Pinhome

  • Blog
  • Properti
  • Jangan Minta Tolong Calo, Ini Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan!

Jangan Minta Tolong Calo, Ini Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan!

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 18 November 2021 ∙ 6 menit membaca

Meskipun penting, kenyataannya masih banyak masyarakat Indonesia yang tidak tahu cara mengurus izin mendirikan bangunan atau akrab disingkat IMB.

Ketidaktahuan ini biasanya menuntun mereka untuk datang ke calo dan meminta tolong diuruskan IMB, tanpa sadar bahwa sesungguhnya mengurus IMB ini bisa dibilang mudah asalkan Pins punya semua syarat izin mendirikan bangunan dengan lengkap.

Urusan legalitas seperti izin mendirikan bangunan menjadi hal yang sangat penting untuk Pins yang baru saja membeli rumah atau mendirikan bangunan untuk komersil atau kepentingan pribadi.

Kenapa? Karena, jika properti kepemilikan Pins tidak memiliki surat-surat berharga, maka nilai properti bangunan yang kita miliki akan jatuh terjun bebas harganya dan sangat lemah di mata hukum.

Tapi kamu tidak perlu khawatir Pins, di sini kami akan menjelaskan secara detail cara mengurus izin mendirikan bangunan.

Baca juga: 

Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Pins, IMB adalah suatu produk legalitas hukum yang berisi persetujuan ataupun perizinan yang dikeluarkan langsung oleh Kepala Daerah setempat seperti pemerintah kabupaten ataupun kota dan wajib hukumnya dimiliki oleh pemilik bangunan yang akan membangun, merenovasi, merobohkan, menambah ataupun mengurangi luas bangunan yang ia miliki.

Tujuan adanya IMB sendiri adalah menciptakan tata letak bangunan yang aman dan sesuai dengan peruntukan lahan yang diajukan. Ketika Pins ingin bertransaksi jual beli rumah pun, pemilik rumah akan dikenakan denda sebesar 10% dari nilai bangunan jika terbukti tidak memiliki IMB.

Kasus terburuknya, rumah atau bangunan yang dimiliki pun bisa dibongkar lho, Pins.

Baca juga: Memilih Jasa Kontraktor Arsitek dan Masalah yang Sering Timbul Saat Membangun Rumah

Syarat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Setelah benar – benar memahami arti penting dari IMB, sekarang saatnya Pins mengetahui syarat izin mendirikan bangunan. Hal ini berlaku untuk rumah tinggal ataupun bangunan dengan tujuan non tinggal ya, Pins.

Ada baiknya, sebelum Pins benar – benar mulai mengurus IMB, dipersiapkan dengan lengkap persyaratan – persyaratannya terlebih dahulu agar proses pengurusan bisa jadi lebih lancar dan mudah.

Syarat izin mendirikan bangunan untuk rumah tinggal diantaranya sebagai berikut:

– Fotokopi identitas pemilik.
– Fotokopi SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terutang).
– Bukti pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Tahun Berjalan.
– Fotokopi Surat Kepemilikan Tanah.
– Surat Kuasa (Jika proses pembuatan IMB dikerjakan oleh orang lain).
– Surat Pernyataan Kepemilikan Tanah.

Sudah selesai dilengkapi semua persyaratannya? Berikut info alur pengajuan IMB untuk rumah tinggal ya, Pins.

Baca juga: Pertimbangan dan Tips Membangun Rumah Bertingkat

Alur Pengajuan IMB

cara mengurus izin mendirikan bangunan

Kalau rumah yang Pins miliki masih dibawah 500 meter persegi, maka Pins bisa langsung mengurusnya dengan datang langsung ke kecamatan di loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) tempat Pins tinggal.

Dari sana Pins bisa langsung mengisi formulir untuk pengajuan pengukuran tanah. Sekitar satu minggu kemudian, akan ada petugas yang datang ke rumah Pins untuk mengukur dan membuat gambar denah rumah Pins secara langsung.

Hasil gambar denah rumah inilah yang akan dijadikan blueprint untuk IMB rumah Pins. Saat proses gambar denah rumah selesai, Pins baru bisa mengajukan IMB. Untuk IMB Rumah Tinggal, biasanya proses pembuatannya memakan waktu 15 hari kerja.

Untuk soal biaya, biaya mengurus izin mendirikan bangunan dihitung berdasarkan luas rumah tinggal yang Pins miliki. Biasanya, per meter persegi akan dikenakan biaya Rp 2.500,-.

Cara dan syarat izin mendirikan bangunan untuk non rumah tinggal, komersil ataupun bangunan umum agak sedikit berbeda dengan rumah tinggal.

Baca juga: 

Syarat Pengajuan IMB

cara mengurus izin mendirikan bangunan

Persyaratan dan alur yang akan dijabarkan pun hanya berlaku bagi bangunan yang memiliki maksimal 8 lantai. Untuk mendapatkan izin mendirikan bangunan, sang pemilik harus menyiapkan persyaratan berikut ini:

– Formulir Permohonan Izin Mendirikan Bangunan.
– Surat Pernyataan Tidak Sengketa lengkap dengan materainya.
– Surat Kuasa (jika diurus oleh orang lain).
– KTP dan NPWP (wajib untuk pemohon ataupun orang yang dikuasakan).
– Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran Dokumen.
– Bukti Pembayaran PBB.
– Akta Pendirian (Jika pemohon adalah atas nama perusahaan, yayasan ataupun badan tertentu).
– Ketetapan Rencana Kota (KRK) ataupun Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB).
– Bukti Kepemilikan Tanah (Surat Tanah).
– Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) khusus untuk bangunan yang memiliki luas tanah diatas 5000 meter persegi.
– Gambar konstruksi yang dilengkapi dengan hasil perhitungan dan laporan penyelidikan tanah yang direncanakan langsung oleh perencana konstruksi yang memiliki IPTB (Izin Pelaku Teknis Bangunan).
– Gambar rancangan arsitektur (mencakup gambar situasi, tampak, potongan, sumur resapan, denah) yang dilaksanakan oleh arsitek yang memiliki IPTB dan diberi notasi langsung oleh GSB (Garis Sempadan Bangunan), GSJ (Garis Sempadan Jalan) dan batas tanah yang jelas.
– Legalisir asli dari Izin Pelaku Teknis Bangunan (IPTB) para pekerja konstruksi, instalasi dan arsitektur terkait.
– Gambar instalasi lengkap dari LAK/LAL/SDP/TDP/TUG.
– IMB lama lengkap dengan lampirannya untuk permohonan merubah ataupun penambahan bangunan.

Survei Lokasi

Tahap pengajuan dari IMB khusus Bangunan Umum (non rumah tinggal maksimal 8 lantai dimulai saat Pins datang ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di kota Administrasi tinggal.

Isi formulir dan serahkan persyaratan dan dokumen yang diperlukan. Nantinya, berkas yang Pins ajukan akan diteliti dan kemudian akan disurvey secara langsung ke lokasi.

Setelah proses survey selesai, nantinya petugas yang datang akan menghitung besaran retribusi biaya yang harus dikeluarkan pemohon IMB.

Setelah itu, Pins sebagai pemohon IMB baru bisa membayar retribusi yang sudah ditetapkan sebelumnya di bank DKI. Jangan lupa untuk meminta bukti pembayaran dan menyerahkannya ke loket PTSP kota Administrasi. Setelahnya, barulah Pins bisa mengambil IMB baru.

Sesuai Peraturan Daerah No.1 Tahun 2015, biaya membuat Izin Mendirikan Bangunan untuk Bangunan Umum Non Rumah Tinggal dibuat berdasarkan luas bangunan x indeks bangunan x harga satuan retribusi.

Lama proses pembuatannya sedikit lebih banyak memakan waktu yaitu 25 hari kerja sejak dokumen teknis yang diajukan telah disetujui. Jika telah jadi, IMB bisa Pins ambil langsung di loket PTSP Kota Administrasi terdekat.

Baca juga: 

Kesimpulan

Nah, sekarang Pins jadi lebih tahu tentang Izin Mendirikan Bangunan ya. IMB sendiri wajib kita urus karena memiliki dasar hukum yang kuat karena telah diatur pada Undang – Undang Nomor 34 Tahun 2001 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Karenanya, setiap mendirikan atau merenovasi bangunan, kita harus mendapat izin tertulis baik dari Dinas Tata Kota ataupun dari instansi lain yang bersangkutan, agar bisa tercipta tata letak bangunan yang aman dan sesuai dengan peruntukan lahan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Sebagai tambahan, peraturan cara dan syarat izin mendirikan bangunan tersebut merupakan ketentuan umum. Peraturan pelaksanaan dari undang – undang yang sudah ditetapkan sebelumnya mungkin akan bervariasi sesuai dengan kebijakan setiap daerah.

Hal ini diakibatkan kondisi daerah dari segala penjuru Indonesia yang berbeda – beda sehingga membutuhkan kebijakan yang berbeda pula.

Bagaimana, Pins? Sudah siap memiliki Izin Mendirikan Bangunan yang baru? Meski diawal proses persyaratan mengurus IMB ini terlihat sulit. Kenyataannya, tidak sesulit itu kan?

Baca juga: 


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel