Kemajuan Abbasiyah bidang perdagangan dan industri

Diperbarui oleh ∙ December 27, 2021 ∙ 4 menit membaca

Kemajuan Abbasiyah bidang perdagangan dan industri – Melanjutkan artikel sejarah Islam Kemajuan yang diraih masa Dinasti Abbasiyah, di sana telah disebutkan 3 bidang kemajuan yang berhasil di raih. Selanjutnya akan dibahas kemajuan dalam bidang perdagangan dan industri.

Sejak masa khalifah kedua Abbasiyah, Al-Manshur, sumber Arab paling awal yang menyinggung tentang hubungan maritim Arab dan Persia dengan India dan Cina berasal dari laporan perjalanan Sulaiman At-Tajir dan para pedagang muslim lainnya pada abad ke-3 Hijriyah.

Tulang punggung perdagangan ini adalah sutra, kontribusi terbesar orang China kepada dunia Barat. Biasanya, jalur perdagangan yang disebut “jalan sutra” menyusuri Samarkand dan Turkistan Cina, sebuah wilayah yang kini tidak banyak dilalui dibanding wilayah-wilayah dunia lainnya yang sudah dihuni dan berperadaban.

Barang-barang dagangan biasanya diangkut secara estafet, hanya sedikit khalifah yang menempuh sendiri perjalanan sejauh ini. Akan tetapi, hubungan diplomatik telah dibangun sebelum orang Arab terjun ke dunia perdagangan.

Diriwayatkan bahwa Sa’d Ibn Waqqah, seorang penakluk Persia menjadi duta yang dikirim Nabi ke Cina. Makam Sa’d masih bisa ditemukan di Kanton. Tulisan-tulisan tertentu pada monumen Cina lama tentang agama Islam di Cina jelas merupakan tulisan palsu yang dibuat oleh para tokoh agama.

Pada pertengahan abad ke-8 telah dilakukan pertukaran duta. Dalam catatan sejarah Cina abad itu, kata amir al-muminin diucapkan dengan hanmi mo mo ni oleh Abu Al-Abbs, khalifah Dinasti Abbasiyah pertama, Abo loba; dan Harun, A lun.

Pada masa khalifah-khalifah itu terdapat sejumlah orang Islam yang menetap di Cina. Pada mulanya, orang Islam itu dikenal dengan sebutan Ta syih dan kemudian Hui Hui (pengikut Muhammad).

Di sebelah barat, para pedagang Islam telah mencapai Maroko dan Spanyol. Seribu tahun sebelum de Lesseps, Khalifah Harun mengemukakan gagasan tentang mengganti kanal di sepanjang Ists-mus di Suez. Namun, perdagangan di Mediterania Arab tidak pernah mencapai kemajuan yang berarti.

Laut hitam juga tidak mendukung perdagangan maritim, meskipun pada abad ke-10 telah dilakukan perdagangan singkat melalui jalur darat ke utara dengan orang yang tinggal di kawasan Valda.

Namun, karena jaraknya yang dekat dengan pusat kota Persia dan kota-kota makmur di Samarkand dan Bukhara, Laut Kaspia menjadi titik pertemuan dagang yang favorit. Para pedagang muslim membawa kurma, gula, kapas, dan kain wol, juga peralatan dari baja dan gelas.

Pada masa Abbasiyah, orang-orang justru mampu mengimpor barang dagangan, seperti rempah-rempah, kapur barus, dan sutra dari kawasan Asia yang lebih jauh, juga mengimpor gading, kayu eboni, dan budak kulit hitam dari Afrika.

Gambaran tentang jumlah keuntungan yang diperoleh Rothschild dan Rockefeller pada abad tersebut mungkin juga telah diraih oleh seorang penjual permata dari Bagdad, Ibn Al-Jashshash, yang tetap kaya meskipun Al-Muqtadir telah menyita hartanya sebesar 16 juta dinar, dan menjadi keluarga pertama yang dikenal sebagai pengusaha permata.

Para pengusaha dari Bashrah yang membawa dagangannya dengan kapal laut ke berbagai negeri yang jauh, masing-masing membawa muatan bernilai lebih dari satu juta dirham. Seorang pemilik penggilingan di Bashrah dan Baghdad yang tidak berpendidikan mampu berderma untuk orang miskin sebesar seratus dinar perhari, dan kemudian diangkat oleh Al-Mu’tashim menjadi wazirnya.

Tingkat aktivitas perdagangan semacam itu didukung pula oleh pengembangan industri rumah tangga dan pertanian yang maju. Industri kerajinan tangan menjamur di berbagai pelosok kerajaan.

Daerah Asia Barat menjadi pusat industri karpet, sutra, kapas, dan kain wol, satin dan brokat (dibaj), sofa, (dari bahasa Arab, suffah) dan kain pembungkus bantal, juga perlengkapan dapur dan rumah tangga lainnya.

Mesin penganyam Persia dan Irak membuat karpet dan kain berkualitas tinggi. Ibu Al-Musta’in memiliki sehelai karpet yang dipesan khusus seharga 130 juta dirham dengan corak berbagai jenis burung dari emas yang dihiasi batu rubi dan batu-batuan indah lainnya.

Sebuah pusat industri di Baghdad yang namanya diambil dari nama seorang pangeran Ummayah, Attab, memberi merk kain buatannya dengan ‘attabi yang pertama kali dibuat di sana pada abad ke-12. Kain tersebut ditiru oleh perajin Arab di Spanyol, dan terkenal di Perancis, Italia, dan negara-negara Eropa lainnya dengan nama tabi.

Istilah tersebut kemudian berubah menjadi tabby, yang merujuk pada seekor kucing yang unik dan berwarna. Kufah memproduksi kain sutra atau separuh sutra untuk penutup kepala yang masih digunakan hingga sekarang dengan nama kuftyah.

Tawwaj, Fasa, dan kota-kota lainnya di Paris memiliki sejumlah pabrik kelas satu yang membuat karpet, sulaman, brokat, dan gaun panjang untuk kalangan atas. Barang-barang semacam itu dikenal sebagai thiraz (dari bahasa Persia) yang memuat nama atau kode sultan.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Properti
Properti 10 Tips Siasati Isi Rumah Pertama Lahan Minimalis

Pins masih bingung untuk memilih isi rumah pertama di lahan minimalis? Jangan khawatir, Pinhome aka

Finansial
Finansial Begini 3 Cara Mining Ethereum di Android

Ketika menjadi seorang penambang aset crypto, mungkin kamu sering bertanya-tanya “berapa lama ket

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 12 Desain Rumah Etnik Tingkat Atau Lantai 1 Yang Cantik & Sejuk

Desain rumah etnik adalah hunian dengan unsur budaya di sebuah negara. Desain arsitekturnya bisa di

Finansial
Finansial 22 NFT Termahal dengan Nilai Jual yang Menyentuh Hingga Angka Triliunan!

Aset digital dengan basis blockchain yang dikenal dengan NFT (Non-Fungible Token), kini semakin men

Finansial
Finansial Simak! 4 Cara Menambang Bitcoin untuk Pemula

Transaksi dengan memakai mata uang digital Bitcoin semakin tinggi peminatnya seiring waktu. Ini kar

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia