Jenis Jenis Tanah

Diperbarui oleh ica ∙ October 31, 2022 ∙ 8 menit membaca

Tanah merupakan salah satu material yang mengandung butiran mineral padat yang tersedimentasi. Material ini juga berasal dari pelapukan bahan organik, berisi zat cair dan gas yang mengisi ruang-ruang pada partikel padat. Ada cukup banyak jenis jenis tanah yang bisa kamu pelajari.

Berikut kami sajikan penjelasannya berdasarkan proses terbentuknya tanah, asal dan tingkat kesuburannya.

Jenis Tanah Berdasarkan Terbentuknya

Apabila dilihat berdasarkan bentuk, setidaknya tanah memiliki 10 jenis. Berikut 10 jenis tanah berdasarkan terbentuknya.

NoJenis Tanah
1Pasir
2Humus
3Podzolit
4Vulkanis
5Vulkanik
6Aluvial
7Mediteran
8Organosol
9Andosol
10Entisol
Tabel jenis jenis tanah

Selain jenis, terdapat juga klasifikasi tanah yang didasarkan pada peraturan organisasi tertentu.

Untuk lebih lengkapnya, berikut penjelasan dari masing-masing jenis tanah yang dilihat berdasarkan terbentuknya.

#1. Tanah Pasir

Tanah pasir ini berasal dari batuan beku dan sedimen yang terdiri dari butiran kasar dan kerikil. Berikut ciri-ciri tanah berpasir.

  • Mudah menyerap air.
  • Mengandung banyak butiran pasir.
  • Jarang ditemukan, karena tanah pasir ini sulit ditanami tumbuhan.
  • Umumnya banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, dan banguna-bangunan yang lainnya.
  • Tanah pasir ini tidak disarankan untuk lahan pertanian, karena tidak dijumpai adanya nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Selain itu, tanah pasir juga kurang baik dalam menyimpan air.

#2. Tanah Humus

Humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan batang pohon ataupun dedaunan.

Tanah ini sangat cocok digunakan untuk bercocok tanam, karena memiliki tingkat kesuburan tinggi. Humus ini sering dijumpai di daerah hujan tropis. Berikut karakteristik tanah humus.

  • Tanahnya subur, gembur, dan berwarna gelap
  • Daya serapnya yang bagus sehingga cocok untuk lahan bercocok tanam
  • Terbentuk dari hasil pelapukan tumbuhan seperti bagian daun dan batang
  • Banyak ditemukan di daerah beriklim tropis
  • Tanah humus ini juga mengandung banyak manfaat, sering juga digunakan sebagai pupuk alami, mampu meningkatkan kandungan air tanah, dan masih banyak manfaat yang lainnya.

#3. Tanah Podzolit

Jenis tanah podzolit terdapat di daerah pegunungan yang bersuhu rendah dan memiliki curah hujan yang tinggi.

Tanah jenis ini sering dijumpai di daerah Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan, Papua, dan Sulawesi. Memiliki kandungan hara yang sedikit, tidak subur, dan berwarna merah hingga kuning. Namun tanah ini masih bisa dimanfaatkan untuk menanam beberapa tanaman tertentu.

Bahan-bahan organik dalam tanah ini begitu rendah dan hanya ditemukan di permukaan tanah saja. Tanah ini juga hanya mampu menyimpan sedikit air, sehingga mudah kekeringan.

#4. Tanah Vulkanis

Tanah ini terbentuk akibat letusan gunung merapi sehingga tanah ini sangat subur dan mempunyai zat hara yang sangat banyak..

Zat hara yang dimiliki tanah vulkanik ini seperti N, P, K, Fe, dan Al. Unsur hara ini bersumber dari lava gunung berapi. Lava yang berpijar akibat letusan gunung berapi menjadikan lapisan atas tanah vulkanik ini berwarna hitam pekat dan lapisan bawah berwarna coklat, kemerahan, dan kuning.

Lapisan ini terbentuk seperti lapisan berwarna-warni. Struktur tanah vulkanis sangat rentan terhadap erosi dan pH-nya antara 4-7 pH. Sangat bagus untuk lahan pertanian dan bercocok tanam karena tanah ini bersifat gembur dan mudah mengurai. Tanah vulkanik dapat ditemui di sekitar permukaan gunung berapi.

Baca Juga:

#5. Tanah Vulkanik

Terdiri dari dua jenis, yaitu latosol dan regosol. Tanah vulkanik latosol yaitu jenis tanah yang mengandung bahan organik lebih banyak dari vulkanik regosol.

Memiliki warna merah sampai kuning dan memiliki sifat asam sehingga bagus untuk ditanami kopi, palawija, padi, kelapa, dan karet.

Sedangkan tanah vulkanik regosol memiliki warna abu-abu hingga kuning. Bahan kandungan organiknya pun lebih sedikit. Meski begitu tanah vulkanik regosol masih bisa dimanfaatkan untuk menanam buah-buahan, tembakau, dan palawija.

Tanah vulkanik juga banyak memiliki manfaat dalam bidang pertanian. Berikut manfaatnya;

  • Menyuburkan tanah. Tanah subur sudah dipastikan mengandung banyak unsur hara yang dapat menutrisi tanaman. Bercocok tanam di area vulkanik ini sangat penulis rekomendasikan. Tanah yang subur juga akan mempengaruhi hasil panen yang bagus pula.
  • Tempat wisata alam. Daerah sekitar gunung berapi pasti terdapat tanah vulkanik yang memiliki karakteristik beragam. Sehingga dapat diolah menjadi inovasi baru, salah satunya dengan memanfaatkannya sebagai wisata alam.

#6. Tanah Aluvial

Tanah aluvial terbentuk dari pengendapan lumpur sungai dan terletak di dataran rendah. Ciri-ciri tanah aluvial sebagai berikut.

  • Berwarna coklat dan memiliki pH tanah di bawah 6
  • Banyak mengandung mineral dan mudah menyerap air
  • Bentuknya seperti tanah liat
  • Terdiri dari beberapa bahan induk, yaitu lempung, kapur, tanah aluvial pasir, basa dan asam

#7. Tanah Mediteran

Tanah yang satu ini memiliki tingkat kesuburan yang rendah. Terbentuk dari proses pelapukan batu kapur. Tanah mediteran banyak dijumpai di daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Maluku, dan Nusa Tenggara.

Mengandung banyak mineral (besi, air, aluminium, dan senyawa organik) yang mampu menyuburkan tanah. Tanah ini memiliki bahan induk batuan kapur dengan pH tinggi, dan tingginya pH itu dipengaruhi oleh pengendapan bahan induk tanah, kedalaman tanah, vegetasi alam, pupuk nitrogen.

Memiliki pH di atas 7 sehingga tergolong tanah yang alkalis dan mengikat fosfat. Ciri-ciri dari tanah mediteran ini mengandung banyak senyawa karbonat yang tinggi, berwarna merah kekuningan dan abu-abu, batuan induk yang berbentuk batuan beku berkapur.

Tanah mediteran banyak dijumpai di area hutan, teksturnya lempung dan bersifat asam. Umumnya tanah ini dimanfaatkan untuk menanam padi.

#8. Tanah Organosol

Termasuk kategori tanah yang kurang subur untuk ditanami. Tanah ini terbentuk dari pelapukan tumbuhan rawa.

Terbagi atas dua jenis tanah yaitu tanah humus dan tanah gambut. Seperti yang dijelaskan di atas tanah humus adalah tanah yang subur dan sangat baik.

Sedangkan tanah gambut berikut ciri-cirinya: Kurang subur dan sangat asam, kandungan hara yang rendah. Warnanya pun gelap, cokelat tua.

Namun demikian, tanah gambut juga memiliki banyak manfaat, diantaranya:

  • Sebagai tempat usaha peternakan unggas dan sapi.
  • Berfungsi sebagai sumber air. Tanah gambut dapat menampung air hujan dengan baik. Sumber air pun banyak dimanfaatkan.
  • Tanah gambut masih cocok untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, karena ada beberapa tanaman yang cocok ditanam di tanah gambut.
  • Ternyata tanah gambut ini bisa digunakan untuk tenaga listrik dan  dapat dibuat briket yang berfungsi sebagai bahan bakar. Bahkan saat ini tanah gambut digunakan untuk membuat pupuk.
  • Mencegah global warming. Bagaimana bisa? Ternyata lahan gambut juga bisa menahan gas rumah kaca sehingga lahan tersebut dapat meminimalisasi terjadinya global warming.

#9. Tanah Andosol

Memiliki kandungan bahan organik dan mineral. Warnanya coklat hingga hitam dan gembur.

Tanah jenis ini banyak ditemukan di wilayah yang dekat dengan gunung berapi sehingga kaya akan unsur hara dan air yang memungkinkan tanaman untuk tumbuh dengan baik.

Baca Juga:

#10. Tanah Entisol

Tanah ini berasal dari pelapukan material yang berasal dari letusan gunung berapi. materilnya anatara lain yaitu debu, lahar, pasir, dan lapilli.

Materil inilah yang menjadikan tanah sangat subur. Pun seperti tanah andosol, tanah ini ditemukan di sekitar gunung berapi.

Jenis Jenis Tanah Berdasarkan Asalnya

Jenis tanah berdasarkan asalnya terbagi menjadi dua yaitu tanah organik dan tanah anorganik. Berikut penjelasan lengkap;

  1. Organic berasal dari pelapukan sisa tanaman dan kulit organisme yang telah mati.
  2. Anorganik terbentuk dari pelapukan batuan baik secara kimiawi ataupun fisik.

Jenis Jenis Tanah Berdasarkan Kesuburannya

Sedangkan jenis tanah berdasarkan kesuburannya terbagi ke dalam empat bagian, yaitu tanah muda, tanah dewasa, tanah tua dan tanah sangat tua. Berikut ini masing-masing penjelasannya.

  1. Muda – Tanah ini memiliki unsur hara yang sedikit dan kurang subur.
  2. Dewasa – Tanah ini sangat subur dan bagus untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian dan perkebunan. Banyak mengandung unsur hara dan nutrisi.
  3. Tua – Tanah ini mulai berkurang kesuburannya. Karena jumlah unsur haranya mulai berkurang.
  4. Sangat Tua – Tanah ini sudah tidak subur lagi karena unsur haranya sudah hampir habis.

Baca Juga: Nama Nama Planet

Manfaat Tanah

Mungkin selama ini kita menganggap tanah hanya bermanfaat bagi tumbuhan saja. Akan tetapi anggapan itu kurang tepat, karena tanah memiliki banyak manfaat. Bukan hanya untuk tumbuhan, namun juga untuk kehidupan manusia dan hewan.

Berikut ini beberapa manfaat dari tanah untuk kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya;

  1. Lahan untuk pertanian.
  2. Bahan baku produksi.
  3. Bahan baku karya seni.
  4. Material peralatan rumah tangga.
  5. Pembuatan tanggul.
  6. Sumber mata air sumur.

Demikian tulisan mengenai jenis jenis tanah ini kami buat. Semoga dapat menambah wawasan kita semua. Apabila dirasa bermanfaat jangan lupa untuk di-share.

Baca Juga:


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Editor: Nurchalimah

Source Feature Image: Unsplash

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Apa itu FUD? Serta Moment Terbesar FUD?

Crypto adalah instrumen investasi yang mempunyai risiko sangat tinggi. Investasi crypto sebaiknya m

Gadget
Gadget 3 Cara Mendownload Google Classroom Di Laptop, Mudah Banget!

Sejak pandemi, beberapa instansi pendidikan menggunakan Google Classroom sebagai media pembelajaran

Finansial
Finansial 10 NFT Marketplace Indonesia & Global yang Populer, Banyak Dipakai Investor!

Kepopuleran NFT (Non Fungible Token) di Indonesia turut beriringan dengan bermunculannya NFT market

Gadget
Gadget 6 Cara Ngeprint dari HP Tanpa Maupun Dengan Kabel

Pada era yang serba digital ini, semua hal dituntut untuk bisa lebih cepat. Begitu pula, dengan men

Finansial
Finansial 9 Bank dengan Penawaran KPR Terbaik

Kredit Pemilikan Rumah atau KPR menjadi solusi terbaik untuk kamu yang ingin memiliki rumah idaman

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia