Elang Wallace, Wallace's Hawk-eagle (Nisaetus Nanus) - Pinhome

Pinhome

Elang Wallace, Wallace’s Hawk-eagle (Nisaetus Nanus)

Dipublikasikan oleh Mega Puspita Ratna ∙ 7 September 2021 ∙ 4 menit membaca

Pinhome – Elang Wallace merupakan salah satu jenis elang di Indonesia alias jenis burung pemangsa dari keluarga Accipitridae dan Genus Nisaetus yang dapat dijumpai di Indonesia.

Jenis burung elang yang memiliki nama ilmiah Nisaetus nanus Elang Wallace atau Wallace’s Hawk-eagle dalam bahasa inggrisnya ini masih punya kekerabatan dengan Elang Jawa, Elang Che, Elang Gunung, Elang Flores, Elang Sulawesi dan masih beberapa lagi lainnya karena masih dalam satu genus dengan Elang Wallace.

Ciri-ciri Elang Wallace, Wallace’s Hawk-eagle (Nisaetus nanus)

Elang Wallace tergolong ke jenis burung pemangsa berukuran sedang dengan panjang tubuh dari ujung paruh sampai ujung ekor sekitar 43 sampai 58 cm, berat tubuh sekitar 500 sampai 610 gram dengan rentang sayap sekitar 95 sampai 105 cm.

Elang Wallace
(eBird)

Baca Juga: Mengenal Elang Bondol

Bulunya didominasi oleh warna coklat dan putih. Bulu pada kepala dan bagian bawah tubuh berwarna kuning tua kemerah-jambuan. Pada ekornya terdapat tiga garis hitam, serta coretan memanjang yang terdapat di dada dan garis sempit hitam di perut. Selain itu, di kepala terdapat jambul. Iris mata berwarna kuning, paruh berwarna abu-abu, dan kaki berwarna kuning.

Penyebaran dan Jenis Elang Wallace:

Elang Wallace (Nisaetus nanus) merupakan burung asli Indonesia dengan daerah sebaran meliputi hampir di seluruh pulau Sumatera, Kalimantan, Bangka, dan Nias. Selain itu hidup pula di Sabah, Serawak, Brunei Darussalam, Semenanjung Malaya (Malaysia, dan bagian selatan Myanmar dan Thailand).

Tidak biasa ditemukan di hutan dataran rendah di Kalimantan dan Sumatra, tetapi tersebar luas sampai Nias dan Bangka sampai ketinggian 1000 m. Terdapat dua sub-spesies yang sudah dikenal dengan penyebaran sebagai berikut:

  • Nanus Wallace, 1868 – Burma Selatan dan Thailand Selatan melewati semenanjung Malaysia ke Sumatra dan Kalimantan.
  • Stresemanni Amadon, 1953 – P. Nias.
Elang Wallace
(eBird)

Baca juga : Elang ekor panjang, Long-tailed Honey-buzzard (Henicopernis Longicauda)

Populasi Elang Wallace

Populasi burung dewasa diperkirakan antara 2.500 hingga 10.000 ekor atau setara dengan populasi total antara 3.500-15.000 ekor. Populasi ini terus mengalami penurunan sejak 10 tahun terakhir atau dalam tiga generasi.

Penurunan populasi ini diakibatkan oleh hilangnya habitat, degradasi dan deforestasi sebagai akibat penebangan hutan dalam skala besar, serta pembukaan hutan untuk perkebunan karet dan kelapa sawit.

Habitat dan kebiasaan Elang Wallace

Semenanjung Malaya, itu terjadi secara eksklusif di hutan dataran rendah yang kering dan semi-hijau di dataran rendah, baik yang tidak terganggu dan tidak ditebang, dan kadang-kadang di lokasi yang sangat terdegradasi, tetapi tidak pernah tanpa akses ke tajuk kanopi tinggi yang berkelanjutan (Wells 1999) .

Di Sabah, ditemukan di hutan primer, hutan bekas tebangan, dan sungai (Sheldon et al. 2001), dan dilaporkan terjadi di hutan yang banyak ditebangi di Kalimantan dan Sumatra (BirdLife International 2007).

Beberapa catatan sarang berasal dari hutan tinggi di dataran rendah, meskipun penyelidikan lebih lanjut mungkin juga menunjukkan bersarang di hutan perbukitan (Wells op cit.). Thiollay (1983) menganggapnya sebagai spesies utama dari hutan dataran rendah, tetapi ia juga melihatnya di perbukitan rendah dan hutan sekunder.

Elang Wallace
(eBird)

Baca Juga: Elang Laut Perut Putih

Mencari makan dan terbang berpasangan atau berkelompok dalam jumlah kecil. Mencari serangga di batang dan cabang pohon, sering dari atas ke bawah dengan kepala di bagian bawah. Memperlihatkan gerakan khas terkejut-kejut yang aktif dan selalu terkesan terburu-buru sebelum terbang ke pohon lain. Sering mengunjungi lapisan menengah hutan, hutan rawa, perkebunan dan hutan pinus. Burung ini memakan burung, kelelawar, kadal, kadal lidah-biru.

Musim Kawin Elang Wallace

Sarangnya adalah platform tongkat berukuran sedang, dilapisi dengan cabang-cabang segar, berdaun yang ditambahkan ke lapisan-cangkir sampai anak elang wallace itu tumbuh. Ini biasanya ditempatkan di cabang cabang atau dekat pangkal mahkota tinggi pada tingkat kanopi utama dalam pohon yang muncul dengan ketinggian sekitar 35 dari permukaan tanah. Telur elang wallace hanya 1 butir. Pasangan tetap berada di wilayah peneluran sepanjang tahun.

————————————————-

Temukan beragam pilihan rumah terlengkap di daftar properti & iklankan properti kamu di Jual Beli Properti Pinhome. Bergabunglah bersama kami di aplikasi Rekan Pinhome untuk kamu agen properti independen atau agen kantor properti. 

Kamu juga bisa belajar lebih lanjut mengenai Properti di Property Academy by Pinhome. Download aplikasi Rekan Pinhome melalui App Store atau Google Play Store sekarang!

Hanya di Pinhome.id yang memberikan kemudahan dalam membeli properti. Pinhome – PINtar jual beli sewa properti.

Tags :

Bagikan Artikel