Kerajaan Islam Banten mengalami masa kemunduran dikarenakan faktor internal

Diperbarui oleh ∙ December 29, 2021 ∙ 2 menit membaca

Setelah berhasil menduduki Kerajaan Islam Banten, Fatahillah berkuasa didaerah itu. Sedangkan daerah Cirebon diserahkan kepada putranya bernama Pangeran Pasarean.

Pada tahun 1522 Pangeran Pasarean wafat. Sehingga Fatahillah menyerahkan Banten kepada putranya Hasanuddin. Sedangkan Fatahillah memilih memerintah di Cirebon. Ia dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati.

Sultan Hasanuddin dikenal sebagai Sultan pertama berhasil memperluas kekuasaannya ke Lampung. Banten menjadi penguasa tunggal pelayaran di Selat Sunda. Untuk memperkuat posisinya, Sultan Hasanuddin menikah dengan putri Indrapura. Kemudian raja Indrapura menyerahkan tanah Selebar yang menghasilkan lada.

Di bawah Sultan Hasanuddin, Banten banyak dikunjungi pedagang-pedagang dari Gujarat, Persia, Cina, Turki, Pegu (Burma Selatan) dan Keling. Pada tahun 1570 M, Sultan Hasanuddin wafat dan digantikan putranya bergelar Panembahan Yusuf.

Panembahan Yusuf berupaya meluaskan kekuasaannya. Tahun 1579 Kerajaan Hindu terakhir di Jawa Barat, Pakuan Pajajaran berhasil ditaklukkan. Tahun 1580, Panembahan Yusuf wafat.

Peta kekuasaan Kerajaan Banten
Peta kekuasaan Kerajaan Banten

la digantikan putranya yang masih berusia 9 tahun, Maulana Muhammad dengan bergelar Kanjeng Ratu Banten. Karena usianya terlalu muda, maka pemerintahan dipegang oleh seorang Mangkubumi sampai ia dewasa.

Pada masa Maulana Muhammad datang untuk pertama kalinya orang Belanda di Banten dipimpin Cornelis de Houtman tahun 1596. Pada tahun itu pula Maulana Muhammad menyerang Palembang. Serangan ini gagal bahkan Maulana Muhammad gugur.

la digantikan putranya, Abdul Mufakhir yang baru berumur 5 bulan. Maka pemerintahan dipegang oleh mangkubumi, yaitu Ranamenggala, 1608. Namun Ranamenggala malahan berkuasa sampai ia wafat pada tahun 1624. Pada masa Abdul Mufakhir Banten mengalami kemunduran, karena semakin kuatnya blokade VOC yang sudah menguasai Batavia.

Ia merupakan raja terbesar Banten. la berupaya mengembalikan wilayah Priangan, Cirebon sampai Tegal ke tangan Banten. Ia juga berhasil memajukan perdagangan, sehingga Banten berkembang menjadi bandar internasional yang dikunjungi oleh kapal-kapal Persia, Arab, Cina, Inggris, Prancis dan Denmark.

Tetapi Sultan Ageng Tirtayasa sangat anti VOC yang telah merebut Jayakarta dari Banten. Sehingga Belanda pun selalu berupaya menjatuhkan Banten.

Akhirnya terjadi perselisihan antara Sultan Ageng Tirtayasa dengan putranya Abdul Kahar atau Sultan Haji, tentang putra mahkota. Sultan Ageng lebih memilih Pangeran Purbaya sebagai putra mahkota daripada Sultan Haji yang dianggap tabiatnya kurang baik. Belanda mengambil kesempatan dengan melancarkan politik adu domba (devide et impera).

Kesempatan itu datang ketika Sultan Haji dan minta bantuan VOC. Akhirnya tahun 1682 Sultan Ageng Tirtayasa menyerah, lalu ditawan di Batavia sampai wafatnya, 1692. Setelah itu, Banten terus mengalami kemunduran dan akhirnya dikuasai sepenuhnya oleh Belanda,1775.

Baca juga: Peninggalan sejarah Islam di Indonesia

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Gadget
Gadget Ketahui Perbedaan MacBook Pro dan Air, Mana Yang Cocok Untuk Kamu?

Seperti yang Pins ketahui, perusahaan Apple selalu merilis dua varian laptop terbaru yaitu MacBook

Finansial
Finansial Apa itu FUD? Serta Moment Terbesar FUD?

Crypto adalah instrumen investasi yang mempunyai risiko sangat tinggi. Investasi crypto sebaiknya m

Gadget
Gadget 3 Cara Mendownload Google Classroom Di Laptop, Mudah Banget!

Sejak pandemi, beberapa instansi pendidikan menggunakan Google Classroom sebagai media pembelajaran

Finansial
Finansial 10 NFT Marketplace Indonesia & Global yang Populer, Banyak Dipakai Investor!

Kepopuleran NFT (Non Fungible Token) di Indonesia turut beriringan dengan bermunculannya NFT market

Gadget
Gadget 6 Cara Ngeprint dari HP Tanpa Maupun Dengan Kabel

Pada era yang serba digital ini, semua hal dituntut untuk bisa lebih cepat. Begitu pula, dengan men

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia