Pinhome

Jenis Merpati Balap di Indonesia

Dipublikasikan oleh Mega Puspita Ratna ∙ 22 February 2021 ∙ 7 menit membaca

Jenis Merpati Balap – Menurut Gmelin (1789), nama genus dari merpati adalah Columba yang mengacu pada nama latin yang berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu kolombos yang berarti penyelam. Kata kolombos sendiri berasal dari kolumbao yang bermakna “terjun ke bawah.” Sedangkan Aristophanes (Birds, 304) menggunakan kata kolumbis yang bermakna penyelam, sebagai nama burung, dikarenakan gaya terbangnya di udara seperti penyelam. Jenis merpati balap merupakan salah satu jenis burung merpati yang digunakan dalam kegiatan olahraga dengan cara dilepaskan yang kemudian kembali ke rumah mereka atau kembali ke pasangannya. Dalam perlombaan merpati balap, semua diatur seperti jarak pelepasan dan kecepatan kembalinya. Burung merpati balap membutuhkan jenis merpati tertentu yang dilatih secara khusus dan dikondisikan untuk balapan yang bervariasi dalam jarak tertentu bahkan sampai 1.000 kilometer lebih. Terlepas dari panjangnya, balapan dapat dimenangkan dan hilang dalam hitungan detik, begitu banyak waktu dan alat pengukur yang berbeda telah dikembangkan. Metode penentuan waktu tradisional melibatkan cincin karet yang ditempatkan ke jam yang dirancang khusus, sedangkan pengembangan yang lebih baru menggunakan tag RFID untuk merekam waktu kedatangan.

Meskipun tidak ada bukti pasti, ada alasan kuat untuk berpikir bahwa olahraga merpati balap dapat kembali setidaknya sejauh 220 AD. Olahraga merpati balap di Belgia mencapai puncak kepopulerannya pada pertengahan abad ke-19. Para peternak merpati Belgia begitu tertarik dengan hobi itu sehingga mereka mulai mengembangkan merpati yang dibudidayakan secara khusus untuk penerbang cepat dan daya tahan lama yang disebut Voyageurs. Dari Belgia versi modern dari olahraga dan Voyageurs yang dikembangkan oleh penggemar Flemish menyebar ke sebagian besar dunia. Setelah cukup populer, olahraga telah mengalami penurunan peserta di beberapa bagian dunia dalam beberapa tahun terakhir, mungkin karena meningkatnya biaya hidup, peternak yang menua, dan kurangnya minat publik. Pneumonitis hipersensitivitas juga menjadi alasan mengapa beberapa orang meninggalkan olahraga ini.

Salah satu perkembangan terbaru dalam olahraga merpati balap adalah “one loft racing”, di mana burung berpacu satu sama lain di bawah peraturan yang sama, dari lokasi yang sama.

Sejarah merpati balap

jenis merpati balap, jenis merpati homer, homer pigeons, jenis burung merpati

Merpati adalah burung peliharaan tertua. Pendahulu merpati balap modern adalah merpati yang dibiakkan karena kemampuannya, terutama untuk membawa pesan. “Merpati Pos” telah didirikan di seluruh dunia dan sementara sebagian besar digunakan di militer, beberapa masih beroperasi hari ini. Balap merpati modern berasal dari Belgia pada pertengahan abad ke-19.

Merpati pos

Merpati pos merupakan burung dengan kemampuan luar biasa. Ia dapat menemukan jalan pulang sekalipun dilepas dari lokasi yang jauh dengan kondisi mata tertutup. Hal ini dikarenakan ia memiliki kemampuan navigasi melalui medan magnet bumi, posisi matahari, suara, atau bau sebagai pembimbing arah tujuannya.

Kemampuan merpati untuk kembali ke kandangnya ini telah dimanfaatkan untuk mengirimkan berita penting, seperti informasi pertempuran atau perkembangan pertahanan kota yang sedang dikepung oleh musuh. Ditemukan catatan bahwa pada 2.000 tahun yang lalu bangsa Romawi telah memanfaatkan kelebihan burung ini.

Dinasti Mamluk Mesir (1250 M-1517 M) telah pula menggunakan merpati sebagai pengirim pesan rahasia ketika berperang melawan bangsa Mongol. Kala itu, menara pengawas yang didirikan Mamluk berhasil ditembus tentara Mongol sehingga pengiriman pesan melalui jalan darat terhalang. Akhirnya, merpati diserahkan tugas sebagai pembawa pesan karena dianggap paling aman sekaligus sebagai sistem komunikasi tercepat saat itu.

Merpati juga berjasa dalam berbagai pertempuran di dunia. Pada pengepungan kota Paris dalam Revolusi Perancis 1871, merpati dipergunakan sebagai pembawa berita keadaan kota yang telah dikepung. Pengiriman berita melalui merpati juga digunakan selama Perang Dunia I dan II, serta dalam Perang Korea. Sekitar 500.000 merpati digunakan sebagai kurir selama Perang Dunia. Bahkan, angkatan bersenjata Swiss masih menggunakan merpati sebagai kurir hingga 1995.

Peran merpati tidak hanya efisien dalam membawakan pesan selama perang, tetapi juga sangat berjasa menyelamatkan nyawa manusia. Merpati bernama Cher Ami telah menyelamatkan batalion Amerika yang hilang dalam Perang Dunia I. Untuk jasanya tersebut, sang merpati mendapat penghargaan Distinguished Service Cross dan Croix de Guerre!

Merpati lainnya yang dinamai GI Joe menerima medali atas jasanya mencegah pengeboman yang fatal. Pada Oktober 1943, pasukan Amerika telah merencanakan untuk membombardir kota Colvi Vecchia, Italia yang diduduki Jerman. Namun, jelang pemboman dilakukan, kota tersebut berhasil dikuasai Brigade Infanteri ke-56 Inggris.

Berita kemenangan ini tentu saja harus segera disampaikan karena pasukan Amerika belum mengetahui bila kota tersebut telah dikuasai Inggris. Diluar perkiraan, penyampaian informasi melalui transmisi radio gagal dilakukan akibat kendala teknis. Akhirnya, merpati bernama GI Joe diutus untuk menyampaikan pesan tersebut. Kedatangan GI Joe telah menyelamatkan sekitar 150 pasukan Inggris. Karena jasanya itu, ia dianugerahi The Dickin Medal for Gallantry.

Burung yang memiliki rentang hidup di alam liar 3 – 5 tahun dan di penangkaran hingga 15 tahun ini, kala takut biasanya akan terbang melingkar di udara beberapa putaran untuk selanjutnya turun kembali ke tanah. Musuh utamanya adalah kucing, yang tidak hanya mengincar tubuhnya tetapi juga telurnya.

Baca juga : Jenis Burung Merpati Lengkap Dengan Gambar

Di Indonesia, merpati pos yang sering kita temui memang bukan jenis asli Indonesia. Keberadaannya yang disebut juga sebagai populasi feral sudah ada di lingkungan kita sejak lama. Namun, akan sulit dipungkiri bila populasi feral ini bukanlah jenis yang berkembang biak secara alami. Untuk itu, penelitian mendalam perlu dilakukan guna menyibak kehadiran burung yang dekat di hati manusia ini.

Jenis Merpati Balap di Indonesia

Sedangkan jenis merpati balap di Indonesia selain merpati pos terdapat beberapa jenis merpati balap seperti di bawah ini :

1. Jenis Merpati Balap Berdasarkan Tipe Terbangnya

Merpati Balap Full Wing

Pada jenis merpati balap ini kepakan sayapnya jika dilihat dari muka bulat penuh, hampir menutup sempurna. Merpati jenis ini lebih populer dan jadi incaran banyak pecinta merpati balap.

Merpati balap type 3/4

Jenis merpati balap dengan kepakan sayapnya jika dilihat dari muka tidak menutup penuh, hanya 3/4. Merpati ini kurang populer di bandingkan dengan jenis merpati balap full wing.

Merpati balap type 1/2

Jenis merpati balap ini sangat tidak diminati oleh pecinta merpati balap, karena terbangnya yang setengah-setengah dan di arena perlombaan sering kalah

2. Jenis Merpati Balap Berdasarkan Langkahnya

Merpati balap langkah panjang/satu-satu

Pada jenis merpati balap langkah panjang ini kepakan sayapnya agak jarang-jarang, tidak cepat tetapi lompatan langkahnya cenderung panjang. Tipe merpati balap ini memiliki pegangan cenderung panjang, sayap dan lari merpai juga panjang sangat ideal untuk lomba merpati balap jarak jauh > 1000 meter.

Baca juga : Penyebab dan Cara Mengatasi Bubul Pada Burung Secara Alami

Merpati balap rapid atau langkah rapat

Merpati balap jenis rapid atau langkah rapat ini memiliki kepakan sayap yang cepat dan cenderung burung merpati balapan yang ngotot menang. Memiliki langkah agak pendek-pendek dengan badan dan lebar sayapnya yang cenderung pendek ini ideal untuk diperlombakan sebagai merpati balap sprint atau lomba cepat jarak pendek dengan jarak 500 meter.

Merpati balap hybrid atau kombinasi.

Ini merupakan jenis merpati balap yang kekinian, disukai dan dicari para pecinta merpati balap. Dengan langkah panjang dan ngotot menggunakan sprint

3. Jenis Merpati Balap berdasarkan Jalur atau Jalan

Merpati balap jalur atas

Ketika jenis merpati balap ini dilepas, merpati akan terbang tinggi hingga setengah jarak sebelum sampai ke joki. Setelahnya merpati balap akan turun dengan kemiringan yang sangat curam. Jenis merpati balap jalur atas ini diikutsertakan untuk perlombaan jarak jauh.

Merpati balap Jalur Tanggung

Ketika jenis merpati balap dilepaskan, merpati balap terbang tanggung tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi sampai setengah ndari jarang merpati balap ke Joki.

Merpati balap jalur bawah

Jenis Merpati balap jalur bawah adalah type merati balap jenis sprint, karena jarak lomba yang dekat ketika dilepas sampai ke joki merpati balap jalur bawah ini selalu terbang rendah atau selalu di bawah.

Merpati balap jalur L (Kombinasi)

Merpati balap jenis hybrid ini sangat disukai pecinta merpati balap. Dimana ketika dilepas merpati balap jalur L akan terbag naik ke atas dan ketika sampai tengah merpati akan terbang rendah (sprint) seolah-olah gaya terbang merpati balap ini membentuk hutup L.

4. Jenis Merpati Balap Berdasarkan Cara Masuk ke Joki

Merpati Balap Burung Tembak Keras atau Nulup

Pada jenis merpati balap jenis ini kalau joki kurang pengalaman dapat memberikan cedera, karena merpati balap burung tembak keras merupakan merpati balap dengan tipe sprint yang sangat cepat dan ngotot dalam cara terbangnya, sehingga waktu sampai ke joki masih dalam keadaan kecepatan tinggi.

Baca juga : Cara mengatasi Penyakit Tetelo Pada Burung Secara Alami

Merpati Balap Tembak Sedang atau Rapi

Berbeda dengan Jenis Merpati Balap Burung Tembak Keras untuk jenis yang ini agak sedikit berkurang kecepatannya, kecepatan ideal ketika sampai ke Joki tidak cepat ataupun lambat.

Merpati Balap Tembak Alus

Jenis merpati balap ini merupakan jenis merpati balap yang paling tidak diminati oleh pecinta merpati balap, kurang cepat, kurang greget, slow atau lambat jadi tidak berasa ada tantangan bagi Joki untuk jenis merpati balap ini.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasan anda tentang jenis merpati balap di Indoensia

Tags :

Bagikan Artikel