Kemajuan pemerintahan Sultan Agung dan pecahnya Mataram Islam

Diperbarui oleh ∙ December 29, 2021 ∙ 3 menit membaca

Setelah Kerajaan Mataram Islam diperintah oleh Sultan agung, ada 3 kemajuan utama yang dapat dicapai yang meliputi bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Bidang politik

Kemajuan politik yang dicapai adalah menyatukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa dan menyerang Belanda di Batavia. Sultan Agung berhasil menyatukan kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. Usaha ini dimulai dengan menguasai Gresik, Jaratan, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Pasuruhan, kemudian Surabaya.

Salah satu usahanya mempersatukan kerajaan Islam di Pulau Jawa ini ada yang dilakukan dengan ikatan perkawinan. Sultan Agung mengambil menantu Bupati Surabaya Pangeran Pekik dijodohkan dengan putrinya yaitu Ratu Wandansari.

Sultan Agung adalah raja yang sangat benci terhadap penjajah Belanda. Hal ini terbukti dengan dua kali menyerang Belanda ke Batavia, yaitu yang pertama tahun 1628 dan yang kedua 1629. Kedua penyerangan tersebut mengalami kegagalan. Mengapa demikian? Ada beberapa penyebabnya.

Sultan Agung Raja Mataram Islam
Sultan Agung Raja Mataram Islam

Bidang ekonomi

Kemajuan dalam bidang ekonomu meliputi hal-hal berikut:

  1. Sebagai negara agraris, Mataram mampu meningkatkan produksi beras dengan memanfaatkan beberapa sungai di Jawa sebagai irigasi. Mataram juga mengadakan pemindahan penduduk (transmigrasi) dari daerah kering ke daerah yang subur dengan irigasi yang baik. Berkat usaha tersebut Mataram banyak mengekspor beras ke Malaka.
  2. Penyatuan kerajaan-kerajaan Islam di pesisir Jawa tidak hanya menambah kekuatan politik saja, tetapi juga kekuatan ekonomi. Dengan demikian ekonomi Mataram tidak semata-mata tergantung ekonomi agraris, tetapi juga karena pelayaran dan perdagangan.

Bidang sosial budaya

Kemajuan dalam bidang sosial budaya, meliputi hal-hal berikut:

  1. Timbulnya kebudayaan kejawen. Unsur ini merupakan akulturasi dan asimilasi antara kebudayaan asli Jawa dengan Islam. Misalnya upacara Grebeg yang merupakan pemujaan roh nenek moyang. Kemudian dilakukan dengan doa-doa agama Islam. Samapi kini, di Jawa kita kenal dengan Grebeg Syawal, Grebeg Maulud dan sebagainya.
  2. Perhitungan Tarikh Jawa. Sultan Agung berhasil menyusun tarikh Jawa. Sebelum tahun 1633 Masehi, Mataram menggunakan tarikh Hindu yang didasarkan pada peredaran matahari (tarikh syamsiah). Sejak tahun 1633 M (1555 Hindu), tarikh diubah ke tarikh Islam berdasarkan peredaran bulan (tarikh komariah). Caranya, tahun 1555 diteruskan tetapi dengan perhitungan baru berdasarkan tarikh komariah. Tahun perhitungan Sultan Agung ini kemudian dikenal sebagai tahun Jawa.
  3. Berkembangnya kesusastraan Jawa. Pada zaman kejayaan Sultan Agung, ilmu pengetahuan dan seni berkembang pesat, termasuk di dalamnya kesusastraan Jawa. Dia sendiri mengarang kitab yang berjudul Sastra Gending yang merupakan kitab filsafat kehidupan dan kenegaraan. Kitab-kitab yang lain adalah Nitisruti, Nitisastra dan Astabrata. Kitab-kitab tersebut berisi tentang ajaran-ajaran budi pekerti yang baik.

Isi Perjanjian Giyanti

Pengaruh Mataram mulai memudar setelah Sultan Agung meninggal pada tahun 1645 Masehi. Selanjutnya Mataram pecah menjadi 2 bagian, sebagaimana isi “Perjanjian Giyanti” (1755) berikut:

  1. Mataram Timur yang dikenal Kasunanan Surakarta di bawah kekuasaan Paku Buwono III dengan pusat pemerintahan di Surakarta.
  2. Mataram Barat yang dikenal dengan Kasultanan Yogyakarta di bawah kekuasaan Mangkubumi yang bergelar Sultan Hamengku Buwono I dengan pusat pemerintahan di Yogyakarta.

Perkembangan berikutnya, Kasunanan Surakarta pecah lagi menjadi 2, yaitu Kasunanan dan Mangkunegaran (Perjanjian Salatiga 1757). Kasultanan Yogyakarta juga terbagi atas Kasultanan dan Paku Alaman.

Perpecahan ini terjadi karena campur tangan Belanda dalam usahanya memperlemah kekuatan Mataram, sehingga nantinya mudah untuk dikuasai.

Berikutnya: Sultan Hasanuddin Ayam jantan dari timur

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial 9 Bank dengan Penawaran KPR Terbaik

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR menjadi solusi terbaik untuk kamu yang ingin memiliki rumah idaman

Finansial
Finansial Cicilan DP Rumah Sebaiknya ke Developer atau Bank Ya?

Sekarang, bank bukan lagi menjadi satu-satunya tempat yang menawarkan uang muka tanpa bunga atau ci

Finansial
Finansial Cara Mengajukan Permohonan Keringanan Cicilan untuk KPR BTN

Membeli rumah dengan KPR, misalnya di Bank BTN membuat kamu wajib melakukan pembayaran cicilan seti

Gadget
Gadget 9 Cara Membuat PowerPoint di HP, Lengkap dan Mudah

Membuat presentasi dadakan akan sangat mudah jika dilakukan lewat HP. Hal ini dapat dilakukan tanpa

Finansial
Finansial Apakah Ada Cara KPR Rumah Bekas Tanpa DP? Ini Jawabannya

Cara KPR rumah bekas tanpa DP kini jadi incaran karena bisa jadi pilihan tepat untuk mereka yang in

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia