Pinhome

Jenis-Jenis Hosting

Dipublikasikan oleh Intan Malika Putri ∙ 22 September 2021 ∙ 4 menit membaca

Untuk membuat situs, blog maupun toko online, ada banyak platform yang bisa dicoba. Tapi kalau bicara soal kemudahan, tentunya WordPress bisa jadi pilihan utama.

Alasan mengapa WordPress jadi pilihan utama, ialah dikarenakan platform ini punya banyak sekali plugin yang bisa diinstall.

Misalnya kamu ingin membuat toko online dengan fungsi tertentu, nantinya kamu tidak perlu membuat programnya dari awal. Cukup cari saja plugin yang bisa memenuhi kebutuhan tersebut.

Nah, untuk membuat WordPress ada dua yang bisa dicoba. Yaitu WordPress gratis dan WordPress berbayar.

Perbedaan WordPress Gratis dan Berbayar

Beda WP Gratis dan Bayar

WordPress gratis, bisa diakses di WordPress.com. Nantinya kamu bisa membuat blog berbasis WordPress di sana. Sedangkan WordPress berbayar, kamu bisa akses melalui situs WordPress.org.

Maksud gratis, ialah server tempat kita menginstall disediakan WordPress.com. Sedangkan di WordPress.org, kita harus punya hosting sendiri.

Lantas bagus yang mana? Kalau sekedar situs pribadi, sebenarnya WordPress gratis sudah cukup. Namun jika kamu ingin lebih profesional, bahkan ingin membuat situs dengan banyak trafik atau toko online, maka kamu bisa memakai WordPress berbayar.

Apa itu Hosting?

Selanjutnya kita bahas juga mengenai apa itu hosting. Terutama jika Anda belum tahu jelasnya.

Hosting adalah server atau tempat dimana kita menyimpan web, agar web tersebut bisa diakses di internet.

Analoginya seperti bangunan toko. Kita menaruh barang-barang yang ingin kita jual di toko tersebut. Nantinya para pengunjung bisa datang ke tokonya.

Jenis-Jenis Hosting yang Umum Dipakai

Pilihan Hosting untuk Dipakai

Untuk memasang WordPress kamu memerlukan hosting. Hosting ini ada banyak jenisnya, yang nanti bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan. Berikut adalah jenis-jenis hostingnya:

1. Cloud Hosting

Yang pertama ada Cloud Hosting. Salah satu jenis hosting yang paling banyak dipakai pemilik situs web.

Cloud Hosting, singkatnya adalah sebuah server yang punya banyak server virtual. Kelebihan dari Cloud Hosting adalah resource servernya yang lebih leluasa dikarenakan punya banyak cabang.

Ketika salah satu cabang mengalami down, maka ada cabang atau jalur lain yang bisa diakses pengunjung, dan begitu seterusnya.

Cloud Hosting cocok dipakai untuk berbagai kebutuhan. Untuk menampung trafik web dalam jumlah besar, toko online dan lain-lain.

Tapi perlu diingat, untuk memilih Cloud Hosting, disarankan yang berkualitas. Agar situsnya nanti stabil. Salah satu provider hosting yang disarankan adalah Domainesia.

Kamu bisa beli hosting di DomaiNesia. Di sana sudah disediakan berbagai paket hosting yang bisa dipilih. Mulai dari 14.000an perbulan, hingga yang spesifikasi super tinggi di angka 490.000 perbulan.

Saya pribadi punya pengalaman memakai hosting di domainesia. Di angka trafik 2.000 dengan paket Super (30.000 perbulan), tidak ada masalah sama sekali. Situs masih bisa diakses secara normal.

2. VPS (Virtual Private Server)

Selanjutnya ada VPS. VPS adalah singkatan dari Virtual Private Server. Yang berarti server virtual.

Kelebihan dari VPS, adalah resourcenya yang tinggi. Misal kita menyimpan situs di satu server, nantinya sebagian besar resource dari server tersebut akan dipakai oleh situs kita.

Kelebihan dari VPS adalah bisa menampung berbagai jenis website dengan trafik yang super tinggi. Misalnya seperti situs berita, di angka puluhan ribu hingga ratusan ribu views dalam satu hari.

VPS sendiri sampai sekarang selalu dikembangkan. Kalau dulu masih memakai hardisk konvensional, sekarang sudah banyak VPS yang memakai SSD bahkan NVME. Bukan itu saja, VPS juga sekarang punya teknologi Cloud, yang punya prinsip kerja sama seperti Cloud Hosting.

VPS beli dimana? Nah, untuk beli VPS, agar uptimenya stabil, disarankan cari provider yang terpercaya. Seperti Cloud Hosting tadi, salah satunya kamu bisa mempertimbangkan untuk beli Cloud VPS di Domainesia.

Di sana tersedia berbagai paket VPS untuk berbagai kebutuhan. VPS di Domainesia juga sudah memakai penyimpanan NVME SSD, sehingga situs jadi lebih responsif.

3. Dedicated Server

Jenis hosting yang paling banyak dipakai terakhir, yaitu Dedicated Server. Gambaran mudah tentang Dedicated Server ini, adalah satu server dipakai oleh kita sendiri.

Karena yang dipakai satu server penuh, maka spesifikasi server yang didapat tentu sangatlah tinggi. Ibarat apartemen, kita tidak menyewa satu kamarnya, melainkan satu gedung dengan seluruh kamarnya.

Kemudian berbeda dengan Cloud Hosting atau VPS yang banyak dipakai perorangan, Dedicated Server biasanya lebih umum dipakai perusahaan, yang punya situs dengan sistem yang kompleks dan pengunjungnya yang sangat banyak.

Dedicated Server juga umum dipakai oleh situs-situs berita besar terkenal, dengan pengunjung di angka ratusan ribu hingga jutaan perharinya.

Penutup

Itulah pembahasan mengenai jenis-jenis hosting. Untuk yang ingin membuat situs web, toko online dan lain-lain sebagainya yang berbasis WordPress, diharapkan penjelasan ini bisa membantu.

Jangan ragu untuk mengirimkan komentar, jika ada penjelasan yang masih belum kamu pahami.

Tags :

Bagikan Artikel