BlogPembeli Properti PemulaPanduan KPR/KPAJenis KPR Renovasi Rumah dan Tips Memilih yang Tepat

Jenis KPR Renovasi Rumah dan Tips Memilih yang Tepat

Dipublikasikan oleh Fauzia Assilmy dan Diperbarui oleh Salsabilla Azalia Putri

Mei 20, 2026

10 menit membaca

Copied to clipboard
Jenis KPR Renovasi Rumah

Banyak pemilik rumah merasa bingung ketika biaya renovasi ternyata lebih besar dari perkiraan awal. Padahal, setelah beberapa tahun menempati rumah KPR, biasanya ada kebutuhan renovasi yang mulai muncul, mulai dari memperbaiki bagian rumah yang rusak, menambah ruangan, hingga mengubah tata letak agar lebih nyaman untuk keluarga. Tidak sedikit juga yang bertanya, apakah rumah yang cicilan KPR-nya masih berjalan boleh direnovasi? Pada umumnya, rumah KPR tetap bisa direnovasi selama mengikuti ketentuan dari pihak bank dan tidak mengubah status agunan tanpa persetujuan.

Karena itu, program KPR renovasi bisa menjadi solusi bagi Pins yang ingin melakukan perbaikan tanpa harus mengeluarkan biaya besar sekaligus dari tabungan pribadi. Dengan adanya fasilitas pembiayaan renovasi, Pins maupun kamu tetap bisa melanjutkan rencana renovasi meski dana yang tersedia belum mencukupi. Setiap bank biasanya menawarkan program renovasi rumah dengan skema, bunga, tenor, dan syarat pengajuan yang berbeda-beda.

Apa Itu KPR Renovasi Rumah?

apa itu kpr renovasi
Source: Freepik

KPR renovasi rumah adalah fasilitas pembiayaan yang dirancang khusus untuk memperbaiki, memperluas, atau memperbarui rumah yang sudah dimiliki Pins. Beda dengan KPR pembelian yang tujuannya khusus untuk membeli properti. Di sini, tidak semua bank punya produk KPR renovasi hunian secara khusus. Biasanya pembiayaannya ini masuk ke skema refinancing, top up, kredit multiguna, atau KTA.

Kisaran bunga yang berlakunya juga berbeda dengan KPR pembelian. Suku bunga untuk pembiayaan renovasi ini kisarannya 8%-13% per tahun dengan tenornya bisa mencapai 20-30 tahun tergantung kebijakan bank.

Kenapa Memilih KPR Renovasi?

Ada banyak alasan mengapa Pins memilih KPR renovasi. Mulai dari menambah kamar, memperbaiki atap bocor, renovasi dapur, sampai perluasan bangunan yang jelas butuh biaya besar.

Meskipun butuh biaya besar, menggunakan KPR renovasi rumah ini jelas ada manfaatnya yaitu berikut ini:

  • Cicilan lebih fleksibel karena bisa disesuaikan dengan kemampuan finansial dan tenor yang dipilih oleh Pins.
  • Tenor panjang memungkinkan pembayaran lebih ringan setiap bulannya sehingga tidak membebani keuangan
  • Tidak menguras dana darurat karena biaya renovasi ditanggung oleh fasilitas kredit 
  • Meningkatkan nilai properti sehingga aset rumah bisa lebih tinggi harganya di pasaran jika ingin dijual atau diagunkan kembali.

Nah, meningkatkan nilai properti ini penting sekali Pins. Apalagi bagi Pins yang ingin melakukan proses take over atau refinancing dilakukan ke bank baru. 

Jenis KPR Renovasi

1. KPR Renovasi Langsung dari Bank

Beberapa bank besar di Indonesia memiliki produk KPR renovasi yang dirancang khusus untuk kebutuhan perbaikan dan perluasan hunian. Contohnya seperti BCA dan BTN dengan karakteristik masing-masing yang harus Pins pahami sebelum mengajukan kredit.

Karakteristik utama dari jenis KPR renovasi rumah langsung dari bank terdiri dari bunga promo fixed di awal, tenor panjang, dan penggunaan dana yang lebih spesifik untuk kebutuhan renovasi. Skema ini paling cocok bagi Pins yang sudah memiliki hubungan perbankan yang baik dan membutuhkan dana renovasi cukup besar.

Kelebihan kalau Pins menggunakan pinjaman renovasi langsung dari bank adalah berikut ini:

  • Bunga lebih rendah dibandingkan kredit tanpa agunan karena menggunakan properti sebagai jaminan
  • Tenor lebih panjang sehingga cicilan bulanan terasa lebih ringan 

Kekurangan jika menggunakan pinjaman renovasi langsung dari bank adalah berikut ini:

  • Proses pengajuan lebih panjang karena memerlukan berbagai dokumen dan penilaian appraisal properti terlebih dahulu.
  • Tidak semua bank menyediakan produk ini sehingga pilihan menjadi lebih terbatas

2. Refinancing KPR untuk Renovasi Rumah

Refinancing adalah proses pembiayaan ulang atas rumah yang masih atau sudah lunas untuk mendapatkan dana baru yang bisa digunakan untuk renovasi rumah. Dalam skema ini, nilai rumah saat ini sangat mempengaruhi plafon pembiayaan yang bisa diperoleh Pins.

KPR renovasi melalui refinancing cocok untuk perbaikan berskala besar karena plafonnya cenderung lebih tinggi dibandingkan produk kredit lain tanpa agunan. Selain itu, proses appraisal ulang properti sangat penting dalam skema ini karena hasil penilaian akan menentukan seberapa besar dana yang bisa Pins dapatkan.

SkemaSumber PinjamanPlafonFleksibilitas Dana
RefinancingBank baru atau bank lamaBisa lebih tinggiRelatif fleksibel
Top Up KPRBank yang samaBergantung sisa plafonTerbatas sesuai bank

3. Top Up KPR untuk Tambahan Dana Renovasi

Top up KPR adalah penambahan plafon kredit dari KPR yang sedang berjalan untuk mendapatkan dana tambahan untuk renovasi rumah maupun keperluan lainnya. Misalkan seperti ini, plafon awal KPR Pins adalah Rp500 juta, kemudian Pins sudah membayar sebesar Rp200 juta. Di sini Pins bisa mengajukan top up untuk mendapatkan dana KPR renovasi rumah. Syaratnya sendiri meliputi KPR sudah berjalan minimal 1-2 tahun, riwayat cicilan yang lancar, dan nilai rumah sudah mengalami kenaikan dari harga sebelumnya. 

Top up sering dipilih karena prosesnya relatif lebih cepat dibandingkan mengajukan pinjaman baru. Namun Pins juga harus mempertimbangkannya karena cicilan bulanan akan bertambah setelah top up, sehingga Pins harus memastikan cash flow Pins tetap terjaga sebelum memutuskan.

4. Take Over Top Up KPR

Top up KPR take over memungkinkan Pins memindahkan KPR renovasi rumah ke bank lain sekaligus mendapatkan tambahan plafon pinjaman untuk membiayai renovasi hunian. Manfaat kalau Pins menggunakan skema ini ada banyak sekali yaitu bunga lebih rendah, tenor baru lebih panjang, tambahan dana, dan cicilan yang jauh lebih fleksibel dari sebelumnya. 

Skema ini biasanya dipilih ketika bunga floating mulai tinggi dan cicilan Pins jadi berat. Selain itu, skema ini juga digunakan kalau Pins butuh dana renovasi besar yang tidak bisa dipenuhi oleh bank asal. 

Syarat umum take over top up KPR:

  • Riwayat kredit yang baik dan tidak pernah mengalami keterlambatan pembayaran selama masa KPR berjalan
  • Nilai rumah sudah mengalami kenaikan sehingga memungkinkan tambahan plafon ketika re-appraisal
  • Penghasilan yang mencukupi untuk menanggung cicilan baru yang akan lebih besar dari cicilan sebelumnya.

Proses appraisal ulang rumah sangat penting dalam skema ini karena penilaian aset akan menentukan besaran plafon yang bisa disetujui bank tujuan. Pins bisa cek simulasi take over KPR untuk memperkirakan cicilan dan plafon yang sesuai dengan kondisi finansial saat ini.

take over kpr di pinhome
Source: Pinhome

5. Kredit Multiguna untuk Renovasi Rumah

Skema berikutnya adalah kredit multiguna. Skema ini menggunakan aset bangunan sebagai agunan seperti sertifikat rumah untuk KPR renovasi rumah. Keunggulannya sendiri adalah fleksibilitas penggunaan dana dan plafonnya cukup besar tergantung nilai aset yang dijadikan jaminan.

Beberapa orang bahkan mengkombinasikan sertifikat rumah dengan BPKB kendaraan sebagai agunan tambahan untuk meningkatkan plafon pinjaman. Namun ini juga ada risikonya karena jika Pins gagal bayar, maka jaminan bisa disita atau dilelang. Selain itu jika menggunakan skema ini bank biasanya menerapkan cicilan maksimal sekitar 30–40% dari penghasilan bulanan. Jadi, jika Pins tidak memenuhi hal tersebut, kemungkinan ditolak lebih besar. 

6. KTA untuk Renovasi Skala Kecil

KTA cocok untuk renovasi ringan hingga menengah karena tidak membutuhkan agunan sehingga prosesnya lebih cepat dan syaratnya lebih sederhana dari skema yang lain.

Keunggulan KTA adalah proses pencairan yang relatif cepat dan persyaratan dokumennya sederhana dibandingkan KPR renovasi rumah lainnya. Namun, skema ini juga punya keterbatasan tersendiri.

Keterbatasannya adalah bunga yang lebih tinggi dan plafon yang lebih kecil dibandingkan skema lain. Oleh karena itu kalau Pins butuh renovasi besar, tidak cocok untuk menggunakan skema ini. 

Contoh renovasi yang cocok menggunakan KTA antara lain perbaikan interior ruangan, renovasi dapur sederhana, atau pengecatan ulang seluruh bagian rumah.

Apakah Rumah dengan KPR yang Masih Berjalan Boleh Direnovasi?

Apakah Rumah dengan KPR yang Masih Berjalan Boleh Direnovasi?
Source: Magnific

KPR renovasi rumah ringan umumnya diperbolehkan tanpa harus meminta izin bank terlebih dahulu selama tidak mengubah struktur utama atau nilai agunan secara signifikan. Namun, renovasi besar seperti penambahan lantai atau perubahan struktur bangunan biasanya membutuhkan persetujuan bank karena berkaitan dengan nilai agunan KPR.

Melakukan renovasi tanpa izin berisiko melanggar perjanjian kredit. Hal ini bisa membuat Pins terkena masalah, terutama saat proses appraisal ulang dilakukan di kemudian hari. Selain itu, Pins juga harus melihat IMB atau PBG ketika ingin menambah luas bangunan. Hal ini bisa berisiko melanggar regulasi daerah dan menimbulkan masalah bagi Pins.

1. Renovasi Ringan yang Umumnya Masih Aman

  • Cat ulang dinding baik interior maupun eksterior
  • Ganti keramik lantai di ruangan tertentu tanpa membongkar pondasi atau struktur utama rumah.
  • Tambah kanopi atau pagar halaman 
  • Perbaikan atap bocor yang bersifat tambal sulam 
  • Pergantian pintu atau jendela lama dengan yang baru

Renovasi jenis ini umumnya tidak mengubah struktur utama rumah sehingga tidak memerlukan izin khusus dari bank pemberi kredit.

2. Renovasi Besar yang Perlu Persetujuan Bank

  • Penambahan lantai baru yang mengubah konstruksi atap dan beban struktur bangunan secara signifikan.
  • Perluasan bangunan ke samping atau belakang yang menambah luas lantai rumah
  • Perubahan struktur utama seperti membongkar dinding pemikul beban yang berdampak pada konstruksi keseluruhan.

Kalau Pins ingin melakukan renovasi besar, bank harus tahu. Karena hal ini menyangkut nilai agunan KPR renovasi rumah yang menjadi dasar penetapan plafon kredit yang telah disetujui sebelumnya.

Syarat Umum Pengajuan KPR Renovasi Rumah

Berikut ini adalah syarat kredit pemilikan rumah renovasi rumah yang harus dipenuhi oleh Pins:

  • WNI dengan usia minimum minimal 21 tahun atau sudah menikah saat mengajukan.
  • Status pekerjaan sebagai karyawan tetap, wiraswasta, atau profesional
  • Lama kerja atau usaha minimal 1–2 tahun 
  • Slip gaji atau laporan keuangan usaha 3 bulan terakhir 
  • NPWP aktif 
  • Rekening koran 3–6 bulan terakhir 
  • Riwayat kredit yang bersih 
  • Memiliki asuransi jiwa dan kebakaran 
  • Melampirkan dokumen properti seperti SHM atau HGB serta PBB

Perlu diketahui bahwa skor SLIK OJK tetap menjadi penilaian utama bank dalam menentukan kelayakan pengajuan KPR renovasi rumah. Jadi pastikan Pins memiliki riwayat kredit yang bersih.

Selain itu, jangan lupa untuk memahami juga syarat take over KPR yang berlaku agar proses pengajuan berjalan lancar. 

Biaya yang Perlu Disiapkan Saat Mengajukan KPR Renovasi       

Selain cicilan pokok, ada beberapa biaya tambahan yang harus Pins siapkan juga saat mengajukan KPR renovasi yaitu berikut ini:

  • Biaya provisi: biaya yang dibayarkan kepada bank yang besarannya biasanya 0,5–1% dari plafon.
  • Biaya administrasi: biaya pengurusan dokumen dan proses pengajuan kredit di bank yang besarannya berbeda setiap bank
  • Biaya appraisal: biaya penilaian properti oleh penilai independen yang ditunjuk bank untuk menentukan nilai agunan terkini.
  • Biaya notaris: biaya pembuatan akta perjanjian kredit yang harus ditandatangani di hadapan notaris
  • Asuransi jiwa: premi yang melindungi kredit dari risiko kematian debitur sebelum pinjaman lunas seluruhnya.
  • Asuransi kebakaran: premi perlindungan aset properti dari risiko kebakaran selama masa kredit masih berlangsung.
  • Biaya akad: biaya yang dikeluarkan saat penandatanganan perjanjian kredit

Semua biaya ini bisa cukup besar jika dijumlahkan, sehingga penting untuk mengetahui biaya take over KPR secara lengkap agar Pins bisa menyiapkan semuanya sejak awal.

Kapan Take Over Top Up KPR Lebih Menguntungkan?

Jenis KPR renovasi rumah satu ini menjadi pilihan yang lebih menguntungkan dalam beberapa kondisi. Kondisi ideal untuk Pins melakukan take over top up antara lain ketika bunga floating sudah terlalu tinggi, rumah mengalami kenaikan nilai, atau Pins membutuhkan dana renovasi tambahan yang cukup besar.

Manfaatnya jelas nyata karena Pins bisa dapat bunga lebih kompetitif sekaligus tenor baru yang lebih panjang tanpa harus mengajukan kredit dari awal. 

Supaya lebih mudah, berikut ini indikator yang membuat Pins bisa mempertimbangkan take over top up KPR:

  • Bunga KPR masuk periode floating dan jauh lebih tinggi dari penawaran bank lain
  • Nilai rumah sudah naik signifikan sehingga memungkinkan plafon tambahan
  • Pins membutuhkan dana renovasi besar yang tidak bisa dipenuhi oleh top up di bank lama
  • Pins ingin tenor baru yang lebih panjang agar cicilan bulanan menjadi lebih ringan

Pelajari juga tentang waktu yang tepat untuk take over KPR supaya keputusan yang Pins ambil benar-benar memberikan manfaat jangka panjang yang optimal.

Renovasi Rumah Jadi Lebih Fleksibel dengan Take Over KPR di Pinhome

Kalau Pins sedang mempertimbangkan jenis KPR renovasi rumah dengan skema take over, Pinhome hadir sebagai platform yang akan membantu Pins menemukan pembiayaan yang paling sesuai kebutuhan. Melalui layanan take over KPR di Pinhome, Pins berpeluang mendapatkan bunga yang lebih kompetitif dibandingkan cicilan KPR yang sedang berjalan saat ini.

Selain itu ada juga fitur top up pinjaman KPR untuk tambahan dana renovasi sehingga kebutuhan perbaikan hunian Pins bisa terpenuhi dalam satu proses pengajuan. Proses pengajuannya juga mudah karena hanya melalui ponsel Pins yang bisa diakses kapan saja dan dimana saja. Bagian terbaiknya Pins juga akan mendapatkan bantuan dari tim profesional untuk membandingkan pilihan bank, sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat. 

Sebelum mengambil keputusan, cek terlebih dahulu panduan lengkap top up KPR take over dan konsultasikan kebutuhan renovasi Pins dengan tim ahli Pinhome.

Mulai langkah Pins dari sekarang dengan mengecek simulasi KPR dan konsultasi gratis di Pinhome. Buatlah keputusan renovasi rumah Pins lebih terarah, efisien, dan menguntungkan hanya bersama Pinhome.

Langkah Cerdas & Berkah

Ajukan Take Over via Pinhome sekarang!

Dapatkan dana renovasi hingga pendidikan melalui program Take Over KPR. Mulai langkahmu dengan simulasi yang mudah dan terukur.

Simulasi Take Over KPR Sekarang

Copied to clipboard

Properti Rekomendasi

    Rp 550,8 Juta - Rp 1,5 Miliar
    Angsuran mulai dari Rp3,8 Juta/bln
      Rp 181 Juta
      Angsuran mulai dari Rp1,2 Juta/bln
        Rp 357,1 Juta - Rp 780 Juta
        Angsuran mulai dari Rp2,5 Juta/bln

        Properti Eksklusif: Green Paradise City

        Parung Panjang, Kab. Bogor
          Rp 1 Miliar - Rp 1,1 Miliar
          Angsuran mulai dari Rp7,2 Juta/bln

          Properti Eksklusif: The Agathis

          Pancoran Mas, Kota Depok

          © www.pinhome.id

          Pinhome App

          Coba Aplikasi Pinhome

          Cari, konsultasi, beli, hingga jasa perawatan rumah, semua ada!
          Unduh sekarang dan nikmati manfaatnya.

          iOS PCA DownloadAndroid PCA Download