Hubungan Indonesia dengan pusat agama Buddha di Asia

Diperbarui oleh Eka Mandala ∙ December 25, 2021 ∙ 4 menit membaca

Sejarah Negara ComSejarah India dan Cina merupakan negara-negara besar yang memiliki peradaban tinggi. Sejak awal tarikh Masehi, di antara kedua negara tersebut telah terjadi hubungan kerjasama ekonomi yang dilakukan melalui jalur darat maupun laut.

Ketika mereka melakukan hubungan dagang melalui jalur laut, wilayah nusantara terlewati oleh kedua bangsa itu. Oleh sebab letaknya yang sangat strategis itu, masyarakat Nusantara menjadi terlibat dalam aktivitas perdagangan dan pelayaran internasional.

Dari sekian banyak negara yang berhubungan dengan Nusantara, India merupakan negara pertama yang banyak mempengaruhi corak kehidupan masyarakat dengan pengaruh Hindu dan Buddha.

Orang-orang India telah datang ke Indonesia (Nusantara) dalam jumlah besar. Kemudian mereka berhasil membangun pemukiman-pemukiman. Selain para pedagang, kaum pendeta pun ikut pula berdatangan ke Nusantara.

Para pendeta yang beragama Hindu maupun Buddha ternyata aktif menyebarkan agamanya di wilayah Nusantara. Setelah berhasil menyebarkan agamanya, ada beberapa kerajaan di Nusantara yang dengan sengaja mengundang para pendeta tersebut untuk menjalankan upacara-upacara resmi kerajaan.

Hubungan Nusantara dengan India

Hubungan antara dengan India diketahui pula melalui keterangan dalam kitab Jataka dan Ramayana. Di dalam kitab Jataka tersurat kisah-kisah kehidupan Sang Buddha yang menyebut Suwarnabhumi sebagai sebuah negara yang sulit untuk dicapainya.

Suwarnabhumi artinya negeri emas, Sumatra pun terkenal dengan pulau emas. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa orang-orang India telah mengenal dan berhubungan dengan Sumatra di Indonesia.

Demikian pula dalam kitab Ramayana yang menyebut adanya Jawadwipa. Dikisahkan bahwa tentara kera yang bertugas mencari Shinta di negeri-negeri sebelah timur telah memeriksa Jawadwipa yang dihiasi oleh tujuh kerajaan.

Pulau tersebut adalah pulau emas dan perak. Kitab ini menyebut pulau Suwarnadwipa atau pulau emas. Adanya penjelasan itu memberi petunjuk bahwa telah terjadi hubungan dan pengaruh India di Nusantara, khususnya Pulau Jawa dan Sumatra.

Dalam perkembangan selanjutnya, ternyata banyak orang Nusantara yang berminat memperdalam ilmu keagamaan di India. Pada umumnya, mereka tertarik untuk mempelajari sastra suci dan seni keagamaan.

Para musafir Nusantara (terutama para pemuda) itu diantaranya giat mempelajari seni bangunan dan seni arca. Pengetahuan yang memuat teknik pembuatan bangunan suci dan seni arca tertuang dalam kitab Silpa Sastra.

Para Musafir Nusantara yang menuntut ilmu keagamaan di India semakin hari semakin bertambah jumlahnya. Keadaan ini menyebabkan dua orang raja Sriwijaya berusaha membuat asrama bagi kepentingan para pelajar Nusantara di negeri India.

Raja-raja Sriwijaya kemudian meminta pertolongan kepada raja-raja di India untuk membangun Wihara. Oleh karena itu, berdirilah Wihara para pelajar Nusantara di Nalanda (850 M) dan di Nagapatma (1030 M).

Adanya sarana keagamaan tersebut membawa dampak positif. Para pelajar Nusantara menjadi semakin rajin, giat, dan tekun untuk menuntut ilmu di India. Tidak mengherankan jika kepulangan mereka kembali ke Nusantara membawa bekal ilmu keagamaan yang mendalam.

Di Nusantara, kebudayaan India diolah sedemikian rupa hingga memunculkan perpaduan dua unsur kebudayaan, yaitu kebudayaan Nusantara dan India.

Hubungan Nusantara dengan Cina

Kontak hubungan Nusantara dengan Cina diperkirakan telah berkembang pada abad ke-5 dan 6. Bukti-bukti yang memperkuat hubungan tersebut diantaranya perjalanan dua orang pendeta Buddha, yaitu Fa Hien dan Gunawarman.

Sekitar tahun 413 Masehi, Fa Hien melakukan perjalanan dari Srilanka ke Ye-po-ti (Pulau Jawa) dan kembali ke Cina melalui jalur laut. Dalam tahun yang sama, Gunawarman bertolak dari She-po (pulau Jawa) ke Cina.

Dalam pelayaranya tersebut mulanya nahkoda merencanakan untuk singgah di sebuah kerajaan kecil. Namun, berhubung keadaan angin sedang baik maka diputuskan untuk berlayar langsung ke Cina.

Bukti lain menceritakan bahwa tahun 449 Masehi Kaisar Wen Ti dari Cina mengirim utusan ke She-Po (PUlau Jawa), selain itu juga Kaisar Wen Ti berniat mengirimkan kapal untuk menjemput Gunawarman di She-po. Berdasarkan bukti-bukti tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada masa itu telah lazim dilakukan pelayaran langsung dari Nusantara ke Cina dan sebaliknya.

Hubungan laut ke Cina ternyata tidak sekedar pelayaran, melainkan hubungan perdagangan maritim yang bersifat internasional. Berita dari Dinsati Chi (479-502 M) telah menerangkan adanya perdagangan sutera antara negerinya dengan pedagang-pedagang yang datang menumpang kapal. (Kunlun merupakan sebutan bagi bangsa-bangsa yang berasal dari lautan selatan).

Terdapat pula berita yang menerangkan bahwa pada tahun 490 Masehi telah datang utusan dari Ho-lo-tan di She-po yang membawa kain India dan Ghandara. Utusan Ho-lo-tan tersebut membawa sepucuk surat yang berisi permintaan agar kaisar Cina memberi perlindungan terhadap Ho-lo-tan dari ancaman negara-negara tetangganya.

Selanjutnya, diminta pula agar para pembesar di Cina memperlakukan kapal-kapal Ho-lo-tan dengan baik, tidak merampok atau merusaknya. Permohonan raja Ho-lo-tan ini mengisyaratkan bahwa hubungan pelayaran di antara kedua negara telah berjalan dengan baik pada zaman itu.

Artikel selanjutnya: Peta jalur masuk dan berkembangnya kebudayaan Hindu Buddha

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Gadget
Gadget 11 Perbedaan iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max yang Wajib Dipahami

Jajaran seri iPhone 11 saat ini masih memiliki penggemar. Bila enggan untuk membeli base model-nya,

Berita Pinhome
Berita Pinhome Kehadiran CMO Baru, Pinhome Makin Optimis Garap Property Tech di Indonesia

Pinhome, pionir property technology Indonesia mengumumkan penunjukan Fibriyani Elastria sebagai Chi

Lifestyle
Lifestyle 14 Aplikasi Crypto Terbaik Yang Patut Dicoba

Menawarkan keuntungan besar, itu membuat berbagai kelompok usaha atau berdagang dengan aplikasi cry

Edukasi
Edukasi 6 Rumah Adat Suku Dayak Kalimantan

Ada banyak sekali rumah adat di Indonesia, masing-masing memiliki model dan daya tarik yang berbeda

Lifestyle
Lifestyle 11 Rekomendasi Aplikasi Dompet Digital Terbaik

Hidup di era teknologi saat ini membuat segalanya terasa mudah, termasuk dalam hal finansial. Pins

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia