Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Nama-Nama Bulan di Kalender Hijriyah, Kalendernya Orang Islam

Nama-Nama Bulan di Kalender Hijriyah, Kalendernya Orang Islam

Dipublikasikan oleh Annisa Hapsari ∙ 21 October 2021 ∙ 5 menit membaca

Selain penanggalan masehi, masyarakat Indonesia khususnya pemeluk Islam juga mengenal penanggalan hijriyah. Kalender Islam atau biasa disebut kalender hijriyah ini umumnya digunakan untuk mengetahui dan menghitung hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri atau Idul Adha. 

Pinhome – Sama halnya dengan kalender masehi, kalender hijriyah juga memiliki nama bulan Islam. Jika kebetulan Pins belum tahu, berikut nama bulan Hijriyah yang digunakan pada kalender Islam. 

Perbedaan Kalender Hijriyah dengan Kalender Masehi

kalender islam
(Flickr)

Berbeda dengan penanggalan masehi yang berpatokan dengan rotasi matahari, kalender hijriyah justru berpatokan pada rotasi bulan. Oleh karena itu, kalender ini juga disebut dengan kalender lunar. 

Awal hari pada kalender hijriyah dimulai saat matahari terbenam. Sementara itu, kalender masehi dihitung dari pukul 24.00. Selain hal tersebut, jumlah hari dalam kalender hijriyah pun lebih pendek daripada kalender masehi, yakni berbeda 11 sampai 12 hari. 

Di beberapa negara yang mayoritas muslim, kalender Islam juga digunakan sebagai sistem penanggalan sehari-hari. Tak jarang bila terdapat penanggalan Islam pada kalender yang dijual di pasaran. 

Baca Juga: Baca Ini Sebagai Doa Awal Tahun Dan Akhir Tahun Yang Mujarab

Sejarah Penetapan Kalender Islam atau Kalender Hijriyah

kalender islam
(Stock Snap.io)

Kalender hijriyah  pertama kali digunakan pada masa pemerintahan Umar bin Khattab. Lalu, tahun satu hijriyah sendiri ditetapkan berdasarkan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Tepatnya pada 622 masehi lalu. 

Jika merujuk dari beberapa sumber, semula Umar bin Khattab menerima surat dari sahabat nabi Muhammad bernama Abu Musa Al-Asy’ari. Saat itu, Umar menyadari akan kesulitan dalam pengarsipan dan penyusunan urutan surat.

Lalu, Umar pun memerintahkan pelaksanaan musyawarah yang melibatkan sahabat nabi dan para ahli. Dalam musyawarah tersebut, ada yang mengusulkan untuk menjadikan peristiwa  bi’tsah Nabi Muhammad SAW sebagai awal penanggalan.

Namun ada pula yang mengusulkan agar kalender Islam mengacu pada waktu lahir dan pengangkatan Nabi Muhammad SAW sebagai rasulullah. Sayangnya, Ali bin Abi Thalib menolak usulan tersebut. 

Lantas, Ali pun mengusulkan awal kalender Islam dimulai dari tahun terjadinya hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah. Nah, usulan inilah yang kemudian disetujui oleh para sahabat dan ahli lainnya.

Mendengar semuanya sepakat, Umar pun lalu menetapkan penanggalan kalender Islam. Tepatnya tanggal 8 Rabiul Awal tahun 17 H. 

Bulan Muharam sendiri ditetapkan sebagai bulan pertama penanggalan karena saat itu ialah pertama kali Nabi Muhammad merencanakan hijrah. Tak lama, Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah. Nah, tahun inilah yang menjadi titik mulai kalender Islam dimulai. 

Nama-nama bulan Hijriyah 

(Flickr)

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, kalender hijriyah menghitung waktu satu tahun berdasarkan 12 siklus rotasi bulan atau 12 fase ketika bulan menampakkan hilalnya. Hal tersebut lantas membuat siklus sinodis per bulannya bervariatif, rata-rata 29,53 hari. 

Sistem kalender ini dimulai dari Senin sampai Ahad. Sementara, bulannya dimulai Muharam dan ditutup dengan Zulhijah.

Berikut ini adalah nama-nama bulan Islam dan penjelasannya: 

  1. Muharram (محرم)
  2. Safar (صفر)
  3. Rabiul Awal (ربيع الأول)
  4. Rabiul Akhir (ربيع الأخر)
  5. Jumadil awal (جمادى الأول)
  6. Jumadil Akhir (جمادى الآخر)
  7. Rajab (رجب)
  8. Sya’ban (شعبان)
  9. Ramadan (رمضان)
  10. Syawal (شوال)
  11. Dzulqa’dah (ذوالقاعدة)
  12. Dzulhijjah (ذوالحجاة )

Nama-nama bulan Islam ini diambil dari nama musim dan sesuai dengan padanannya dalam kalender Masehi saat itu, kecuali bulan Muharram dan Dzulhijjah. 

Di bawah ini dijelaskan bulan beberapa arti dari bulan dalam kalender Hijriyah ini. Berikut di antaranya:

  • Bulan Muharram artinya bulan yang dihormati. Saat bulan ini, orang-orang dilarang untuk berperang. 
  • Bulan Dzulhijjah artinya bulan untuk berhaji. 
  • Bulan Safar artinya kuning, maksudnya yakni waktu ketika tumbuhan mulai menguning. 
  • Bulan Rabiul awal dan Rabiul akhir artinya adalah musim gugur pertama dan kedua. 
  • Bulan Jumadil awal dan Jumadil akhir artinya musim dingin pertama dan kedua. Sebagai tambahan, jumud artinya adalah beku. 
  • Bulan Rajab artinya cair, jadi maksudnya adalah bulan ketika es sudah mulai mencair. 
  • Bulan Syaban artinya lembah, maksudnya adalah waktu ketika orang-orang Arab sudah mulai ke ladang untuk bercocok tanam. 
  • Bulan Ramadhan artinya pembakaran, yakni pertanda bahwa sudah mulai memasuki musim panas. 
  • Bulan Syawal sendiri berarti peningkatan suhu yang panas sekali. 
  • Lalu, bulan bulan Dzulqa’dah adalah puncak dari waktu panas tersebut. Artinya saat orang duduk-duduk tidak keluar rumah. 
  • Terakhir, bulan Dzulhijjah adalah waktu ketika orang berhaji.

Berikut disebutkan juga daftar hari besar Islam selama 2021: 

  • Isra’ Mi’raj jatuh pada 11 Maret 2021
  • Nisfu Syaaban pada 28 Maret 2021 
  • Idul Fitri jatuh pada 13 Mei 2021
  • Hari Arafah jatuh pada 19 Juli 2021
  • Lalu, disusul pula dengan Idul Adha yang jatuh tepat pada tanggal 20 Juli 2021
  • Tahun baru Islam atau 1 Muharam jatuh pada tanggal 8 Agustus 2021
  • Hari Asyura atau 10 Muharam jatuh pada tanggal 18 Agustus 2021
  • Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh tanggal 19 Oktober 2021

Dalam satu tahun kalender Islam terdapat beberapa hari utama yang dapat membuat doamu dikabulkan, seperti ketika Ramadan atau saat Arafah. Untuk itu, sebaiknya Pins tak menyia-nyiakannya. Saat hari utama, maka perbanyaklah ibadah dan amalan shaleh supaya lebih dekat dengan rida Allah SWT. 

Nah, demikian penjelasan mengenai nama-nama bulan Hijriyah lengkap dengan sejarahnya. Semoga dapat bermanfaat dan memberikan pengetahuan bagi kita semua.


Temukan pilihan rumah dan apartemen atau tanah dijual seperti tanah dijual di Medan terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel