Islam zaman Demokrasi Terpimpin

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ December 27, 2022 ∙ 4 menit membaca

Sejarah Negara Com – Terjerembabnya Kabinet Parlementer (saat itu Kabinet Ali II) mengakibatkan politik di Indonesia masa krisis. Hal ini terjadi bersamaan dengan bergulirnya Demokrasi Terpimpin Bung Karno. Dalam masa krisis ini perjuangan parpol Islam beralih dari Politik Praktis ke Politik Ideologi.

Yang dimaksud Demokrasi Terpimpin menurut pemerintah (Bung Karno) adalah demokrasi murni yang berdasarkan suatu ideologi yang memimpin dengan menentukan tujuan serta cara mencapainya. Dari batasan tersebut dapat dipahami kata \\\”Demokrasi\\\” dan \\\”Terpimpin\\\”, dua kata yang bersifat komplementer.

Terpimpin berarti ada seorang pemimpin yang memimpin dalam rangka demokrasi. Dalam praktiknya, kata terpimpin lebih dominan dan dapat menggusur kata demokrasi itu sendiri. Pada saat itu, sempurnalah tiga wewenang negara (Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif) berada dalam satu genggaman kekuasaan Soekarno.

Timbulnya pemusatan kekuasaan pada satu tangan mencuatkan konsekuensi yang variatif bagi parpol Islam, sehingga terjadi kristalisasi NU dan PSII.

Sedangkan Perti diizinkan tetap eksis, karena pro-Demokrasi Terpimpin yang dijadikan wakil kelompok agama Nasakom (Nasional, Agama, dan Komunis) yang merupakan Jargon Politik Bung Karno dalam rangka menciptakan Persatuan Bangsa.

Karena tarikan Bung Karno sangat tegas dalam menandai batas antara musuh revolusi, Masyumi yang selalu vokal dalam melancarkan kritik tajam tidak dihiraukan.

Bahkan, para pemimpin Masyumi khususnya yang sejak awal dikursus ideologi di Indonesia dipandang sebagai pendukung-pendukung sejati gagasan negara Islam, dipenjarakan karena oposisi mereka terhadap pemerintah yang tak berkesudahan.

Akhirnya, dengan alasan bahwa beberapa pemimpin utamanya seperti Mohammad Natsir dan Safruddin Prawiranegara ikut terlibat dalam pemberontakan PRRI, Soekarno membubarkan Masyumi pada tahun 1960. Baca selengkapnya di artikel: Sejarah pemberontakan PRRI dan Permesta

Dalam pandangan Bahtiar Effendi, kelompok Islam secara simbolik berhasil dikalahkan. Dibalik kekalahan simbolik tersebut, selama masa Demokrasi Terpimpin di bawah Soekarno, artikulasi legalistik/formalistik gagasan dan praktik politik Islam, terutama gagasan Islam sebagai dasar ideologi negara memberi pengaruh negatif terhadap kekuasaan.

Lalu, bagaimana dengan keberadaan NU saat itu? Tampaknya motivasi keterlibatan NU di dalam Demokrasi Terpimpin harus dipandang secara internal, bahwa semua keputusan NU di dasarkan atas pertimbangan agama yang kemudian ia mengambil kaidah Ma La Yudraku Kulluhu La Yudraku B\\\’ Dhuhu. Misalnya NU menerima Manipol Usdeknya Soekarno.

Akibat penerimaan ini, NU seringkali dipandang sebagai partai yang oportunistik. Meskipun demikian, para pemimpinnya membela diri dengan menyatakan bahwa keterlibatan mereka dalam rezim Demokrasi Terpimpin adalah untuk mengimbangi posisi PKI yang semakin dominan.

Pada sisi lain Masyumi menilai bahwa proaktif dalam Demokrasi Terpimpin Soekarno merupakan suatu penyimpangan terhadap ajaran Islam. Adapun Liga Muslimin (NU, PSII, dan Perti) menganggapnya sebagai sikap realistis dan pragmatis, bahkan keikutsertaan NU hanya strategi bukan berarti idealismenya bergeser.

Dalam Demokrasi Terpimpin dilakukan pemangkasan parpol, melalui berbagai Keppres Parpol dikebiri sebagai konsekuensinya obsesinya yang merupakan ide pokoknya, yaitu melakukan emaskulasi partai-partai politik. Hal ini karena menurutnya parpol-parpol inilah yang menciptakan pemerintahan yang tidak efektif.

Dalam kenyataannya, Masyumi belum pernah sekalipun bersedia duduk bareng PKI dalam satu kabinet, sampai Masyumi dibubarkan. Kemudian, NU menjadi parpol Islam terbesar, namun diantara parpol-parpol yang ada, hanya PKI yang mampu bersaing dalam kompetisi kekuatan politik nasional, bersama militer, dan Bung Karno.

Sikap akomodatif NU atau dalam bahasa Deliar Noer \\\”Politik Penyesuaian Diri\\\” dalam bidang politik praktis berbanding terbalik bila bersinggungan dengan keyakinan agama terlihat dengan tampilnya NU sebagai penentang utama PKI dengan menandinginya dalam semua aspek kehidupan.

Kolaborasi antara NU dan Soekarno terus berlangsung sampai runtuhnya rezim Demokrasi Terpimpin. Rezim baru tersebut segera mengasingkan beberapa kekuatan penting di masyarakat. Soekarno mengasingkan elit intelektual dan elit politik dengan menekan ekspresi kultural.

Lebih jauh, ia mengatakan negeri ini pada kehancuran ekonomi sebagai akibat dari pengeluaran yang sangat besar dan akumulasi utang asing yang membengkak. Rezim baru ini juga memberikan kesempatan besar pada komunis untuk mengonsolidasikan posisi politik mereka.

Kehancuran Demokrasi Terpimpin terjadi setelah kudeta yang gagal melalui Gerakan 30-S/PKI tahun 1965, berpegang pada selembar Surat Perintah tanggal 11 Maret 1966 yang disebut SUPERSEMAR.

Jenderal Soeharto pemegang mandat mengambil langkah-langkah untuk menyelamatkan negara terhitung sejak tanggal tersebut hingga dibangunnya orde politik baru yang oleh pendukungnya disebut Orde Baru yang sanggup menggusur Orde Lama.

Selengkapnya bisa anda baca di dua artikel dibawah ini:

  1. Proses terjadinya peristiwa G.30.S/PKI
  2. Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Soeharto meraih kekuasaan berdasarkan sebuah koalisi para perwira militer Indonesia, organisasi komunitas muslim dan minoritas Katholik-Protestan, dengan dukungan profesional dan birokrat kelas menengah dan kalangan inteligensia berpendidikan Barat.

Rezim Soeharto mengambil pola kebijakan, sekuler dengan penekanan terhadap Pancasila sebagai prinsip-prinsip dasar negara dan masyarakat. Dengan demikian, tamatlah riwayat Demokrasi Terpimpin. Selanjutnya diganti dengan era Reformasi sampai tahun 2007.

Demikian sekilas mengenai Islam zaman Demokrasi Terpimpin, semoga menjadi catatan sejarah Islam dan Indonesia yang tak pernah terlupakan.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Lifestyle
Lifestyle 15 Aplikasi Pengubah Suara Terbaik

Pernahkah Pins berpikir untuk mengubah suara asli kamu untuk membuat efek gema seperti robot, atau

Lifestyle
Lifestyle 15 Aplikasi Karaoke Terbaik Untuk Hobi Menyanyi

Karaoke merupakan salah satu hiburan menyenangkan yang menghilangkan penat setelah bekerja atau akt

Lifestyle
Lifestyle 18 Aplikasi Baca Manga Terbaik Untukmu

Ingin baca manga untuk mengisi waktu luangmu? Atau memang kamu hobi membaca manga? Selain berbentuk

Lifestyle
Lifestyle 12 Rekomendasi Aplikasi Font Android Menarik

Melihat tampilan HP Android yang begitu-begitu saja setiap harinya cukup membosankan bagi setiap or

Finansial
Finansial BI Checking Kol 2 Artinya? Simak Yuk!

Sebelum mengajukan kredit atau pinjaman baru pada suatu lembaga keuangan atau pembiayaan, kamu perl

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia