Sebelum Keruntuhan Uni Soviet

Diperbarui oleh ∙ December 27, 2021 ∙ 3 menit membaca

Kelahiran Uni Soviet berawal dari Revolusi Bolshevik di Rusia pada tahun 1917 yang dipimpin oleh Lenin. Sejak saat itu Soviet menganut komunisme sebagai satu-satunya ideologi dan pada tahun 1920 Lenin mengumumkan Komintern (Komunisme Internasional) yang artinya komunisme tidak saja berkembang di negara ini, tetapi juga berkembang di seluruh dunia.

Gerakan pembaharuan

Pada dasarnya runtuhnya Uni Soviet merupakan akumulasi kebijakan pemerintah komunis Uni Soviet dari masa Lenin, Joseph Stalin, Georgy Malenkov, Nikita Khrushchev, Leonid Bruznev, Yury Andropov hingga Konstantin Chermenko. Semua kebijakan pemerintah memusatkan kepada partai komunis dan rakyat tidak mempunyai hak dalam pemerintahan.

Pada tanggal 11 Maret 1985, ketika Mikhail Gorbachev terpilih sebagai sekretaris jenderal Partai Komunis dan presiden, Uni Soviet menghadapi masalah perekonomian.

Apabila masalah ini dibiarkan maka akan mempengaruhi kekuatan politik dan militer. Akibatnya Uni Soviet akan ketinggalan dalam percaturan politik internasional. Untuk mengejar ketinggalan tersebut, Uni Soviet melakukan pembaruan baik di bidang politik maupun ekonomi.

Sejak memegang pemerintahan, Gorbachev mulai merencanakan perubahan politik. Hal pertama yang dilakukan Gorbachev adalah mengangkat pembantunya dari kalangan politisi yang masih muda dan energik.

Kemudian Gorbachev mengadakan perubahan atas struktur kekuasaan yang diikuti dengan pengambilan tindakan terhadap orang-orang yang korupsi dan tidak berkompeten di bidangnya.

Gorbachev berpendapat bahwa hubungan dengan dunia luar sangat diperlukan untuk mencapai tingkat kemajuan dan kesejahteraan kehidupan rakyatnya. Oleh karena itu, pada tahun 1987 Gorbachev mengumandangkan politik demokrasi, pembaruan dan keterbukaan yang dikenal dengan politik glasnost dan perestroika.

Gorbachev menulis buku yang berjudul “Perestroika : New Thinking for Our Country and World”. Adapun tujuan penulisan buku tersebut adalah untuk menjelaskan konsep pembaruannya, yaitu Glasnost dan Perestroika.

Sebelum keruntuhan Uni Soviet
Sebelum keruntuhan Uni Soviet

Glasnost (keterbukaan)

Glasnost berasal dari bahasa Rusia yang berarti keterbukaan. Glasnost merupakan aspek kunci dari kebijakan yang diperkenalkan oleh Gorbachev tahun 1985 untuk mengubah dan merevitalisasi berbagai sistem di Uni Soviet. Tujuan Glasnost adalah:

  1. Mencoba memulihkan kepercayaan rakyat.
  2. Menjadikan rakyat sebagai unsur checks and balances.

Perestroika (Restrukturisasi)

Perestroika adalah restrukturisasi di berbagai bidang. Perestroika dalam bidang politik terlihat dalam UUD baru yang dibentuk pada tahun 1988. Isi UUD tersebut antara lain mengenai pemilihan umum secara terbuka. Pemilu ini terwujud melalui kampanye yang berlangsung pada tahun 1989 ketika memilih Dewan Perwakilan Rakyat.

Isi konsep perestroika, antara lain sebagai berikut:

  1. Membentuk lembaga legislatif baru yang dua pertiga dari anggotanya dipilih secara demokratis melalui suara terbanyak.
  2. Membentuk lembaga eksekutif kepresidenan.
  3. Mengakhiri peran sentral dari Partai Komunis.
  4. Membuat undang-undang mengenai pembentukan firma bisnis dan mengizinkan perusahaan negara menjual hasil produksi ke pasar bebas.
  5. Membuat undang-undang Joint Ventures yang mengizinkan perusahaan asing untuk memiliki perusahaan-perusahaan nasional Soviet.

Perestroika juga diterapkan Gorbachev dalam bidang ekonomi. Dalam bisang ekonomi, reskontrukturisasi dilakukan dengan cara mengurangi kekuasaan ekonomi yang terpusat dan membuka kesempatan yang lebih besar kepada sektor swasta bahkan sampai ke tingkat lokal.

Pada awal tahun 1990, Gorbachev mulai membuka kesempatan bagi kepimilikan harta secara pribadi. Hal tersebut sebenarnya bertentangan dengan paham komunisme yang mengharuskan hak kepemilikan pribadi.

Baca juga: Sejarah tentang negara Uni Soviet

Reformasi dalam bidang ekonomi ini mendapatkan perlawanan dari kaum konservatif para birokrat. Mereka berusaha mencegah pengimplementasiannya secara sistematis. Perestroika dalam bidang ekonomi ini tidak berjalan dengan baik. Kesalahan managemen dan korupsi yang merajalela menghambat pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, masyarakat tidak mampu menjalankan suatu usaha dengan baik, padahal kebijakan ekonomi baru membuka lebar-lebar bagi swasta untuk mengambil bagian dalam perekonomian.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial 9 Bank dengan Penawaran KPR Terbaik

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR menjadi solusi terbaik untuk kamu yang ingin memiliki rumah idaman

Finansial
Finansial Cicilan DP Rumah Sebaiknya ke Developer atau Bank Ya?

Sekarang, bank bukan lagi menjadi satu-satunya tempat yang menawarkan uang muka tanpa bunga atau ci

Finansial
Finansial Cara Mengajukan Permohonan Keringanan Cicilan untuk KPR BTN

Membeli rumah dengan KPR, misalnya di Bank BTN membuat kamu wajib melakukan pembayaran cicilan seti

Gadget
Gadget 9 Cara Membuat PowerPoint di HP, Lengkap dan Mudah

Membuat presentasi dadakan akan sangat mudah jika dilakukan lewat HP. Hal ini dapat dilakukan tanpa

Finansial
Finansial Apakah Ada Cara KPR Rumah Bekas Tanpa DP? Ini Jawabannya

Cara KPR rumah bekas tanpa DP kini jadi incaran karena bisa jadi pilihan tepat untuk mereka yang in

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia