Gajah Mada dan Sumpah Palapa

Diperbarui oleh ∙ December 25, 2021 ∙ 2 menit membaca

Gajah Mada dan Sumpah Palapa – Setelah Raden Wijaya meninggal dunia, ia digantikan oleh putranya, bernama Jayanegara. Pada masa pemerintahan Jayanegara ini sering terjadi pemberontakan, seperti pemberontakan Nambi dan Kuti. Diantara pemberontakan-pemberontakan itu yang paling berbahaya adalah pemberontakan Kuti. Selengkapnya tentang Raden Wijaya silahkan baca: Sejarah Raden Wijaya pendiri Kerajaan Majapahit.

Gajahmada Diangkat Menjadi Patih

Tadinya Kuti adalah salah seorang Dharmaputra, yatu pejabat kerajaan yang bertugas mempertahankan kelangsungan tahta kerajaan. Saat memberontak, Kuti berhasil menduduki ibu kota Majapahit. Karena keadaan sangat genting, Raja Jayanegara terpaksa menyingkir ke desa Badander. Raja dikawal oleh 15 pasukan Bhayangkari yang dipimpin oleh seorang perwira yang bernama Gajah Mada.

Gajah Mada bersama pasukannya berhasil menumpas pemberontakan Kuti. Atas jasanya itu, Gajah Mada diangkat menjadi Patih Kahuripan, kemudian ia diangkat menjadi Patih Kerajaan Kediri. Pada tahun 1331, terjadilah pemberontakan Sadeng.

Waktu itu, yang menjadi raja Majapahit telah digantikan Ratu Tribuwana. Perdana menterinya bernama Arya Tadah. Karena Arya Tadah sedang sakit, maka Gajah Mada diangkat sebagai pejabat perdana menteri Majapahit. Ia ditugaskan memimpin pasukan untuk memberantas pemberontak Sadeng. Gajah Mada pun berhasil menumpas para pemberontak.

Sebagai penghargaan atas jasanya tersebut, Gajah Mada diangkat menjadi menteri Majapahit menggantikan Arya Tadah. Pada saat pelantikan, Gajah Mada mengucapkan sebuah sumpah yang terkenal hingga saat ini, yaitu: “Sumpah Palapa” Gajah Mada berikrar bahwa ia tidak akan merasakan Palapa (kenikmatan dunia) sebelum seluruh Nusantara dapat dipersatukan di bawah naungan Majapahit.

Gajah Mada dan Hayam Wuruk

Agar cita-citanya terwujud, Gajah Mada membangun armada laut yang kuat. Armada angkatan laut itu dipimpin oleh Laksamana Nala (Empu Nala). Dengan armada lautnya, Majapahit berhasil menaklukkan Dompu pada tahun 1340 dan Bali tahun 1343.

Raja Bali yang bernama Badahulu tewas dalam pertempuran itu. Akan tetapi belum sempat Gajah Mada melaksanakan seluruh sumpahnya, Tribhuwana meninggal dunia tahun 1350. Tahta Majapahit lalu jatuh ke tangan Hayam Wuruk tahun 1350 – 1389.

Bukti Masa Keemasan Majapahit

Hayam Wuruk bergelar Rajasanegara. Dalam memerintah kerajaan, ia didampingi mahapatih Gajah Mada. Berkat kerja sama kedua tokoh ini, Majapahit mencapai zaman keemasannya. Adapun bukti-bukti kebesaran kerajaan Majapahit diantaranya sebagai berikut:

  1. Kitab Negarakertagama menerangkan bahwa daerah kekuasaan Majapahit meliputi Sumatra, Semenanjung Melayu, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Irian (Papua).
  2. Para pujangga Majapahit menghasilkan karya-karya terkenal, seperti : Kitab Negarakertagama, karya Empu Prapanda, dan Kitab Sutasoma karya Empu Tantular.

Selengkapnya mengenai kejayaan Majapahit silahkan baca pada artikel: Majapahit kerajaan kuno terbesar

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Denpasar, Pinhome Home Service Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-Bersih Rumah

Jakarta, 9 Juli 2021 – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Ap

Berita Pinhome
Berita Pinhome Hadir di Bandar Lampung dan Yogyakarta, Pinhome Home Service: Solusi Satu Langkah Mudah Bersih-bersih Rumah

Jakarta – Layanan Pinhome Home Service (PHS), hasil kolaborasi Pinhome dengan PT. Aplikasi 

Berita Pinhome
Berita Pinhome Buka Booth Free Massage di Acara CoHive Pop Up Market, Layanan Pinhome Home Service Diminati Lebih dari 150 Orang

Jakarta, 14 Juli 2022 - Pinhome selaku e-commerce properti, penyedia jasa rumah tangga, dan gaya hi

Berita Pinhome
Berita Pinhome KPR Lewat Pinhome, Agen Properti Bisa Klaim Seluruh Komisi!

Jakarta, 9 Agustus 2021 – Pinhome sebagai e-commerce properti memiliki misi untuk menjadikan prop

Berita Pinhome
Berita Pinhome Mau Bangun Usaha? Berikut Tips Pengecekan Properti untuk Tempat Usaha dari Pinhome

Jakarta, 1 November 2021 – Memahami aspek hukum pada properti merupakan hal yang krusial sebelum

Artikel Terkini

Finansial
Finansial Apa itu Crypto Wallet? Pengertian dan Cara Memakainya

Pada era modern ini, berkembangnya teknologi sudah banyak sekali memberikan manfaat kepada hidup ma

Finansial
Finansial BI Rate Naik? Cari Tahu Dulu Kebenarannya! (Edisi YoY Oktober & November)

#WaktunyaBeliRumah - Apakah Pins sadar, biaya yang dikeluarkan untuk transaksi bisnis properti tida

Gadget
Gadget 12 Rekomendasi HP 6 Jutaan, Harga Mid-Range Berasa Flagship!

Jika Pins menginginkan HP mid-range dengan kualitas flagship, maka rekomendasi HP 6 jutaan adalah j

Finansial
Finansial 15 NFT Game yang Tak Hanya Seru, Tapi Juga Menghasilkan Cuan!

Sebagai bentuk investasi aset digital yang menjanjikan, banyak orang yang mencoba untuk mempelajari

Finansial
Finansial Apa itu Copy Trade? Ini Fungsi dan Cara Menggunakannya

Ada banyak sekali istilah dalam dunia trading yang mungkin terdengar asing untuk kamu yang masih pe

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia