Mesir dan Syam di jalur perdagangan internasional. Sultan Qalawun berhasil mewariskan tahtanya kepada keturunannya.

Hal ini terjadi berkat keberadaan 12.000 Mamluk Burji yang memang dipersiapkan untuk melindungi kepentingan pribadinya. Sultan Mamluk yang memiliki kejayaan dan prestasi lainnya dari garis Bani Qalawun adalah putra pengganti Qalawun, yakni Nashir Muhammad (696 H./1296 M.). Sultan memegang tampuk pemerintahan selama tiga kali dan mengalami dua kali turun tahta.

Masa setelah Bani Qalawun, tampuk pemerintahan Mamluk dipimpin oleh Mamluk keturunan Muhammad hingga 9 sultan. Kesembilan sultan ini hanyalah simbol nama dan tidak berpengaruh terhadap masyarakat umum lainnya.

Dalam analisis Ahmad Al-Usairy, “mereka tidak memiliki daya dan upaya, pandangan maupun kebijakan apapun “, sampai sultan terakhir dari Dinasti Mamluk yang berasal dari Bani Sya’baniyah, Al-Shalih Hajj Asyraf bin Sya’ban sekitar tahun 791 H./1388 M. digulingkan oleh Sultan Barquq yang menjadi cikal bakal sultan pertama pada pemerintahan Mamluk Burji.

5 peristiwa penting masa pemerintahan Bani Bibarisiah

Diantara peristiwa penting pada masa ini (terutama pasca-Qalawun) sebagaimana tulisan Ahmad Al-Usairy adalah sebagai berikut:

  1. Pada tahun 667 H/1268 M, Al-Zhahir Babiris mampu meluaskan pengaruhnya di Hijaz.
  2. Antara tahun 660-690 H/1261-1291 M, orang-orang Mamluk menggempur kaum Salibis dan berhasil mengambil kembali beberapa kota di Syam yang masih berada di tangan pihak luar.
  3. Pada tahun 680 H/1281 M, Manshur Qalawun berhasil menghancurkan pasukan Tartar dengan sangat telak.
  4. Pada tahun 702 H/1312 M, An-Nashir Muhammad bin Qalawun berhasil menakhlukkan kepulauan Arwad dan mengusir orang-orang Salibis dari sana.
  5. Pada tahun yang sama pasukan Tartar juga dikalahkan dengan sangat telak pada perang Syaqhat di dekat Damaskus (ikut dalam perang Syaikul Islam Ibnu Taimiyah).

Di bawah ini adalah tabel Sultan yang pernah berkuasa di Kerajaan Mamluk:

Daftar Sultan di Kerajaan Mamluk
Daftar Sultan di Kerajaan Mamluk

Berakhirnya Mamluk Bahri disebabkan oleh Sultan Shalih Hajj bin Sya’ban (1381 – 1309) yang masih kecil dan hanya memerintah selama dua tahun. Setelah itu, diganti sultan lain sampai akhirnya Sultan Barquq menguasai dan mengakhiri Dinasti Mamluk Bahri.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Kuasa Pengambilan BPKB Motor dan Mobil

Surat-menyurat tak cuma digunakan di perkantoran, tapi administrasi publik juga, seperti halnya den

Kecantikan
Kecantikan 13 Trend Model Rambut Mullet Wanita Edgy

Model rambut mullet wanita, kini mulai wara-wiri menjadi salah satu tren yang digemari, khusunya un

Edukasi
Edukasi Surat Izin Orang Tua untuk Bekerja & Cara Membuatnya

Berkas administrasi yang diperlukan sebelum bisa mulai bekerja di sebuah perusahaan itu berbeda sat

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Keterangan Sakit yang Benar

Sakit merupakan satu kondisi yang tak bisa dihindarkan. Hal ini tentu membuat tubuh malas dan tak n

Kecantikan
Kecantikan 15 Model Rambut Pria Undercut yang Menggoda Wanita

Tidak kalah dengan wanita, model rambut pria juga cukup beragam, Pins! Salah satu yang digemari par

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia