Pinhome

Kerajaan Kutai

Dipublikasikan oleh Ramadhanti ∙ 12 August 2021 ∙ 12 menit membaca

Sekarang kita hidup dan tinggal dilingkungan yang serba moderen dan serba instan. Seiring berkembangnya teknologi dan bertambahnya usia zaman, kisah kehidupan zaman dahulu sudah mulai tertimbun.

Banyak generasi milennial seperti kita melupakan sejarah yang pernah menginjak bumi pertiwi ini. Seperti kisah Kerajaan Majapahit, Kerajaan Demak, Kerajaan Aceh, termasuk Kerajaan Kutai.

Nah, demi mengingat nilai-nilai dalam kehidupan kerajaab sebelumnya, di artikel ini kami akan membahas Kerajaan Kutai, mulai dari sejarah, nama-nama raja, masa kejayaan, sistem pemerintahan, peninggalan, hingga masa runtuhnya kerajaan.

Sejarah Pendirian Kerajaan Kutai

Sumber: iphedia.com

Kerajaan Kartanegara adalah kerajaan yang juga bisa disebut kerajaan leluhur karena menjadi kerajaan tertua di Indonesia.

Karena itu, kerajaan ini tidak akan mudah luput dari ingatan masyarakat. Kerajaan ini adalah pemerintahan yang sangat berpengaruh di lingkaran pemerintah Indonesia.

Kutai, merupakan sebuah nama yang yang diambilkan dari tempat ditemukannya salah satu prasasti pada kala itu. Sebenarnya nama ini belum sepenuhnya ditetapkan, namun berhubung informasi yang terkait dengan kerajaan Kutai sangatlah terbatas.

Jadi, para ahli sepakat untuk memberikannya nama Kerajaan Kutai. Kerajaan ini lebih dikenal berdasarkan penemuan prasasti Yupa atu pilar 7 unit.

Prasasti ini berisi prasasti dalam bahasa Sanskerta dan huruf Pallawa, dimana ia menggambarkan bagaimana kehidupan kota selama masa kerajaan Kutai, seperti kondisi sosial, politik, budaya dan ekonomi.

Baca juga: 25+ Peninggalan Kerajaan Majapahit Yang Paling Bersejarah

Silsilah Kerajaan Kutai

Tercatat dalam sejarah bahwa Kerajaan Kutai telah dipimpin oleh 3 sosok yang membawa perubahan besar pada perkembangan kerajaan.

Ketiga sosok ini bermula dari raja yang bernama Kudungga. Beliau memiliki peran yang sangat besar dalam perubahan Kerajaan Kutai, seperti perubahan sistem yang diterapkan pada masa pemerintahannya.

Pada awal mula, kerajaan ini bukanlah penganut sistem kerajaan/ kepemimpinan tertinggi berada pada tangan sang raja. 

1. Raja Kudungga

Awalnya masyarakat Kutai menganut sistem kepala suku.  Lalu kemudian, datanglah budaya Hindu yang perlahan mulai diikuti oleh masyarakatnya. Hal ini lah yang menyebabkan Kepala Suku atau Raja Kudungga, merubah sistem pemerintahan menjadi kerajaan.

Dan mulai dari sinilah seluruh pengganti raja akan dipilih secara turun temurun dari kalangan keluarganya. Setelah masa rasa Kudungga, pemerintahan kerajaan digantikan oleh anaknya yang bernama Raja Asmawarman.

2. Raja Asmawarman

Dalam sejarah atau tepatnya di Prasasti Yupa menjelaskan bahwa Raja Asmawarman telah melakukan perluasan wilayah kerajaan.

Perluasan wilayah ini dilakukan dengan hal yang sangat unik, pasalnya Raja Asmawarman membuat suatu kegiatan yang didalamnya dilakukan pelepasan kuda.

Dari kuda yang dilepaskan itu jejak dari kaki kuda akan dijadikan sebagai batas wilayah kerajaan. Kegiatan ini pada masanya dikenal dengan nama Upacara Asmawedha.

Baca juga: Tentang Kerajaan Kediri dan Rajanya

3. Raja Mulawarman

Dalam masa pemerintahan Mulawarman, raja ini sangat banyak memberikan kontribusinya pada kerajaan. Rakyat kala itu merasakan kehidupan yang tentram dan nyaman.

Sampai suatu saat kerajaan mengalami masa kejayaannya, dimana diadakan suatu kegiatan berupa kurban emas yang sangat melimpah.

Letak Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai telah terkenal sebagai salah satu kerajaan yang tertua di Indonesia. Kerajaan ini memiliki popisi yang sangat strategis, yakni berada di pinggiran Sungai Mahakam, tepatnya terletak di Kecamatan Muarakaman, Kutai, Kalimantan Timur.

Dengan letaknya yang strategis membuat kerajaan ini menjadi centra lalu lintas perdagangan internasional. Banyak kerajaan besar seperti India dan Cina memanfaatkannya untuk saling meraup keuntungan dengan berdagang di wilayah ini.

Kerajaan Kutai juga sangat berterimakasih pada mereka, karena dengan adanya lalu lintas perdagangan membuat kerajaan ini menjadi berkembang dengan sangat pesat. 

Dari perkembangan ini mulai lahirlah budaya dan kebiasaan baru dari rakyat Kutai karena terciptanya akulturasi dari para pedagang luar negeri.

Salah satu contohnya adalah munculnya agama Hindu. Ajaran Hindu yang dibawa oleh kerajaan India mulai masuk dan dianut oleh rakyat Kutai sehingga Kerajaan Kutai disebut juga dengan kerajaan Hindu.

Baca juga: Tokoh sejarah Kerajaan Kutai di Indonesia

Sistem Pemerintahan Kerajaan Kutai

Awal mula sistem pemerintahan yang diterapkan dimasa ini adalah suku dan pemimpinnya disebut sebagai kepala suku.

Kemudian berubah menjadi sistem kerajaan, yang mana hal ini juga merupakan imbas dari akulturasi yang dihasilkan dar proses perdagangan internasional dengan Kerajaan India dan Cina.

Masa Kejayaan Kerajaan Kutai

Masing-masing kerajaan di Indonesia memiliki masa kesuksesannya tersendiri, termasuk pada Kerajaan Kutai yang mencapai masa kejayaannya ketika dipimpin oleh Raja Mulawarman.

Tetapi periode kesuksesan ini bertepatan dengan keberhasilan pemerintahan besar seperti Kerajaan Majapahit dan Singorasi, dan kemudian Kerajaan Kutai di bawah naungan Dinasti Kudungga menghilang.

Yang kita tahu bahwa Kudungga merupakan kerajaan Campa dari Kamboja, untuk Aswawarman merupakan anak dari Kudungga (sekaigus menjadi raja pertama dikerajaan Kutai) dikenal dengan panggilan “Wangsakerta”. Namun sebagian sejarah juga menyatakan bahwa Kudungga lah yang menjadi raja pertama Kerajaan Kutai.

1. Pencapaian Dalam Aspek Agama

Pada masa nenek moyang, masyarakat sangat kental dengan hal yang berbau religi. Hal ini ditandai dengan adanya salah satu Prasasti Yupa yang disakralkan dan digunakan untuk pemujaan Dewa Siwa. Pada masa Kerajaan Kutai, rakyatnya merupakan penganut ajaran Hindu Siwa.

2. Keberhasilan Bidang Sosial Budaya

Dalam hal sosial budaya Kerajaan Kutai bisa dibilang sangat maju, disamping mereka mendapat pengaruh tentang agama Hindu, mereka juga mendapatkan hal dalam kehidupan sosial budayanya.

Sebelum Kerajaan Kutai menerima ajaran Hindu dari India, orang-orang menggunakan pemimpin suku mereka sebagai pemimpin mereka. Tetapi setelah kedatangan budaya dari India, akulturasi budaya, tradisi, dan bahasa berkembang, mereka menjadi tunduk dan patuh kepada raja.

Ada juga orang-orang yang mulai memahami bahasa Sanskerta, hingga hal ini lah yang meruntuhkan tradisi Beseprah (berkumpul dan makan bersama dan berbaring di atas tikar di depan Istana Kutai).

Selain itu, yang mulanya rakyat dibedakan dalam beberapa kelas atau kasta, setelah terjadi proses akulturasi, mereka dapat duduk bersama dan memilih suatu hal yang disukai.

3. Sukses di Bidang Politik

Keberhasilan Kerajaan Kutai di bidang politik dapat dilihat dengan membaca salah satu prasasti Yupa yang memiliki daftar raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Kutai. 

Tulisan daftar nama raja yang ada di Yupa merupakan hasil capaian dari usaha stabilisasi politik yang dilakukan oleh Raja Mulawarman.

4. Masa Kejayaan dalam Ekonomi

Mula-mula rakyat Kerajaan Kutai hanya mengadalkan peternakan sebagai penghasilan utama. Namun kemudian mereka menyadari bahwa ada potensi lain yang bisa dijadikan mata pencarian utama.

Seperti mulai merambahnya dalam bidang perdagangan dan pertanian (cocok tanam). Pertanian ini berdasarkan bukti kesuburan tanah saat digunakan bertani ditepian sungai Mahakam.

Peninggalan Kerajaan Kutai

Sumber: okezone.com

Berikut adalah beberapa warisan kerajaan Kutai yang ada di Indonesia:

NoDaftar Peninggalan Kerajaan Kutai
1Meriam Sultan Kutai (Cannon)
2Keramik Kuno Tiongkok
3Prawoto Gajah halus
4Arca Bulus
5Prasati Yupa
6Ketopong Sultan
7Kalung Ciwa
8Kalung Uncal
9Peninggalan Kura Kura Emas
10Kelambu kuning
11Tahta Sultan
12Keris Bukit
13Tali Juwita
14Pedang Sultan
15Kursi Raja
16Tombak Majapahit
Tabel nama peninggalan kerajaan kutai

1. Meriam Sultan Kutai (Cannon)

Kita ketahui bersama bahwa meriam merupakan senjata utama dalam pertempuran, pada masa kerajaan ini terdapat 4 meriam yang masih ada sampai sekarang. Meriam-meriam ini bernama : 

  • Meriam Sri Gunung
  • Meriam Gentar Bumi
  • Meriam aji entong 
  • Meriam Sapu Jagat

Meriam inilah yang terus dijaga dan dirawat. Peninggalan ini menjadi bukti bisu sebagai bagian dari pertahanan Kutai.

Baca juga: 11 Peninggalan Kerajaan Banten yang Masih Ada

2. Keramik Kuno Tiongkok

Dahulu, Kerajaan Kutai dan Kekaisaran Cina telah melakukan hubungan perdagangan. Bukti dari hubungan ini berupa Keramik Kuno yang berjumlah ratusan, keramik ini ditemukan di kawasan Danau Lipan. Kemudian disimpan di ruang bawah tanah Museum Mulawarman Tenggarong, Kutai Kartanegara sebagai warisan dunia.

3. Prawoto Gajah halus

Tidak hanya terkait dengan pemerintah asing, tetapi pemerintah Kutai juga menjalin hubungan dengan pemerintah Jawa yang ada.  Ini bisa dipelajari melalui relokasi Kerajaan Kutai melalui beberapa hal seperti: 

  • Gajah Prawoto halus
  • Keris
  • Jenderal
  • Topeng
  • Wayang Kulit
  • Barang-barang yang terbuah dari kuningan dan Perak

4. Arca Bulus

Arca Bulus merupakan peninggalan yang sampai sekarang tidak diketahui kejelasannya, dikarenakan bukti yang dimiliki kurang lengkap. Untuk itu prasasti ini belum diketahui asal usulnya, namun tetap menjadi salah satu peninggalan Kutai.

5. Prasasti Yupa

Pilar batu besar dengan patung 7 adalah deskripsi kasar dari prasasti Yupa. Prasasti Yupa adalah warisan Kerajaan Kutai tertua sebagai bukti Pemerintah Hindu di Kalimantan.

Fungsi batu ini digunakan untuk mengikat korban manusia atau hewan untuk dipersembahkan oleh para dewa. Di sekeliling batu ada ukiran yang ditulis dalam huruf Sansekerta atau Pallawa. 

Namun, tulisan dari ke 7 tiang baru tersebut tidak satu pun mencamtumkan tanggal pembuatannya. Untuk itu hingga sekarang masih menjadi perkiraan mengenai tanggal pembuatan batu-batu ini.

Prasasti Yupa berisi kisah-kisah kehidupan politik pada saat itu. Salah satu perjalanan raja pertama, Raja Kudungga. Raja Kudungga memiliki anak bernama Asmawarman, dan dia mempunyai 3 anak, yang dikenal dengan sebutan “tiga api suci”.

Pada Yupa terdapat satu tulisan bahwa dalam pemerintahan Asmawarman, ada satu proses upacara Aswamedha yang berisikan pelepasan kuda sebagai bentuk penentu batas wilayah Kerajaan.

Dari ketiga anak Aswawarman ada seorang yang memiliki sifat sangat tegas, kuat, sabar dan mahar untuk raja dipersembahkan kurban Bahu Suwarnakam, dialah Raja Mulawarman.

Baca juga: 4 peninggalan sejarah bercorak agama Hindu

6. Ketopong Sultan

Tahun 1890 telah ditemukan sebuah mahkota dari emas yang berhiaskan permata beratnya hampir mencapai 2kg, dikenal dengan nama Ketopong Sultan. Benda ini pernah dikenakan oleh Sultan Aji Muhammad Sulaiman di tahun 1845-1899, dan pernah dipakai oleh Sultan Kutai Kartanegara.

Sekarang Ketopong yang asli ini telah diamankan di Museum Nasional Jakarta, sedangkan yang palsu ditempatkan di Museum Mulawarman.

Ciri-ciri mahkota ini adalah di bagian belakang terdapat hiasan anting berbentuk elang dengan ornamen bunga, burung, dan rusa. Pada bagian depan berbentuk meru dengan motifspiral dan kombinasi motifsulur.

Tertuliskan dalam buku karya Carl Bock berisi “pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman terdapat 6 hingga 8 orang yang memiliki tugas khusus membuat ukiran emas dan perak untuk para sultan (tercantum pada buku The Head Hunters of Borneo)

7. Kalung Ciwa

Tahun 1890 merupakan tahun ditemukannya benda bersejarah ini. Atau lebih tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Danau Lipan, Muara Kaman. Pada masanya, kalung ini difungsikan untuk perhiasan dalam sebuah pesta pengakatan raja baru.

8. Kalung Uncal

Kalung Uncal tercatat dalam sejarah berasal dari India yang memiliki nama “Unchele”. Kalung ini berbobot 170 gram yang terbuat dari emas dengan hiasan liontin relief cerita Ramayana.

Kalung ini difungsikan sebagai penentu sah atau tidaknya pelantikan Raja dan sebagai aksesoris Kerajaan Kutai Martadipura, sekaligus dikenakan oleh Sultan Kutai Kartanegara setelah berhasil menumbangkan kerajaan Kutai Martadipura.

Kalung Uncal akan dikenakan raja ketika dalam 2 kondisi. Pertama penobatan dan kedua pernikahan. Serta tidak ada satu orang yang boleh memakai kalungini selain Sultan dan Raja.

Perlu kalian ketahui bahwa kalung ini sangat sakral, saat hendak digunakan, pemakainya harus melewati serangkaian prosesi upacara seperti membakar kemenyan dan dibacakan mantara (Basawai). Kalung ini hanya bejumlah 2 buah, satu dipakai oleh Dewi Shinta dan Sri Rama.

9. Peninggalan Kura-kura Emas

Kura-kura emas merupakan simbol persembahan atau mahar yang diberikan mempelai pria kepada calon istrinya. Dalam konteks ini dari pangeran kerajaan Cina untuk putri Raja Kutai (Aji Bidah Putih).

Hadiah yang diberikan kepada pengantin wanita tidak hanya kura-kura emas yang terbuat dari emas 23 karat, tetapi juga benda atau artefak unik.

Fungsi lain dari Kura-kura Emas adalah untuk melambangkan penobatan Sultan Kutai Kartanegara, serta simbol inkarnasi Dewa Wisnu.

Tertulis dalam sejarah bahwa peninggalan kerajaan Kutai yang satu ini ditemukan di Long Lalang salah satu daerah di hulu Sungai Mahakam.

10. Tahta Sultan

Dengan spanduk, kelambu dan kontes, pengiring pengantin Kutai Keraton melengkapi tahta sultan. Tahta diduduki oleh Sultan Ajim Muhammad Sulaiman, Sultan Aji Muhammad Parikesit, dan beberapa raja Kutai lainnya. Jika kalian ingin melhat peninggalan kerajaan Kutai yang satu ini, bisa ditemukan di Museum Mulawarman.

11. Kelambu kuning

Pada masa kerajaan Kutai ada beberapa benda yang dianggap sakral dan memiliki daya magis, kemudian benda itu disimpan didalam sebuah kelambu kuning. Mereka beranggapan bahwa jika tidak disimpan di sini akan menimbulkan bala dan tuah. Beberapa di antaranya adalah Sangkoh Paitu, Gong Raden Galun, dan cloud Keliau Aji Siti.

12. Keris Bukit

Menurut kisah asli Natal Kang Kang dari temuan di sungai gong, ditemukan bersama bayi perempuan, dan telur ayam. Keris ini dahulu dipakai oleh Permaisuri Aji Putri Karang Melenu (istri dari Raja Kutai Kartanegara pertama

13. Tali Juwita

Nama Tali Jiwata berasal dari kata Upavita “kalung yang diberikan oleh raja”. Kalung ini dibuat menggunakan emas, perak dan perunggu, dihiasi dengan gelang dan 2 permata kucing, barjat putih, dan bandul lain berbentuk lampion serta 2 bandul berukuran kecil.

Tali Juwita terbuat dari 21 helai benang, dibuat untuk upacara adat Kesebelas, dan dilambangkan oleh 7 estuari dan 3 anak sungai, yaitu: Kelauan, Belayan, dan Kedang Pahu di Sungai Mahakam.

14. Pedang Sultan 

Pedang Sultan Kutai saat ini disimpan di Museum Nasional Jakarta, yang diaduk dengan emas dan dibungkus dengan gambar ukiran tangan harimau yang siap menjadi mangsa, untuk penutup pedang dengan ukiran buaya.

15. Kursi Raja

Seperti benda lain yang ditinggalkan oleh Kerajaan Kutai, tempat duduk raja disimpan di Museum Mulawarman. Dan benda ini masih ada sampai sekarang.

16. Tombak Majapahit

Makam Majapahit adalah salah satu dari sisa-sisa kerajaan Majapahit, setelah runtuhnya kerajaan, warisan diambil oleh kerajaan Kutai, sampai sekarang Makam Majapahit telah menjadi kursi Kerajaan Kutai tertua.

Runtuhnya Kerajaan Kutai

Sejarah menceritakan bahwa raja terakhir berada ditangan Maharaja Dharma Setia. Ketika terjadi pertarungan hebat, melawan Raja Aji Pangeran Anum Panji Medapa (raja dari Kerajaan Kutai Kartanegara ke -13).

Kerajaan ini merupakan kerajaan Kutai Martadiputa yang menganut ajaran Hindu, barulah direbut oleh Kerajaan Kutai Kartanegara dengan penganut sistem ajaran Islam.

Yang awal mula disebut dengan pangeran, setelah kerajaa berada di tangan Kartanegara beralih menjadi sultan. Sehingga disebut sebagai Kesultanan Kutai Kartanegara (1735).

Penutup

Kerajaan kutai merupakan salah satu kerajaan besar di Nusantara, maka tidak heran kerajaan kutai ini memiliki begitu banyak peninggalan. Dari peninggalan tersebut juga kita dapat mempelajari kerajaan ini di masa lampau. Semoga artikel ini bermanfaat!

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Source feature image: nationalgeographic.grid.id

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Wasiat yang Sah Menurut Hukum

Bicara soal wasiat tentu menjadi satu hal yang sensitif. Tak jarang, hal ini pun kerap menjadi pers

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Somasi dan Cara Membuatnya

Apakah kamu pernah mendengar surat somasi? Surat ini kerap dikaitan dengan dunia hukum. Biasanya pe

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Pengaduan dan Formatnya yang Benar

Dalam transaksi, terkadang ada beberapa hal yang kurang sesuai, baik dalam pembelian barang atau pe

Edukasi
Edukasi Cara Membuat Surat Keterangan Bebas Narkoba dan Contohnya

Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) umum digunakan untuk berbagai keperluan. Salah satunya melama

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Keterangan Belum Menikah dan Cara Membuatnya

Surat keterangan belum menikah kerap diajukan sebagai salah satu dokumen ketika mengurus suatu hal,

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia