Pinhome

Tips Properti

Face Shield: Cara Terkini Hadapi Pandemi COVID-19

Dipublikasikan oleh Pinhome ∙ 17 January 2021 ∙ 5 menit membaca

Sejak munculnya virus Corona atau COVID-19, berbagai lembaga kesehatan internasional hingga ahli kesehatan, terus menekankan pentingnya penggunaan masker untuk mencegah penyebaran virus Corona. Kini, ada tambahan prosedur baru pencegahan penyebaran COVID-19, yaitu face shield atau pelindung wajah.

Untuk urusan efektivitas, masker N95 dan masker medis menjadi masker yang paling ampuh untuk mencegah paparan virus. Permukaan dari masker medis yang menutupi daerah hidung hingga mulut juga memiliki kemampuan untuk menyerap berbagai cairan ataupun droplet yang keluar dari tubuh manusia. Bagian masker bedah yang mengarah ke arah luar pun memiliki sifat waterproof alias tahan air sehingga dijamin tidak akan ada cairan yang bisa keluar dari dalam dan begitu pun sebaliknya, tidak ada cairan dari luar yang bisa memasuki tubuh si pemakai.

Untuk tujuan menahan penyebaran virus COVID-19, saat ini mulai marak penggunaan face shield atau pelindung wajah selain menggunakan masker kain. Pelindung wajah ini sendiri merupakan lapisan plastic bening yang berbentuk seperti tameng yang bisa dipasang di kepala sehingga bisa menutupi daerah wajah. Namun sebenarnya, pelindung wajah ini hanya menutupi daerah wajah hingga bagian dagu saja, dan masih menyisakan daerah samping wajah yang bercelah dan tetap terbuka.

Meskipun begitu, JAMA Network mengungkap beberapa ilmuwan dan ahli kesehatan menganggap penggunaan pelindung wajah ini bisa dibilang penting sebagai alat pelindung diri (APD) bagi masyarakat luas di masa pandemi seperti saat ini. Disebutkan bahwa pelindung wajah ini dapat membantu mengurangi resiko penyebaran virus Corona jika dikombinasikan bersama dengan kebiasaan preventif lainnya seperti menjaga jarak fisik hingga kebiasaan rajin mencuci tangan. Sebelumnya, pelindung wajah lebih ramai digunakan oleh para tenaga medis di rumah sakit. Penggunaannya pun digunakan berbarengan dengan masker bedah. Kombinasi keduanya dianggap dapat memberikan perlindungan maksimal dan menyeluruh kepada setiap tenaga kesehatan yang setiap hari berhadapan langsung dengan pasien positif COVID-19.

Apakah kita harus beralih ke pelindung wajah daripada masker kain?

Nah, hal yang harus kita ketahui bersama. Pelindung wajah tidaklah sesempurna seperti yang sering digaungkan, Pins. Beberapa penelitian membuktikan tingkat efektivitas pelindung wajah dengan menggunakan simulator batuk. Hasilnya? Ada 4% dari partikel yang dihasilkan oleh batuk dapat masuk melalui bagian bawah pelindung wajah yang terbuka lebar. Meskipun begitu, menurut Amesh A. Adalja, seorang ahli penyakit menular dari John Hopkins Center, menyatakan dirinya optimis akan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh pelindung wajah. Menurut Amesh, pengguna pelindung wajah akan jauh merasa lebih nyaman menggunakan pelindung wajah daripada menggunakan masker kain. Si pemakai pelindung wajah pun bisa bernafas dengan lebih mudah saat ia menggunakan pelindung wajah daripada saat mereka mengenakan masker kain. Pelindung wajah pun memiliki nilai positif lain daripada masker kain biasa, yaitu si pemakai tidak akan bisa tanpa sadar menyentuh wajah.

Seiring berlakunya New Normal, banyak ahli kesehatan yang terbagi pendapatnya saat akan menyarankan untuk menggunakan face shield selain menggunakan masker kain. Eli Perencevich, Dokter Penyakit Menular di Universitas Iowa menyebutkan kalau pelindung wajah ini mempunyai beberapa keuntungan tersendiri. Pelindung wajah sangatlah mudah untuk dipakai sehingga Pins yang memakai kerudung tidak lagi membutuhkan usaha esktra saat akan memakainya. Jika dipakai secara baik dan benar, pelindung wajah ini juga dapat efektif menahan berbagai droplet yang kemungkinan terpapar pada si pemakai. Kalau tujuannya hanya untuk proteksi sehari-hari, penggunaan pelindung wajah ini dirasa tidak begitu perlu. Eli Perencevich sendiri mengakui bahwa efektivitas masker kain masih dirasa cukup untuk mencegah penyebaran COVID-19 pada masyarakat luas.

Beberapa hal yang menyebabkan face shield unggul daripada masker kain: lebih mudah dipakai untuk siapa pun, dapat mencegah si pemakai untuk memegang wajah, lebih nyaman digunakan karena pelindung wajah memberikan kebebasan untuk bernafas daripada masker kain yang beberapa pemakainya mengaku mengalami sedikit kesulitan bernafas saat beraktivitas. Pelindung wajah ini juga bisa dengan mudah dibersihkan dan digunakan kembali. Tidak harus dicuci dengan sabun, bisa hanya dengan menggunakan sanitizer di bagian tameng saja pun sudah cukup.

Keith Kaye, Profesor bidang Pengobatan dan Direktur Penelitian dari Divisi Penyakit Menular di Universitas of Michigan Medical School menyebutkan pelindung wajah juga memungkinkan terjadinya komunikasi yang lebih baik antara pemakainya, antara satu individu dengan individu lainnya bisa lebih mudah membaca raut muka dan kemudian lebih lancar menerapkan peraturan jaga jarak. Hal ini terbilang unggul daripada pemakai masker yang seringkali terpaksa membuka maskernya saat berbicara karena keterhambatan komunikasi. Pelindung wajah pun terbukti secara efektif memblokir akses perpindahan droplet antar individu.

Penelitian simulasi batuk yang sudah dilakukan dari tahun 2014 menemukan bahwa pelindung wajah dapat menahan kemungkinan tereksposnya si pemakai dengan berbagai bentuk droplet hingga 96% pada jarak 18 inci.

Kesimpulannya, Pins..

Sebelumnya, pelindung wajah ini sudah sering digunakan oleh para tenaga kesehatan. Namun, pemakaiannya dikombinasikan dengan masker bedah. Timothy Brewer, Profesor Kesehatan dan Epidemiologi dari UCLA Fielding School of Public Health and Medicine menyebutkan untuk saat ini akan jauh lebih aman untuk cukup memakai masker kain saja karena orang-orang kebanyakan tidak berinteraksi langsung dengan pasien positif COVID – 19. Jika tetap ingin memakai face shield, sebaiknya penggunaannya tetap dikombinasikan dengan masker kain untuk perlindungan total yang menyeluruh. Hal ini sudah dilakukan di Negara Singapura di mana anak-anak yang kembali masuk sekolah akan memakai pelindung wajah selain dari pemakaian masker kain.

Pemakaian masker kain seperti yang sudah dianjurkan oleh Pemerintah masih didukung efektivitasnya yang tinggi oleh berbagai ahli dan lembaga kesehatan internasional. Penggunaan pelindung wajah pun wajar-wajar saja asalkan kita tetap membatasi interaksi dan menjaga jarak karena masih ada beberapa celah wajah yang terekspos saat kita mengenakan pelindung wajah. Di sisi lain, pemakaian pelindung wajah dianggap dapat lebih melancarkan proses komunikasi. Jika kita tetap menjaga jarak, pemakaian pelindung wajah tidak akan menghambat proses komunikasi, kita bisa bebas memperhatikan pengucapan hingga raut wajah dari lawan komunikasi kita.


Bagi Pins yang sedang bingung mencari rumah yang tepat, ayo temukan beragam pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti & iklankan properti Kamu di Jual Properti. Bergabunglah bersama Kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk Anda Agen properti independen atau Kantor Properti.

Hanya di Pinhome.id yang memberikan Anda kemudahan membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel