Pinhome

Fakta dan mental dalam sejarah

Dipublikasikan oleh Eka Mandala ∙ 9 January 2016 ∙ 2 menit membaca

Sejarah Negara Com – Berbicara tentang mental dalam ilmu sejarah, maka tidak dapat lepas dari pengertian Apakah mental itu? Mental memiliki pengertian sangat luas, bahkan dalam kehidupan sehari-hari selalu terdengar kata-kata mental yang dikaitkan dengan perilaku atau tindakan maupun moral manusia.

Namun apakah sebenarnya mental itu? Dan apakah fakta mental dalam ilmu sejarah?   Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang ditulis W.J.S. Poerwadarminta menyatakan bahwa mental adalah sebagai berikut:

  1. Mental adalah hal yang menyangkut batin atau watak manusia yang bukan bersifat badan atau tenaga.
  2. Mental adalah hal yang menyangkut bukan hanya pembangunan fisik yang perlu diperhatikan, melainkan juga pembangunan rohani atau batin.
  3. Mental adalah hal yang menyangkut trauma atau guncangan jiwa yang sangat membekas dalam kehidupan si korban.

Dari uraian di atas, maka mental terkait dengan masalah batin, rohani, dan watak manusia. Oleh karena itu, mental akan dapat menentukan baik buruknya perjalanan kehidupan manusia, masyarakat atau bangsa.

Peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau dapat mempengaruhi mental kehidupan masyarakat di masa kini maupun di masa depan. Hal ini menjadi salah satu fakta dalam perjalanan sejarah kehidupan suatu bangsa.

Bahkan dalam fakta mental tercatat hubungan yang sangat erat antara suatu peristiwa yang telah terjadi dengan batin atau mental pada suatu masyarakat. Karena perkembangan atau akumulasi batin atau mental pada suatu masyarakat dapat mencetuskan munculnya suatu peristiwa, baik peristiwa besar maupun kecil.

Sebagai contoh: peristiwa peperangan yang selalu menyisakan tragedi dan derita akan mempengaruhi mental masyarakat yang mengalaminya.

Fakta mental memberikan gambaran yang pasti akibat perang yang ditimbulkannya sehingga akhirnya hanya akan menyisakan kehidupan yang sangat memprihatinkan.

Peristiwa pengeboman kota Hisroshima dan Nagasaki oleh pihak Amerika Serikat tahun 1945, telah menyebabkan terjadinya tekanan batin atau perubahan watak manusia yang berhasil selamat dari peristiwa tersebut.

Rasa takut dan ngeri muncul dalam kehidupan, bahkan di antara korban-korban yang selamat muncul rasa trauma berkepanjangan sehingga menyebabkan terjadinya guncangan jiwa yang membekas dalam kehidupan para korban yang selamat tersebut.

Oleh karena itu, setiap tahun masyarakat Jepang melakukan peringatan atas kejadian tersebut dan melakukan kampanye anti bom atom atau anti senjata nuklir.

Baca juga:

Tags :

Artikel Pilihan

Berita Pinhome
Berita Pinhome Vasa Jagakarsa Hunian Modern Tropis Strategis Berkonsep Townhouse

Menentukan rumah idaman memang bukanlah perkara mudah. Pasalnya banyak hal yang harus dipertimbangk

Finansial
Finansial Mengenal Analisis SWOT Untuk Mengembangkan Bisnis

Membangun sebuah bisnis yang sukses tidak bisa terjadi dalam semalam. Ada banyak unsur dan juga keg

Properti
Properti 3 Contoh Rumah Idaman dan Populer Saat Ini

Desain atau contoh rumah idaman bagi tiap-tiap orang tentunya tidak sama. Ada yang mendefinisikan r

Properti
Properti Ingin Memilih Lokasi Tempat Tinggal Strategis? Perhatikan Hal Ini!

Memilih lokasi tempat tinggal strategis bukanlah perkara mudah, banyak yang harus kita pertimbangka

Artikel Terkini

Lifestyle
Edukasi
Edukasi Surat Kepemilikan Tanah yang Resmi & Sah

Surat kepemilikan tanah (SKT) adalah berkas yang wajib dimiliki jika kamu memiliki niat untuk membe

Edukasi
Edukasi Format dan Contoh Surat Lamaran Kerja di Toko

contoh surat lamaran kerja di toko tulis tangan contoh surat lamaran pekerjaan di toko cont

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Niaga, Lengkap Beserta Penjelasannya!

Dalam dunia bisnis, surat niaga sangat umum digunakan untuk kebutuhan bisnis sehari-hari. Biasanya

Edukasi
Edukasi Contoh Surat Pribadi dan Struktur Penulisannya

Ada dua macam surat yang jamak ditemukan, yaitu surat resmi dan tidak resmi. Surat tidak resmi seri

Ikuti Media Sosial Kami

Pinhome Indonesia