Sejarah berdirinya industri pesawat terbang di Indonesia

Diperbarui oleh ∙ December 27, 2021 ∙ 4 menit membaca

Sejarah Negara Com – Teknologi pesawat terbang pada masa Perang Dunia I mengalami kemajuan yang sangat luar biasa. Para perancang pesawat Eropa, Louis Bleriot dan Herman Fikker (Insinyur berkebangsaan Amerika – Belanda) membangun konsep dasar pesawat tempur berdasarkan rancangan Wright bersaudara. Pesawat tersebut diberi nama Fokker’s biplanos yang yang banyak digunakan oleh Jerman.

Pada masa Perang Dunia II produksi pesawat terbang difokuskan pada pesawat tempur dan pesawat pengebom. Setelah Perang Dunia II pesawat tempur tersebut dialihfungsikan menjadi pesawat sipil.

Di Indonesia perkembangan teknologi transportasi udara juga menjadi salah satu kebutuhan rakyat Indonesia yang semakin berkembang pesat dari waktu ke waktu.

Setelah Indonesia merdeka, semakin terbuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk membuat pesawat terbang sendiri, mengingat bahwa Indonesia adalah negara kepulauan yang tentu saja memerlukan sarana transportasi udara untuk kelancaran pemerintahan, pembangunan ekonomi dan pertahanan keamanan.

Pabrik pesawat terbang Indonesia
Pabrik pesawat terbang Indonesia

Baca juga: Pendirian perusahaan kapal zaman Belanda di Indonesia

Pesawat terbang Indonesia

Sejarah berdirinya industri pesawat terbang di Indonesia berawal pada sebuah bangunan bekas gudang kapuk di Magetan. Pada tahun 1946 dirakit pesawat terbang pertama dengan bahan-bahan dari Indonesia oleh putra-putri Indonesia yang diberi bana NWG-1, sesuai dengan inisial pembuatnya, yait: Nurtanio Pringgoadisuryo dan Wiweko Supono. NWG-1 berjenis pesawat layang jenis zogling tanpa mesin yang biasa dipakai untuk olah raga terbang layang.

Setelah berhasil pembuatan NWG-1, kemudian Nurtanio mencoba merakit pesawat bermesin dengan mesin sepeda motor jenis Harley Davidson buatan tahun 1928. Kerangka pesawat tersebut terbuat dari kayu dengan pipa baja yang dilapisi kain blacu. Pesawat tersebut mampu terbang dan diberi nama WEL (Wiweko Experimenttal Lightplane).

Pada tahun  1953 bersama dengan lima belas orang staf, Nurtanio berhasil membangun pesawat serba logam pertama yang berkursi tunggal. Pesawat tersebut diberi nama Kumbang.

Pada tanggal 17 April 1958 Si Kumbang mampu terbang melintasi Pulau Jawa. Setelah Si Kumbang kemudian muncul Belalang yang digunakan untuk melatih calon penerbang AURI. Kemudian menyusul Kunang 25, Kepik, Mayang, dan muncul prototipe helikopter.

Pembuatan pesawat tersebut merupakan proyek besar, sehingga perlu menjalin hubungan dengan pabrik asing, yaitu pabrik pesawat Cekop dari Polandia. Tujuan kerja sama tersebut untuk memproduksi pesawat Wilga dalam skala besar, sehingga proyek ini diberi nama Wilga oleh Presiden Soekarno.

Namun, pada tanggal 21 Maret 1966 Nurtanio mendapat musibah ketika pesawat yang ditumpanginya jatuh di Kiara Condong (Bandung), sehingga menghentikan proyek besarnya.

Perkembangan transportasi udara di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya jumlah penumpang maupun barang sejak tahun 1970-an, bertambahnya jumlah bandar udara dan kemampuan operasional, serta pembangunan lapangan terbang perintis di beberapa provinsi.

Perusahaan penerbangan nasional pertama adalah Garuda Indonesia yang mulai melayani penerbangan pada tanggal 26 Januari 1949 menggunakan pesawat DC3 yang dibeli rakyat Aceh dan diberi nama Seulawah. Seiring tumbuhnya perekonomian Indonesia pada tahun 1970-an mulai berkembang pula perusahaan penerbangan milik pemerintah dan swasta.

Sebagai upaya mengembangkan teknologi dan industri penerbangan, pada tanggal 28 April 1976 didirikan industri pesawat terbang Nurtanio yang diprakarsai B.J. Habibie.

Dalam perkembangannya, perusahaan ini kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN). Sejak saat itulah mulai tumbuh dan berkembang industri pesawat terbang modern dan lengkap di Indonesia.

Pada periode inilah semua aspek prasarana, sarana, SDM, hukum, dan regulasi serta aspek lainnya yang berkaitan dan mendukung keberadaan industri pesawat terbang berusaha ditata.

Melalui IPTN, dikembangkan suatu konsep alih teknologi dan industri progresif yang ternyata memberikan hasil optimal dalam penguasaan teknologi kedirgantaraan dalam waktu yang relatif singkat.

IPTN telah berhasil merakit dan memproduksi berbagai jenis pesawat terbang dan helikopter, melalui kerja sama dengan beberapa penerbangan besar internasional.

Sejak akhir tahun 1980-an, IPTN mulai melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan pembuat pesawat terbang asing untuk membuat beberapa komponen pesawat terbang.

Pada tahun 1995, IPTN memproduksi pesawat N-250 dan telah berhasil diterbangkan. Hasil rancangan IPTN tersebut diharapakan mampu bersaing di pasar dunia dengan jenis-jenis produksi pesawat lainnya.

IPTN direstrukturisasi pada tanggal 24 Agustus 2000 dan kemudian berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Itulah sekilas pembahasan tentang Sejarah berdirinya industri pesawat terbang di Indonesia, semoga menjadikan catatan sejarah teknologi nusantara.

Baca juga: Perkembangan transportasi darat Indonesia sejak zaman penjajahan

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Apa itu Crypto Wallet? Pengertian dan Cara Memakainya

Pada era modern ini, berkembangnya teknologi sudah banyak sekali memberikan manfaat kepada hidup ma

Finansial
Finansial BI Rate Naik? Cari Tahu Dulu Kebenarannya! (Edisi YoY Oktober & November)

#WaktunyaBeliRumah - Apakah Pins sadar, biaya yang dikeluarkan untuk transaksi bisnis properti tida

Gadget
Gadget 12 Rekomendasi HP 6 Jutaan, Harga Mid-Range Berasa Flagship!

Jika Pins menginginkan HP mid-range dengan kualitas flagship, maka rekomendasi HP 6 jutaan adalah j

Finansial
Finansial 15 NFT Game yang Tak Hanya Seru, Tapi Juga Menghasilkan Cuan!

Sebagai bentuk investasi aset digital yang menjanjikan, banyak orang yang mencoba untuk mempelajari

Finansial
Finansial Apa itu Copy Trade? Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

Ada banyak sekali istilah dalam dunia trading yang mungkin terdengar asing untuk kamu yang masih pe

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia