13 Jenis Burung Cucak Ijo Lengkap dengan Gambarnya

Diperbarui oleh Mega Puspita Ratna ∙ November 17, 2022 ∙ 10 menit membaca

Jenis burung Cucak Ijo merupakan salah satu burung kicau selain burung Cendet, Murai Batu, burung Jalak, burung Pleci, dan lainnya yang memiliki ciri khas warna hijau hampir di seluruh bagian tubuhnya. Selain dikenal dengan sebutan Cucak Ijo, burung ini juga dikenal sebagai Cica Daun.

Burung Cucak Ijo memiliki beberapa jenis dalam keluarga Chloropseidae (Wetmore, 1960) Genus Chloropsis (Jardine & Selby, 1827) atau dalam bahasa inggrisnya dikenal dengan sebutan Leafbird. Jenis burung ini dapat ditemukan di Sub-benua India dan Asia Tenggara. Mereka dulunya dikelompokkan dengan burung Cipoh dan burung Irena dalam keluarga Irenidae.

Namun setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, burung Cucak Ijo berdiri sendiri di keluarga Chloropseidae dan Genus Chloropsis. Dimana pada Genus Chloropsis terdapat sekitar 11 jenis burung Cucak Ijo yang tersebar di beberapa nengara. Cica Daun merupakan burung pemakan buah-buahan dan serangga kecil. Mereka memiliki bulu yang halus dan suara yang indah.

Tak heran jika banyak kicau mania yang memilih burung ini sebagai burung kicau andalannya, dan bahkan menjadikannya bisnis dan ternak Cucak Ijo. Perlu diketahui, ada beragam jenis burung Cucak Ijo yang tersebar di dunia, maupun Indonesia. Berikut ini akan kami berikan rincian jenis burung Cica Daun lengkap beserta gambarnya.

Ciri Burung Cucak Ijo

Burung ini memiki ukuran tubuh berkisar antara 14 hingga 21 cm, dan beratnya mulai dari 15 hingga 48 gram. Sedangkan bulunya hampir sekujur tubuhnya atau dominan berwarna hijau sehingga menjadikan dirinya burung Cucak Ijo. Burung ini sebagian besar dimorfik seksual di bulu mereka, dan bervariasi berwarna oranye pada burung Cica Daun Filipina yang tidak menunjukkan dimorfisme seksual.

Ciri burung Cucak Ijo jantan dan betina adalah warna di bulu mereka, terutama pada warna di sekitar kepala dan masker wajah biru atau hitam. Dimana Cucak Ijo betina memiliki warna yang lebih sedikit dan masker yang kurang luas bahkan tidak ada. Beberapa spesies berwarna biru pada sayap dan ekor. Burung ini memiliki kemampuan untuk menirukan berbagai suara burung lain.

Pesebaran dan Habitat

Burung Cucak Ijo dapat ditemukan di pohon dan semak-semak pada hutan tropis. Burung jenis ini sebagian besar menempati semua jenis hutan berdaun lebar di Sub Benua India dan Asia Tenggara dengan ketinggian tertinggi mereka mencapai pada 2500 m. Cucak Cungkok dan Cica Daun dahi emas adalah jenis burung yang pesebarannya lebih luas dengan rentang besar di daratan Asia.

Beberapa spesies memiliki distribusi yang lebih terbatas, seperti Cucak Ijo Palawan, yang endemik di pulau Palawan di Filipina dan Cucak Rante Borneo, terbatas di Borneo utara. Secara umum, jarang ada sampai lebih dari tiga jenis Cucak Ijo yang mendiami daerah yang sama.

Meskipun lima spesies terjadi di hutan pegunungan Sumatera. Spesies yang hidup bersama biasanya ditempatkan dengan baik pada spektrum ukuran, untuk mengurangi persaingan.

Baca juga: Cara Memaster Burung Cucak Ijo Agar Cepat Gacor

Makanan Burung Cica Daun

Makanan Cucak Ijo di alam liar umumnya adalah serangga dan buah. Dalam mencari makan, burung Cucak Ijo dengan gesit bergerak di sepanjang ujung cabang dan dikumpulkan. Mereka juga mampu melayang-layang untuk mendapatkan makanan, dan akan mengejar baik di udara ataupun tanah.

Sarang burung ini umumnya terletak di cabang dekat dengan pucuk pohon atau semak-semak yang rimbun sehingga sarang ini cukup sulit ditemukan. Sarangnya berbentuk mangkuk terbuka yang terbuat dari daun dan akar pohon yang halus. Beberapa menggantung dari tunas pohon yang tipis horizontal.

Di sisi lain menempel pada sepasang ranting vertikal. Betina meletakkan 2 atau 3 telur merah muda yang dierami sekitar 14 hari oleh Cucak Ijo betina, sedangkan Cucak Ijo jantan bertugas memberi makan ratunya semasa melakukan aktivitas pengeraman telurnya.

Jenis Burung Cucak Ijo

Seperti yang sudah disinggung pada paragraf pertama, terdapat 11 jenis burung Cucak Ijo di bawah ini yang tersebar di Sub-benua India dan Asia Tenggara.

Chloropsis flavipennis (Philippine Leafbird) Cucak Ijo Filipina

jenis burung cucak ijo
(Alchetron)

Burung Cucak Ijo Filipina, adalah populasi kecil yang hidup di hutan dataran rendah Filipina. Burung ini diasumsikan mengalami penurunan jumlah populasi yang cepat akibat dari hilangnya habitat. Oleh karena itu burung ini terdaftar sebagai burung ‘rentan’ punah.

Burung ini memiliki fisik hampir sama dengan Cucak Ijo India, atau mirip dengan Cucak Ijo di Indonesia. Hanya saja ukuran tubuh lebih kecil, yaitu sekitar 18 cm. Tubuh didominasi oleh warna hijau terang. Distribusi dan populasi Flavipennis Chloropsis adalah burung endemik Filipina, di wilayah Samar, Leyte, Cebu dan Mindanao. Species ini mulai dianggap langka atau sangat jarang terlihat.

Baca juga: Cara Memandikan Cucak Ijo yang Baik dan Benar

Chloropsis palawanensis (Yellow-throated Leafbird) Cucak Ijo Palawan

Pin on Leafbirds & Flowerpeckers
(Pinterest)

Burung ini adalah burung endemik Palawan di Filipina. Berhabitat di dataran rendah hutan subtropis atau tropis lembab. Berukuran tubuh kecil dengan warna tubuh hijau dan tenggorokan kuning. Burung ini sangat susah dilihat apabila berada di antara daun-daun, karena warnanya yang sama dengan warna hijau daun.

Makanan pokok serangga dan buah-buahan kecil di kanopi hutan. Biasanya burung ini membentuk kawanan yang kadang-kadang bersama burung jenis lain seperti kutilang (Pycnonotus aurigaster). Burung ini terutama ditemukan di Balabac, Busuanga, Calauit, Coron, Culion, Dumaran dan daratan Palawan.

Chloropsis sonnerati (Greater Green Leafbird) Cica Daun Besar

Greater Green Leafbird - Chloropsis sonnerati - Birds of the World
(Birds of the World)


Burung ini ditemukan di Brunei, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura dan Thailand. Habitat burung ini berada di hutan dataran rendah subtropis atau tropis dan hutan mangrove subtropis atau tropis, terutama hutan tua tetapi juga hutan sekunder dan pinggiran, pada daerah dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl.

Burung ini sangat lincah, melompat antara cabang dan terbang dari pohon ke pohon. Menyukai buah pohon ara, dan serangga serta invertebrata kecil. Suara yang dihasilkan oleh burung ini lumayan keras, dengan suara peluit melengking. Jenis ini berasal dari pulau Nias dianggap sebagai ras dari subspecies Chloropsis sonnerati zosterops, dengan sebutan ras parvirostris.

Baca juga: Cara Memandikan Cucak Ijo yang Baik dan Benar

Chloropsis cyanopogon (Lesser Green Leafbird) Cica Daun Kecil

Cica-daun Kecil
(eBird)

Burung Cucak Ijo kecil adalah penghuni tetap di dataran rendah sampai ketinggian 700 m dpl. Kebiasaannya seperti burung Cucak Ijo atau Cica Daun yang lain. Menyukai hutan primer dan hutan sekunder yang tinggi. Memakan artropoda, buah-buahan dan terkadang nektar bunga. Berburu serangga yang hinggap dan menempel di dedaunan.

Jenis ini merupakan Cucak Ijo yang berukuran kecil dengan ciri khas tidak adanya warna biru pada bahunya. Jantan memiliki muka dan tenggorokan hitam bergaris biru, sedangkan betina memiliki garis biru di belakang paruhnya.

Chloropsis moluccensis (Blue-winged Leafbird) Cucak Ijo sayap-biru

(e-Bird)

Chloropsis cochinchinensis, ditemukan di hutan sebelah utara-timur India dan hampir di Asia Tenggara seperti Kalimantan dan Jawa. Burung ini mirip dengan Chloropsis jerdoni dari India dan Chloropsis kinabaluensis (Kinabalu /Kalimantan Leafbird). Ukuran tubuh berbeda dibanding Burung Cucak Ijo lainnya.

Tubuh burung jantan berwarna hijau dengan kepala kuning-kebiruan, sekitar wajah dan tenggorokan berwarna hitam. Betina berbeda karena memiliki kepala hijau dan tenggorokan biru. Burung muda seperti perempuan tapi tanpa patch tenggorokan biru.

Chloropsis aurifrons (Golden-fronted Leafbird) Cica Daun dahi-emas

Golden-fronted leafbird (Chloropsis aurifrons)
(thainationalparks)

Jenis Cucak Ijo ini adalah burung yang tersebar dan berkembang biak di India, Sri Lanka dan sebagian Asia Tenggara. Species ini mirip dengan Burung cica daun kepala kuning sumate (Sumatra Leafbird) yang sering dianggap sebagai subspesies. Tapi keduanya berbeda dalam morfologi.

Habitat burung ini di dalam hutan dan semak belukar. Membangun sarang di pohon dengan 2-3 butir telur. Makanan pokok adalah serangga dan buah. Burung jantan dewasa berwarna hijau, bagian muka dan tenggorokan berwarna hitam. Memiliki dahi warna oranye dengan garis biru, Burung muda memiliki kepala hijau polos.

Baca juga: Wow, Inilah Manfaat Suara Burung Cucak Ijo Betina!

Chloropsis hardwickii (Orange-bellied Leafbird) – Cucak Cungkok

Orange-bellied Leafbird - Chloropsis hardwickii - Observation.org
(Observation)

Burung Cucak Ijo ini adalah burung asli Himalaya timur dan selatan Cina ke Semenanjung Melayu. Memiliki warna cerah perut berwarna oranye, punggung berwarna hijau, ekor dan sayap biru, di leher dan dada berwarna hitam. Paruh panjang dan agak melengkung sehingga memudahkan menghisap makanan ataupun madu dari bunga yang sedang mekar.

Suara burung sangat bervariasi dengan tembakan yang sangat unik terdengar. Suara yang dimiliki Cucak Cungkok inilah yang membuat burung ini sering dijadikan “master” untuk mengisi suara burung lain. Selain itu kombinasi warna pada tubuhnya yang sangat menarik juga menjadi perhatian para kolektor burung untuk memeliharanya.

Chloropsis venusta (Blue-masked Leafbird) – Cucak Rante Biru Sumatera

Cica-daun Sumatera
(eBird)

Jenis ini adalah spesies burung dalam keluarga Chloropseidae. Hal ini endemik di hutan pegunungan lembab di pulau Sumatera Indonesia. Populasi termasuk kecil, disebabkan habitatnya mulai terancam karena kerusakan alam, dan hutan yang semakin berkurang. Burung ini dianggap terancam populasinya karena kehilangan habitat.

Chloropsis jerdoni (Jerdon’s Leafbird) Cica Daun india

(e-Bird)

Spesies Leafbird yang terdapat di hutan India dan Sri Lanka. Nama “Jerdoni” pada burung ini diberikan untuk menghormati Thomas C. Jerdon. Secara tradisional burung ini dianggap sebagai subspesies dari Chloropsis cochinchinensis (Blue-winged Leafbird), tetapi berbeda dalam pengukuran dan morfologi.

Burung Cucak Ijo ini mendiami di hutan lembab di utara Kalimantan. Secara tradisional pernah dianggap sebagai subspesies dari Chloropsis cochinchinensis (Blue-winged Leafbird), tetapi berbeda dalam pengukuran dan morfologi, yang betina memiliki bulu seperti khas jantan.

Penyebaran burung berada di utara Kalimantan. Mulai dari Gunung Kinabalu Selatan sepanjang sisi gunung sampai Gunung Dulit dan Usun Apau dan Timur sampai Kayan Mentarang. Tetapi kadang terlihat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Baca juga: Cara Mengatasi Cucak Ijo Over Birahi Dengan Cepat

Chloropsis media (Sumatran Leafbird) – Cucak Ijo Kepala Kuning Sumatera

jenis burung cucak ijo - Chloropsis
(birdsofcolombia)

Burung Cucak Ijo Kepala Kuning adalah burung endemik di hutan Sumatra di Indonesia. Species ini sering dianggap sama dengan Chloropsis aurifrons (Golden-fronted Leafbird), dan pernah dimasukkan sebagai subspecies Chloropsis aurifrons. Tetapi ternyata keduanya berbeda secara morfologi, ukuran tubuh lebih besar dan jantan dari Sumatran Leafbird memiliki dahi (oranye kuning).

Sementara burung betina menyerupai species Blue-winged Leafbird. Namun dengan forecrown kekuningan dan tidak biru untuk sayap dan ekor (sangat berbeda dari Golden-fronted Leafbird, di mana jantan dan betina sangat mirip).

Chloropsis kinabaluensis (Bornean Leafbird) Cucak Ijo Kalimantan

jenis burung cucak ijo
(eBird)


Burung ini hanya bisa dijumpai di wilayah utara Kalimantan mulai dari kawasan selatan Gunung Kinabalu, Gunung Dulit dan Dataran Tinggi Usun Apau. Hingga Kayan Mentarang. ditemukan juga di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Baca juga: Cara Mengatasi Burung Cucak Ijo Tidak Mau Makan Jangkrik

Chloropsis lazulina (Greyish-crowned Leafbird) Ras Lazulina

jenis burung cucak ijo
(Wikipedia)

Sampai saat ini dianggap sejenis dengan C. hardwickii, tetapi berbeda secara genetis dan juga secara morfologis. Diperlukan studi lebih lanjut. Dua subspesies burung ini telah diakui.

Subspesies dan Distribusi yaitu C. l. melliana Stresemann, 1923 – dataran tinggi Cina S (dari Guizhou dan Guangxi E ke Zhejiang), C Laos dan N & C Vietnam (S ke S Annam) dan C. l. lazulina (Swinhoe, 1870) – dataran tinggi Hainan. Habitatnya hanya di dataran tinggi Kepulauan Hainan, sebuah provinsi kecil di China.

Chloropsis cochinchinensis (Javan Leafbird)

jenis burung cucak ijo
(Wikipedia)

Sebelumnya dianggap sejenis dengan C. moluccensis, C. jerdoni dan C. kinabaluensis. Namun berdiri sendiri berdasarkan pada genetik yang agak berbeda juga berbeda secara morfologis dari moluccensis.

Harga Burung Cucak Ijo

Untuk harga burung Cucak Ijo sangat bervariasi, tergantung dari asal daerah dari jenis burung itu sendiri. Demikianlah ulasan lengkap tentang jenis burung Cucak Ijo lengkap dengan gambarnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan kalian semua!

Baca juga:

Editor: Syahya Rembulan


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap seperti koleksi pada perumahan Kavling Megapolitan Cinere di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Lifestyle
Lifestyle 30 Ucapan Ulang Tahun Untuk Adik Perempuan Tercinta

Hai Pins, apakah kamu memiliki adik perempuan? Memiliki adik perempuan bisa dibilang menyenangkan a

Gadget
Gadget 15 Rekomendasi HP Realme 2 Jutaan Spesifikasi Gacor!

Rekomendasi HP Realme 2 jutaan terbaik merupakan pilihan varian smartphone yang layak untuk dibeli.

Finansial
Finansial Kenali Apa itu DYOR dalam Crypto dan Cara Menerapkannya

Ada banyak sekali istilah yang mungkin baru pertama kali kamu dengar saat mempelajari investasi seb

Uncategorized
Uncategorized Mengenal Apa itu Crypto Luna atau Terra Luna dalam Crypto

Sektor transaksi digital kawasan Asia mengalami pertumbuhan sangat pesat dengan banyak sekali pemai

Finansial
Finansial Begini Cara Kerja Bitcoin yang Perlu Diketahui Oleh Pemula

Meningkatnya kesadaran masyarakat akan investasi membuat aktivitas tersebut semakin tinggi peminatn

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia