Pinhome

  • Blog
  • Lifestyle
  • Cara Membayar Fidyah Ibu Hamil dan Menyusui dan Syaratnya

Lifestyle

Cara Membayar Fidyah Ibu Hamil dan Menyusui dan Syaratnya

Dipublikasikan oleh Iko ∙ 8 October 2021 ∙ 5 menit membaca

Puasa Ramadan merupakan salah satu kewajiban yang harus dijalankan oleh umat muslim. Namun terdapat beberapa alasan dan golongan orang tertentu yang diperbolehkan tidak menjalankannya. Salah satunya ialah ibu hamil atau ibu menyusui.

Pinhome – Ibu hamil dan ibu menyusui yang diperbolehkan untuk tak berpuasa, harus menggantinya dengan fidyah. Terdapat beberapa aturan fidyah ibu hamil yang perlu Pins ketahui. Baik dari cara membayar fidyah ibu hamil serta kriterianya. Untuk mengetahui, silakan simak ulasan berikut. 

Baca Juga: Ini Dia Penjelasan Tentang Apa Yang Dimaksud Dengan Fidyah

Apa Itu Fidyah?

(Pixabay)

Baca Juga: Apa Itu Istiqomah Dan Mengapa Kita Harus Istiqomah?

Fidyah berasal dari kata ‘faada’ yang berarti menebus atau mengganti. Jadi, jika diartikan secara lebih rinci, fidyah adalah menebus atau mengganti utang puasa Ramadan dengan cara yang sudah ditetapkan.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 84 disebutkan ketentuan fidyah secara ringkas. Berikut bacaan ayatnya: 

أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

Arab latin: Ayyāmam ma’dụdāt, fa mang kāna mingkum marīḍan au ‘alā safarin fa ‘iddatum min ayyāmin ukhar, wa ‘alallażīna yuṭīqụnahụ fidyatun ṭa’āmu miskīn, fa man taṭawwa’a khairan fa huwa khairul lah, wa an taṣụmụ khairul lakum ing kuntum ta’lamụn.

Artinya: ”(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” 

Kriteria Orang yang Diperbolehkan Membayar Fidyah

(Unsplash)

Menurut ketentuan, terdapat tiga kriteria orang yang diperbolehkan mengganti puasa dengan fidyah. Mereka adalah:

  1. Orang tua berusia rentan yang tidak memungkinkan untuk puasa 
  2. Seseorang yang sakit parah dan sukar disembuhkan 
  3. Ibu hamil atau ibu menyusui, yang jika berpuasa dikhawatirkan kondisinya dan bayinya tidak stabil. Biasanya, atas rekomendasi dari dokter. 

Besaran dan Ketentuan Fidyah Ibu Hamil 

(Unsplash)

Ibu hamil dan ibu menyusui diperbolehkan mengganti puasa dengan fidyah. Terutama jika kondisi tubuhnya tidak memungkinkan untuk berpuasa. 

Fidyah untuk ibu hamil dapat dibayarkan dengan menggunakan beras, makanan pokok, ataupun uang. Berikut ketentuan: 

1. Fidyah dengan beras 

Besaran fidyah yang dibayarkan yakni sekitar tiga mud atau setara dengan enam ons. Hitungan tersebut ialah untuk setiap puasa yang ditinggalkan. Hal ini sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2021. 

Sementara, menurut Ulama Hanafiyah, besaran fidyah yang wajib dibayarkan ialah sebanyak setengah sha’ gandum atau dua mud besar, sekitar 1,5 kilogram. Perhitungannya, satu sha’ sama dengan empat mud berarti sekitar tiga kilogram. 

2. Fidyah dengan makanan pokok

Fidyah juga dapat dibayarkan dengan makanan pokok lainnya, misalnya jagung atau gandum. Hitungannya sama seperti dengan ketentuan beras, yakni 1,5 kilogram per puasa yang ditinggalkan. 

3. Fidyah dengan uang

Menurut Ulama Hanafiyah, fidyah dapat dibayarkan dengan uang. Ketentuannya sama dengan 1,5 kilogram beras yang dirupiahkan per puasa yang ditinggalkan. Biasanya, BAZNAS akan mengeluarkan besaran nominal menjelang Ramadan atau Idulfitri. 

Untuk waktunya sendiri, fidyah baiknya dibayarkan saat bulan Ramadan atau hari di mana seorang tersebut sedang tidak puasa, sebelum Idulfitri. Walau demikian, Pins pun dapat membayar fidyah pada waktu lainnya. Hal tersebut sesuai dengan penjelasan berikut: 

“Dalam pembayaran fidyah diperbolehkan memilih waktunya antara mengakhirkannya (di akhir Ramadan) dan antara mengeluarkan nilai harga fidyahnya di setiap hari atau setelah terbitnya fajar pada setiap hari Ramadan (puasa yang ditinggalkan) dan tidak diperbolehkan mempercepat pembayarannya (takjil) karena berarti mendahului pelaksanaannya sebelum waktu diwajibkannya,” kata Imam Ar-Ramli As-Syafi’i dalam “Ensiklopedia Fiqih Wanita”.

Cara Membayar Fidyah Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

(Unsplash)

Cara membayar fidyah ibu hamil dan ibu menyusui sama saja. Kamu bisa melakukannya dengan tiga metode. 

Berikut ini tiga cara membayar fidyah ibu menyusui yang dapat menjadi panduan untuk Pins. 

1. Memasak makanan sendiri 

Pins dapat membayarkan fidyah ibu hamil atau ibu menyusui dengan cara memasak sesuai jumlah puasa yang ditinggalkan. Sebagai contoh, jika Pins tidak berpuasa 30 hari, maka kamu juga dapat memasak 30 porsi hidangan. 

Nah, nantinya sajian ini dapat dibagikan kepada fakir miskin. Namun hindari mengurangi takaran dan kualitas makanan karena dapat mengurangi amalannya.

2. Memberi atau membagikan makanan pokok

Jika tak ingin repot, Pins dapat membagikan makanan pokok kepada fakir miskin. Hitungannya seperti yang sudah dijelaskan dalam poin sebelumnya. Untuk jenis makanan pokoknya sendiri, sebaiknya mengikuti apa yang biasa dikonsumsi di daerah tempat tinggal.

3. Memberi uang tunai

Cara membayar fidyah ibu menyusui pun bisa dengan uang tunai. Berdasarkan SK Ketua BAZNAS Nomor 27 tahun 2020, nilai fidyah yang dibayarkan untuk wilayah Jabodetabek yakni Rp45.000 per hari per jiwa. Jumlah tersebut mesti dikalikan dengan jumlah utang puasa kita. 

Saat membayar fidyah, Pins juga harus mengucapkan niat. Berikut niat membayar fidyah ibu hamil dan ibu menyusui:

 نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ هَذِهِ الْفِدْيَةَ عَنْ إِفْطَارِ صَوْمِ رَمَضَانَ لِلْخَوْفِ عَلَى وَلَدِيْ على فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى  

Artinya: “Aku niat mengeluarkan fidyah ini dari tanggungan berbuka puasa Ramadhan karena khawatir keselamatan anakku, fardhu karena Allah.”

Demikian ketentuan fidyah ibu hamil yang perlu Pins ketahui. Semoga ulasan ini dapat memberikan pencerahan dan menjawab kebingungan Pins. Semoga bermanfaat!


Temukan pilihan rumah terlengkap di Aplikasi Pinhome. Untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti bergabunglah menjadi rekan agen properti bersama kami dan iklankan properti kamu di sini.

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai properti di Property Academy by Pinhome. Gabung menjadi Rekan Jasa Pinhome melalui aplikasi Rekan Pinhome di App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel