Garuda Indonesia perusahaan penerbangan pertama

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 5 December 2015 ∙ 3 menit membaca

Sejarah Negara Com – Selain teknologi transportasi darat dan laut, perkembangan teknologi transportasi udara juga menjadi salah satu kebutuhan rakyat Indonesia yang semakin berkembang pesat dari waktu ke waktu. Setelah Indonesia merdeka, makin terbuka kesempatan bagi bangsa Indonesia untuk mewujudkan impiannya membuat pesawat terbang sendiri. Baca juga: Sejarah berdirinya industri pesawat terbang di Indonesia

Kesadaran bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan tentu memerlukan adanya sarana transportasi udara untuk kelancaran pemerintahan, pembangunan ekonomi, dan pertahanan keamanan.

Perkembangan berarti transportasi penerbangan ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut:

  1. Meningkatnya jumlah penumpang maupun barang sejak tahun 1970-an.
  2. Bertambahnya jumlah bandar udara dan kemampuan operasional.
  3. Pembangunan lapangan terbang perintis di beberapa provinsi.

Keberadaan bandar udara internasional dalam negeri Jakarta yang masih terpisah di Halim Perdana Kusumah dan Kemayoran, sejak awal tahun 1980-an disatukan di Bandar Udara Soekarno-Hatta di Cengkareng. Disusul kemudian pembukaan bandar udara di daerah untuk penerbangan internasional.

Berdirinya IPTN

Garuda Indonesia adalah perusahaan penerbangan nasional pertama yang mulai melayani penerbangan pada tanggal 26 Januari 1949 dengan menggunakan pesawat DC3 yang dibeli masyarakat Aceh dan diberi nama Seulawah. Seiring tumbuhnya pereknomian Indonesia, pada tahun 1970-an maka mulai berkembang perusahaan penerbangan miliki pemerintah dan swasta lainnya.

Sebagai upaya mengembangkan teknologi dan industri penerbangan, atas prakarsa B.J. Habibie, didirikanlah Industri Pesawat Terbang Nurtanio pada tanggal 28 April 1976 di Bandung, Jawa Barat. Dalam perkembangannya industri ini kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara.

Sejak tahun 1976, cakrawala baru tumbuhnya industri pesawat terbang modern dan lengkap di Indonesia dimulai. Pada periode inilah semua aspek prasarana, sarana, SDM, hukum dan regulasi serta aspek lainnya yang berkaitan dan mendukung keberadaan industri pesawat terbang berusaha ditata.

Melalui IPTN dikembangkan suatu konsep alih teknologi dan industri progresif. Konsep yang dikembangkan ternyata memberikan hasil optimal dalam penguasaan teknologi kedirgantaraan dalam waktu relatif singkat, yaitu 24 tahun.

Melaluii kerja sama dengan beberapa penerbangan besar Internasional, terutama dengan Cassa (Spanyol), IPTN berhasil merakit dan memproduksi berbagai jenis pesawat terbang dan helikopter, salah satunya adalah CN-235. Sejak akhir tahun 1980-an, IPTN juga mulai melakukan kerja sama dengan beberapa perusahaan pembuat pesawat terbang asing untuk membuat beberapa komponen pesawat terbang.

Pada tahun 1995, IPTN memproduksi pesawat terbang N-250 dan berhasil mengangkasa untuk pertama kalinya. Hasil rancangan IPTN tersebut diharapkan mampu bersaing di pasar dunia dengan jenis-jenis produksi pesawat lainnya.

Namun sayang, perkembangan industri penerbangan Indonesia mengalami kemunduran pesat setelah anggaran IPTN dinyatakan defisit. Selain itu, semakin besarnya tingkat persaingan produksi pesawat perusahaan penerbangan internasional telah membuat IPTN tidak mampu lagi bersaing seperti pada masa sebelumnya.

Pada tanggal 24 gustus 2000, IPTN direstrukturisasi dan kemudian berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia atau disingkat PT DI. PT DI tidak hanya memproduksi berbagai pesawat, tetapi juga senjata dan jasa pemeliharaan (mantenance service) untuk mesin-mesin pesawat.

Selain itu, PT DI juga menjadi subkontraktor untuk industri-industri pesawat terbang besar dunia, seperti Boeing, General Dynamic, Fokker, dan lain sebagainya. PT DI pernah memiliki karyawan mencapai 16 ribu orang. Namun, akibat krisis ekonomi, karyawan yang tersisa hanya sekitar 4000 orang setelah PT DI melakukan kebijakan Pemutusan Hubungan Kerja.

Demikian ulasan mengenai Garuda Indonesia perusahaan penerbangan pertama di Indonesia yang merupakan catatan bersejarah dalam hal teknologi penerbangan.

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 10 Inspirasi Keramik Dinding Kamar Mandi Biru yang Menenangkan

Keramik dinding kamar mandi biru sering dianggap pilihan terbaik karena mendukung rasa tenang dan a

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 10 Model Keramik Motif Paving Terbaru

Paving sudah tidak asing lagi sebagai bagian dari lantai atau area jalan yang biasa dipasang di dep

Lifestyle
Lifestyle 10 Cara Restart Laptop yang Cepat di Windows & Mac OS

Saat laptop tiba-tiba macet dan not responding ketika dioperasikan, banyak yang memilih cara restar

Arsitektur & Desain
Arsitektur & Desain 10 Inspirasi Keramik Backsplash Dapur yang Cantik

Keramik backsplash adalah salah satu solusi dapur tetap bersih dan estetik dipandang. Hal tersebut

Teknik Sipil
Teknik Sipil Daftar Harga Pintu Kaca Tempered Glass, Yuk Cek!

Ingin pakai pintu kaca untuk membuat rumah tampak mewah? Pintu kaca memang dapat membuat kesan mewa

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia