Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Nabila Azmi
Jun 11, 2026
7 menit membaca

Daftar Isi
Pertanyaan tentang material furniture yang biasa dipakai saat ini sedang naik daun karena meningkatnya tren pembuatan custom furniture. Alasannya mulai dari keterbatasan luas ruang atau keinginan memiliki desain furniture minimalis yang unik dan personal.
Masalahnya, custom furniture ini bukan bicara soal tampilan saja, tapi juga ketahanan dan fungsionalitasnya yang harus tahan lama. Faktor seperti keawetan, kekuatan, dan harga ini bergantung pada pemilihan material furniture sebagai bahan dasarnya.
Material yang digunakan pada furniture secara langsung mempengaruhi empat aspek utama, yaitu daya tahan, estetika, biaya produksi, dan kemudahan perawatan harian.
Setiap aspek ini saling berkaitan dan menentukan apakah perabot akan bertahan lama atau justru menjadi beban di kemudian hari.
Contohnya Pins membeli kitchen set dari particle board biasa yang cenderung cepat rusak dan mengembang saat terkena uap air dari kompor secara terus-menerus. Sebaliknya, kitchen set yang menggunakan MDF HMR (High Moisture Resistant) mampu bertahan jauh lebih lama di area yang lembab.
Kesalahan beli furniture ini akan merugikan Pins di kemudian hari, sehingga memahami jenis bahan sejak awal ini sangat penting.

Plywood atau multipleks dibuat dari beberapa lapisan kayu tipis yang direkatkan secara bersilang satu sama lain. Struktur ini membuatnya jadi material furniture yang biasa dipakai karena sangat kuat dalam menahan sekrup dan beban tanpa mudah pecah.
Di pasaran, multipleks ini tersedia dalam berbagai ketebalan mulai dari 3 mm sampai dengan 18 mm. Ketebalan 15 mm sampai 18 mm ini biasa digunakan untuk lemari, partisi, dan kabinet dapur yang perlu kekuatan ekstra.
Namun, kekurangan utama jenis furniture yang sering dipakai ini adalah harganya lebih mahal dibandingkan jenis kayu olahan lainnya di pasaran. Selain itu, tekstur pinggiran plywood yang kasar dan berlapis-lapis membutuhkan pelapis tambahan seperti HPL atau edge banding agar terlihat rapi.
Berbeda dengan plywood, memilih blockboard ini perlu paham strukturnya terlebih dahulu. Bagian dalam material ini terdiri dari potongan kayu solid yang bentuknya itu seperti batang kecil yang disusun rapat.
Susunan batang kayu ini kemudian dilapisi veneer kayu tipis di kedua sisi supaya tampilannya rapi. Keunggulan utama blockboard adalah mampu menahan beban vertikal yang besar tanpa mudah melengkung dalam jangka waktu yang lama.
Karena dia anti melengkung, material furniture yang biasa dipakai ini sangat cocok untuk daun pintu lemari, rak buku panjang, dan meja kerja.
Tapi, Pins juga harus waspada terhadap blockboard berkualitas rendah yang punya rongga kosong di bagian dalamnya sehingga sekrup tidak dapat mencengkram dengan kuat.

MDF merupakan material furniture yang biasa dipakai karena teksturnya sangat halus dan padat sehingga mudah dipotong, diukir, atau dibentuk.
Karena bahannya halus, membuat MDF ini jadi pilihan favorit untuk lemari pakaian, meja rias, meja kerja, rak buku. Namun, kelemahan utamanya ini adalah tidak tahan terhadap paparan air secara terus-menerus.
Jadi, kalau terkena air secara berulang, MDF akan mengembang, mudah hancur, dan berjamur sehingga tidak cocok untuk area basah. Namun kalau Pins menggunakannya untuk pemasangan kitchen set, Pins bisa mengakalinya dengan melapisi HPL (High Pressure Laminate).
HDF adalah versi lebih padat dari MDF, dengan densitas yang jauh lebih tinggi sehingga kekuatan tekannya lebih unggul. Kalau MDF memiliki densitas sekitar 650-800 kg/m³, maka HDF dapat mencapai densitas di atas 800 kg/m³ sehingga lebih tahan terhadap benturan dan goresan.
Namun, sebagai material furniture yang biasa dipakai, HDF memiliki keterbatasan dari segi ketersediaan karena tidak semua toko bahan bangunan punya material ini. Selain itu, harganya juga lebih tinggi dibandingkan MDF sehingga jadi bahan pertimbangan kalau anggaran Pins terbatas.

Particle board dikenal luas sebagai material furniture yang biasa dipakai karena paling ekonomis di antara semua material. Bahan ini cocok sekali untuk Pins yang ingin memiliki material dengan harga lebih terjangkau jika anggaran terbatas.
Namun, kelemahan particle board adalah kemampuannya memegang sekrup yang sangat rendah jika komponen dibongkar dan dipasang ulang berkali-kali. Lubang sekrup pada particle board mudah longgar sehingga struktur furnitur akan melemah dan goyah setelah beberapa kali proses bongkar pasang dilakukan.
Kayu jati adalah salah satu jenis kayu untuk furniture yang sering dipakai di kalangan pembeli premium karena memiliki nilai investasi jangka panjang yang sangat tinggi.
Material ini mengandung minyak alami yang membuatnya tahan terhadap serangan rayap, jamur, dan perubahan cuaca yang ekstrem dalam jangka waktu yang super lama.
Selain itu, perabot dari kayu jati solid ini punya nilai jual yang baik karena kualitas dan keindahan sertanya ini tidak bisa ditiru oleh jenis kayu lainnya.
Namun, kelemahan dari material furniture yang biasa dipakai pembeli premium ini adalah proses pengerjaan yang membutuhkan waktu lebih lama karena bahannya yang sangat keras.
Kemudian, berat kayu jati ini juga menyulitkan proses pengiriman dan instalasi. Hal yang paling penting tentu harganya paling tinggi di antara semua jenis kayu furniture.

Kayu mindi dan mahoni merupakan material furniture yang biasa dipakai sebagai alternatif kayu jati karena lebih terjangkau tapi tetap memberikan tampilan yang premium.
Serat kayu mindi cenderung lebih lurus dan seragam, sementara mahoni memiliki serat yang lebih bervariasi sehingga motifnya lebih indah. Keduanya ini lebih mudah dibentuk dan dikerjakan dibandingkan kayu jati, sehingga waktu produksinya lebih efisien dan hemat biaya pengerjaan.
Namun, Pins perlu tahu bahwa kayu ini tidak tahan rayap seperti kayu jati. Oleh karena itu, Pins wajib melakukan perawatan dengan memberi obat anti rayap sebelum digunakan agar bertahan lama.
Material furniture yang biasa dipakai saat ini adalah PVC board. Material ini sedang naik daun untuk properti modern karena unggul dalam ketahanan total terhadap air dan kelembaban ekstrem.
Berbeda dengan panel kayu olahan lainnya, PVC board tidak akan mengembang, melengkung, atau berjamur meski berada di lingkungan yang sangat lembab. Inilah yang membuat kitchen set PVC ini makin populer karena ingin dapur tahan lama.
PVC board juga mudah dibersihkan dan tidak memerlukan perawatan khusus secara berkala. Namun material ini terbatas pada pilihan estetika karena tidak bisa meniru serat kayu alami.
Selain itu harganya juga relatif tinggi dibandingkan MDF atau particle board, sehingga menjadi bahan pertimbangan penting sebelum memilih.

Besi dan stainless steel adalah material furniture yang biasa dipakai untuk komponen yang harus menopang beban berat dalam jangka waktu panjang. Kekuatan mekanis logam ini cocok untuk rangka ranjang, kaki meja besar, rak industri, dan furniture outdoor yang harus kokoh.
Namun, besi biasa memiliki risiko korosi atau karat jika lapisan pelindungnya terkelupas akibat benturan atau penggunaan jangka panjang. Kalau Pins salah memilih logam untuk area lembab seperti kamar mandi atau dapur, hal ini dapat mempercepat proses oksidasi dan merusak tampilan perabot.
Rotan adalah tanaman merambat alami yang menjadi salah satu material furniture yang biasa dipakai di Indonesia serta memasok sekitar 85% kebutuhan rotan dunia.
Keunggulan utama rotan adalah bobotnya yang sangat ringan dan fleksibilitasnya tinggi sehingga mudah dibentuk menjadi berbagai model furniture unik. Rotan juga memberikan kesan alami dan tropis yang khas, ramah lingkungan, serta memiliki harga kompetitif.
Namun, kekurangan material ini terletak dari sisi perawatan. Pins harus melakukan perawatan khusus agar rotan tidak diserang serangga. Selain itu, penggunaannya ini kurang cocok untuk furniture yang ada di ruangan super lembab.
Biasanya material ini cocok untuk perabot seperti kursi rotan yang dipakai bersantai, meja teras, perabot gaya bohemian, tropis atau skandinavia.
Memilih material furniture yang biasa dipakai yang tepat harus disesuaikan dengan kondisi dan fungsi spesifik dari setiap area ruangan rumah Pins.
| Area Ruangan | Rekomendasi Material | Karakteristik & Keunggulan |
|---|---|---|
|
Dapur
Contoh: Kitchen Set
| PVC Board atau Multipleks HMR | Sangat optimal karena tahan terhadap cipratan air dan uap panas dari kompor. |
|
Kamar Tidur
Contoh: Lemari, Ranjang, Meja Rias
| Blockboard atau MDF | Pilihan terbaik jika kamu mencari material dengan harga terjangkau namun hasil permukaannya tetap rapi. |
|
Ruang Tamu
Contoh: Rak TV, Credenza
| Plywood + Pelapis HPL / Kayu Solid | Memberikan sentuhan akhir yang terlihat lebih estetik, mewah, dan kokoh untuk area berkumpul. |
Setiap material furniture yang biasa dipakai memiliki karakteristik, kelebihan, dan kelemahan yang berbeda-beda sehingga tidak ada satu material yang cocok untuk semua kebutuhan.
Pins perlu mengkombinasikan semuanya berdasarkan fungsi dan lokasi penempatannya. Selain bahan dasar, Pins juga harus memilih lapisan terakhir seperti HPL, cat duco, atau melamic karena ini sangat mempengaruhi estetika dan ketahanan furniture.
Selain itu, Pins juga harus memilih tukang yang profesional dan berpengalaman. Karena meskipun material Pins yang paling premium, jika tukang tidak profesional, hasilnya tetap akan buruk.
Nah, kalau Pins ingin mewujudkan furniture impian tanpa repot memikirkan jenis material, perakitan, hingga jasa tukangnya, Pins bisa menggunakan Jasa Desain Interior di dari Pinhome Service.
Dengan Pinhome, Pins dijamin akan mendapatkan material furniture yang tepat sesuai kebutuhan, anggaran, dan gaya desain rumah Pins.




© www.pinhome.id