Pinhome

  • Blog
  • Hobi
  • Mengenal Burung Jalak Suren (Asian Pied Starling)

Hobi

Mengenal Burung Jalak Suren (Asian Pied Starling)

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 10 October 2021 ∙ 7 menit membaca

Jalak Suren merupakan salah satu dari beberapa jenis burung Jalak selain Jalak Kerbau atau Jalak Nias dari keluarga Sturnidae dan genus Gracupica. Burung Jalak Suren memiliki nama ilmiah Gracupica Contra atau Asian Pied Starling dalam bahasa inggris.

Sebelumnya, burung ini dikelompokkan ke dalam genus Sturnus, namun pada akhirnya masuk ke genus Cracupica meski belum ada penelitian lebih lanjut. Spesies Jalak ini ditemukan di Anakbenua India dan Asia Tenggara. Burung-burung ini biasa ditemukan dalam kelompok kecil di kaki lembah dan di dataran rendah.

Jalak Suren sering kali dijumpai di kota atau perdesaan, meskipun mereka tak seberani burung Kerak Ungu. Memiliki beberapa variasi bulu dalam populasinya, dan sampai saat ini sudah teridentifikasi lima subspesies. Jalak ini berukuran sedang, berwarna hitam dan putih.

Baca Juga: Burung Jalak Putih

Kelebihan Jalak Suren

Burung Jalak Suren memang diketahui memiliki keahlian seperti jenis burung Beo yang dapat menirukan suara dari manusia. Meskipun kapasitasnya tidak sehebat burung Beo, tetapi kelebihan suara dari burung ini dinilai lebih mencolok jika dibandingkan dengan burung Beo.

Karena kelebihannya tersebut, burung ini sering kali disebut dengan burung penjaga rumah yang mana jika melihat orang asing, dirinya seakan tidak memiliki rasa takut dan bahkan dapat lebih ngotot untuk berkicau.

Baca juga : Macam-macam jenis burung Jalak

Jenis Jalak Suren

jalak suren
(Pixabay)

Secara global, jenis burung ini memiliki 5 sub-spesies yang diakui dengan daerah persebaran berbeda:

  • Contra (Linnaeus, 1758): ujung timur Pakistan (daerah Lahore), India tengah dan utara (di timur sampai Assam bagian barat, di selatan sampai ujung utara Karnataka dan Andhra Pradesh utara), Nepal selatan dan Bangladesh.
  • Sordida (Ripley, 1950): India timur laut (Assam timur).
  • Superciliaris (Blyth, 1863): India timur laut (Manipur), Myanmar (kecuali wilayah selatan dan timur) dan Cina barat daya (Yunnan barat daya).
  • Floweri (Sharpe, 1897): Myanmar selatan dan timur, Cina selatan (Yunnan tenggara), Thailand (kecuali timur), Laos barat laut dan Kamboja.
  • Jalla (Horsfield, 1821): Sumatera, Jawa dan Bali.

Baca juga: Perbedaan Jalak Suren Jawa dan Jalak Suren Sumatera

Ciri Burung Jalak Suren

Biasanya, burung ini memiliki beberapa bintik cokelat pada paruh pada saat masih muda, dan nantinya akan menghilang dengan sendirinya pada saat menginjak usia dewasa dan akan berubah menjadi warna putih gading.

Sementara untuk Jalak Suren Malaysia, terdapat warna putih pada bulu dahinya. Berbeda dengan saudaranya, pangkal dari paruh Jalak ini berwarna orange dan selebihnya, keduanya sama – sama memiliki bakat kicauan yang sangat mengagumkan, bahkan sering kali dijadikan sebagai master dari jenis burung penyanyi yang lainnya.

Jalak suren ini sendiri memang memiliki beberapa ciri tersendiri. Pada umumnya ukuran tubuh dari jalak jenis ini adalah sekitar 20 sampai dengan 24 cm dengan berat tubuh sekitar 75 sampai 100 gram, untuk ciri-ciri jalak suren jantan, kepala dan juga paruhnya memiliki ukuran yang lebih besar.

Pada bagian punggung, kepala dan juga lehernya memiliki warna hitam mengkilap. Warna putih yang ada pada semua bagian tubuhnya memang terlihat lebih bersih. Untuk bagian anusnya sendiri terdapat warna biru tua dan warna biru tua tersebut nantinya akan dipengaruhi oleh umur. Jika usianya semakin tua, warna biru tua tersebut akan semakin jelas.

Perbedaan Jalak Suren Jantan dan Betina

Adapun perbedaan jantan dan betina terdapat pada panjang badan, kulit di sekeliling mata, bulu, ekor, dan jari-jari kaki. Seperti burung pengicau lainnya, Jalak Suren memiliki kaki berjenis anisodaktil di mana tiga jari menghadap ke depan dan satu jari menghadap ke belakang.

Jalak Suren betina, memiliki bentuk kepala dan tubuh yang cenderung ramping dan juga bentuk badan yang lebih bulat. Warna bulu hitam yang ada pada kepala, leher sampai dengan punggung memang cenderung agak kusam.

Jika dilihat dari suaranya, Jalak jantan memiliki suara yang lebih keras dan banyak variasi, kemudian jika sedang berkicau biasanya memulainya lebih dulu dan saat bersama – sama berkicau, maka seakan burung jantan yang memimpin kicauan tersebut dan lebih banyak mengeluarkan suara seperti kreek.

Sedangkan untuk Jalak betina memiliki suara kicauan yang lebih lembut dan variasi kicauannya cenderung terbatas, kemudian jika berkicau dengan bersamaan, maka Jalak betina selalu mengikuti irama kicauan dari Jalak jantan. Selain itu juga lebih banyak mengeluarkan suara seperti orang bersiul meskipun tidak terlalu keras dan besar.

Baca juga : Jalak Nias | Common Myna

Habitat dan Reproduksi

jalak suren
(Pixabay)

Wilayah dari penyebaran Jalak satu ini yang ada di Indonesia paling banyak dapat ditemui di Pulau Sumatera, Jawa dan juga Bali. Sementara untuk Jalak bali kalimantan tentu saja sangat banyak dijumpai di wilayah yang ada di Kalimantan.

Di alam yang liar, Jalak jenis ini memang sering kali menyukai beberapa tempat dataran rendah yang dekat dengan perairan, tetapi terkadang juga kerap kali terlihat di perbukitan di atas ketinggian 700 meter (dpl).

Musim kawin Jalak Suren di India berlangsung dari bulan Maret sampai September. Namun di Jawa dan Bali, perkembangbiakan umumnya terjadi antara Desember-Juni, meskipun beberapa yang lain berbiak sepanjang tahun. Sedangkan bulan Juli-Desember merupakan masa penurunan perkawinan.

Pada musim berbiak, jumlah burung yang mengelompok akan menurun, karena mereka saling mencari pasangan. Untuk memikat pasangannya, burung ini akan mengeluarkan suara panggilan, menepuk-nepukkan bulu serta menggoyang-goyangkan kepala.

Pada habitat aslinya, jenis Jalak Suren tersebut biasanya akan lebih memilih beberapa pohon besar yang berlubang sebagai tempat tinggalnya dan juga sekaligus digunakan untuk bisa melahirkan anak – anaknya. Di masa reproduksinya, Jalak dapat melahirkan kurang lebih 4 sampai 6 butir telur dan 14 hari masa pengeraman.

Kandang Burung Jalak Suren

Untuk ukuran kandang Jalak Suren pada dasarnya sesuai dengan selera setiap pemelihara ataupun penangkarnya. Tetapi jika berdasarkan beberapa pengalaman dari beberapa ahli, sangkar yang nyaman untuk burung tersebut biasanya memiliki ukuran 100 x 175 x 200 cm. 

Dalam kandang tersebut juga perlu diberikan beberapa perlengkapan seperti tempat untuk bersarang, tempat untuk bertengger yang dibuat dari batang kayu dan juga harus disediakan tempat untuk meletakkan pakan dan juga minum dari burung tersebut. Selain itu, setiap pemilik sebaiknya perlu menyediakan bak mandi dengan ukuran yang cukup besar pada dalam kandang.

Perawatan Harian Jalak Suren

Sedangkan untuk perawatan harian, tidak berbeda jauh dengan jenis burung kicau lainnya. Tetapi sebelum dan sesudah proses pemandian, jenis dari burung tersebut harus diangin – anginkan lebih dulu kurang lebih selama 30 menit.

Sementara untuk pakannya, burung yang satu ini memang lebih menyukai pakan jenis voer karena memang kandungan proteinnya cukup tinggi. Untuk voer yang memiliki protein tinggi adalah ayam, kemudian lele dan juga voer hijau biasa.

Sementara itu, kamu juga bisa menambahkan beberapa macam buah – buahan yang bisa divariasikan, seperti buah pisang kepok, pepaya dan juga apel. Beberapa pakan protein yang lainnya memang tidak kalah penting untuk diperhatikan.

Pemelihara dapat memberikan jangkgrik sebanyak 8 ekor di dalam satu hari. 3 ekor jangkrik di pagi hari, kemudian 5 ekor di sore hari. sedangkan untuk takaran dari kroto sendiri adalah cukup 1 sendok teh yang diberikan 2 kali dalam satu minggu. Untuk buah – buahannya sendiri sebaiknya diberikan saat masih segar agar nantinya jalak tersebut dapat lebih sehat dan juga rajin untuk berbunyi.

Baca juga : Ciri-ciri Jalak Kebo Jantan

Kesimpulan

Jadi pada intinya, burung Jalak Suren ini merupakan suatu jenis Jalak yang banyak diminati oleh pecinta burung meski karena memiliki ocehan yang bagus dan juga bisa dijadikan sebagai burung penjaga rumah, harga burung Jalak Suren jauh lebih mahal dibandingkan Jalak Kebo atau Jalak Nias.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menambah wawasanmu tentang Jalak Suren (Asian Pied Starling).


Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel