Pinhome

Kepudang Kuduk-hitam, Black-naped Oriole (Oriolus Chinensis)

Dipublikasikan oleh Mega Puspita Ratna ∙ 26 January 2021 ∙ 7 menit membaca

Kepudang kuduk-hitam – Salah satu jenis burung kicau yang sangat familiar di telinga masyarakat adalah kepudan gkucuk hitam meski jenis burung kepudang terdapat beberapa jenis. Hal ini terasa wajar sebab jenis burung Kepudang memiliki suara yang lumayan merdu dan bervariasi, dan hampir semuanya jenis kepudang mempunyai karakter suara yang enak di dengarkan telinga.

Burung dari keluarga Oriolidae dan Genus Oriolus yang memiliki nama ilmiah Oriolus Chinensis atau Black-naped Oriole dalam bahasa inggrisnya termasuk salah satu jenis burung yang mempunyai wilayah persebaran paling luas di Indonesia. Burung ini bisa ditembukan di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.

Baca Juga:

Ciri-ciri Kepudang Kuduk-hitam, Black-naped Oriole (Oriolus Chinensis)

kepudang kuduk-hitam
(Edubio.info)

Burung kepudang kuduk-hitam termasuk burung berukuran sedan ataupun besar dengan panjang tubuh sekitar 23 sampai 28 cm dengan berat tubuh sekitar 65 sampai 100 gram. Corak warna bulunya hanya terdiri dari dua warna yakni hitam dan kuning muda dengan setrip hitam melewati mata dan tengkuk; bulu terbang sebagian besar hitam. Pada burung jantan bagian lainnya berwarna kuning-terang; sedangkan pada burung betina berwarna lebih buram dengan punggung kuning-zaitun.

Pada burung remaja, bagian yang berwarna hitam masih berwarna warna zaitun; tubuh bagian bawah keputih-putihan dengan burik hitam, iris merah. burung Kepudang Kuduk-hitam memiliki paruh berwarna merah muda dengan ukuran agak panjang dan tampak tebal dengan panjang sekitar 3 cm. Matanya berbentuk bulat dengan pupil berwarna hitam dan irisnya berwarna merah tua. Ekornya yang berwarna kuning tersebut tampak berukuran sedang yang terdiri dari beberapa helai bulu yang tebal. Kakinya berwarna hitam keabu-abuan yang berukuran sedang dengan bentuk agak tebal dan memiliki cakar yang tajam. Selain itu, secara keseluruhan tubuh burung Kepudang Kuduk-hitam tampak berisi tapi tidak sampai membuatnya terlihat gemuk.

Baca Juga:

Persebaran dan jenis kepudang kuduk-hitam

(Komiu.id)

Secara global, Kepudang kuduk-hitam terdiri dari 20 sub-spesies yang diakui dengan daerah persebaran yang berbeda :

Global dan ras: India, Cina, Asia tenggara, Filipina, dan Semenanjung Malaysia.

  • diffusus (Sharpe, 1877): Berkembangbiak di tenggara Rusia (Amurland), Korea dan setengah daratan Cina dari selatan sampai timur (di timur dari Sichuan barat dan Yunnan sampai Hainan), juga Myanmar barat daya, Laos utara dan Taiwan; dan saat musim dingin bermigrasi ke India, Banglades, Myanmar, Thailand dan Indochina selatan.
  • andamanensis (Beavan, 1867): Kep. Andaman.
  • macrourus (Blyth, 1846): Kep. Nicobar.
  • chinensis (Linnaeus, 1766): Filipina utara dan barat (Luzon, Mindoro, Palawan dan pulau-pulau kecil di sekitarnya).
  • yamamurae (Nagamichi Kuroda, 1927): Filipina bagian tengah dan selatan (Tablas, Romblon, Sibuyan, Masbate, Panay, Samar, Negros, Cebu, Bohol, Leyte, Basilan, Mindanao dan pulau-pulau kecil di sekitarnya).
  • suluensis (Sharpe, 1877): Kep. Sulu (di selatan dari West Bolod dan East Bolod), di barat daya Filiphina.

Baca Juga:

Lokal dan ras: Sulawesi, Sunda Besar, dan Nusa Tenggara.

  • maculatus (Vieillot, 1817): Ujung selatan Thailand, Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatera, Bangka, Belitung, Jawa dan Bali.
  • mundus (Richmond, 1903): Simeulue dan Nias, di ujung barat Sumatera.
  • richmondi (Oberholser, 1912): Siberut dan Kep. Pagai, di ujung barat Sumatera.
  • sipora (Chasen & Kloss, 1926): P. Sipura, di ujung barat Sumatra.
  • lamprochryseus (Oberholser, 1917): Karamian dan Kep. Masalembu, di timur Laut-Jawa.
  • insularis (Vorderman, 1893): Sapudi, Raas dan Kep. Kangean, di Laut Bali.
  • melanisticus (A. B. Meyer & Wiglesworth, 1894): Kep. Talaud (Karakelong, Salibabu, Kaburuang), di Filipina selatan.
  • sangirensis (A. B. Meyer & Wiglesworth, 1898): Kep. Sangir utara (P. Sangir, P. Tabukan); di utara Sulawesi.
  • formosus (Cabanis, 1872): Kep. Sangir selatan (Kep. Siau, Tahulandang, Ruang, Biaro) dan P. Mayu; di timur timur-laut sulawesi.
  • celebensis (Walden, 1872): Sulawesi dan pulau-pulau di sekitarnya (Talisei, Bangka, Lembeh, Kabaena, Muna, Butung, Tanakeke), termasuk Kep. Togian.
  • stresemanni (Neumann, 1939): Peleng (di Kep. Banggai).
  • frontalis (Wallace, 1863): Taliabu (di Kep.n Sula).
  • boneratensis (A. B. Meyer & Wiglesworth, 1896): Pulau-pulau di Laut Flores (Kayuadi, Tanahjampea, Kalao, Bonerate, Kalaotoa, Madu), dan Kep. Tukangbesi (di barat Laut-Banda).
  • broderipi (Bonaparte, 1850): Sunda kecil (Lombok, Sumbawa, Komodo, Rinca, Sumba, Flores, Paloe, Besar, Lomblen, Pantar, dan Alor).

Baca Juga:

Tempat hidup dan Kebiasaan Kepudang Kuduk-hitam

Habitat asli kepudang kuduk-hitam adalah di daerah dataran tinggi. Namun burung ini dapat juga ditemui di hutan terbuka, hutan mangrove dan hutan pantai hingga ketinggian 1.600 mdpl. Kepodang kuduk hitam menghuni habitat berhutan dengan preferensi hutan sekunder tinggi dan habitat berhutan yang terganggu. Kebun buah dan pohon hortikultura yang dikelilingi merupakan tempat mencari makan terbaik karena pepohonan cenderung menarik serangga (Coates dan Bishop 1997; Ching 1996). Burung ini hidup soliter atau berpasangan, sering bertengger di lapisan kanopi dan kadang-kadang bercampur dengan spesies burung lain di pohon berbuah. Dengan mudah mereka terbang melintasi area terbuka dari satu kelompok pohon ke pohon lainnya.

Makanan Kepudang kuduk-hitam

Pakan burung kepudang kuduk-hitam di alam liar adalah buah, larva, kepompong dan serangga. Selain itu, dia juga gemar memangsa anakan burung lain di dalam sarangnya. Lantaran perilaku buruknya, kepudang kuduk-hitam selalu diusir burung lain saat coba memasuki sarangnya. Kepudang kuduk-hitam sangat jarang turun ke bawah / tanah. Mereka umumnya beraktivitas atau mencari pakan pada batang pohon paling tinggi. Itu sebabnya, suara kicauannya terdengar membahana ke seantero wilayah.

Baca Juga:

Musim kawin kepudang kuduk-hitam

Masa berbiak kepudang kuduk-hitam dimulai dengan masa percumbuan yang dilakukan sebelum membangun sarang. Burung kepodang mempunyai tipe perkawinan poligami tetap, kepudang kuduk-hitam jantan selalu berpasangan dengan kepudang kuduk-hitam betina yang sama ditahun yang berbeda (Ching 1996). Sarang dibuat oleh kepudang kuduk-hitam betina, terdapat kompetisi untuk wilayah persarangan antara kepudang kuduk-hitam betina sebelum membuat sarang. kepudang kuduk-hitam betina biasanya membangun dua atau tiga sarang pada saat bersamaan dan memilih salah satu sarang untuk bertelur.

Sarang lainnya diambil terpisah oleh dirinya sendiri atau burung simpatik lainnya seperti Eurasian Tree Sparrow (Passer montanus). Terkadang sarangnya tidak tertutup dan jantan akan berdiri disamping sarang untuk menipu predator. Sarang lainnya atau sarang palsu atau sarang yang ditinggalkan seringkali digunakan oleh spesies burung lainnya, termasuk Eurasian Tree Sparrow, Black Bulbul (Hypsipetes madagascariensis) dan Black Drongos.

Baca Juga:

kepudang kuduk-hitam
(Rahasiabelajar.com)

Kepudang kuduk-hitam betina mengeram 2-3 butir berwarna putih-kebiruan berbercak coklat sekitar 14-16 hari sendirian, tidak dibantu individu jantan. Setelah menetas, betina juga menghabiskan banyak waktu duduk di sarang untuk melindungi anak. Kedua induk baik individu jantan maupun betina membuang feses atau cangkang telur setelah memberi makan anak. Waktu berkembangbiaknya berlangsung antara bulan Februari sampai Juni lalu di bulan Agustus dan Desember

Kepudang kuduk-hitam betina biasanya tinggal di samping sarang setelah memberi makan anak dan kadang-kadang duduk di sarang terutama setelah anak baru saja menetas. Kepudang kuduk-hitam jantan memberi makan anak lebih sering dibandingkan dengan kepudang kuduk-hitam betina, dan akan tinggal di samping sarang hanya beberapa detik setelah memberi makan.

Anak biasanya bersuara meminta makanan hanya di hadapan induknya, jika tidak akan tetap diam dan tidak mencolok di sarangnya. Burung muda diberi makan dengan pemberian langsung dengan masa penyapihan yang singkat. Individu muda meninggalkan sarang sekitar 16 hari setelah menetas dan masih tetap tinggal di dekat sarang 1-2 hari untuk mendapatkan makanan dari induknya (Ching 1996).

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang Ciri-ciri Kepudang Kuduk-hitam, Black-naped Oriole (Oriolus Chinensis).

Baca Juga:

Featured Image Source: Jalaksuren.net

Editor: Voni Sri Wijayanti


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Artikel Pilihan

Finansial
Finansial Memahami Pengertian Pajak dan Jenis-jenisnya

Demi berjalannya sebuah negara, seluruh warga negara sebisa mungkin harus ikut berkontribusi. Salah

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis dengan Konsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah karena nantinya rumah seharusnya men

Artikel Terkini

Properti
Properti Yuk Intip Kisaran Biaya Tambah Daya Listrik

Apakah Pins sering mengalami listrik mati dan anjlok saat sedang dipakai? Ini merupakan salah satu

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 16 Merk Kasur Springbed Terbaik Nyaman untuk Tidur

Tidur merupakan kegiatan penting yang harus dicukupi oleh setiap individu setiap harinya. Dengan ti

Infografis
Infografis 10 Daerah Paling Nyaman untuk Dijadikan Tempat Tinggal

Pinhome – Memilih tempat tinggal memang jadi salah satu keputusan terberat dalam hidup. Kota temp

Lifestyle
Lifestyle 10+ Tampilan Rumah Prilly Latuconsina, Mewahnya Bikin Geleng Kepala

Prilly Latuconsina tinggal di sebuah rumah mewah di bilangan Tangerang, Banten. Rumah Prilly Latuco

Finansial
Finansial KPR Konvensional dan KPR Syariah, Mana yang Lebih Murah?

Jika memutuskan membeli rumah berarti harus siap dengan komitmen pembiayaannya. Apalagi jika Pins m

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia