9 Jenis Media Tanam yang Baik, Ampuh Dongkrak Pertumbuhan

Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • 9 Jenis Media Tanam yang Baik, Ampuh Dongkrak Pertumbuhan

9 Jenis Media Tanam yang Baik, Ampuh Dongkrak Pertumbuhan

Dipublikasikan oleh Nur Afika Cahya ∙ 29 July 2021 ∙ 8 menit membaca

Media tanam adalah salah satu bahan yang dibutuhkan ketika akan memulai untuk melakukan penanaman. Secara umum media tanam harus bisa menjaga kelembaban yang ada di tanah supaya menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Diperlukan juga jenis media tanam yang baik untuk digunakan.

Pinhome – Pastinya disetiap daerah tidak bisa disamakan media tanam yang digunakan, seperti di Asia Tenggara. Media tanam tersebut bisa digunakan secara tunggal atau dipadupadankan antara bahan satu dengan bahan yang lainnya. Media tanam dibagi menjadi 2 bagian besar diantaranya adalah dibawah ini.

Baca Juga:

Media Tanam dari Bahan Organik

Jenis Media Tanam
(iStock)

Hal yang dimaksud dengan media tanam organik adalah dilihat dari komponen atau bahan pembuat media tanam tersebut. Biasanya media tanam organik memiliki komponen dari organisme hidup, seperti bunga, daun, buah buahan, kotoran hewan, dan juga yang lainnya.

Tentu saja media tanam organik memiliki kelebihan dibanding dengan media tanam anorganik. Karena media tanam organik dianggap mampu menyediakan unsur-unsur hara yang dibutuhkan tumbuhan dengan sendiri.

Dan juga media tanam organik memiliki pori-pori makro dan mikro yang fungsinya sebagai sirkulasi udara dan juga memiliki daya serap lebih tinggi dibandingkan dengan media tanam anorganik. Jenis media tanam organik diantaranya adalah:

Baca Juga:

1. Media Tanam Arang

(Shopee.co.id)

Biasanya terbuat dari batang kayu atau batok kelapa yang dibakar, media tanam jenis ini cocok untuk tanaman bunga anggrek di daerah yang memiliki kelembaban tinggi. Karena media tanam arang ini tidak bisa menyerap air dalam jumlah yang besar. Media tanam jenis ini memiliki keunikan, yaitu bersifat buffer (penyangga).

Jadi jika ada kekeliruan pemberian unsur hara yang terdapat pada pupuk, bisa dinetralisir dan diadaptasi. Selain itu media tanam jenis ini tidak mudah mengalami pelapukan jadi sulit untuk jamur tumbuh di media tanam tersebut.

Namun jenis media tanam yang satu ini juga memiliki kekurangan, diantaranya media tanam jeni arang ini dikenal dengan miskin akan unsur hara. Jadi perlu ditambahkan unsur hara pada media tanam dengan cara pemupukan.

Berikut adalah cara menggunakan media tanam jenis arang :

  • Sebelum digunakan, pecahkan arang menjadi bagian-bagian kecil supaya mudah ketika diletakan di pot.
  • Sesuaikan ukuran arang dengan wadah yang digunakan sebagai tempat media tanam di letakan.
  • Untuk mengisi wadah yang memiliki diameter 15 cm, kira-kira arang perlu dipotong hingga berukuran 3 cm dengan lebar 2-3 cm.
  • Jika wadah lebih kecil maka gunakan pengukuran dengan lebih kecil.

Baca Juga:

2. Media Tanam Batang Pakis

Jenis Media Tanam
(Pinhome.id)

Pakis memiliki 2 warna yaitu hitam dan coklat, biasanya batang pakis yang memiliki warna hitam lebih umum digunakan untuk media tanam. Batang pakis yang berwarna hitam berasal dari batang tanaman yang sudah tua dan juga kering.

Keuntungan kamu menggunakan media tanam jenis ini adalah kamu tidak perlu memecah sendiri, biasanya jenis media tanam pakis dijual sudah dalam pecahan dan juga siap pakai. Masih sama dengan media tanam arang, pada umumnya macam media tanam pakis ini digunakan untuk media tanam tanaman anggrek.

Media tanam pakis ini bisa untuk tanaman anggrek yang di tanam di dataran rendah karena memiliki sifat mudah untuk menyerap air. Memiliki aerasi dan drainase dan juga memiliki tekstur yang lunak sehingga memudahkan air untuk terserap oleh akar. Kelemahan dari media tanam jenis ini adalah sering dihuni oleh semut dan juga hewan kecil-kecil lainnya.

Baca Juga:

3. Media Tanam Kompos

(USATodays.com)

Media tanam kompos terbuat dari dari fermentasi tanaman atau limbah organik, seperti jerami, sekam, daun, jerami dan juga sampah-sampah organik. Kelebihan dari media tanam kompos ini adalah menjadi fasilitator dalam hal penyerapan nitrogen (N).

Selain itu media tanam kompos ini memiliki sifat yang mampu mengendalikan kesuburan pada tanah. Kandungan dari media tanam kompos adalah soil conditioner dan soil ameliorator. Soil conditioner adalah komponen yang berperan sebagai memperbaiki struktur tanah terutama untuk tanam yang kering.

Sedangkan soil ameliorator memiliki peran sebagai kemampuan bertukarnya kation pada tanah. Kompos yang baik digunakan sebagai media tanam adalah kompos yang sudah mengalami pelapukan secara sempurna dengan ditandai perubahan warna dan juga bahan pembentuknya, hitam kecoklatan, tidak berbau, memiliki air yang rendah dan juga memiliki suhu ruang.

Baca Juga:

4. Media Tanam Moss

Jenis Media Tanam
(Tokopedia.com)

Macam media tanam yang satu ini berasal dari akar tumbuhan paku-pakuan, atau tanaman kadaka yang biasa ditemukan di hutan.

Macam media tanam moss biasa digunakan ketika tumbuhan sedang di masa penyemaian hingga berbunga. Media tanam ini memiliki kelebihan, diantaranya memiliki rongga yang banyak sehingga menjadikan akar mudah untuk berkembang dengan bebas.

Selain itu media tanam moss mampu mengikat air dengan baik dan juga memiliki sistem drainase dan aerasi sama dengan media tanam batang pakis.

Untuk mendapatkan kinerja media tanam ini dengan maximal, sebaiknya gunakan pupuk ini dengan dipadukan dengan media tanam organik lainnya seperti kulit kayu, tanah gambut dan daun kering.

5. Media Tanam Pupuk Kandang

(Hive.blog)

Seperti yang kita tau, pupuk kandang adalah media tanam yang terbuat dari beberapa kotoran hewan.

Macam media tanam ini memiliki unsur hara yang lengkap seperti natrium (N), fosfor (F) dan kalium (K) yang pastinya unsur hara itu sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan dari tanaman.

Uniknya media tanam jenis pupuk kandang ini memiliki kandungan mikroorganisme yang bisa merombak bahan organik yang sulit untuk dicerna oleh tanaman dan dijadikan komponen yang mudah untuk diserap oleh tanaman.

6. Media Tanam Bahan Anorganik

Jenis Media Tanam
(Rajabeli.com)

Media tanam dengan bahan organik adalah bahan yang memiliki unsur mineral yang tinggi dan berasal dari proses pelapukan batuan didalam bumi.

Pelapukan media tanaman ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah pelapukan secara fisik, biologi-mekanik dan juga kimiawi.

Mineral yang berasal dari pelapukan batuan dibedakan berdasarkan ukuran dan bentuknya.

Golongan tersebut dibagi menjadi 4 yaitu kerikil atau batu-batu kecil (dengan ukuran 2mm), pasir (dengan ukuran 10/1-2mm) debu (dengan ukuran 50-2u) dan tanah liat (dengan ukuran kurang dari 2 ju). Media tanam anorganik juga berasal dari bahan-bahan sintetis atau kimia seperti gel, spons dan lainnya.

Baca Juga:

7. Media Tanam Gel

(Rumahbunda.com)

Gel atau hidrogel ini adalah kristal-kristal polimer yang bisa digunakan media tanam hidroponik.

Banyak yang menggunakan media tanam gel karena dinilai praktis dan juga efiseian karena tidak perlu repot-repot untuk menggantinya dengan yang baru atau menyiram dan memupuk.

Selain menjadi media tanam, macam media tanam ini juga bisa menjadi penambah keindahan ruangan lho karena media tanam macam ini memiliki warna yang bermacam-macam yang bisa menambah keindahan ruangan kamu.

Rata-rata semua tanaman indoor menggunakan media tanam jenis ini karena tadi, efisien dan tidak repot. Namun tidak semua tanaman bisa menggunakan media tanaman ini.

Tanaman yang biasanya menggunakan media tanam jenis gel ini adalah philodendron dan anthurium. Keunggulan dari media tanam gel adalah untuk mempercantik ruangan, dan juga menjaga kelembaban tanaman.

Baca Juga:

8. Media Tanam Pasir

Jenis Media Tanam
(Shopee.co.id)

Macam media tanam yang satu ini sering dijadikan media tanam alternatif menggantikan fungsi media tanam tanah. Media tanam pasir ini cocok digunakan untuk penyemaian bibit, pertumbuhan bibit dan juga perakaran stek batang tanaman.

Sifatnya yang cepat kering ini sangat mempermudah untuk proses pengangkatan bibit tanaman yang dianggap sudah tua jika dipindah ke media tanam yang lain.

Sedangkan bobot pasir yang berat bisa mempermudah tegaknya batang stek. Macam media tanaman yang satu ini juga mudah untuk digunakan sehingga mempermudah sistem aerasi dan drainase.

Baca Juga:

9. Media Tanam Kerikil

(iStock)

Pada umumnya penggunaan media tanam kerikil hampir sama dengan penggunaan media tanam pasir. Namun yang membuat berbeda adalah kerikil memiliki pori-pori makro yang lebih banyak dari pada media tanam pasir. Media tanam kerikil biasanya digunakan untuk tanaman yang dibudidayakan dengan cara hidroponik.

Kelebihan dari media tanam kerikil adalah membantu peredaran larutan unsur hara dan udara dan juga tidak menekan pertumbuhan akar.

Kekurangan dari media tanam kerikil adalah tingkat daya serap airnya yang rendah, jadi media tanam kerikil ini mudah basah dan juga mudah kering jika tidak rutin disiram.

Baca Juga:


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel