Pinhome

Hak Asasi Manusia Dalam Islam

Dipublikasikan oleh Ramadhanti ∙ 13 July 2021 ∙ 7 menit membaca

Hak Asasi Manusia Dalam Islam – Setelah beberapa waktu yang lalu kita membahas mengenai hak asasi manusia, mulai dari pengertian, macam dan ciri-cirinya. Rasanya masih ada yang terlewatkan, apalagi mengingat saya merupakan seorang muslim.

Nah bagi kalian juga yang sama-sama seorang muslim, wajib tahu bagaimana sesungguhnya islam memandang hak asasi manusia.

Apalagi akhir-akhir ini HAM selalu dibentur-benturkan dengan Islam, maka ada baiknya kita memahami hak asasi manusia dari sudut pandang Islam itu sendiri.

Setelah beberapa saat saya mencari referensi dari berbagai sumber, ternyata konsep ham menurut Islam dan menurut Barat memiliki kesamaan dan perbedaan.

Baca Juga: Pengertian Globalisasi

Dimana letak kesamaan dan perbedaannya?

yuk langsung saja cari tahu disini.

HAM Berdasarkan Konsep Barat

ham dan islam

Seperti yang sering kita bahas dalam pembahasan sebelumnya, konsep hak asasi manusia muncul di Barat pasca revolusi Prancis dimana adanya penindasan terhadap kaum lemah.

Sehingga munculah konsep HAM yang saat ini berkembang serta diamalkan di seluruh negara. Dimana manusia telah memiliki atau membawa hak-hak sejak dilahirkan kedua, sehingga hak itu harus dijunjung dan dihormati oleh setiap orang.

Dalam dunia modern, maka munculah istilah – istilah HAM sebagai berikut.

  1. Hak asasi manusia berdasarkan alamiahnya sebagai manusia, artinya hak-hak manusia yang melekat pada manusia itu sendiri, seperti hak itu hidup, hak dalam kebebasan pribadi, beragama dan bekerja.
  2. Hak asasi manusia yang dipepoleh dari lingkungan, yang disebabkan dari keluarga, hidup bermasyarakat dan bersosial.

Dalam pemikiran dunia Barat, ham juga di clustring atau diklasifikasikan sebagai berikut.

  1. Hak berdasarkan materilnya, seperti hak keamanan, keadilan dan hak menentukan dimana seseorang tinggal.
  2. Hak asasi dibagi menjadi tiga, yaitu kebebasan dalam menentukan nasib sendiri, kebebasan dalam memeluk agama dan hak kebebasan dalam membentuk perkumpulan atau oraganisasi.
  3. Hak asasi dibagi menjadi dua, yaitu berdasarkan kebebasan negatif dan kebebasan positif. Kebebasan negatif ialah hubungan yang terikan antara warga dengan negaranya. Sedangkan kebebasan positif ialah pelayanan dan perlakuan negara terhadap masyarakatnya.

Hak Asasi Manusia (HAM) Dalam Islam

hak asasi manusia dalam islam

Ada perbedaan yang mendasar antara konsep HAM menurut Islam dan konsep HAM menurut Barat. Hak Asasi Manusa menurut Islam berdasarkan pada manusia sebagai khalifah Allah di muka bumi.

Sedangkan seperti yang telah kita singgung pada bagian sebelumnya, konsep HAM menurut Barat didasarkan pada manusia itu sendiri serta otoritas-otoritas terkait untuk mencapai perdamaian Universal.

Selain itu HAM konsep Barat memandang individu dari segi antroposentris, sehingga manusia menjadi ukuran dari gejala itu sendiri.

Beda halnya dengan di Islam yang melihat Hak Asasi Manusia bersifat theosentris, artinya Tuhan yang memiliki segalanya dan maha tinggi, manusia hanya memiliki kewajiban untuk taat dan patuh terhadap aturan-aturannya.

Sehingga apabila kita melihat dengan pandangan anthroposentris, maka nilai-nilai kebudayaan yang dijunjung dan dianut dalam dunia barat, seperti halnya demokrasi, kesejahteraan ekonomi tujuan untuk memberikan penghargaan kepada manusia.

Berbeda halnya apabila memandang hak asasi manusia menggunakan theorisentris dimana larangan dan perintah didasarkan pada ajaran islam yaitu Al-quran dan hadits. Sehingga mengakui hak-hak manusia adalah sebuah kewajiban dalam rangka kepatuhan terhadap Tuhan.

Presfektif dunia barat tidak menempatkan peranan Tuhan dalam hak asasi, sebab mereka memiliki anggapan bahwa hak asasi merupakan hak yang ada secara alamiah.

Tentu berbeda jika melihat dari presfektif islam, dimana hak asasi merupakan sebuah anugerah yang diberikan Tuhan. Sehingga manusia memiliki kewajiban dan tanggung jawab atas pemberian tersebut.

Maka dari itu, kita akan melihat bahwa islam memperjuangkan hak asasi bukan hanya sekedar legal-formal, tapi lebih jauh dari pada itu, islam memperjuangkan moral atau akhlak.

Islam memiliki sesuatu yang disebut dengan amar ma’ruf nahi munkar untuk mencegah terjadinya pelanggaran HAM. Terdapat tiga tahapan dalam menjalankan ajaran tersebut, yaitu melalui tangan, melalui lisan dan melaui hati.

Apa maksud dari ke tiga hal tersebut?

Pertama untuk mencegah terjadinya pelanggaran HAM dengan tangan yaitu artinya menggunakan kekuasaan, melibatkan orang-orang yang memiliki kekuasaan, baik itu jabatan atau materi. Melalui lisan, artinya dengan nasehat-nasehat. Terakhir melalui gerakan hati yaitu dengan cara mendoakan.

Shingga islam lebih bersifat melakukan pencegahan terhadap terjadinya pelanggaran HAM.

Perbedaan HAM Menurut Barat dan Islam

Berikut adalah perbedaan-perbedaan yang mendasar Hak Asasi Manusia menurut dunia barat dan islam

NoHAM Menurut Dunia BaratHAM Menurut Islam
1FIlosofi sebagai satu-satunya sumberSumber pemahaman Alqur’an dan sunnah nabi Muhammad SAW
2AnthroposentrisTheosentris
3Menjunjung tinggi hak dibandingkan dengan kewajibanHak dan kewajiban diseimbangkan dalam pengamalannya
4Bersifat individualistikKepentingan sosial dijunjung setinggi-tingginya
5Manusia pemilik sepenuhnya hak-hak dasarManusia hanya sekedar menerima titipan hak dasar dari Tuhan, sehingga manusia wajib bersykur dan memeliharanya.

Hak Asasi Manusia Menurut Al-Quran

al-quran

Alquran sebagai sumber utama hukum umat islam, telah menjelaskan mengenai hak asasi manusia, bagaimana manusia mnyikapinya serta memperlakukan sesama. Bahkan bukan hanya hak saja, namun degan kewajiban sebagai manusia terhadap sesama.

Islam menyebut manusia sebagai khilafah dimuka bumi yang memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh manusia.

Baca Juga:

Berikut merupakan hak asasi yang ada dalam Al-quran.

#1. Hak Hidup

Hak hidup dan menghargai hak hidup orang lain merupakan hak pertama yang diberikan oleh Tuhan. Islam memberikan jaminan penuh terhadap manusia untuk hidup, terkecuali dalam kondisi-kondisi tertentu.

Prinsip hidup tercantum dalam Alquran surat Al-Ishra ayat 33 dan surat Al-Anam ayat 151.

Dimana dalam kedua ayat tersebut membedakan antara pembunuhan yang bersifat kriminal dengan pembunuhan untuk menegakan suatu keadilan. Kemudian yang berhak memutuskan, apakah seorang harus kehilangan hak hidupnya atau tidak, yang memiliki kewenangan hanya pengadilan.

#2. Hak Kepemilikan Pribadi

Islam juga sangat menghormati kepemilikan pribadi, hal tersebut dapat dilihat dari kewajiban menunaikan zakat dan aturan tentang waris.

selain itu, islammemberikan hak untuk mempertahankan hak milik pribadi, dimana ketika seseorang mempertahankan milik pribadinya dan kemudian meninggal, maka ia dianggap seorang syahid.

Salah satu ayat Al-Quran yang menyebutkan pentingnya hak pribadi adalah surat An-nissa ayat 29.

Ayat tersebut menegaskan, bahwa dalam memanfaatkan kekayaan alam, hendaknya memperhatikan hak-hak orang lain. Artinya dalam mendapatkan sesuatu hal harus memperhatikan kehalalannya.

#3. Persamaan Hak Dimata Hukum

Agama islam melihat manusia sama, yaitu diciptakan dengan tujuan yang sama untuk taat dan patuh kepada Tuhan. Islam tidak membeda-bedakan satu dengan yang lainnya berdasarkan keturunan, kelahiran, kebangsaan dan lain sebagainya. Perbedaan hanya terlihat pada amal kebajikan yang dilakukan oleh manusia itu sendiri.

Persamaan hak dimata hukum salah satunya tercantum dalam Al-qur’an surat Al-hujurat ayat 13.

Dimana agama Islam menganggap seluruh manusia sama dari keturunan dan nenek moyang yang sama. Sebagai cerminan Nabi Muhammad dalam haji wada menyampaikan “Orang Arab tidak mempunyai keunggulan atas orang non Arab, dan begitupun sebaliknya serta orang kulit putih tidak lebih unggul lebih unggul dibandingkan dengan orang kulit hitam dan sebaliknya”.

Dalam hal ini Islam telah menghancurkan sekaligus membuktikan bahwa diskriminasi sesutu yang salah.

#4. Hak Mendapatkan Keadilan

Hak mendapatkan keadilan tentu sangat didambakan oleh setiap orang, Islam dengan segala aturannya telah mengatur sedemikian rupa mengenai hak keadilan, seperti yang tercantum dalam Al-qur’an surat as-syuro ayat 15.

Dimana dalam ayat tersebut umat Islam diperintahkan oleh Allah, supaya menjunjung tinggi hak-hak keadilan.

#5. Hak Dalam Mendapatkan Pendidikan

Kita telah sepakat, bahwa pendidikan merupakan hal yang penting. Tentu tidak ada seorang pun yang berhak menghalang-halangi dalam mendapatkan pendidikan.

Islam mengatur hak mendapatkan pendidikan, seperti yang tercantum dalam Alqur’an surat Attaubah ayat 122.

Dalam ayat tersebut dijelaskan, mengapa setiap kaum tidak pergi untuk menuntut ilmu agama dan memberikan peringatan kepada kaumnya.

Demikian pembahasan mengenai hak asasi manusia dalam Islam. Secara garis besar pandangan hak asasi dalam islam dan dunia barat jelas berbeda. Sebab pijakan dan dasar yang digunakannya pun jauh beda.

Akan tetapi yang menarik, islam tidak hanya memperhatikan dan menekankan hak asasi namun seimbangan dengan kewajiban asasi manusi.

Semoga bermanfaat, terimakasih.

Sumber bacaan:

Kosasih, Ahmad. 2003. HAM dalam Perspektif Islam. Jakarta: Salemba Diniyah.

Maulana, Makhrur Adam. 2015. Konsepsi HAM dalam Islam: Antara Universalitas dan Partikularitas. Yogyakarta: Pustaka Ilmu.

Syaukat, Syekh. 1996. Hak Asasi Manusia dalam Islam. Jakarta: Gema Insani Press.

wawasansejarah.com

Tags :

Bagikan Artikel