Pinhome

Begini Hukum Ziarah Kubur Bagi Wanita Haid

Dipublikasikan oleh Annisa Hapsari ∙ 26 October 2021 ∙ 5 menit membaca

Ziarah kubur dapat menjadi sarana umat muslim agar senantisa mengingat kematian. Tak hanya itu, ziarah kubur pun menjadi salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan. Terlebih jika berziarah ke makam orangtua. Namun demikian terdapat beberapa aturan mengenai ziarah kubur yang harus dipahami, khususnya wanita. Lalu, bagaimana hukum ziarah kubur bagi wanita haid?

Pinhome – Beberapa orang barangkali bingung apakah wanita haid boleh masuk makam dan berziarah. Jika Pins adalah salah satu orang tersebut, penting untuk menyimak ulasan berikut. Selain jawaban dari pertanyaan apakah orang yang sedang haid boleh ziarah ke makam, ulasan ini juga menerangkan tata cara ziarah kubur yang dianjurkan dalam Islam. Lebih lengkapnya, simak uraian berikut. 

Hukum Ziarah Kubur 

hukum ziarah kubur bagi wanita haid
(Piqsels)

Ziarah kubur merupakan salah satu amalan tradisi yang sudah dilakukan sejak dulu. Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya: 

“Sesungguhnya aku dulu telah melarang kalian untuk berziarah kubur. Maka (sekarang) ziarahlah karena akan bisa mengingatkan kepada akhirat dan akan menambah kebaikan bagi kalian dengan menziarahinya. Barangsiapa yang ingin berziarah maka lakukanlah dan jangan kalian mengatakan hujran’ (ucapan-ucapan batil).” – HR. Muslim.

Mengenai hukumnya sendiri, empat mazhab ulama menyepakati bahwa ziarah kubur bagi seorang laki-laki hukumnya adalah sunnah. Namun demikian berbeda dengan perempuan. Beberapa ulama memiliki pendapat masing-masing mengenai hukum ziarah kubur bagi wanita. 

Menurut mazhab Hanafi, ziarah kubur bagi wanita sama dengan laki-laki, yaitu sunah. Sementara menurut pendapat yang diriwayatkan dari Imam Ahmad, hukum ziarah untuk wanita adalah makruh. 

Ada pual pendapat lain yang justru menyatakan bahwa ziarah bagi wanita adalah haram. Pendapat ini dipercaya oleh pengikut mazhab Malikiyyah. Mereka berpatokan pada hadits Nabi Muhammad SAW berikut: 

لَعَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ  زَائِرَاتِ الْقُبُوْرِ

Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang berziarah kubur.” HR al-Hakim: 1/374.

Walau demikian, pendapat terkuat adalah pendapat pertama, yakni wanita disyariatkan berziarah kubur sebagaimana laki-laki. Hal tersebut dikuat oleh beberapa faktor, seperti: 

  • Tujuan ziarah kubur yang dilakukan wanita dapat melunakkan hatinya; 
  • Nabi Muhammad SAW pernah mengizinkan Aisyah berziarah ke makam saudaranya, Abdurrahman bin Abi Bakar; 
  • Rasulullah SAW tak mengingkari seorang wanita yang duduk di samping kubur dalam keadaan bersedih. Hal tersebut sesuai dengan hadis dari Bukhari dan Muslim; 

Lantas, bagaimana dengan jawaban dari pertanyaan apakah orang yang sedang haid boleh ziarah ke makam ini? 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa ziarah kubur bagi wanita adalah sunnah. Hukum tersebut pun berlaku baik saat wanita suci atau sedang haid. Dalam sebuah riwayat Imam Al Hakim dalam kitab Al Mustadrak disebutkan seperti berikut:

أَنَّ عَائِشَةَ أَقْبَلَتْ ذَاتَ يَوْمٍ مِنَ الْمَقَابِرِ فَقُلْتُ لَهَا: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، مِنْ أَيْنَ أَقْبَلْتِ؟ قَالَتْ: مِنْ قَبْرِ أَخِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، فَقُلْتُ لَهَا: أَلَيْسَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، «كَانَ قَدْ نَهَى، ثُمَّ أُمِرَ بِزِيَارَتِهَا

Artinya: “Suatu hari Aisyah dating dari kuburan. Lalu aku bertanya, ‘Wahai Ummul Mukminin, anda dari mana?.’ Dia menjawab, ‘Dari kuburan saudaraku, Abdurrahman bin Abu Bakar.’ Aku bertanya lagi padanya, ‘Bukankah Nabi SAW telah melarang ziarah kubur?.’ Dia menjawab, ‘Benar, beliau memang dulu melarangnya kemudian beliau memerintahkannya.’”

Baca Juga: Punya Rumah Bekas Kuburan? Ini Tipsnya

Tata Cara Ziarah Kubur Menurut Sunnah

hukum ziarah kubur bagi wanita haid
(Sindo News)

Setelah mengetahui hukum ziarah kubur bagi wanita haid, kini kamu perlu memahami tata cara ziarah kubur menurut sunnah yang dapat Pins ikuti: 

1. Sebelum berziarah, hendaklah kamu berwudhu terlebih dulu 

2. Tak lupa, ucapkan salam kepada ahli kubur, berikut bacaanya:

“Assalamu’alaikum ahlad-diyaar minal mu’miniina wal muslimiin. yarhamulloohul mustaqdimiina minnaa wal musta’khiriin. wa inna insyaa alloohu bikum la-laahiquun. wa as alullooha lanaa walakumul ‘aafiyah.”

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

3. Disunahkan untuk menghadap ke kiblat saat berdoa untuk almarhum 

4. Dianjurkan membaca tasbih, takbir, tahmid, dan dzikir.

5. Membaca surah-surah pendek dalam Al-Quran, sebagaimana riwayat Al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, beliau mengatakan: 

“Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah al-Fatihah, Surat Ikhlas dan al-Mu’awwidzatain (al-Falaq dan an-Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayit-mayit kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka.”

6. Mengirimkan doa untuk almarhum

Selain keenam tersebut, ada pula adab yang harus diikuti, seperti tidak boleh duduk atau menginjak kuburan serta bersikap berlebih. 

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah kalian shalat (berdoa) kepada kuburan, dan janganlah kalian duduk di atasnya.” – HR. Muslim.

Sebagai tambahan, berikut bacaan doa ziarah kubur singkat yang dapat Pins lafalkan: 

“Allahummaghfirlahu war hamhu wa’afihi wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minadd zunubi wal katha kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.

Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzu min adzabil qabri wa min adzabinnari wafsah lahu fii qabri wa nawwir allahu fihi”.

Artinya: “Ya Allah, berilah ampun dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

Nah, bagaimana sekarang sudah tercerahkan bukan? Jadi, bila seorang muslimah diperbolehkan untuk berziarah sekalipun sedang haid. Namun demikian, muslimah tersebut tetap harus mengikuti tata cara yang dianjurkan. Semoga bermanfaat, ya!


Temukan pilihan rumah dan apartemen terlengkap di Aplikasi Pinhome. Dapatkan properti idaman melalui program NUP untuk akses eksklusif. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Kontributor: Lea

Editor: Annisa

Tags :

Bagikan Artikel